Claim Missing Document
Check
Articles

PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG INISIASI MENYUSU DINI Latuharhary, Florence T. U.; Suparman, Eddy; Tendean, Hermie M. M.
e-CliniC Vol 2, No 2 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.2.2.2014.5024

Abstract

Abstract: Early breastfeeding initiation is babies’ immediate self-suckle within an hour after being born. However, according to one of the aforetime researches, only 4% women in Indonesia did early breastfeeding initiation, while the other 96% ones did not. Objective: to observe the expectant mothers’ cognition about the early breastfeeding initiation in polyclinic gynecologist/Obstetrics BLU RSU Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, periode November-December 2013. Method: this research use descriptive research design with cross-sectional study approach. This research was carried out in November-December, 2013.  The sample of the study was 50 expectant mothers checking their pregnancy at polyclinic gynecologist/Obstetrics BLU RSU Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Results: it was found that the associate knowledge upon early breastfeeding initiation according to the age group, exist in the age group <20 year (100%), according to the level of education, exist in university level (100%), and according to the number of children, exist in expectant mother with one child (100%). Conclusion: Overall, expectant mothers’ cognition upon early breastfeeding initiation in good category (96%), while in bad category (4%). Keywords: expectant mothers’ cognition, early breast feeding initiation.     Abstrak: Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah segeranya bayi menyusu sendiri dalam satu jam pertama setelah lahir. Namun menurut salah satu survei yang telah dilakukan, pelaksanaan inisiasi menyusu dini hanya dilakukan oleh 4% wanita di Indonesia sedangkan 96% wanita lainnya tidak mempraktekkannya. Tujuan: Mengetahui pengetahuan ibu hamil tentang inisiasi menyusu dini di Poliklinik Kandungan/Obstetri BLU RSU Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode November-Desember 2013. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional study. Penelitian ini dilakukan pada bulan November-Desember 2013 dengan sampelnya adalah ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya ke Poliklinik Kandungan/Obstetri BLU RSU Prof. Dr. R. D. Kandou Manado yang berjumlah 50 orang. Hasil: Didapatkan hasil pengetahuan yang baik tentang inisiasi menyusu dini menurut kelompok umur ada pada kelompok umur <20 tahun (100%), menurut pendidikan terakhir ada pada tingkat perguruan tinggi (100%) dan menurut jumlah anak ada pada ibu hamil yang memiliki satu anak (100%). Simpulan: Secara keseluruhan, pengetahuan ibu hamil tentang inisiasi menyusu dini dalam kategori baik (96%) sedangkan untuk kategori buruk (4%). Kata kunci: Pengetahuan ibu hamil, inisiasi menyusu dini.
Hubungan Kejadian Plasenta Previa dengan Riwayat Kehamilan Sebelumnya Husain, Widia R.; Wagey, Freddy; Suparman, Eddy
e-CliniC Vol 8, No 1 (2020): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.8.1.2020.27095

Abstract

Abstract: To date, the main cause of maternal mortality rate is bleeding. Placenta previa is one of the causes of bleeding in pregnant women. This study was aimed to obtain the relationship between the occurence of placenta previa and pregnancy history among patients at RS Bhayangkara Manado, RSU GMIM Pancaran Kasih Manado, Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. This was a descriptive and retrospective study with a cross sectional design. Subjects were pregnant women or women who laboured from January 2017 to December 2018 that had placenta previa. There were 72 cases as subjects, obtained by using non random sampling. The results showed that placenta previa were most common among subjects aged ≥35 tahun as many as 30 subjects (41.7%), multiparity as many as 39 subjects (54.2%), no history of sectio caesarea as many 39 subjects (54.2%), and no history of curetage as many as 66 subjects (91.7%). In conclusion, there were relationships between the occurence of placenta previa and age ≥35 years as well as multiparity, albeit, there were no relationships between the occurence of placenta previa and sectio caesaria as well as curetage history.Keywords: placenta previa, age, parity, histories of sectio caesarea and curetage Abstrak: Penyebab angka kematian ibu (AKI) yang utama ialah perdarahan. Plasenta previa merupakan salah satu penyebab perdarahan yang tersering terjadi pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kejadian plasenta previa dengan riwayat kehamilan sebelumnya di RS Bhayangkara Manado, RSU GMIM Pancaran Kasih Manado dan RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif dengan desain potong lintang. Subyek penelitian ialah ibu hamil atau bersalin yang mengalami plasenta previa pada periode Januari 2017-Desember 2018 yang berjumlah 72 kasus, diperoleh dengan metode non random sampling. Hasil penelitian menunjukkan kejadian plasenta previa terbanyak pada usia ibu >35 tahun yaitu 30 orang (41,7%), paritas multipara yaitu 39 orang (54,2%), tidak ada riwayat seksio sesarea yaitu 39 orang (54,2%), dan tidak ada riwayat kuretase yaitu 66 orang (91,7%). Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan kejadian plasenta previa dengan usia ibu dan multiparitas namun tidak terdapat hubungan dengan riwayat seksio sesarea dan riwayat kuretase.Kata kunci: plasenta previa, umur ibu, paritas, riwayat seksio sesaria dan riwayat kuretase
PROFIL LIPID WANITA MENOPAUSE DI PANTI WERDHA DAMAI MANADO Sumoked, Prisilia D. D.; Tendean, Hermie M. M.; Suparman, Eddy
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.1.2016.11003

