Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Dismenore pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Ar-Rakhimi, Lintang; Wantania, John J. E.; Suparman, Erna
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 2 (2025): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i2.351

Abstract

Prevalensi kejadian dismenore di Indonesia cenderung tinggi yaitu mencapai 64,25%. Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi dismenorea di antaranya adalah usia menarche, lama menstruasi, status gizi, dan kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara usia menarche, lama menstruasi, status gizi, dan kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji terhadap kejadian dismenore pada mahasiswa kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Metode: Penelitian kuantitatif, metode survei analitik, pendekatan cross sectional dengan menggunakan instrumen kuesioner dalam bentuk link Google form. Jumlah sampel menggunakan metode simple random sampling sebesar 319 orang Hasil: dari 319 orang responden terdapat 294 mahasiswi yang mengalami kejadian dismenore. Usia menarche, lama menstruasi, status gizi (IMT), dan konsumsi makanan cepat saji tidak berhubungan dengan kejadian dismenore pada mahasiswa kedokteran Universitas Sam Ratulangi (P-value>0.05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara usia menarche, lama menstruasi, status gizi (IMT), dan konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian dismenore pada mahasiswa kedokteran Universitas Sam Ratulangi.
Gambaran Pengetahuan dan Sikap Wanita Kaum Ibu GMIM Sion Tumaluntung tentang Kanker Serviks Wongkaren, Brenda; Wagey, Frank M. M.; Suparman, Erna
e-CliniC Vol. 13 No. 2 (2025): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v13i2.61018

Abstract

Abstract: Based on data from WHO, cervical cancer is ranked second among all types of cancer that occur among Indonesian women. Lack of knowledge and the right attitude in dealing with this matter is the basis for an increase in cases of cervical cancer.  This study aimed to obtain an overview of the knowledge and attitude of women from the GMIM Sion Tumaluntung Congregation regarding cervical cancer. This was a quantitative and descriptive study with a cross-sectional design. Sample were obtained by using a random sampling technique of 100 samples who met the criteria. The results showed that 91 respondents (91%) had good level of knowledge about cervical cancer, and nine respondents (9%) had poor level of knowledge. Meanwhile, related to attitudes in this study, 86 respondents (86%) had positive attitude towards preventing cervical cancer, and 14 people (14%) had less positive attitude. In conclusion, the majority of women in the GMIM Sion Tumaluntung Congregation have good knowledge and attitude about cervical cancer. This level of knowledge and good attitude cannot be separated from the influence of several factors such as age, experience, education, work, and sources of information. Keywords: cervical cancer; knowledge; attitude    Abstrak: WHO menyatakan bahwa kanker serviks menduduki ranking kedua diantara semua jenis kanker yang terjadi pada perempuan Indonesia. Kurangnya pengetahuan dan sikap yang tepat dalam menghadapi hal ini menjadi dasar terjandinya peningkatan kasus kanker serviks. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran pengetahuan dan sikap wanita kaum ibu jemaat GMIM Sion Tumaluntung tentang kanker serviks. Jenis penelitian ini ialah deskriptif kuantitatif dengan desain potong lintang dan menggunakan teknik pengambilan sampel random sampling sebanyak 100 orang yang memenuhi kriteria di Jemaat GMIM Sion Tumaluntung. Hasil penelitian mendapatkan sebanyak 91 responden (91%) dengan tingkat pengetahuan tentang kanker serviks yang baik, dan sembilan orang (9%) lainya memiliki tingkat pengetahuan yang kurang baik. Untuk pengukuran sikap diperoleh respoden sebanyak 86 orang (86%) yang memiliki sikap positif terhadapt pencegahan kanker serviks, dan 14 orang (14%) lainya memiliki sikap yang tidak positif. Simpulan penelitian ini ialah sebagian besar wanita di Jemaat GMIM Sion Tumaluntung memiliki pengetahuan dan sikap yang baik tentang kanker serviks. Tingkat pengetahuan dan sikap yang baik ini tidak lepas dari pengaruh beberapa faktor seperti, usia, pengalaman, pendidikan, perkerjaan, dan sumber informasi. Kata kunci: kanker serviks; pengetahuan; sikap
Analisis Faktor Risiko Diabetes Melitus dalam Kehamilan Di RS R. D. Kandou Manado Periode 2022-2024 Togu, Maulana; Wantania, John J. E.; Suparman, Erna
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i1.7329

