Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Tari Tumatenden: Bentuk Koreografi dan Fungsinya Bagi Masyarakat Airmadidi Minahasa Utara (Sebuah Penelitian Etno Art) Sunarmi, Sri; Luntungan, Grace
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.863 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i5.2740

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk memperlihatkan mengenai bagaimana wujud koreografi Tari Tumatenden, serta menunjukkan Bagaimana peranan dan keberadaan Tari Tumatenden diAirmadidi Minahasa Utara. Tujuannya menginventarisasi karya seni-budaya lokal, Sehingga dengan adanya wujud tersebut maka, generasi muda akan mudah memperagakan Tari Daerah Setempat dan terpacu untuk dapat belajar serta mencintai budaya miliknya khususnya seni tari tradisional daerah sebagai tari Daerah Setempat. Metode penelitian diskriptif kwalitatif dengan pendekatan, Etno Art. Peranan dan keberadaan, dipakai untuk menggambarkan wujud koreografi dengan memahami fenomena yang menjadi kesadaran masyarakatAirmadidi Minahasa Utara, kaitannya dengan peranan keberadaan Tari Tumatenden ditengah-tengah masyarakatnya. Pendekatan ini dapat melihat dan mengungkap dua jawaban dalam penelitian ini. Rumusan dapat menunjukkan wujud koreografi Tari Tumatenden sebagai bentuk tari kreasi kerakyatan, yang dilakukan oleh Sembilan (9) penari putri, dan satu penari laki-laki, Sajian tari Tumatenden merupakan tari yang mengangkat cerita legenda rakyat Minahasa yang meceritakan tentang bidadari-bidadari yang turun ke bumi dari kayangan untuk mandi di mata air Tumatenden. Seorang pemuda Minahasa yang tertarik berusaha untuk memikat hati salah satu bidadari tersebut dengan mencuri sayapnya. Hal ini membuat sang bidadari tidak dapat kembali ke kayangan dan kemudian menikah dengan pemuda tersebut.
LAGU AMEN BROTHER SEBAGAI MUSIK PENGIRING BREAKING DANCE PADA KOMUNITAS REJASQ SQUAD MANADO Hendrico B. Lomban; Dinar Sri Hartati; Sri Sunarmi
KOMPETENSI Vol. 2 No. 12 (2022): KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ritme lagu Amen Brother sebagai musik pengiring Breaking Dance pada komunitas Rejasq Squad Manado beserta koreografinya. Hal tersebut dikarenakan koreografi Breaking Dance pada komunitas Rejasq Squad menggunakan musik pengiring dengan aliran musik yang mempunyai pola ritme yang berbeda. Awal perkembangan tarian modern Breaking Dance di kota Manado disekitar tahun 1999-2000 oleh para anak muda dari pulau Jawa dan luar negeri. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Musikologi. Pengumpulan dan pengelolahan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Contoh tentang pola gerak dasar dalam Breaking Dance yang digunakan komunitas Rejasq Squad Manado yaitu Top Rock, Foot Work/Foot Rock, Power Move dan Freeze Style. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa lagu Amen Brother sebagai musik pengiring yang digunakan dalam koreografi Breaking Dance pada komunitas Rejasq Squad Manado mempunyai ritme musik breakbeat yang dimainkan dalam instrumen drum set dengan tempo 130 bpm. Lagu ini diterbitkan pada tahun 1969 oleh grup soul bernama The Winstons. Berdasarkan uraian diatas peneliti menyimpulkan bahwa lagu Amen Brother sebagai musik pengiring Breaking Dance pada komunitas Rejasq Squad Manado membuat kesan ragam gerak lebih atraktif dan berenergi dengan ritme breakbeat tempo cepat. Walaupun pada gerakan Breaking Dance menggunakan teknik ragam gerak yang rumit dengan hitungan 1x2, 1x4 dan 1x8 pada setiap gerakannya, tetapi kesan tarian dengan musik iringannya yang cepat menjadikan lebih hidup dan tidak meninggalkan gerak-gerak khas akrobatiknya.
