Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

ETNOMATEMATIKA PADA BIDANG PERTANIAN DAN MAKANAN KHAS "GALENDO" SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN MATEMATIKA Zakiah, Rizki; Sunaryo, Yoni; Ruswana, Angra Meta
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 4, No 3 (2023): OKTOBER
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v4i3.11678

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya inovasi dalam pembelajaran di sekolah karena masih terpaku pada buku-buku yang tersedia. Namun, sebagai pendidik melakukan inovasi dalam pembelajaran agar dapat menarik perhatian siswa dalam proses pembelajaran. Salah satu inovasi dalam pembelajaran yaitu dapat mengaitkan dengan konteks budaya dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran matematika yang mengaitkan dengan budaya dapat disebut dengan etnomatematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep-konsep matematika dan aspek-aspek matematis pada aktivitas di bidang pertanian dan makanan khas. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan jenis penelitian eksploratif dan menggunakan pendekatan etnografi. Instrumen penelitian yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknis analisis data dilakukan melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dalam konsep-konsep matemtatika dan aspek-aspek matematis pada aktivitas bidang pertanian dan makanan khas yaitu terdapat konsep-konsep matematika segi empat, perbandingan, aritmatika sosial dan aspek-aspek matematis yang dapat dicari yaitu pada aspek menghitung, mengukur, merancang dan mengelompokkan yang dapat dijadikan sumber pembelajaran di kelas khususnya pada pembelajaran matematika. Hal ini dapat menarik perhatian siswa dalam belajar karena mengaitkan aktivitas di dalam kehidupan sehari-hari dan tidak mengalami kejenuhan dalam belajar yang selalu mengacu buku ajar saja.
LITERATUR REVIEW: EKSPLORASI BILANGAN PECAHAN DALAM NOTASI BALOK PADA LAGU TRADISIONAL BERBAHASA SUNDA Pikri, Taopik; Sunaryo, Yoni; Solihah, Sri
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 6, No 1 (2025): FEBRUARI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v6i1.15844

Abstract

Kurangnya konsistensi antara matematika di kelas dan matematika dunia nyata menyebabkan siswa menjadi tidak tertarik dan enggan menerapkan konsep matematika yang diajarkan di sekolah pada permasalahan dunia nyata. Etnomatematika berpotensi menghubungkan budaya dan adat istiadat lokal dengan kemajuan teknologi melalui pengetahuan. Pendidikan etnomatematika dasar merupakan sarana yang krusial dalam pengembangan ilmu pengetahuan khususnya bagi peserta didik. Notasi balok dalam lagu yang memiliki ketukan beragam dengan tempo yang sudah memiliki ketentuan ketukannya. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan analisis terhadap notasi balok lagu tradisional sunda. Tujuan penelitian adalah untuk memperjelas konsep-konsep matematika yang terkandung dalam lagu yang dimaksud serta bagaimana memanfaatkan musik tradisional daerah tersebut sebagai alat pengajaran dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Riview (SLR). Teknik analisis data menggunakan teknis berdasarkan model interaksi Miles & Huberman. Sumber data literatur terkait topik ini ditemukan melalui repositori digital seperti Google Scholar dan Semantic Scholar. Pada akhirnya literatur yang terjaring setelah melewati tahap penilaian kelayakan ada 5 literatur yang menjadi badan literatur penelitian. Adanya unsur matematika dalam musik sebagai salah satu media pembelajaran. Unsur matematika yang digunakan untuk menganalisis dan mengukur musik yaitu birama yang ditransformasikan ke dalam bentuk pecahan dan notasi balok yang memiliki notasi nilai dalam bentuk pecahan. Dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan musik sebagai media pembelajaran alternatif dapat dicapai dengan memilih lagu-lagu yang dikenal peserta didik.
ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI SELF-CONFIDENCE PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL (SPLDV) Kurniawan, Sendi; Effendi, Adang; Sunaryo, Yoni
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 6, No 2 (2025): JUNI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v6i2.16042