Abstract

Abstract: In Indonesia, women over the age of 50 years that will become menopause in 2020 are estimated as many as 30.3 million people. A decline in estrogen level at menopause will affect the functions of the female reproductive system as well as of the other body systems, including lipid metabolism. This study was aimed to determine the lipid profile of menopausal women at Panti Werdha Damai (senior housing) Manado. This was a descriptive, prospective, and observational study with a cross sectional design. There were 30 menopausal women obtained by using purposive sampling method. Lipid profile was examined at Prodia Laboratorium Manado. Data were analyzed by using SPSS 20. The results showed that most respondents (86.7%) were ?65 years old. There were 21 women (70%) with total cholesterol level >200 mg/dl (mean value of 211.2 mg/dl); 27 women (90%) with LDL-cholesterol level >100 mg/dl (mean value of 137.8 mg/dl); 25 women (83.3%) with HDL cholesterol >40 mg/dl (mean value of 50.9 mg/dl); and 26 women (87.7%) with triglyceride level <150 mg/dl (mean value of 111.4 mg/dl). Conclusion: Most of the menopausal women at Panti Werdha Damai Manado were at the age of ?65 years. The average values of total and LDL cholesterol were above the reference value, meanwhile the average values of HDL cholesterol and triglycerides were within normal limit. Keywords: menopausal women, lipid profile. Abstrak: Di Indonesia perempuan yang berusia lebih dari 50 tahun telah memasuki menopause pada tahun 2020 diperkirakan sebanyak 30,3 juta orang. Saat menopause terjadi penurunan estrogen yang tidak hanya memengaruhi fungsi sistem reproduksi wanita, tetapi juga terhadap sistem tubuh lainnya antara lain metabolisme lipid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil lipid wanita menopause di Panti Werdha Damai Manado. Jenis penelitian ialah observasional serta deskriptif prospektif dengan desain potong lintang. Didapatkan 30 wanita menopause dengan menggunakan metode purposive sampling dan dilakukan pemeriksaan profil lipid di Laboratorium Prodia Manado. Data dianalisis menggunakan SPSS 20. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sebagian besar responden (86,7%) berusia ?65 tahun. Kadar kolesterol total terbanyak ialah >200 mg/dl berjumlah 21 orang (70%) dengan nilai rerata 211,2 mg/dl. Kadar kolesterol LDL terbanyak ialah >100 mg/dl pada 27 orang (90%), nilai rerata 137,8 mg/dl. Kadar kolesterol HDL terbanyak ialah >40 mg/dl pada 25 orang (83,3%), nilai rerata 50,9 mg/dl. Kadar trigliserida terbanyak ialah <150 mg/dl pada 26 orang (86,7%), nilai rerata 111,4 mg/dl. Simpulan: Sebagian besar wanita menopause di Panti Werdha Damai Manado berusia ?65 tahun dengan nilai rerata kolesterol total dan kolesterol LDL berada di atas nilai rujukan sedangkan nilai rerata kolesterol HDL dan trigliserida sesuai nilai rujukan.Kata kunci: wanita menopause, profil lipid
KADAR HEMOGLOBIN (Hb) IBU HAMIL DI PUSKESMAS BAHU MANADO Lantu, Aprilia Fransiska; Tendean, Hermie M. M.; Suparman, Eddy
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i1.11020

