Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Animal Agricultural Journal

PENGARUH PEMBERIAN PAKAN BEBAS PILIH (Free choice feeding) TERHADAP PERFORMANS PRODUKSI TELUR BURUNG PUYUH (Coturnix coturnix japonica) Zahra, Atika Asirratu; Sunarti, Dwi; Suprijatna, Edjeng
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.059 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pakan kesukaaan puyuh, mengetahui pengaruh keberagaman pakan, serta mengetahui pengaruh pemberian pakan free choice feeding terhadap performans produksi telur burung puyuh (Coturnix coturnix japonica). Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2011 - Januari 2012 di Kandang Unggas Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro, Semarang. Materi yang digunakan adalah burung puyuh betina usia 2 minggu sebanyak 216 ekor dengan bobot badan 56,27 g. Bahan pakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah jagung, bekatul, bungkil kedelai, tepung ikan, bungkil kelapa, Poultry Meat Meal (PMM). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 9 ulangan yaitu T1 = 2 sumber energi (bekatul, jagung) dan 2 sumber protein (tepung ikan, bungkil kedelai); T2 = 2 sumber energi (bekatul, jagung) dan 3 sumber protein tepung ikan, bungkil kedelai, bungkil kelapa); T3 = 2 sumber energi (bekatul, jagung) dan 4 sumber protein (tepung ikan, bungkil kedelai, bungkil kelapa, PMM). Tiap ulangan terdiri dari 8 ekor puyuh yang ditempatkan dalam kandang baterai. Data dianalisis ragam menggunakan uji F pada taraf 5%, dilanjutkan uji Duncan jika ada pengaruh perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puyuh usia 9 minggu menyukai jagung sebagai sumber energi dan pada usia 10 - 12 minggu lebih menyukai tepung ikan sebagai sumber protein dari pakan yang lain. Perlakuan free choice feeding dengan keragaman sumber protein memberi pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, produksi telur, bobot telur dan konversi pakan. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian pakan bebas pilih dengan bahan pakan dua sumber energi dan protein sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan performa produksi puyuh.Kata Kunci : Burung puyuh betina (Coturnix coturnix japonica), Produksi telur, pakan bebas pilih (Free choice feeding).
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN BEBAS PILIH TERHADAP KECERNAAN PROTEIN BURUNG PUYUH Irawan, Isna; Sunarti, Dwi; Mahfudz, Luthfi Djauhari
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.884 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh free choice feeding dan keragaman sumber protein terhadap kecernaan protein pada burung puyuh jepang (Coturnix–coturnix japonica). Penelitian menggunakan burung puyuh betina usia 3 minggu sebanyak 216 ekor dengan bobot badan rata-rata 56,01 ± 1,61 g. Pemeliharaan puyuh dilakukan pada kandang baterai. Penelitian menggunakan bahan pakan berupa jagung, bekatul, bungkil kedelai, tepung ikan, bungkil kelapa, dan poultry meat meal (PMM). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 9 ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 8 ekor puyuh. T1 = 2 sumber energi (bekatul, jagung) dan 2 sumber protein (tepung ikan, bungkil kedelai); T2 = 2 sumber energi (bekatul, jagung) dan 3 sumber protein tepung ikan, bungkil kedelai, bungkil kelapa); T3 = 2 sumber energi (bekatul, jagung) dan 4 sumber protein (tepung ikan, bungkil kedelai, bungkil kelapa, PMM). Data yang diperoleh dianalisis ragam menggunakan uji F pada taraf 5%, dilanjutkan uji Duncan jika ada pengaruh perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa free choice feeding menyebabkan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap parameter konsumsi pakan, laju pakan dan kecernaan protein, sedangkan pada parameter konsumsi protein menunjukan pengaruh yang nyata (P<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah puyuh memiliki tingkat kesukaan berbeda terhadap bahan pakan dan free choice feeding dapat membuat puyuh memenuhi kebutuhan fisiologis sesuai kebutuhannya tanpa mempengaruhi laju konsumsi pakan serta kecernaan proteinnya.Kata kunci : bebas pilih, kecernaan protein, burung puyuh.ABSTRACT This experiment was conducted to study the effect of free choice feeding and variety of protein sources on protein digestibility of Japanese Quail (Coturnix - coturnix japonica). Experiment used 216 japanese quail females, 3 weeks of age with average body weight 56,01 ± 1,61 g. They were kept in battery cages. Feedstuffs used in this study are corn, rice bran, soybean meal, fish meal, coconut meal, Poultry Meat Meal (PMM). Experimental design used was completely randomized design (CRD) with 3 replications and 9 treatments. Each replication consists of 8 heads of quail. T1 = 2 energy sources (rice bran, corn) and 2 protein sources (fish meal, soybean meal), T2 = 2 energy sources (rice bran, corn) and 3 sources of protein fish meal, soybean meal, coconut cake), T3 = 2 energy sources (rice bran, corn) and 4 protein sources (fish meal, soybean meal, coconut cake, PMM). Data were analyzed using a variety of test F at the level of 5%, followed by Duncan test if there is significant effect of the treatment. Results showed that the treatment of free choice feeding do not influence significantly (P> 0,05) on feed intake, feed rate, and protein digestibility parameters, but on the protein intake parameter showed that the treatment influence significantly (P< 0,05). The conclusion of experiment is quail has a different level of preference on the variety of feed and free choice feeding can make the quail meet the physiological needs according to their needs without affecting the rate of feed intake and digestibility of the protein.Key words : free choice feeding ; protein digestibility; quail.