PEMBELAJARAN MUSIK KOLINTANG DI SMP NEGERI 1 ERIS Satri Dio Lumingkewas; Meyny Kaunang; Sri Sunarmi
KOMPETENSI Vol. 2 No. 12 (2022): KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode dalam pembelejaran Seni Musik Kolintang di SMP Negeri 1 Eris. Seni Musik Kolintang di SMP Negeri 1 Eris termasuk dalam mata pelajaran Seni Budaya pada kelas VII sampai dengan IX. Kolintang adalah salah satu musik tradisi Minahasa yang masuk dalam mata pelajaran seni budaya (seni musik) pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) daerah Sulawesi Utara. “Kolintang adalah satu jenis (genre) musik, yang terdiri dari seperangkat instrumen yang terbuat dari bilah-bilah kayu. Jenis musik ini berbentuk ansambel, yang saat ini umumnya terdiri dari 7 sampai 10 instrumen yaitu instrumen Melodi terdiri dari 1 atau 2 buah, dan pengiringnya yang terdiri dari Banyo, Ukulele, Gitar, Celo, dan Bass. Instrumen-instrumen musik ini terbuat dari bilah-bilah kayu yang menghasilkan suara (Xylophone), dan sumber bunyinya berasal dari kayu itu sendiri (Idiophone). Untuk menghasilkan bunyi, Kolintang dibunyikan dengan cara dipukul sehingga Kolintang tergolong dalam musik perkusi. Permasalahan yang menjadi perhatian utama adalah bagaimana metode yang dipakai dalam pembelajaran musik Kolintang di SMP Negeri1 Eris. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Musikologi dalam penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Saat ini peneliti mengambil beberapa contoh tentang pembelajaran yang akan dibahas yaitu pembelajaran Pattern Dangdut, Pattern Slow Rock, metode PAIKEM, dan strategi pemebelajaran musik kolintang pada group Bapontar. Berdasarkan hal-hal diatas maka dengan ini peneliti menyimpulan bahwa dengan metode PAKEM yang digunakan dalam pembelajaran musik Kolintang di SMP Negeri 1 Eris menjadikan Group Musik Kolintang yang anggotanya merupakan para remaja yang berumur 11 tahun sampai 15 tahun ini paling sering diminta untuk menampilkan permainan Musik Kolintangnya dalam acara-acara bahkan ditempat peribadatan umat kristiani. Di setiap penampilan dari group kolintang SMP Negeri 1 Tandengan ini selalu mengibur dan memukau para penimat yang menikmati penampilan mereka. Karena dalam permainan kolintangnya, grup ini juga menyertakan sedikit koreografi pada setiap aksen-aksen yang terdapat dalam lagu, sehingga grup ini bukan hanya enak didengar akan tetapi dengan dipandang juga dapat menikmati musiknya”.
IMPLEMENTASI MERDEKA BELAJAR KAMPUS MENGAJAR DALAM PEMBELAJARAN SENI MUSIK DI SD GMIM RINONDOR, KAKAS Audiano Hizkia Mamoto; Meyny S. C. Kaunang; Sri Sunarmi
KOMPETENSI Vol. 3 No. 1 (2023): KOMPETENSI: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana mengimplementasikan Merdeka Belajar Kampus Mengajar dalam Pembelajaran Seni Musik di SD GMIM Rinondor Kecamatan Kakas. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif, untuk mengetahui peran dan manfaat Pembelajaran Seni Musik di SD GMIM Rinondor. Data diperoleh dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, data dianalisis dengan teknik analisis data dengan model interaktif. Keabsahan data diperoleh melalui uji kredibilitas dan kecukupan referensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peran serta manfaat Merdeka Belajar Kampus Mengajar dalam Pembelajaran Seni Musik di SD GMIM Rinondor, dimana terbantunya SDM di Sekolah, bahkan bertambahnya pengetahuan tentang Seni Musik bagi siswa, tapi juga wawasan baru bagi para guru, serta dalam pembelajaran mahasiswa Kampus Mengajar susasana kelas menjadi lebih menyenangkan dan menumbuhkan semangat baru bagi siswa khusunya pada pelajaran Seni Musik.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA PEMBELAJARAN SENI MUSIK VOKAL DI KELAS VIII SMP NEGERI 4 TONDANO Meyke Anastasi Rasubala; Meyny S. C. Kaunang; Sri Sunarmi
KOMPETENSI Vol. 3 No. 03 (2023): KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Problem-based Learning (PBL) pada pembelajaran seni musik di kelas VIII SMP Negeri 4 Tondano. Penelitian disusun dengan menggunakan metode penelitian kualitatif di mana peneliti menjadi instrument utama dalam proses penelitian. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan terbagi ke dalam dua jenis, primer dan sekunder. Data primer adalah data yang dikumpulkan dari hasil pertanyaan-pertanyaan kepada responden atau yang bertindak sebagai informan. Data sekunder adalah data pendukung data primer yang berbentuk buku, artikel ilmiah, dan dokumentasi peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran seni musik yang menerapkan model Problem based Learning (PBL) memiliki tahapan-tahapan yang membentuk keterampilan siswa dalam memecahkan permasalahan secara aktif dan efektif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran seni musik dengan materi vokal yang dilaksanakan dalam model pembelajaran berbasis masalah (Problem-based Learning) memberikan banyak manfaat bagi siswa: mendorong siswa untuk berpikir secara aktif, kritis dan kreatif, meningkatkan kemampuan siswa berkomunikasi dengan baik, dan menyampaikan pendapat berdasarkan pengalaman terkait dengan materi vokal.