Abstract

Abstract: Hemoglobin is a parameter used broadly to stipulate the anemia prevalence. Anemia is a medical condition where the amount of hemoglobin is abnormal. In pregnancy, if the level of hemoglobin (Hb <11 g/dL, then it is categorized as anemia. World health organization predicts that 35-75% of pregnant women in developing countries and 18% in developed countries are in anemia condition. According to WHO, the anemia prevalence globally on pregnant women is about 41,8%. This research is intended to know the level of hemoglobin (Hb) on pregnant women in Puskesmas Bahu Manado. This type of research is descriptive and prospective, observational study with cross sectional study design. Forty subjects participated in this research. After hemoglobin level checking, 13 people (32,5%) with hemoglobin level (Hb) <11 g/dL, and 27 people (67,5%) with hemoglobin level (Hb) ≥11 g/dL. This study cocludes that: there are more pregnant women with normal level of Hb ( ≥11 g/dL) in Puskesmas Bahu than the ones with lower level of Hb ( <11 g/dL). The number of pregnant women in Puskesmas Bahu with normal Hb level is 27 people (67,5%) of the total sample while there are 13 people with lower level of Hb (32,5%) of total sample.Keywords: hemoglobin level, anemia, pregnant level Abstrak: Hemoglobin merupakan parameter yang digunakan secara luas untuk menetapkan prevalensi anemia. Anemia ialah suatu kondisi medis dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin (Hb) kurang dari normal. Pada ibu hamil dikatakan anemia jika kadar hemoglobin (Hb) <11 g/dL. World Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa 35-75 % ibu hamil di negara berkembang dan 18 % ibu hamil di negara maju mengalami anemia. Menurut data WHO, secara global prevalensi anemia pada ibu hamil di seluruh dunia adalah sebesar 41,8 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar hemoglobin (Hb) ibu hamil di Puskesmas Bahu Manado. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional bersifat deskriptif prospektif dengan rancangan penelitian cross sectional (potong lintang). Empat puluh subjek berpartisipasi dalam penelitian ini. Setelah dilakukan pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) didapatkan 13 orang (32,5%) dengan kadar hemoglobin (Hb) <11 g/dL, dan 27 orang (67,5%) dengan kadar hemoglobin (Hb) ≥11 g/dL. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: ibu hamil yang memiliki gambaran kadar Hb normal ( ≥11 g/dL) di Puskesmas Bahu ditemukan lebih banyak daripada ibu hamil yang memilliki kadar Hb rendah ( <11 g/dL). Jumlah ibu hamil di Puskesmas Bahu yang memiliki kadar Hb normal adalah 27 orang (67,5%) dari total sampel. Sedangkan ibu hamil di Puskesmas bahu yang memiliki kadar Hb rendah adalah 13 orang (32,5%) dari total sampel.Kata kunci: kadar hemoglobin, anemia, ibu hamil
PENGETAHUAN HAID PADA REMAJA DI MANADO Kujangke, Freddy; Lengkong, Rudy A.; Suparman, Eddy
e-Biomedik Vol 1, No 1 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v1i1.1167