PENGARUH PENGGUNAAN DAUN UBI JALAR DALAM PAKAN TERHADAP PRODUKSI KARKAS AYAM BROILER (The Effect Of Sweet Potatos Leaves Meal In The Diet On Broiler Carcass Production) Ali, Saiful; Sunarti, Dwi; Mahfudz, Luthfi D.
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 3 (2014): Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.806 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ransum dengan penggunaan tepung daun ubi jalar (Ipomea batatas) terhadap bobot hidup, bobot karkas dan persentase karkas ayam broiler yang dilaksanakan Di Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro Semarang selama 42 hari. Metode penelitian adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap menggunakan 112 ekor ayam jantan berumur 20 hari yang dibagi menjadi 28 unit kandang dengan bobot badan rata-rata 845,2 ± 39,56 g. Campuran ransum yang digunakan disusun dari jagung giling, bungkil kedelai, bekatul, tepung ikan dan PMM. Perlakuan terdiri dari 7 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan: T0 (Ransum tanpa penggunaan tepung daun ubi jalar/ kontrol), T1 (Ransum dengan penggunaan tepung daun ubi jalar hijau 1%), T2 (Ransum dengan penggunaan tepung daun ubi jalar hijau 2%), T3 (Ransum dengan penggunaan tepung daun ubi jalar hijau 3%), T4 (Ransum dengan penggunaan tepung daun ubi jalar ungu 1%), T5 (Ransum dengan penggunaan tepung daun ubi jalar ungu 2%) dan T6 (Ransum dengan penggunaan tepung daun ubi jalar ungu 3%). Parameter yang diteliti yaitu bobot hidup, bobot karkas, persentase bobot karkas. Bobot hidup, bobot karkas dan persentase karkas yang diperoleh dianalisis ragam dengan uji F. Berdasarkan hasil penelitian, kesimpulan yang diperoleh penggunaan daun ubi jalar hijau dan ungu  dalam ransum dengan taraf hingga 3% tidak adanya pengaruh nyata (P>0,05) terhadap produksi karkas. Daun ubi jalar baik yang hijau maupun yang ungu dapat digunakan sebagai bahan pakan ternak ayam broiler.Kata kunci : daun ubi jalar; karkas; ayam broiler ABSTRACT The research purpose is to find out the response of broiler consuming sweet potato leaves meal (Ipomea batatas) on live weight, carcass weight and carcass weight percentage was conducted at Faculty of Animal Agriculture, Diponegoro University Semarang. The experiment design was a completely randomized wich use 112 male broiler chicken at 20 days old. The birds were placed randomly into 28 cages. The mix rations was consisted of yellow corn, soybeans meal, rice bran, fish meal, PPM. The experimental design used in this study was a Randomized Complete Design with 7 treatments and 4 replicates. The treatments were: T0 (ration without use of sweet potato leaf meal/control), T1 (ration with use of sweet potato green leaf meal 1%), T2 (ration with use of sweet potato green leaf meal 2%), T3 (ration with use of sweet potato green leaf meal 3%), T4 (ration with sweet potato purple leaf meal 1%), T5 (ration with use of sweet potato purple leaf meal 2%) and T6 (ration with use of sweet potato purple leaf meal 3%). The parameters studied were carcass production there were live weight, carcass weight and carcass weight percentage. Live weight, carcass weight and carcass weight percentage variance was analyzed by F test. Based on the results of this study, the conclucion the use of sweet potato leaves of green and purple in the ration with a level of up to 3% no significant effect (P> 0,05) on carcass production. Sweet potato leaves green and purple can be used as a feed stuff of broiler chicken.Keywords: sweet potato leaves; carcass; chicken
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG JAHE MERAH (Zingiber officinale var. RUBRUM) DALAM RANSUM TERHADAP PERFORMANS PUBERTAS AYAM KAMPUNG Farid, Achmad; Suprijatna, Edjeng; Sunarti, Dwi