PEMBELAJARAN GITAR PADA SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 1 MODOINDING Joshua Matindas; Sri Sunarmi; Franklin E. Dumais
KOMPETENSI Vol. 3 No. 4 (2023): KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muatan pelajaran Seni Budaya adalah muatan pelajaran wajib dalam Kurikulum 2013 untuk semua tingkatan pendidikan wajib di Indonesia. Muatan pelajaran Seni Budaya mencakup bidang seni rupa, seni tari, seni drama dan seni musik. Secara khusus dalam materi pembelajaran seni musik, siswa wajib untuk mempelajari tentang alat musik, dan salah satu alat musik yang paling umum adalah gitar. Penelitian ini dirancang untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses pembelajaran gitar pada siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Modoinding. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif adalah metode yang digunakan oleh peneliti untuk mencapai tujuan penelitian. Objek dalam penelitian ini adalah 22 orang siswa kelas VII A. Observasi, wawancara, studi dokumen dan dokumentasi adalah tekni-teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan pemeriksaan data (editing), klasifikasi, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru yang ditugaskan untuk mengajarkan muatan pelajaran seni budaya, lebih khusus seni musik, tidak memiliki latar belakang pendidikan seni musik. Dalam proses pembelajaran, guru menggunakan 3 metode pembelajaran: ceramah, diskusi dan demonstrasi. Proses pembelajaran gitar difokuskan pada teknik petikan gitar, penjarian dan pengenal akor gitar. Pembelajaran seni musik, terutama dalam permainan gitar, dilakukan oleh guru dan dibantu oleh beberapa mahasiswa PPL dari pendidikan seni musik. Hasil penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa 13 orang dari 22 orang siswa telah mampu mencapai standar ketuntasan belajar dan 9 siswa lainnya harus mengikuti remedial.
PENGARUH MUSIK TERHADAP KESENANGAN “TULUNG KERJA” PADA ACARA PESTA PERNIAKAN DI DESA SION KECAMATAN TOMPASO BARU KABUPATEN MINAHASA SELATAN Sefanya Sinaulan; Meyny Kaunang; Sri Sunarmi
KOMPETENSI Vol. 3 No. 6 (2023): KOMPETENSI: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh musik terhadapkesenangan “Tulung Kerja” pada acara pesta Pernikahan didesa Sion Kecamatan Tompaso Baru Kabupaten Minahasa Selatan. Desa Sion merupakan desa yang terletak di kecamatan Tompaso Baru, Kabupaten Minahasa Selatan Provinsi Sulawesi Utara. Desa Sion memiliki kebudayaan yang sampai saat ini masih jumpai, diantaranya budaya saling tolong-menolong atau gotong-royong yang dalam bahasa Minahasa disebut (Mapalus), serta beberapa tradisi lainya. Setiap desa pada umumnya memiliki budaya yang beragam saat menggelar pesta pernikahan. Masyarakat desa Sion menerapkan budaya “Tulung Kerja” yaitu dengan mengumpulkan sebagian warga yang telah diundang khusus oleh keluarga yang menggelar acara untuk membantu khususnya bagian konsumsi (dapur) dan atau mensukseskan acara pesta pernikahan yang digelar. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Musikologi dalam penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hal-hal diatas maka dengan ini peneliti menyimpulkan bahwa wawancara yang telah dilakukan kepada beberapa informan tersebut tentang pengaruh musik terhadap kesenangan “Tulung Kerja”, maka dapat disimpulkan bahwa hukum tua, sekretaris dan beberapa masyarakat “Tulung Kerja” desa Sion semua sangat senang mendengarkan musik saat melakukan kegiatan “Tulung Kerja” di pesta pernikahan. Sebagian besar informan senang mendengarkan jenis musik Pop, Jazz, Rock, Klasik Rohani. Informan lainnya senang mendengarkan jenis musik Dangdut, Pop, Rock musik Indonesia (sekuler). Informan lainnya senang mendengarkan musik daerah dengan berbagai jenis musik.