Abstract

Abstract: Backgrounds Dysmenorrhea is the most common gynecological symptom reported in adolescents. Prevalence estimates vary from 45% to 75%. Absenteeism from work and school as a result of dysmenorrhoea is common (13% to 51% women have been absent at least once and 5% to 14% are often absent owing to the severity of symptoms). Dysmenorrhea association with psychologist and behavior factors and its effects their physical activities and school performance. Some studies had shown that association between school performance with dysmenorrhea.Objective To assess the comparison between school performance with and without dysmenorrhea in pubertal adolescents. Methods A cross sectional study was conducted on Juni 2010.The samples were recruited with simple randomization in adolescents aged 10 until 18 years old at school of Musthafawiyah Mandailing Natal districs. All subjects who met the inclusion criteria were assessed their school performance on 2 consecutive semester in one year. In order to assessed the comparison between school performance with or without dysmenorrhea used X2 test. Results One hunderd and sixteen subject were participated in this study. After measured the school performance. No significant different on school performance with and without dysmenorrhea in two group (P=0.176 and P=008, 95%CI -0.05 to 0.05). Conclusion: There was no significant difference school performance between with and without dysmenorrheal. Keywords: Dysmenorrhea, school performance, pubertal adolescent.     Abstrak: Latar belakang Nyeri haid merupakan nyeri yang terjadi selama masa menstruasi.Angka kejadian nyeri haid berkisar antara 45% sampai 75% dari seluruh remaja perempuan pubertas. Dimana ketidak hadiran di sekolah berkisar antara 13% sampai 51% serta 5% sampai 14% ketidak hadiran tersebut disebabkan beratnya gejala yang terjadi. Nyeri haid berhubungan dengan faktor perilaku dan psikologis. Selain itu dapat menyebabkan pembatasan aktifitas sekolah dan prestasi akademik. Beberapa studi telah menunjukkan adanya kaitan prestasi akademik dengan nyeri haid. Tujuan Untuk mengetahui perbandingan prestasi akademik dengan dan tanpa nyeri haid pada anak perempuan pubertas. Metode Studi ini merupakan studi cross sectional. Pemilihan sampel secara acak sederhana yang dilakukan pada anak remaja perempuan yang berusia 10 sampai 18 tahun di SMP St Theresia Malalayang dan SMA St Theresia Malalayang Manado yang dilakukan pada bulan Desember 2011. Semua subjek yang memenuhi kriteria inklusi dinilai prestasi akademik selama dua semester berturut-turut.Untuk menilai perbandingan prestasi akademik dengan atau tanpa nyeri haid digunakan uji X2. Hasil Seratus enam belas subjek berpartisipasi dalam penelitian ini. Setelah dinilai prestasi akademik. Ditemukan bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara prestasi akademik dengan atau tanpa nyeri haid (P 0.176 vs P: 0.08). IK 95%:-0.05; 0.05. Simpulan: Tidak ditemukan adanya hubungan prestasi akademik dengan dan tanpa nyeri haid. Kata kunci: Nyeri haid, prestasi akademik, perempuan pubertas
KARAKTERISTIK PENDERITA KANKER SERVIKS STADIUM LANJUT DI BLU RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU PERIODE 1 JANUARI 2010 – 31 DESEMBER 2011 Rarung, Raymond; Loho, Maria; Suparman, Eddy
e-Biomedik Vol 1, No 1 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v1i1.4600

Abstract

Abstrak: Di dunia kanker serviks menempati urutan kedua terbanyak setelah keganasan payudara, dan kira-kira 10% dari seluruh penyakit keganasan pada wanita. Diperkirakan diseluruh dunia ditemukan 500.000 kasus baru setiap tahunnya.  Kanker ini masih merupakan penyebab utama kematian dari seluruh kanker pada wanita terutama di usia produktif. Di negara berkembang termasuk Indonesia masih menempati urutan teratas dari seluruh kanker pada wanita.  Di Indonesia sampai saat ini kanker serviks masih merupakan masalah kesehatan pada wanita.  Pada umumnya penyakit ini dirawat kira-kira sekitar 70-75% sudah berada pada stadium lanjut dengan tingkat kematian yang sangat tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa angka kejadian kanker serviks stadium lanjut di BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Kata Kunci: Usia Produktif, Kanker Serviks, Stadium Lanjut, dan Deteksi Dini.     Abstract: Worldwide cervical cancer ranks second highest after breast malignancies, and approximately 10% of all malignant disease in women. Worldwide estimated 500,000 new cases are found each year. Cervical cancer is still the leading cause of all cancer deaths in women, especially in productive age. In developing countries such as Indonesia still ranks highest of all cancers in women. In Indonesia today cervical cancer is still a health problem in women. In general, the disease is treated roughly about 70-75% are already at an advanced stage with a very high mortality rate. The purpose of this study was to determine how the incidence of advanced cervical cancer in BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Keywords: Productive Age, Cervical Cancer, Advanced Stage, and Early Detection.
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DENGAN RUPTUR PERINEUM PADA PRIMIPARA DI RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Garedja, Yudit Yunita; Suparman, Eddy; Wantania, Jhon
e-Biomedik Vol 1, No 1 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v1i1.4625