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 3 (2013): Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.644 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung jahe merah dalam ransum ayam kampung dengan dosis yang berbeda pada fase pertumbuhan terhadap performans pubertas.  Pada penelitian ini menggunakan ayam kampung betina sebanyak 100 ekor berumur 16 minggu ditempatkan dalam kandang bateray dibagi menjadi 20 unit percobaan.  Setiap unit percobaan terdiri dari 5 ekor ayam kampung.  Bahan pakan yang digunakan terdiri dari jagung giling, bekatul, tepung ikan, bungkil kedelai, pollard, premiks dan tepung jahe merah.  Model rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok dengan 5 perlakuan yang terdiri dari 4 kelompok sebagai ulangan dengan perlakuan yaitu T0 = ransum tanpa penambahan tepung jahe merah; T1 = ransum + tepung jahe merah 0,25%; T2 = ransum + tepung jahe merah 0,5%; T3 = ransum + tepung jahe merah 0,75%; T4 = ransum + tepung jahe merah 1%.  Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam menggunakan uji F pada taraf 5 %.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung jahe merah dalam ransum ayam kampung tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap performans pubertas.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG JAHE MERAH (Zingiber officinale var Rubrum) DALAM RANSUM TERHADAP PEFORMANS AYAM KAMPUNG PERIODE LAYER Arifin, Ridlwan; Suprijatna, Edjeng; Sunarti, Dwi
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 3 (2013): Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.9 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung jahe merah dalam ransum terhadap performans ayam kampung periode layer. Pada penelitian ini menggunakan ayam kampung betina umur 26 minggu sebanyak 100 ekor. Pemeliharan ayam kampung dilakukan pada kandang baterai dari kawat. Susunan ransum yang digunakan terdiri dari T0: ransum basal; T1: ransum basal + 0,25% tepung jahe merah; T2: ransum basal + 0,5% tepung jahe merah; T3: ransum basal + 0,75% tepung jahe merah; T4: ransum basal + 1% tepung jahe merah. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 5 perlakuan dan 4 kelompok sebagai ulangan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah Konsumsi Ransum, Massa Telur, dan Konversi Ransum. Data terkumpul diolah dengan menggunakan analisis ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung jahe merah dalam ransum ayam kampung tidak berpengaruh terhadap konsumsi ransum, massa telur, dan konversi ransum (P>0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung jahe merah dalam ransum ayam kampung periode layer umur (26-32) dari level 0,25-1% tidak memberikan pengaruh terhadap performans ayam kampung pada periode layer.
PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG RUMPUT LAUT (Gracilaria verrucosa) DALAM RANSUM AYAM BROILER TERHADAP BERAT DAN UKURAN TULANG TIBIA DAN TARSOMETATARSUS Bangun, Gustina Dwi Debora; Mahfuds, Luthfi Djauhari; Sunarti, Dwi
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.731 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk menggambarkan pengaruh dari penggunaan tepung rumput laut pada ayam broiler terhadap berat dan ukuran tulang tibia dan tarsometatarsus yang dipelihara selama 42 hari. Sebanyak 120 ekor ayam broiler unsex umur 17 hari dengan bobot badan 475 ± 0,98 g ditempatkan dalam kandang dengan ukuran 1 x 0.8 x 0.6 m yang disekat menjadi 24 unit percobaan dan diisi 5 ekor ayam broiler per unit. Bahan pakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah jagung, bekatul, tepung ikan, tepung rumput laut, white pollard, bungkil kedelai dan poultry meat meal (PMM). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan yaitu T0 (kontrol) = ransum perlakuan tanpa tepung rumput laut; T1 = ransum perlakuan dengan penggunaan 2,5% tepung rumput laut; T2 = ransum perlakuan dengan penggunaan 5% tepung rumput laut; T3 = ransum perlakuan dengan penggunaan 7,5% tepung rumput laut. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan prosedur analisis ragam (Analysis of Variance / ANOVA) derngan uji F pada taraf 5 % dan apabila hasil analisis menunjukkan pengaruh perlakuan yang nyata akan dilanjutkan dengan uji wilayah Ganda Duncan dengan program SAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung rumput laut (Gracilaria verrucosa) pada level 5% menunjukkan adanya perbedaan yang nyata (P<0,05) terhadap berat dan panjang tulang tarsometatarsus.Kata Kunci : Ayam broiler, ransum, rumput laut, tibia, tarsometatarsusABSTRACT This study was aimed to determined effect of seaweed meal (Gracilaria verrucosa) utilization in broiler’s diet on weight and size ot tibia andn tarsometatarsus. One hundred and twenty broiler chickens at 17 days old unsex with average weight 475 ± 0,98 g was placed in a sealed enclosure with a siza 1 x 0.8 x 0.6 m to 24 units and each unit consist of five broiler chickens. Feedstuffs used in this study were corn, rice bran, fishmeal, seaweed meal Gracilaria verrucosa, white pollard, soybean meal and