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis pada siswa yang ditinjau dari self-confidence pada materi sistem persamaan linear dua variabel. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII B MTs Al-Kautsar Kota Banjar sebanyak 6 orang. Adapun teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data berupa angket self-confidence siswa, tes kemampuan komunikasi matematis siswa dan wawancara. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui 3 tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Subjek dengan self-confidence tinggi mampu memenuhi indikator menggambar (drawing), mampu memenuhi indikator menulis (written text) dan mampu memenuhi indikator mengekspresikan matematika (mathematical expressions). Subjek dengan self-confidence sedang mampu memenuhi indikator menggambar (drawing), mampu memenuhi indikator menulis (written text) dan tidak mampu memenuhi indikator mengekspresikan matematika (mathematical expressions). Subjek dengan self-confidence rendah tidak mampu memenuhi indikator menggambar (drawing), tidak mampu memenuhi indikator menulis (written text) dan mampu memenuhi indikator mengekspresikan matematika (mathematical expressions).
Mathematical Critical Thinking Skills Through Case-Based Learning with Scaffolding in Cross-Study Program Classes Sunaryo, Yoni; Solihah, Sri; Yulisma, Lia
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 1 (2024): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i1.1991

Abstract

Pembelajaran dengan kurikulum merdeka membuat mahasiswa memiliki hak belajar di luar program studinya sehingga pemikiran kritis sangat diperlukan. Guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis mahasiswa maka diterapkan Scaffolding pada Case-Based Learning (CBL). Peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis mahasiswa di kelas lintas program studi melalui CBL dengan scaffolding merupakan tujuan penelitian ini. Metode penelitian adalah kuasi eksperimen. Instrumen penelitian adalah soal tes uraian kemampuan berpikir kritis matematis. Populasi penelitian adalah mahasiswa tingkat 3 Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi salah satu Universitas di Ciamis. Sampelnya yaitu 31 mahasiswa pendidikan matematika dan 10 mahasiswa pendidikan biologi, dipilih dengan cluster random sampling. Analisis data menggunakan uji gain ternormalisasi. Hasil penelitian menunjukkan kelompok mahasiswa secara keseluruhan, internal, dan eksternal pada kelas eksperimen mempunyai kemampuan berpikir kritis matematis lebih baik dari kelas kontrol. Persentase jumlah mahasiswa yang memperoleh n-gain ketegori tinggi juga lebih besar. Scaffolding pada CBL efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Learning with an independent curriculum gives students the right to learn outside their study program so that critical thinking is very necessary. In order to improve students' mathematical critical thinking skills, Scaffolding is applied to Case-Based Learning (CBL). Improving students' mathematical critical thinking skills in cross-study program classes through CBL with scaffolding is the purpose of this study. The research method is quasi-experimental. The research instrument is a descriptive test of mathematical critical thinking skills. The research population was 3rd year students of the Mathematics Education and Biology Education Study Programs at one of the Universities in Ciamis. The sample was 31 mathematics education students and 10 biology education students, selected by cluster random sampling. Data analysis used the normalized gain test. The results showed that the student group as a whole, internally, and externally in the experimental class had better mathematical critical thinking skills than the control class. The percentage of students who obtained a high n-gain category was also greater. Scaffolding in CBL is effective in improving students' critical thinking skills.
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI SELF-EFFICACY DI KAMPUNG NUSANTARA PANGANDARAN Ramdani, Restu; Sunaryo, Yoni; Zakiah, Nur Eva
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 7, No 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v7i1.20934

Abstract

Kampung Nusantara Pangandaran merupakan kawasan pendidikan multikultural yang dihuni oleh siswa dari berbagai latar belakang budaya dan daerah di Indonesia. Keberagaman ini menciptakan dinamika tersendiri dalam pembelajaran matematika, terutama terkait kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis matematis siswa ditinjau dari tingkat self-efficacy. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan model analisis Miles dan Huberman. Subjek penelitian terdiri dari sembilan siswa kelas XI SMK Bakti Karya yang mewakili wilayah Indonesia bagian barat, tengah, dan timur. Instrumen penelitian meliputi angket self-efficacy, tes kemampuan berpikir kritis matematis berbasis konteks, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan self-efficacy sedang mampu memenuhi sebagian besar indikator berpikir kritis seperti interpretasi, analisis, dan evaluasi. Sebaliknya, siswa dengan self-efficacy rendah cenderung mengalami kesulitan dalam indikator evaluasi dan inferensi. Selain itu, latar belakang budaya dan pengalaman pendidikan juga memengaruhi pola pikir dan ketekunan belajar siswa. Temuan ini menunjukkan pentingnya strategi pembelajaran matematika yang adaptif terhadap keberagaman dan berorientasi pada penguatan self-efficacy guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
Green STEAM-H pedagogy with eco-mathematical literacy: a developmental framework for sustainability-oriented education Fatimah, Ai Tusi; Isyanto, Agus Yuniawan; Erlin, Euis; Sunaryo, Yoni; Zamnah, Lala Nailah; Ruswana, Angra Meta; Solihah, Sri
Interdisciplinary International Journal of Conservation and Culture Vol 3 No 2 (2025): October 2025
Publisher : Badan Kemitraan Inovasi dan Kewirausahaan Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/iijcc.v3i2.5942

