Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PERKEMBANGAN MUSIK KASIDAH DI KAMPUNG JAWA TONDANO (JATON) Debora G. P. Rotikan; Sri Sunarmi; Franklin Dumais
KOMPETENSI Vol. 3 No. 7 (2023): KOMPETENSI: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/kompetensi.v3i7.6380

Abstract

Penelitian ini disusun untuk menjelaskan dan mendeskripsikan perkembangan musik Kasidah di Kampung Jawa Tondano (Jaton). Secara spesifik, perkembangan yang dimaksuda adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada musik Kasidah dan faktor-faktor yang menyebabkan perubahan itu.  Penelitian ini disusun dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif di mana data-data penelitian dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara pada sumber-sumber terkait, dan dokumentasi dalam bentuk pengambilan gambar dan video. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tahapan pemeriksaan data, klasifikasi, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik Kasidah adalah musik yang diturunkan dari generasi ke generasi hingga saat ini. Dengan demikian, musik Kasidah telah menjadi bentuk kesenian yang juga bagian dari kebudayaan masyarakat di Kampung Jawa Tondano. Sejak kemunculannya hingga saat ini, musik Kasidah telah mengalami berbagai perubahan. Perubahan tersebut dapat dilihat dari berbagai aspek, seperti pemain musik, instrumen yang digunakan, irama, lirik lagu, tema dan pesan (amanat). Perubahan-perubahan tersebut muncul karena faktor internal dan eskternal. Faktor internal meliputi ide dan kreativitas dari para pelatih musik Kasidah, sedangankan faktor eksternal meliputi perubahan selera masyarakat terhadap musik. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa musik Kasidah digunakan sebgai media da’wah dan sebagai musik yang menyemarakkan hari-hari raya keagamaan Islam.
FUNGSI MUSIK BATONG DALAM TARI BALATINDAK DESA BANGUNEMO Tommy Jordi Noosi; Perry Rumengan; Sri Sunarmi
KOMPETENSI Vol. 3 No. 8 (2023): KOMPETENSI: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/kompetensi.v3i8.6381

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan fungsi musik Batong dalam Tari Balatindak di Desa Bangunemo. Penelitian ini disusun dengan menggunakan kerangka penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakaukan melalui teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah tokoh-tokoh seni di desa Bangunemo. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data interaktif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa musik Batong memiliki fungsi yang sangat penting dalam tari Balatindak, yaitu sebagai pengiring, pemberi irama, pemberi gambaran suasana, mempertegas ekspresi gerak, pengatur tempo, rangsangan bagi penari. Musik Batong juga memiliki fungsi penghubung dengan dengan arwah-arwah leluhur. Lebih lanjut, musik Batong juga memiliki fungsi tersendiri pada setiap gerakan tari Balatindak, yang di dalamnya ada gerakan Basomba, Kuntau dan Batabas. Selain itu musik Batong juga memiliki fungsi sebagai sarana yang mempererat persaudaraan di antar masyarakat melalui kesenian.
ANALYSIS OF MUSIC TEACHING METHODS IN KARAWITAN MUSIC LEARNING ACTIVITIES Christabela Gabriela Posumah; Lucyylle Takalumang; Sri Sunarmi
SoCul: International Journal of Research in Social Cultural Issues Vol. 2 No. 6 (2022): SoCul: International Journal of Research in Social Cultural Issues
Publisher : Faculty of Language and Arts (Fakultas Bahasa dan Seni) Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/soculijrccsscli.v2i6.7318