poultry meat meal. Experimantal design used completely randomized design (CRD) withh 4 treatments and 6 replications: T0 (control) = ration treatment without seaweed meal; T1 = ration treatment with seaweed meal 2,5%; T2 = ration treatment with seaweed meal 5%; T3 = ration treatment with seaweed meal 7,5%. The data obtained were analyzed using various analytical procedures (Analysis of Variance / ANOVA) F-test with level 5% and if result of the analysis show that real effect of treatment will be followed by Duncan’s test with SAS program. The result showed that treatment with seaweed mel 5% up to 7% in diet significantly (P<0,05) decreased weight and lenght of tarsometatarsus.Key word: broiler, ration, seaweed, tibia, tarsometatarsus
PERFORMA BURUNG PUYUH (Coturnix coturnix japonica) UMUR 3 SAMPAI 6 MINGGU DENGAN POLA PEMBERIAN PAKAN BEBAS PILIH (Free choice feeding) Asiyah, N; Sunarti, Dwi; Atmomarsono, Umiyati
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.507 KB)

Abstract

ABSTRAK The research aimed to determine the effect of feeding patterns of free choice on the performance of quail (coturnik-coturnik japonica) age d 3 to 6 Weeks preference which includes feed, feed consumption, body weight gain and feed conversion. The research was conducted in October 2011 - January 2012 at the Faculty of Animal Breeding Laboratory and Agriculture, Diponegoro University, Semarang. The material used in this study is 216 tail female quail 3 weeks old with a body weight 56.01 ± 1.61 g (CV = 8.67%), feed ingredients used are corn, rice bran, soybean meal, coconut cake, fish meal, and PMM (Poultry Meat Meal), well additional material such as vitamins and vita stress. The equipment used is a cage, the feeding, drinking, lighting, electric scales, thermometers and hygrometers. There are three treatments with the addition of feed ingredients protein source in each treatment, T1 = 2 dietary energy source + 2 dietary protein source (rice brain, corn, fish meal, soybean meal); T2 = 2 dietary energy source + 3 dietary protein source (rice brain, corn, fish meal, soybean meal, coconut meal); T3 = 2 dietary energy source + 4 dietary protein source (rice brain, corn, fish meal, soybean meal, copra, poultry meat meal). Research use completed random design with 9 repeated. Data analysis use a variety of test and continued F Duncan test if any treatment effect. The results showed that the pattern of free choice feeding with a variety of protein sources significantly (p <0.05) feed intake, body weight growth.Keywords: female quail (coturnix coturnix japonica), free choice feeding, performanceABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola pemberian pakan bebas pilih (free choice feeding) terhadap performa burung puyuh (coturnik-coturnik japonica) umur 3 sampai 6 Minggu yang meliputi prefrensi pakan, konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2011- Januari 2012 di Kandang Laboratorium Pemuliaan Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 216 ekor burung puyuh betina umur 3 minggu dengan bobot badan 56,01 ± 1,61 g (CV= 8,67%), bahan pakan yang digunakan adalah jagung, dedak, bungkil kedelai, bungkil kelapa, tepung ikan, dan PMM (Poultry Meat Meal), serta bahan tambahan seperti vitamin dan vita stress. Peralatan yang digunakan adalah kandang, tempat pakan, tempat minum, lampu penerangan, timbangan elektrik, termometer dan higrometer. Ada 3 perlakuan dengan penambahan bahan pakan sumber protein pada masing-masing perlakuan, yaitu T1= 2 bahan pakan sumber energi + 2 bahan pakan sumber protein (bekatul + jagung + tepung ikan + bungkil kedelai); T2= 2 pakan sumber energi + 3 pakan sumber protein (bekatul + jagung + tepung ikan + bungkil kedelai + bungkil kelapa); T3= 2 pakan sumber energi + 4 pakan sumber protein (bekatul + jagung + tepung ikan + bungkil kedelai + bungkil kelapa + PMM). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 9 ulangan.Data dianalisis ragam menggunakan uji F dan dilanjutkan uji Duncan apabila ada pengaruh perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pemberian pakan secara bebas pilih (free choice feeding) dengan beragam sumber protein berpengaruh secara signifikan (p<0,05) terhadap konsumsi pakan, pertumbuhan bobot badan.Kata kunci : burung puyuh betina (coturnix-coturnix japonica), pakan bebas pilih (free choice feeding), performa