Abstract

This study proposes a conceptual framework for Green STEAM-H Pedagogy, integrating Eco-Mathematical Literacy as an approach to sustainability-oriented education. The framework responds to the growing need for educational models that systematically connect sustainability values, interdisciplinary learning, and analytical competencies in addressing complex environmental challenges. It synthesizes three key dimensions: green pedagogy as a value-oriented foundation, STEAM-H (Science, Technology, Engineering, Agriculture, Mathematics, and Health) as an interdisciplinary structure, and eco-mathematical literacy as a central analytical component. The framework is operationalized through a developmental progression consisting of three stages: eco-awareness, eco-integration, and eco-transformation. These stages represent a structured pathway through which learners develop ecological understanding, integrate knowledge across disciplines, and apply their competencies in sustainability-oriented actions. In addition, a pedagogical model is proposed to translate the framework into classroom practice by aligning instructional strategies, learning activities, and expected outcomes. This study contributes to the literature by offering a coherent and operationalizable model that bridges the gap between sustainability theory and educational practice. The framework highlights the role of eco-mathematical literacy in supporting data-driven reasoning and decision-making within interdisciplinary learning contexts. It also provides implications for curriculum development, pedagogy, and assessment in fostering transformative and future-oriented learning.
KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI SELF-CONFIDENCE SISWA Afifah, Rizky Nur; Sunaryo, Yoni; Ruswana, Angra Meta
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 3, No 3 (2022): OKTOBER
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v3i3.8769

Abstract

Latar belakang masalah pada penelitian ini adalah kemampuan komunikasi matematis siswa yang masih rendah. Pembelajaran matematika tidak hanya membentuk siswa menjadi paham dengan materi-materi matematika saja, akan tetapi kemampuan lain yang dimiliki siswa ditumbuhkan dalam pembelajaran matematika seperti kemampuan berpikir matematis. Salah satu jenis kemampuan berpikir matematis yaitu kemampuan komunikasi matematis. Kemampuan komunikasi merupakan salah satu bagian penting dalam matematika, karena merupakan alat bantu dalam transmisi pengetahuan matematika atau sebagai pondasi dalam membangun pengetahuan matematika. Selain itu, self-confidence juga merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran matematika, karena seseorang yang memiliki rasa percaya diri akan yakin dengan kemampuannya untuk menyelesaikan suatu masalah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kemampuan komunikasi matematis ditinjau dari self-confidence tinggi, sedang dan rendah. Metode penelitian yang dipakai adalah kualitatif. Penelitian dilakukan di kelas XI IPA 1 yang terdiri dari 15 orang. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah intrumen tes kemampuan komunikasi dan angket self-confidence. Pokok bahasan materi yang dibahas dalam soal tes yaitu materi matriks. Hasil penelitian ini adalah siswa dengan self-confidence tinggi dapat memenuhi 3 indikator kemampuan komunikasi matematis yaitu indikator written text, drawing dan mathematical expressions, siswa dengan self-confidence sedang dapat memenuhi 2 indikator kemampuan komunikasi matematis. Subjek S-1 dapat memenuhi indikator 1 (written text) dan indikator 3 (mathematical expressions), sedangkan subjek S-2 dan S-3 dapat memenuhi indikator 1 (written text) dan indikator 2 (drawing), siswa dengan self-confidence rendah hanya dapat memenuhi 1 indikator kemampuan komunikasi matematis yaitu semua subjek R-1, R-2 dan R-3 dapat memenuhi indikator 1 (written text).
Kemampuan Koneksi Matematis Siswa Ditinjau Dari Kemandirian Belaja Di Kampung Nelayan Pangandaran Attamami, Rusdi; Fatimah, Ai Tusi; Sunaryo, Yoni
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 3, No 3 (2022): OKTOBER
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v3i3.8751