Abstract

Abstract: In a woman who has recently given birth or the first time called primiparous, have a risk of laceration of the birth canal through vaginal delivery. In the primary post partum hemorrhage, can be caused by various rips through the birth canal. In addition to causing bleeding, laceration of the birth canal is also a determining factor for postpartum perineal pain. Perineal lacerations or tears can occur spontaneously and episiotomy. The purpose of this study is to determine the relationship between birth weight infants with ruptured perineal in primiparous vaginal delivery in a maternity department of Prof.. DR. R. D. Manado Kandou the period January-September 2012. Method observational study done analytically with the plan and cross-sectional data were analyzed by Chi square bivariate. Sample in this study of 808 primipara. Results obtained: 1) Most primipara suffered an episiotomy that is 50.7%. 2) Babies born with the most number 2500-4000 gram weight. 3) Birth weight <2500 g and 2500-4000 associated with spontaneous rupture either primiparous or episiotomy. 4) The results of the analysis of the relationship between birth weight with a ruptured perineum primiparous obtained p value = 0.330 and the value of  = 0.449, it can be concluded there was no significant association between birth weight with a ruptured perineum primipara. Thus, Ho received. Key words: Ruptured primiparous perinal, birth weight   Abstrak: Pada seorang wanita yang baru pertama kali melahirkan atau yang disebut primipara, mempunyai resiko terjadi laserasi jalan lahir melalui persalian pervaginam. Pada perdarahan post partum primer, dapat disebabkan oleh berbagai robekan jalan lahir. Selain mengakibatkan perdarahan, robekan jalan lahir juga merupakan faktor penentu terhadap nyeri perineum postpartum. Laserasi atau robekan perineum dapat terjadi secara spontan dan episiotomi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara berat badan bayi lahir dengan ruptur perineum persalinan pervaginam pada primipara di ruang bersalin RSUP Prof. DR. R. D. Kandou Manado periode Januari-September 2012. Metode penelitian ini dilakukan secara Observasional analitik dengan rancangan cross sectional dan data bivariat dianalisa dengan Chi square. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 808 primipara. Hasil yang didapatkan : 1) Paling banyak primipara mengalami episiotomi yaitu 50,7%. 2) Bayi lahir paling banyak dengan berat badan 2500-4000 gram. 3) Berat badan lahir <2500 dan 2500-4000 gram berkaitan dengan ruptur primipara baik spontan maupun episiotomi. 4) Hasil analisis hubungan antara berat badan lahir  dengan ruptur perineum primipara didapatkan nilai p value = 0,330 dan nilai  = 0,449 maka dapat disimpulkan tidak ada hubungan yang signifikan antara berat badan lahir  dengan ruptur  perineum  primipara.  Dengan demikian, Ho yang diterima. Kata Kunci: Ruptur perineum primipara, berat badan lahir
KARAKTERISTIK PERDARAHAN ANTEPARTUM DAN PERDARAHAN POSTPARTUM Londok, T. H. M.; Lengkong, Rudy A.; Suparman, Eddy
eBiomedik Vol 1, No 1 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.1.1.2013.4608