Abstract

This study aims to identify and describe the learning of music art in students of SMA Negeri 1 Tondano. The researcher obtained this degree through the Field Experience Program (PPL) at SMA Negeri 1 Tondano, as well as taking Music Art courses at UNIMA. Relevant theories such as the definition of learning, learning that involves students, teachers, curriculum, learning materials, and learning methods are used in this research as a foundation for achieving research objectives. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques through observation. The results showed that music learning at SMA Negeri 1 Tondano uses various methods, including lecturing, demonstration, and practice. Although most students are interested and enjoy the learning methods used, there are also students who feel bored due to the lack of variety. Therefore, this study recommends that teachers adopt different learning strategies, develop media, and maintain students' interest so that music learning can take place effectively and enjoyably. It is hoped that the results of this study can help in improving the quality of music learning at SMA Negeri 1 Tondano.
ANALISIS KEGIATAN PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER MUSIK KOLINTANG Precilia Christina Claudia Kawengian; Sri Sunarmi; Meyny Kaunang
KOMPETENSI Vol. 3 No. 11 (2023): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kolintang adalah alat musik khas daerah Minahasa, Sulawesi Utara, yang dimainkan dalam kelompok. Pembelajaran tentang alat musik kolintang menjadi bagian dari pembelajaran Seni Musik di berbagai tingakatan pendidikan formal di Sulawesi Utara, termasuk di SMP Negeri 2 Tondano. Penelitian ini dirancang untuk mendeskripsikan pembelajaran ekstrakurikuler musik kolintang di SMP Negeri 2 Tondano. Penelitian deskriptip kualitatif dengan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara dan dokumentasi diimplementasikan oleh peneliti dalam kajian ini. Teknik analisis data menggunakan pendekatan musikologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran ekstrakurikuler kolintang dilakukan dengan menggukanan pendekatan PAIKEM. Melalui pendekatan tersebut, para peserta dapat mempelajari berbagai genre musik dalam permaianan kolintang. Ekstrakurikuler kolintang di SMP Negeri 2 Tondano juga memungkin para pesertanya untuk bisa tampil di berbagai kegiatan seperti pelayanan di gereja dan festival atau perlombaan.
TEKNIK PEMBUATAN DAN PENYETEMAN ALAT MUSIK BAMBU TROMBON PADA GRUP MUSIK BAMBU GEMPITA KAUHIS KECAMATAN MANGANITU Rivan Kansil; Sri Sunarmi; Meyny Kaunang
KOMPETENSI Vol. 3 No. 11 (2023): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi teknik pembuatan dan penyeteman musik bambu trombon dalam konteks Grup Musik Bambu Gempita Kauhis, Kecamatan Manganitu. Fokus utama penelitian adalah untuk memahami bagaimana alat musik ini dibuat menggunakan bahan utama bambu batik, atau yang dikenal sebagai "Kalaeng atau kalaeng sina" oleh masyarakat Sangihe'. Bambu batik ini, yang umumnya digunakan untuk keperluan rumah tangga, menjadi bahan dasar yang penting dalam pembuatan alat musik trombon di kampung Kauhis. Konsep teori yang menjadi landasan penelitian ini diambil dari Christ dan Richard Delone, sebagaimana terdokumentasikan dalam buku Hanefi "Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia". Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, melibatkan rangkaian kegiatan dan proses penyaringan data yang sewajarnya untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai teknik pembuatan dan penyeteman musik bambu trombon di konteks Grup Musik Bambu Gempita Kauhis, Kecamatan Manganitu. Hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa di Sangihe terdapat beragam jenis Musik Tradisional, termasuk Musik Bambu Melulu yang memiliki tempat tersendiri di kampung Kauhis. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang keberagaman musik tradisional, khususnya dalam aspek teknik pembuatan dan penyeteman musik bambu trombon di lingkungan Grup Musik Bambu Gempita Kauhis.
THE FUNCTIONS AND FORMS OF RODAT ART PRESENTATION IN KAMPUNG JAWA TONDANO (JATON) Fafri Epafras Daniel Karundeng; Sri Sunarmi; Luccylle Takalumang
SoCul: International Journal of Research in Social Cultural Issues Vol. 3 No. 2 (2023): SoCul: International Journal of Research in Social Cultural Issues
Publisher : Faculty of Language and Arts (Fakultas Bahasa dan Seni) Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/soculijrccsscli.v3i2.8002