Abstract

Latar belakang masalah pada penelitian ini berangkat dari aktivitas masyarakat Kampung Nelayan Pangandaran yang melibatkan matematika di dalamnya dan munculnya pandemi covid-19 yang menyebabkan penyelenggaraan pembelajaran dilakukan secara tentatif. Oleh karenanya perlu diadakan analisis kemampuan koneksi matematis siswa yang ditinjau dari kemandirian belajar. Dari berbagai literatur, kajian pustaka dan penelitian sebelumnya, diperoleh informasi bahwa kemandirian belajar dapat berpengaruh terhadap penguasaan kemampuan koneksi matematis siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis siswa di Kampung Nelayan Pangandaran ditinjau dari kemandirian belajar. Strategi yang digunakan dalam penelitiana ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Subjek pada penelitian ini terdiri dari tujuh orang siswa kelas IX yang tersebar dalam tiga Rukun Tetangga yang merupakan wilayah Kampung Nelayan Pangandaran. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah agket kemandirian belajar, soal tes kemampuan koneksi matematis dan pedoman wawancara. Soal yang dirancang memanfaatkan permasalahan kontekstual yang terdapat dalam aktivitas keseharian masyarakat. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini menunjukkan bahwa 1) seluruh siswa dengan kemandirian belajar kurang dan cukup memiliki kemampuan koneksi konteks dengan konsep matematis; 2) lima siswa dengan kemandirian belajar kurang dan cukup memiliki kemampuan koneksi antar konsep matematis; 3) tiga siswa dengan kemandirian belajar kurang dan cukup memiliki kemampuan koneksi antar prosedur matematis.
Ki Hajar Dewantara's Noble Values in Traditional Blacksmithing Practices: A Descriptive Study Rina Agustini; Asep Hidayatullah; Yoni Sunaryo; Etika Rachmawati; Ilah; Ifani Hasbi Aulialillah; Selvia Salwa Firdausi; Siti Rohmah Anjani
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 5 No. 3 (2025): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v5i3.3360

Abstract

This study aims to describe the noble values ??of Ki Hajar Dewantara contained in the traditional practices of blacksmiths. The values ??studied include moral values, social values, independence values ??that include independence and responsibility, and cultural values ??or love of the homeland. The method used in this study is a quantitative descriptive method. The data in this study were obtained through a questionnaire technique given to seven blacksmiths as research respondents. The statements in the questionnaire consisted of four aspects, namely moral values, social values, independence values, and cultural values. The data obtained through the questionnaire were analyzed quantitatively using score calculations, averages, and percentages. The results of the study showed that the character values / virtuous values indicator of moral values ??obtained a percentage of 99.4%, honesty and exemplary indicators of 98.2%, social values ??of 97.1%, independence values ??of 94.8%, and cultural values ??of 94.8%. Thus, it can be concluded that the traditional practice of blacksmithing contains the noble values ??of Ki Hajar Dewantara which are reflected through polite attitudes, cooperation, responsibility, independence, and love for local culture as part of character education based on local wisdom.
EKSPLORASI KONTEN MATEMATIKA PADA PROSES PEMBUATAN GALENDO Amelia Putri Kusumah; Angra Meta Ruswana; Yoni Sunaryo
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 7, No 2 (2026): JUNI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v7i2.20744

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsep-konsep matematika yang sesuai dengan konten matematika kurikulum merdeka yang terdapat dalam proses pembuatan galendo serta untuk mengetahui konsep matematika dalam budaya pada proses pembuatan galendo dapat dikaitkan dengan materi matematika pada Fase D Kurikulum Merdeka. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Lokasi penelitian adalah Pabrik Galendo Tri Putra di Kecamatan Ciamis, Jawa Barat. Fokus penelitian mencakup alat yang digunakan, bahan-bahan yang diperlukan, serta tahapan proses pembuatan galendo. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan galendo memuat berbagai konten matematika seperti bilangan, aljabar, pengukuran, geometri, serta analisis data dan peluang. Konten-konten tersebut sesuai dengan elemen capaian pembelajaran Kurikulum Merdeka. Temuan ini menunjukkan bahwa praktik budaya lokal seperti pembuatan galendo memiliki potensi sebagai media pembelajaran matematika kontekstual berbasis budaya masyarakat yaitu makanan tradisional. Penelitian ini merekomendasikan pemanfaatan budaya lokal dalam pengembangan perangkat ajar matematika guna meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa terhadap materi.