Abstract

Abstract: The most important cause of hemorrhage in pregnancy and parturition are antepartum hemorrhage and postpartum hemorrhage. The purpose of this research is to investigate the characteristics of antepartum hemorrhage and postpartum hemorrhage at Prof DR. R.D Kandou  General Hospital Manado in 2011. This research used a retrospective descriptive through medical records at BLU RSUP Prof dr R.D Kandou Manado in January 2011 to December 2011. From 4155 parturition case in 2011, there were 60 cases (1,44%) of antepartum hemorrhage and 36 case (0,86%) of postpartum hemorrhage. The highest sociodemographic distribution found : in mother’s age between 35-39 years old, in highschool students, and housewives . The highest medico obstetric distribution found: 17 cases (28,3%) of first parity and 17 cases (28,3%) second parity of antepartum hemorrhage and 18 cases (50%) of first parity in postpartum hemorrhage, in gestational age between 37-42 week, 32 cases (53,3%) of antepartum hemorrhage and 30 cases (83,3%) of postpartum hemorrhage. The perabdominal parturition (caesarean section), there were 55 cases (91,7%) of antepartum hemorrhage and 22 case  (61,1%) of pervaginam in postpartum hemorrhage. The causes of antepartum hemorrhage were placenta previa in 59 cases (98,3%) and  retained placenta in 10 cases (27,8%). The most number of antenatal care check ups were ≥4x check ups on antepartum hemorrhage  cases and <4x on postpartum hemorrhage cases. These high incidents needs to be noted by all parties. Pregnant women who are in risk for antepartum hemorrhage and postpartum hemorrhage need to be routinety and checked up and carefulle for their pregnancy. Keywords: Antepartum Hemorrhage, Postpartum Hemorrhage, Patient Characteristic.    Abstrak: Penyebab perdarahan pada kehamilan dan persalinan yang penting adalah perdarahan antepartum  dan perdarahan postpartum. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik perdarahan antepartum dan perdarahan  postpartum di BLU RSUP Prof DR. R.D Kandou Manado tahun 2011. Penelitian ini menggunakan metode retrospektif deskriptif melalui rekam medik di BLU RSUP Prof dr R.D Kandou Manado tahun 2011. Dari 4155 total persalinan seluruhnya pada tahun 2011, terdapat 60 kasus (1,44%) perdarahan antepartum dan 36 kasus (0,86%) perdarahan postpartum. Distribusi sosiodemografi tertinggi : umur ibu 35-39 tahun, pendidikan terakhir tamat SMA, pekerjaan ibu rumah tangga. Distribusi mediko obstetri tertinggi: 17 kasus (28,3%) paritas pertama dan 17 kasus (28,3%) paritas kedua pada perdarahan antepartum dan 18 kasus (50%) paritas pertama pada perdarahan postpartum, usia kehamilan biasanya 37-42 minggu yaitu 32 kasus (53,3%) perdarahan antepartum dan 30 kasus (83,3%) perdarahan postpartum. Tindakan persalinan perabdominal (seksio sesarea) 55 kasus (91,7%) perdarahan antepartum dan 22 kasus (61,1%) pervaginam perdarahan post partum. Penyebab perdarahan antepartum terbanyak adalah  plasenta previa dan  perdarahan postpartum disebabkan oleh sisa plasenta. Kebanyakan jumlah pemeriksaan antenatal care ≥4x pemeriksaan pada perdarahan antepartum dan <4x pemriksaan pada perdarahan postpartum. Tingginya angka kejadian ini perlu mendapat perhatian dari semua pihak. Ibu-ibu hamil yang memiliki faktor resiko untuk terjadinya perdarahan antepartum dan perdarahan post partum agar selalu waspada dan selalu memeriksakan kehamilannya kepada tenaga ahli secara berkala dan teratur. Kata kunci: Perdarahan Antepartum, Perdarahan Postpartum, Karakteristik Penderita.
LUARAN PARTUS LAMA DI BLU RSU PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Hinelo, Fardila; Suparman, Eddy; Tendean, Hermmie M.M.
e-Biomedik Vol 1, No 1 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v1i1.1171