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN BEBAS PILIH (Free choice feeding) TERHADAP PERFORMANS AWAL PENELURAN BURUNG PUYUH (Coturnix coturnix japonica) Diwayani, Rosi Mersita; Sunarti, Dwi; Sarengat, Warsono
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.167 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pakan bebas pilih (free choice feeding) terhadap performans awal peneluran burung puyuh (Cortunix cortunix japonica). Materi yang digunakan adalah 216 ekor burung puyuh betina umur 2 minggu dengan bobot badan 56,01 ± 1,61 g (CV= 8,67%). Perlakuan yang diberikan adalah sebagai berikut T1 = 2 pakan sumber energi + 2 pakan sumber protein (bekatul, jagung, tepung ikan, bungkil kedelai); T2 = 2 pakan sumber energi + 3 pakan sumber protein (bekatul, jagung, tepung ikan, bungkil kedelai, bungkil kelapa); T3 = 2 pakan sumber energi + 4 pakan sumber protein (bekatul, jagung, tepung ikan, bungkil kedelai, bungkil kelapa, PMM). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 9 ulangan. Setiap unit percobaan terdiri dari 8 ekor puyuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan bebas pilih tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap umur awal bertelur, bobot badan awal bertelur dan bobot telur awal bertelur. Kesimpulan penelitian ini adalah pakan bebas pilih dengan 2 sumber energi dan 2 sumber protein sudah cukup untuk performans awal peneluran burung puyuh.Kata kunci : burung puyuh betina (Coturnix coturnix japonica), pakan bebas pilih (free choice feeding), awal peneluran
PENGARUH METODE MARINASI DENGAN BAWANG PUTIH PADA DAGING ITIK TERHADAP pH, DAYA IKAT AIR, DAN TOTAL COLIFORM Nurohim, Nurohim; Nurwantoro, Nurwantoro; Sunarti, Dwi
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.513 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode marinasi dengan bawang putih pada daging itik dengan jus, crush dan blend. Materi yang digunakan penelitian ini yaitu 1 kg daging itik bagian dada dan bawang putih. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diterapkan yaitu daging itik tanpa perlakuan marinasi (T0), marinasi daging itik dengan 8% jus bawang putih dari berat daging itik (T1), marinasi daging itik dengan 8% crush bawang putih dari berat daging itik (T2), dan marinasi daging itik dengan blend bawang putih (crush ditambah air 10% dari berat daging itik) (T3). Variabel yang diamati adalah pH, daya ikat air, dan total coliform. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam pada taraf 5% dan dilanjutkan dengan uji wilayah ganda duncan untuk mengetahui perlakuan yang terbaik. Hasil analisis ragam menunjukkan, bahwa marinasi daging itik pada bawang putih dengan metode yang berbeda berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pH, daya ikat air, dan total coliform. Kesimpulan dari penelitian ini daging itik yang dimarinasi dengan blend bawang putih dapat menghasilkan pH dan daya ikat air paling baik. Namun untuk kepentingan keamanan pangan menggunakan jus bawang putih dapat menghasilkan coliform yang rendah pada daging itik.Kata kunci : bawang putih, daging itik, pH, daya ikat air, dan total coliform.ABSTRACT This experiment was conducted to study the effect of the marinated method by garlic in the form of juice, crush and blend in duck meat. The material used in this experiment was 1 kg of chest duck meat and garlic. Completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications was selected in this method. Treatment were non marinated duck meat (T0), marinated duck meat with garlic juices 8% of the duck meat weight (T1), marinated duck meat with garlic crush 8% of the duck meat weight (T2), and marinated duck meat with a blend of garlic (crush plus 10% was of based on duck meat weight) (T3). The variables measured were pH, DIA, and total coliform. Data were analyzed by analysis of variable at the level of 5%, followed by Duncan's test to determine the best treatments. The results of the analysis of showed, that different marinated method demonstrated significant result (P <0.05). Duncan’s test ikrold that the best treatment blend garlic marinated method demonstrated in pH and water holding capacity, while in the coliform performend juice garlic marinated method was the best. However, due to food safety concern it can be conclused that juice garlic method was the best to marinated duck meat.Key words : garlic, duck meat, pH, water holding capacity, and total coliform.