PEMBELAJARAN KEYBOARD PADA SISWA KELAS X DI SMK NEGERI 1 LANGOWAN Marfel Lenggie; Meyny Kaunang; Sri Sunarmi
KOMPETENSI Vol. 3 No. 6 (2023): KOMPETENSI: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keyboard merupakan sebuah alat musik yang sangat familiar bagi banyak orang dan menjadi salah satu alat musik yang cara permainnya diajarkan pada muatan pelajaran Seni Budaya di tingkat Sekolah Menengah Atas atau Kejuruan (SMA/K). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menejelaskan dan menggambarkan pelaksanaan pembelajaran alat musik keyboard pada siswa kelas X di SMK Negeri 1 Langowan. Penelitian ini disusun dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tiga tahapan penelitian: pra-penelitian, pelaksanaan penelitian dan pelapiran hasil penelitian. Observasi, wawancara dan dokumentasi menjadi teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti yang adalah instrumen utama dalam penelitian ini. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data dan verifikasi serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran alat musik keyboard berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi peserta didik. Pembelajaran tersebut mendorong mereka untuk mengembangkan minat mereka dalam memainkan keyboard meskipun terdapat beberapa kendala dalam proses pembelajaran. Kendala paling besar yang dihadapi oleh siswa adalah mereka tidak memiliki dasar-dasar dalam memainkan alat musik keyboard sehingga harus diajarkan dari dasar-dasarnya. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pembelajaran yang dilaksanakan menggunakan berbagai metode seperti ceramah, tanya jawab, demonstrasi dan latihan. Metode-metode tersebut digunakan pada saat pembelajaran hingga pada saat evaluasi pembelajaran.
Fungsi Musik Gala Di Kelurahan Tubo Kota Ternate Provinsi Maluku Utara Imitha Muslimah Chaerani; R.A.D Sri Hartati; Sri Sunarmi
SENIMAN: Jurnal Publikasi Desain Komunikasi Visual Vol. 1 No. 1 (2023): Mei :  Jurnal Publikasi Desain Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Katolik Widya Karya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/seniman-widyakarya.v1i1.88

Abstract

The research entitled Functions of Gala Music in Tubo Village, Ternate City, North Maluku Province aims to discover how Gala music functions in Tubo Village, North Maluku Province. Along with the times, Gala Music in Ternate is no longer played for ritual activities, for example, wedding ceremonies, circumcisions, or picking up guests, but only for performances as public entertainment. Habits and traditions began to shift with the advent of modern music so that slowly the old customs or rituals rarely involved Gala music anymore. The theory used as a reference in this study is the Function Theory and the Sociology of Art approach. The research method used is a descriptive qualitative method using data collection techniques such as observation, interviews, documentation and literature studies with the acquisition of data encountered both directly and indirectly understood and evaluated. The existence of gala music continues to grow in the current generation. The results showed that the function of Gala music in the Tubo Village was a function of emotional expression, a function of appreciating aesthetics, entertainment function, communication function, symbolic function, a function of physical response and bodily reaction, a function of validating social institutions, a function related to social norms, a function of continuity of culture and function of integrating society. With the existing developments, Gala music is played in collaboration with the music of Togal, Lala and several other traditional musics. This indicates that Gala music is present to meet the community's cultural needs so that it greatly influences cultural stability in the City of Ternate, especially in the Tubo Village.
KEBERADAAN MUSIK DANA-DANA DI KAMPUNG JAWA TONDANO Veronika Injilia Lontaan; Perry Rumengan; Sri Sunarmi
KOMPETENSI Vol. 3 No. 7 (2023): KOMPETENSI: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/kompetensi.v3i7.6378

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan keberadaan musik Dana-dana di Kampung Jawa Tondano. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data-data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara kepada narasumber terkait, studi pustaka dan dokumentasi dalam bentuk perekaman dan pengambilan gambar. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan aspek sejarah, keagamaan, adat istiadat dan sosial kemasyarakatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan musik Dana-dana di Kampung Jawa Tondano mencerminkan nilai sejarah, keagamaan, adat istiadat dan sosial kemasyarakatan. Dari segi sejarah, musik ini mencerminkan perjalanan musik Dana-dana yang sudah ada sejak tahun 1882. Musik ini dibawa oleh Abdulah Asagaf di Kampung Jawa Tondano pada dirinya diasingkan oleh pihak Belanda. Dari aspek keagamaan, musik ini mencermin nilai-nilai agama Islam. Musik Dana-dana juga sering ditampilkan dalam malam Midorareni sebagai bentuk adat istiadat yang saat ini masih dilestarikan di Kampung Jawa Tondano. Dari segi sosial kemasyarakatan, musik Dana-dana dipandang sebgai hiburan dan bentuk kesenian yang ditampilkan pada berbagai acara, seperti penyambutan, pernikahan dan berbagai hari raya keagamaan Islam. Hingga saat ini, masyarakat di Kampung Jawa Tondano terus melestarikan kesenian musik Dana-dana. Hal ini terlihat dari berkembangnya kelompok dan sanggar seni untuk musik Dana-dana. Selain itu, masyarakat di Kampung Jawa Tondano terlihat antusias ketika mengantar anak-anak mereka untuk mengikuti latihan musik dana-dana.