Abstract

This research aims to examine the functions and forms of Rodat art in Desa Kampung Jawa Tondano (Jaton), North Tondano District, Minahasa Regency. This research uses a descriptive qualitative approach with data collection methods through literature review, interviews, and document analysis. The research findings reveal the following aspects: First, the history of Rodat art in Jaton is closely related to the exile of Kiay Modjo and his friends who brought and taught traditional arts, including Rodat art. As a second point, Rodat art in Kampung Jawa Tondano has a service dimension for both private and public purposes, with individual tasks that include the fulfillment of material and psychological requirements. The religious, communicative, educational and recreational purposes of Rodat art in Jaton have significant relevance for the community. Third, the presentation structure of the Rodat art performance in Kampung Jawa Tondano involves elements such as presentation order, stage design, props, costumes, amplification, and lighting. The first recommendation is addressed to the Minahasa Regency Government, especially the Education Office, to include Rodat art in the school curriculum of Kampung Jawa Tondano. The second goal is to support the continuity of the Rodat art tradition in Kampung Jawa Tondano by inspiring the next generation to appreciate and practice this art.
AN ANALYSIS OF MUSIC PERFORMANCE AND ENTERTAINMENT IN ULU SIAU SOCIETY Ade Patras Mamontho; Luccylle Takalumang; Sri Sunarmi
SoCul: International Journal of Research in Social Cultural Issues Vol. 3 No. 3 (2023): SoCul: International Journal of Research in Social Cultural Issues
Publisher : Faculty of Language and Arts (Fakultas Bahasa dan Seni) Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/soculijrccsscli.v3i3.8038

Abstract

This study aims to investigate the variation of music presentation in Kafe Pelangi, Ulu Siau, Sitaro Regency, and its impact. The research method applied is a qualitative method with data collection techniques through observation, interviews, and document analysis. The collected data were classified, interpreted, and described using words. The results show that the presentation of music at Kafe Pelangi involves live performances and bands, which are supported by musical instruments, makeup, clothing, stage, and sound system. The variety of music presented includes slow pop, pop rock, jazz, dangdut, keroncong, R&B (Rhythm and Blues), and cha-cha. The function of the music presentation involves attracting visitors, providing livelihoods for musicians, and providing entertainment for visitors at Kafe Pelangi Ulu Siau.
Fungsi Musik Gala Di Kelurahan Tubo Kota Ternate Provinsi Maluku Utara Imitha Muslimah Chaerani; R.A.D Sri Hartati; Sri Sunarmi
SENIMAN: Jurnal Publikasi Desain Komunikasi Visual Vol. 1 No. 1 (2023): Mei :  Jurnal Publikasi Desain Komunikasi Visual
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/seniman-widyakarya.v1i1.88

Abstract

The research entitled Functions of Gala Music in Tubo Village, Ternate City, North Maluku Province aims to discover how Gala music functions in Tubo Village, North Maluku Province. Along with the times, Gala Music in Ternate is no longer played for ritual activities, for example, wedding ceremonies, circumcisions, or picking up guests, but only for performances as public entertainment. Habits and traditions began to shift with the advent of modern music so that slowly the old customs or rituals rarely involved Gala music anymore. The theory used as a reference in this study is the Function Theory and the Sociology of Art approach. The research method used is a descriptive qualitative method using data collection techniques such as observation, interviews, documentation and literature studies with the acquisition of data encountered both directly and indirectly understood and evaluated. The existence of gala music continues to grow in the current generation. The results showed that the function of Gala music in the Tubo Village was a function of emotional expression, a function of appreciating aesthetics, entertainment function, communication function, symbolic function, a function of physical response and bodily reaction, a function of validating social institutions, a function related to social norms, a function of continuity of culture and function of integrating society. With the existing developments, Gala music is played in collaboration with the music of Togal, Lala and several other traditional musics. This indicates that Gala music is present to meet the community's cultural needs so that it greatly influences cultural stability in the City of Ternate, especially in the Tubo Village.
LAGU POPULER MANADO SEBAGAI REFLEKSI KONDISI SOSIAL MASYARAKAT SULAWESI UTARA: SEBUAH KAJIAN DESKRIPTIF Kemur, Andreas I. D.; Rumengan, Perry; Sunarmi, Sri
KOMPETENSI Vol. 4 No. 6 (2024): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/kompetensi.v4i6.8852