Abstract

Abstract: Confinement time is a cause of maternal and infant, mortality are the main followed by bleeding, infection, and eclampsia. In Indonesia, many found 60% of delivery especially in rural areas stil do not help by trained shaman. Cervical dilatation in the right line of the active phase of labor vigilant. The purpose of this study was to know the description of long deliveries maternal and infant outcomes at BLU  RSU Prof. Dr. R. D. Kandou Manado the period January 1, 2010-December 31, 2011. This a retrospective descriptive study using secondary data at BLU RSU Prof. Dr. R. D. Kandou Manado the period January 1, 2010-December 31, 2011. Conclusion: During the years 2010-2011 in BLU RSU Prof. Dr. R. D. Kandou Manado recorded 73 cases of long confinement highest output in 2011, the age group 20-24 (30,2%), level high school education (46,5%), parity 1 (67,5%), superficial life infants (74,4%), ashphyxia infant outcomes (25,6%), type of birth sectio cesarea (65,1%), living outside the mother (76,7%), superficial mother died (23,3%), and for perinatal mortality included KND (1,31%) and LM (1,47%). Proportion of long confinement in the BLU RSU Prof. Dr. R. D. Kandou Manado on 7265 birth year 2010-2011 there were obtained 73 cases of long confinement to the proportion of 1,1%  still low compared to the results of  several similar studies in other hospitals. Key words: Long parturition, Maternal outcomes, Infant outcomes.       Abstrak: Partus lama merupakan penyebab kematian ibu dan bayi yang utama disusul oleh perdarahan, infeksi, dan eklampsi. Partus lama adalah persalinan yang berlangsung lebih dari 18 jam pada primigravida dan multigravida. Dilatasi serviks di kanan garis waspada persalinan fase aktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran partus lama serta luaran ibu dan bayi di BLU RSU Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode 1 Januari 2010-31 Desember 2011. Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif dengan menggunakan data sekunder pasien di BLU RSU Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode 1 Januari 2010-31 Desember 2011. Simpulan: Selama tahun 2010-2011 di BLU RSU Prof. Dr. R. D. Kandou Manado tercatat 73 kasus luaran partus lama terbanyak pada tahun 2011, kelompok umur 20-24 (30,2%), tingkat pendidikan SMA (46,5%), Paritas 1 (67,5%), luaran bayi hidup (74,4%), luaran bayi asfiksia (25,6%), jenis persalinan SC (65,1%), luaran ibu hidup (76,7%), luaran ibu mati (23,3%), dan untuk kematian perinatal meliputi KND (1,31%) serta LM (1,47%). Proporsi partus lama di BLU RSU Prof. Dr. R. D. Kandou Manado pada tahun 2010-2011 diperoleh 7.265 persalinan terdapat 73 kasus partus lama dengan proporsi 1,1% masih rendah dibandingkan hasil beberapa penelitian sejenis di rumah sakit lainnya. Kata kunci: Partus lama, Luaran ibu, luaran bayi.
PEMBERIAN PROGESTERON PADA KEGUGURAN BERULANG Suparman, Erna; Suparman, Eddy
Jurnal Biomedik : JBM Vol 5, No 2 (2013): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.5.2.2013.2588

Abstract

Abstract: Recurrent pregnancy loss (RPL) occurs in 0.5-1% of partners. The pathophysiology of this RPL is complex. The causes include anatomical, genetic and molecular abnormalities, endocrine disorders, thrombophilia, and the anti-phospholipid syndrome, meanwhile in 50% of cases no cause can be identified. Progesterone is needed to create a suitable environment for the implantation. Low progesterone level during early pregnancy may reflect corpus luteum defects or abnormal products of conception. Besides that, low progesterone is a sign of a coming miscarriage; an administration of progesterone can only delay the onset of bleeding.. Even with a normal plasma progesterone levels, endometrial progesterone deficiency can still result from receptor defects; this finding supports the existence of absolute or relative progessterone deficiency as a cause of spontaneous abortion. Women who suffer from relative progesterone deficiency probably will not get any benefit from progesterone therapy. Almost all current research states that there is no difference in the rates of miscarriages in women treated and not treated with progesterone. Therefore, all medical organizations do not recommend progesterone supplementation to recurrent miscarriage, except in women who use reproductive technologies such as in vitro fertilization (IVF). Keywords: recurrent pregnancy loss, progesterone.     Abstrak: Keguguran berulang terjadi pada 0,5-1% pasangan dengan patofisiologi yang kompleks. Sebagai penyebab ialah kelainan anatomi, genetik dan molekuler, gangguan endokrin, thrombofilia, dan sindrom anti-fosfolipid, tetapi pada 50% kasus tidak jelas. Progesteron sangat diperlukan dalam menciptakan lingkungan yang cocok untuk implantasi endometrium. Konsentrasi progesteron yang rendah selama awal kehamilan mencerminkan defek korpus luteum atau hasil konsepsi yang abnormal. Progesteron yang rendah merupakan tanda dari keguguran akan datang namun pemberian progesteron hanya dapat menunda timbulnya perdarahan. Walaupun tingkat progesteron plasma normal, endometrium masih dapat mengalami kekurangan progesteron akibat defek reseptor. Temuan ini mendukung adanya defisiensi progesteron absolut atau relatif sebagai penyebab keguguran spontan. Wanita yang menderita kekurangan progesteron relatif tidak akan mendapatkan keuntungan dari pemberian progesteron. Hampir semua penelitian saat ini menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat keguguran pada wanita yang diberikan progesteron dan yang tidak; oleh karena itu semua organisasi medis tidak menganjurkan pemberian progesteron pada keguguran berulang, kecuali pada wanita yang menggunakan teknologi reproduksi seperti IVF. Kata kunci: keguguran berulang, progesteron.