Abstract

Latar belakang: Diabetes melitus dalam kehamilan, yang meliputi diabetes melitus gestasional (DMG) dan pre existing diabetes mellitus (PDM), merupakan masalah penting dalam obstetri karena meningkatkan morbiditas maternal dan perinatal. Berbagai faktor risiko seperti usia ibu, indeks massa tubuh (IMT), hipertensi, riwayat abortus, makrosomia, dan intrauterine fetal death (IUFD) diduga berperan, namun data lokal khususnya di Indonesia Timur masih terbatas.Tujuan: Mengetahui distribusi faktor risiko (usia, IMT, hipertensi, riwayat makrosomia, abortus, dan IUFD) dan menganalisis hubungannya dengan kejadian DMG, serta membandingkan profil faktor risiko antara DMG dan PDM di RS R. D. Kandou Manado periode 2022–2024.Metode: Penelitian analitik retrospektif dengan desain potong lintang menggunakan data rekam medis ibu bersalin di RS R. D. Kandou Manado periode 1 Januari 2022–31 Desember 2024. Sampel diambil dengan teknik total sampling sesuai kriteria inklusi. Variabel dependen adalah kejadian diabetes dalam kehamilan (DMG dan PDM), sedangkan variabel independen meliputi usia, IMT, hipertensi, riwayat makrosomia, abortus, dan IUFD. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square atau Fisher’s Exact dengan tingkat signifikansi p<0,05.Hasil: Dari 2.429 persalinan, ditemukan 40 kasus diabetes dalam kehamilan (20 DMG dan 20 PDM) dan 2.389 kehamilan tanpa diabetes. Usia ?35 tahun, IMT overweight dan obesitas, hipertensi, riwayat melahirkan bayi makrosomia, riwayat abortus, dan riwayat IUFD berhubungan bermakna dengan kejadian DMG dibandingkan kehamilan tanpa diabetes (p=0,01–0,02). Sebaliknya, tidak terdapat perbedaan bermakna faktor risiko tersebut antara DMG dan PDM (seluruh p>0,05), sehingga profil faktor risiko keduanya tampak serupa.Kesimpulan: Usia maternal ?35 tahun, IMT tinggi, hipertensi, riwayat makrosomia, abortus, dan IUFD merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian DMG di RS R. D. Kandou Manado. DMG dan PDM memiliki profil faktor risiko yang mirip, sehingga kedua kelompok memerlukan kewaspadaan dan pemantauan antenatal yang sama ketatnya. Skrining dan pencegahan sebaiknya difokuskan pada ibu hamil dengan akumulasi faktor risiko tersebut.
Perbedaan Luaran Maternal dan Perinatal¬¬ pada Preeklamsia Onset Dini dan Onset Lambat di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Arikalang, Natan; Suparman, Erna; Wantania, John J. E.
e-CliniC Vol. 14 No. 2 (2026): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v14i2.65895

Abstract

Abstract: Timing of preeclampsia onset, early-onset (<34 weeks) and late-onset (≥34 weeks), is known to be associated with varying degrees of severity and pregnancy outcomes. This study aimed to determine the differences in maternal and perinatal outcomes between early-onset and late-onset preeclampsia at Prof. Dr. R. D. Kandou General Hospital Manado during years 2022–2024. This was an analytical and observational study with a cross-sectional approach. Data were collected retrospectively from medical records using a total sampling technique. Data were analyzed using the chi-square test or Fisher’s exact test. The results obtained 488 patients that met the inclusion criteria, consisting of 159 patients with early-onset preeclampsia and 329 patients with late-onset preeclampsia. Maternal outcomes such as eclampsia (13.2% vs 1.8%; p<0,001), HELLP syndrome (33.3% vs 4.9%; p<0.001), and maternal mortality (5.0% vs 0.9%; p=0.007) were significantly higher in the early-onset group. Meanwhile, pulmonary edema and placental abruption showed no significant difference. For perinatal outcomes, early-onset preeclampsia demonstrated a markedly higher rate of complications, including prematurity (91.8%), low birth weight (92.5%), neonatal asphyxia (58.5%), IUGR (34.0%), and perinatal mortality (54.7%), all with p<0.001 compared to the late-onset group. In conclusion, there are significant differences in maternal and perinatal outcomes between early-onset and late-onset preeclampsia at Prof. Dr. R. D. Kandou General Hospital Manado, with early-onset preeclampsia being associated with poorer maternal and perinatal outcomes. Keywords: preeclampsia; early-onset; late-onset; maternal outcomes; perinatal outcomes   Abstrak: Waktu munculnya preeklamsia, yaitu onset dini (<34 minggu) dan onset lambat (≥34 minggu), diketahui berkaitan dengan variasi tingkat keparahan dan luaran kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan luaran maternal dan perinatal pada preeklamsia onset dini dan onset lambat di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode 2022–2024. Jenis penelitian ialah observasional analitik dengan desain potong lintang. Data dikumpulkan secara retrospektif melalui rekam medis menggunakan teknik total sampling Hasil penelitian mendapatkan 488 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, terdiri dari 159 pasien dengan preeklamsia onset dini dan 329 pasien dengan onset lambat. Analisis statistik menggunakan uji chi-square atau Fisher’s Exact. Luaran maternal seperti eklampsia (13,2% vs 1,8%; p<0,001), sindrom HELLP (33,3% vs 4,9%; p<0,001), serta mortalitas maternal (5,0% vs 0,9%; p=0,007) secara bermakna lebih tinggi pada kelompok onset dini, sedangkan edema paru dan solusio plasenta tidak menunjukkan perbedaan bermakna. Pada luaran perinatal, onset dini memiliki proporsi komplikasi yang jauh lebih tinggi, mencakup prematuritas (91,8%), BBLR (92,5%), asfiksia neonatorum (58,5%), IUGR (34,0%), dan mortalitas perinatal (54,7%), seluruhnya dengan nilai p<0,001 dibanding onset lambat. Simpulan penelitian ini ialah terdapat perbedaan bermakna antara luaran maternal dan perinatal pada pasien preeklamsia onset dini dan onset lambat di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, dimana onset dini berkaitan dengan luaran maternal dan perinatal yang lebih buruk. Kata kunci: preeklamsia; onset dini; onset lambat; luaran maternal; luaran perinatal