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi sosial masyarakat Sulawesi Utara yang tercermin dalam lagu-lagu populer Manado. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Desember 2023 di 3 daerah: Tondano, Tomohon dan Manado. Penelitian ini disusun dengan menggunakan metode desrkiptif analitik di mana pengumpulan data dilakukan lewat studi pustaka dan angket. Studi pustaka melibatkan berbagai hasil penelitian dari tahun 2000 sampai dengan 2022. Angket yang digunakan dalam penelitian ini terdari dari 5 pertanyaan tertutup. Dengan menggunakan convenience sampling, 300 orang dipilih sebagai repsonden penelitian ini. 300 responden tersebut berasal dari 3 lokasi penelitian di mana setiap kota diwakili oleh 100 orang. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu-lagu populer Manado mewakili berbagai kondisi sosial masyarakat Sulawesi Utara. Kondisi sosial tersebut meliputi: kencenderung bercerai, perselingkuhan, kencederungan mengonsumsi minuman keras, kecenderungan memiliki gengsi dan gaya hidup yang tinggi, dan taat beragama. Kondisi-kondisi tersebut menjadi tema dalam berbagai lagu populer manado yang dirilis pada tahun 2000 sampai dengan 2022. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang kondisi sosial masyarakat Sulawesi Utara yang tercermin dalam berbagai lagu populer Manado dan dapat mendorong penelitian selanjutnya.
STRATEGI PEMBELAJARAN ALAT MUSIK KOLINTANG PADA GRUP PRIMA VISTA LEMBEAN: SEBUAH ANALISIS DESKRIPTIF Suatan, Jesicah Mistika Elisabet; Kaunang, Meyny; Sunarmi, Sri
KOMPETENSI Vol. 4 No. 6 (2024): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/kompetensi.v4i6.8855

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menggambarkan strategi pembelajaran musik kolintang yang diterapkan di Grup Prima Vista Lembean serta mengidentifikasi metode-metode yang digunakan dalam proses pembelajaran tersebut. Pendekatan kualitatif dan deskriptif digunakan dalam penelitian ini untuk mendalami fenomena pembelajaran musik kolintang dan memberikan gambaran yang komprehensif tentang topik penelitian. Penelitian dilakukan di desa Lembean, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara, selama dua bulan dengan melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Analisis data menggunakan analisis data interaktif, yang melibatkan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat metode pembelajaran (ceramah, demonstrasi, latihan, dan tutoring) terintegrasi dengan baik dalam pembelajaran musik kolintang di Grup Prima Vista Lembean. Jadwal pembelajaran yang terstruktur membantu memaksimalkan pembelajaran bagi anggota grup. Faktor pendukung pembelajaran meliputi ketersediaan alat musik, tempat latihan, keberadaan pelatih yang kompeten, dan minat anggota untuk belajar. Namun, faktor-faktor seperti kurangnya pemahaman tentang irama dan kesulitan menentukan akord menjadi penghambat dalam pembelajaran. Pembahasan strategi pembelajaran mencakup kegiatan pendahuluan, penyampaian informasi, partisipasi anggota, evaluasi melalui praktik langsung, dan kegiatan lanjutan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman tentang pembelajaran musik kolintang dan menyediakan panduan bagi penelitian selanjutnya dalam pengembangan musik kolintang.