Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Upaya Guru dalam Meningkatkan Kedisiplinan Shalat Berjamaah pada Murid Kelas V Madrasah Ibtidaiyah Al-Hikmah Kaif, Sitti Hermayanti; Fajrianti, Fajrianti; Haswan, Haswan; Satar, Iqram; Haliza, Siti Nur
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol 4 No 4 (2025)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v4i4.1766

Abstract

Prayer serves as a fortress to protect humans, especially Muslims, from vile and sinful acts. Congregational prayer is a prayer performed together by at least two or more people with an imam and a congregation. There are many benefits of congregational prayer, including gaining rewards twenty-seven degrees compared to praying alone. Congregational prayer can protect a Muslim from neglecting, neglecting, or forgetting prayer and prevent him from praying at the end of the prayer time. The law of congregational prayer is Sunnah muakad which is a Sunnah that is highly recommended for Muslims, and some scholars say that the law of congregational prayer is fardhu kifayah. This PKM activity aims as an effort by teachers to improve discipline in congregational prayer among fifth grade students of Madrasah Ibtidaiyah Al-Hikmah. Activities carried out starting from socialization activities, implementation of teaching materials (practical prayer procedures), and evaluation. The implementation of the activity has a positive impact on partners, this is indicated by an increase in discipline in carrying out congregational prayer. Mitra (fifth-grade students at Al-Hikma Elementary School) have been able to perform prayers independently and perform congregational prayers, namely the Dhuha prayer. Students' memorization of short surahs has increased with the increasing number of surahs memorized. Positive results were also seen in activities carried out at Al-Hikma Elementary School, where 83% (15 students) have been disciplined in performing congregational prayers, the number of short surahs memorized has increased, and they have been routinely performing the Dhuha prayer and the Yasin prayer on Fridays. The remaining 17% (3 students) have a fairly good understanding. The results of the practicum carried out by the students independently also indicate that they are able to perform ablution, perform prayers, and recite short surahs well.Keywords: Discipline; Congregational Prayer.
Pengenalan Konsep BioTik (Biologi dan Matematika) pada Siswa Sekolah Dasar Melalui Pengamatan Lingkungan Sekitar Ridzal, Dewi Asriani; Fajrianti, Fajrianti; Windani, Irawati; Kaif, Sitti Hermayanti; Isra, Isra; Maman, Wa Ode Nadila; Sumiarti, Muna
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 12 (2026): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i12.4091

Abstract

Pendidikan dasar memainkan peran krusial dalam membentuk fondasi pengetahuan siswa, termasuk pengenalan konsep dasar biologi dan matematika (BioTik).  Pengenalan konsep sederhana bagi siswa dimaksudkan untuk membangun fondasi pemahaman yang kokoh, memudahkan penguasaan materi yang lebih kompleks, serta meningkatkan kemampuan menerapkan pengetahuan dalam berbagai situasi.  Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengenalkan konsep dasar biologi dan matematika kepada siswa adalah melalui pengamatan lingkungan sekitar.  Pengamatan lingkungan merupakan metode efektif untuk mengembangkan kemampuan literasi sains dan numerasi siswa sekolah dasar (SD) sekaligus menyelaraskan dengan prinsip pendidikan abad 21 yang menekankan pembelajaran aktif, berbasis masalah nyata, dan keterampilan abad 21 seperti berpikir kritis, kolaborasi, serta kreativitas.   Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar tentang konsep dasar biologi (seperti ekosistem, populasi dan individu) dan matematika (seperti pengukuran, penjumlahan dan pengurangan serta data sederhana) melalui pengamatan langsung lingkungan sekitar, mengembangkan keterampilan observasi analisis, dan berpikir kritis siswa dengan menghubungkan fenomena alam ke konsep BioTik (Biologi dan Matematika) secara praktis dan mendorong minat siswa terhadap sains dan matematika sebagai dasar untuk pembelajaran seumur hidup, serta meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pelestarian lingkungan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di SD Negeri 11 Kaobula, Kota Baubau.