Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

MENGGERAKKAN PARTISIPASI MASYARAKAT MELALUI PROMOSI WISATA PANTAI PADAS DESA PADANG PULAU Dailami Dailami; Sri Rahmayanti; Cik Zulia; Lanna Reni Gustianty; Aldo Aldo
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.48832

Abstract

Pantai Padas termasuk potensi Desa Padang Pulau Kecamatan Bandar Pulau Kabupaten Asahan. Pantai Padas merupakan objek wisata yang  merupakan bekas pertambangan batu padas. Bekas galian  padas  itu  membentuk  undakan  air  terjun  dan  jatuh  dari  ketinggian  sekitar  5  meter. Undakan air terjun bekas pecahan padas tersebut menjadi daya tarik lokasi wisata ini. Objek  wisata ini  dikelola oleh  Perorangan  dan    masyarakat  sekitar,  namun  pengelolaan  yang dilakukan masyarakat masih jauh dari profesional. Selain itu, pengelolaan wisatanya belum menerapkan konsep manajemen modern, sehingga objek wisata Pantai Padas ini belum banyak dikunjungi bahkan diketahui oleh masyarakat luas. Upaya yang perlu dilakukan untuk memperbaiki kekurangan tersebut yaitu dengan menggerakkan serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan potensi wisata di daerahnya, meningkatkan kemampuan kesadaran warga dalam mengelola destinasi wisata sekitar, serta meningkatkan akses informasi data wisata di Desa Padang Pulau dengan pemanfaatan aplikasi modern saat ini. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi peninjauan dan pemetaan lokasi dengan cara Demonstrasi Lansung. Dalam demonstrai dijelaskan secara singkat tentang penyampaian informasi wisata dengan menggunakan teknologi informasi, seperti media online serta pemahaman tentang ilmu komunikasi bisnis dalam pengelolaan wisata. Kegiatan akan dilakukan di Pantai Padas Desa Padang Pulau dengan sasaran khususnya warga sekitar objek wisata, kemudian dari mereka akan disebarkan kepada masyarakat luar objek wisata dan pengunjung. Hasil akhir yang dari kegiatan PKM ini daerah objek wisata, minimnya pemberitahuan dalam bentuk media komunikasi langsung ataupun tidak langsung. Salah satu informasi yang minim yaitu pesan layanan masyarakat seperti papan informasi di lokasi ataupun daerah menuju lokasi wisata. Sehingga daerah wisata ini tidak begitu dikenal masyarakat luar desa.
DIGITALISASI PERPUSTAKAAN DESA SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN MINAT BACA DAN LITERASI INFORMASI MASYARAKAT Sri Rahmayanti; Dailami Dailami; Lanna Reni Gustianty; Heni Subagiharti; Dian Armanto
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.61178

Abstract

Perpustakaan desa memiliki peran strategis sebagai pusat edukasi masyarakat, namun sebagian besar masih berfungsi sebatas tempat penyimpanan buku dengan koleksi terbatas dan belum memanfaatkan teknologi informasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan Perpustakaan Desa Ambalutu, Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan, menjadi pusat edukasi berbasis digitalisasi guna meningkatkan minat baca dan literasi informasi masyarakat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-kolaboratif yang terdiri atas lima tahapan, yaitu survei lokasi, sosialisasi kegiatan, pelatihan dan bimbingan teknis, penerapan teknologi digital, serta pendampingan, evaluasi, dan monitoring. Sasaran kegiatan meliputi perangkat desa, kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan masyarakat umum. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pada berbagai aspek layanan perpustakaan, antara lain perencanaan kerja berkelanjutan (skor 4,53), kepuasan pelatihan staf (4,45), pengelolaan koleksi (4,40), digitalisasi koleksi dan layanan (4,18), serta kepuasan pengguna (4,50). Digitalisasi perpustakaan berupa penerapan aplikasi katalog digital, penyediaan bahan bacaan elektronik, dan pengembangan sistem peminjaman daring terbukti meningkatkan partisipasi masyarakat dan minat baca, khususnya di kalangan generasi muda. Kegiatan ini juga berhasil membangun kemitraan multipihak antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan organisasi PKK yang mendukung keberlanjutan program. Model pengabdian ini berpotensi direplikasi di desa lain sebagai strategi penguatan literasi digital berbasis komunitas.
INTEGRITAS AKADEMIK DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS GOOGLE CLASSROOM PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ASAHAN Dailami Dailami; Sri Rahmayanti; Dian Armanto; Lanna Reni Gustianty
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i3.6748

Abstract

Abstract: This study examines the level of academic integrity among students of the Faculty of Economics, Universitas Asahan, in Google Classroom (GCR)-based learning, with a focus on educational communication analysis. Using a cluster-based questionnaire administered to 55 students from the Management and Digital Business study programs, four clusters were measured: (1) perceived supervision and verification of GCR-based assignments, (2) academic dishonesty behavior and tendencies, (3) social and academic pressure in assignment submission, and (4) perceptions of sanctions and enforcement. The overall mean score of 3.18 falls in the moderate category. Cluster 4 (sanctions and enforcement, mean = 3.89) scored highest, followed by Cluster 1 (supervision and verification, mean = 3.64), Cluster 2 (dishonesty behavior, mean = 2.61), and Cluster 3 (social pressure, mean = 2.57). The findings indicate that external control mechanisms play a more dominant role in shaping student compliance with academic integrity norms than internal resistance to peer pressure, and that self-report measures of dishonesty are likely affected by social desirability bias. These results imply that strengthening academic integrity in GCR-based learning requires not only technical supervision and consistent sanction enforcement, but also deliberate cultivation of an honest academic culture at the classroom level. Keywords: Academic Integrity; Google Classroom; Educational Communication; Academic Dishonesty; Higher Education   Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat integritas akademik mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Asahan dalam pembelajaran berbasis Google Classroom (GCR), dengan fokus pada isu analisis komunikasi pendidikan. Menggunakan kuesioner berbasis klaster yang melibatkan 55 mahasiswa dari Program Studi Manajemen dan Bisnis Digital, penelitian ini mengukur empat klaster: (1) persepsi pengawasan dan verifikasi tugas berbasis GCR, (2) perilaku dan kecenderungan ketidakjujuran akademik, (3) tekanan sosial dan akademik dalam pengumpulan tugas, dan (4) persepsi terhadap sanksi dan penegakan aturan. Skor rata-rata keseluruhan sebesar 3,18 berada pada kategori sedang. Klaster 4 (sanksi dan penegakan aturan, mean = 3,89) memperoleh skor tertinggi, diikuti Klaster 1 (pengawasan dan verifikasi, mean = 3,64), Klaster 2 (perilaku ketidakjujuran, mean = 2,61), dan Klaster 3 (tekanan sosial, mean = 2,57). Temuan menunjukkan bahwa mekanisme kontrol eksternal berperan lebih dominan dalam membentuk kepatuhan mahasiswa terhadap norma integritas akademik dibandingkan ketahanan internal terhadap tekanan sebaya, dan bahwa pengukuran ketidakjujuran melalui self-report kemungkinan dipengaruhi oleh social desirability bias. Hasil ini mengimplikasikan bahwa penguatan integritas akademik pada pembelajaran berbasis GCR memerlukan tidak hanya pengawasan teknis dan penegakan sanksi yang konsisten, tetapi juga pembentukan budaya akademik jujur secara sengaja di tingkat kelas. Kata kunci: Integritas Akademik; Google Classroom; Komunikasi Pendidikan; Ketidakjujuran Akademik; Pendidikan Tinggi