Teguh Hari Suprayogi
Unknown Affiliation

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI LARUTAN KAPORIT (CaHOCl) UNTUK DIPPING PUTING SUSU KAMBING PERAH TERHADAP TOTAL BAKTERI DAN pH SUSU Sasongko, Deddy Ari; Suprayogi, Teguh Hari; Suyuthi, Suranto Moch
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.275 KB)

Abstract

This study aimed to determine the effect of various concentrations of Calcium Hypochloride (CaHOCl) for dairy goat’s teat dipping towards total of bacteria and milk pH. This research was conducted at the Livestock and Forage Breeding Unit Feed Malang on 23 July to 23 August 2011. The materials used in this study were 12 dairy goats (PE) lactation. Materials used disinfectant is Calcium Hypochloride (CaHOCl) Tjiwi artificial chemicals. Equipment used plate count agar, measuring cups, syringes, glass dyer for dipping, a capacity of 250 ml sample bottles were glass, stop watch, and a light-proof thermos brand Hanna pH meter with a scale of 0-14 with a sensitivity of 0.01. Treatment applied is T0 (without dipping), T1 (dipping with concentration of Calcium Hypochloride (CaHOCl) 0.1%) and T2 (dipping with concentration of Calcium Hypochloride (CaHOCl) 0.2%). Parameters observed in this study are the total of bacteria and milk pH. The design used was completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 4 replications. The data obtained were then analyzed using ANOVA. The results showed that different concentrations of disinfectants used for dipping teats of dairy goat milk showed the difference of total bacteria and pH of milk. Mean total bacterial T0, T1 and T2 respectively is 15,1 x 106 CFU/ml; 6,98 x 105 CFU/ml and 3,46 x 105 CFU/ml. Mean pH of milk T0, T1 and T2 respectively is 6.47; 6.53 and 6.54. Based on this research can be concluded that dipping the nipple of dairy goats using Calcium Hypochloride (CaHOCl) with the low concentration (0.1%) have been able to reduce the number of bacteria and maintain the pH of milk.Keywords: dipping, total of bacteria, milk pHABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi desinfektan untuk dipping putting susu kambing perah terhadap total bakteri dan pH susu. Penelitian ini dilaksanakan di UPT Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak Malang pada tanggal 30 Juli – 5 Agustus 2011. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 12 ekor kambing perah (PE) laktasi. Bahan desinfektan yang digunakan adalah kaporit (CaHOCl) buatan Tjiwi kimia. Peralatan yang digunakan plate count agar, gelas ukur, spuit, gelas pencelup untuk dipping, botol sampel kapasitas 250 ml yang terbuat dari kaca, stop watch, termos kedap cahaya dan pH meter merek Hanna dengan skala 0 – 14 dengan kepekaan 0,01. Perlakuan yang diterapkan adalah T0 (Tanpa Dipping), T1 (Dipping dengan konsentrasi larutan kaporit (CaHOCl) 0,1% ) dan T2 (Dipping dengan konsentrasi larutan kaporit (CaHOCl) 0,2%). Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah total bakteri dan pH susu. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai konsentrasi desinfektan yang digunakan untuk dipping putting susu kambing perah menunjukkan perbedaan terhadap total bakteri dan pH susu. Rataan total bakteri T0, T1 dan T2 masing-masing yaitu 3,51 x 106 CFU/ml; 5,16 x 105 CFU/ml dan 4,35 x 105 CFU/ml. Rataan pH susu T0, T1 dan T2 masing-masing adalah 6,47; 6,53 dan 6,54.Kata kunci: dipping, total bakteri, pH susu
HUBUNGAN ANTARA VOLUME AMBING, LAMA MASSAGE DAN LAMA PEMERAHAN TERHADAP PRODUKSI SUSU KAMBING PERANAKAN ETTAWA (The Relationships between Udder Volume, Massage and Milking Durations on Milk Yield of Ettawa Grade) Habib, Ilham; Suprayogi, Teguh Hari; Sambodho, Priyo
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 1 (2014): Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.964 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian mengenai hubungan antara volume ambing, lama massage dan lama pemerahan terhadap produksi susu kambing Peranakan Ettawa bertujuan untuk mengetahui hubungan antara volume ambing, lama massage dan lama pemerahan terhadap produksi susu. Materi yang digunakan adalah 60 ekor kambing perah PE laktasi periode II sampai III. Parameter yang diukur meliputi volume ambing, lama massage, lama pemerahan, dan produksi susu. Analisis hipotesis pendugaan hubungan antar variabel penelitian menggunakan analisis korelasi-regresi sederhana dan berganda. Hasil penelitian menunjukkan volume ambing, lama massage dan lama pemerahan dapat digunakan untuk memprediksi produksi susu. Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan yaitu secara berurutan untuk memprediksi produksi susu dapat menggunakan parameter: volume ambing, lama pemerahan dan lama massage. Kata kunci: kambing Peranakan Ettawa; ambing; pemerahan; massage; produksi susu   ABSTRACT Research on the relationship between the volume of the udder, massage and milking duration on milk yield of Ettawa grade aims to determine the relatioship between the volume of the udder, massage and milking duration on milk yield. The materials used were 60 dairy goats 2nd until 3rd lactations period. Parameters measured include udder volume, massage duration, milking duration and milk yield. Analysis of the relationship between variables hypothesized prediction research using corellation-simple and multiple regression analysis. The result showed the volume of the udder, massage and milking durationcan be used to predict milk yield. As conclusion, in sequence to predict milk yield can use the parameters: the volume of udder, massage and milking duration. Keywords : Ettawa grade; udder; milking; massage; milk yield 
PERAN MASSAGE DAN PAKAN TERHADAP PRODUKSI DAN KADAR LEMAK SUSU KAMBING PERANAKAN ETTAWA Setyaningsih, Wulan; Budiarti, C; Suprayogi, Teguh Hari
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.821 KB)

Abstract

ABSTRACTThe experiment was aimed to examine the effect of differences in long massage and balance forage-concentrates on goat ration of ettawa grade goat on milk production and fat content. The material used in this experiment were 12 dairy goats having in the 3rd lactations. The experimental design used factorial Completely Randomized Design (CRD) (3x2), were randomly assigned into three feed treatments (P1: balance of the forage-concentrates ; 80:20, P2: 70:30 dan P3: 60:40) each feed treatment get massage treatments (M0: no massage; M1: massage 3 minute and M2: massage 5 minute), four replications and two factors (massage and balance of the forage-concentrates). Parameters observed include the production and milk fat content. The results showed that the differences in length massage and balance of the forage-concentrates ration goat having no influence on milk production and milk fat content. The conclusion that long massage and balance the forage-concentrates ration goat lactating no effect on milk production and fat content.Keywords: massage, milk production, fat content, ettawa grade goat.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan lama massage dan imbangan hijauan-konsentrat pada ransum kambing Peranakan Ettawa (PE) terhadap produksi dan kadar lemak susu. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah 12 ekor kambing perah PE dengan bulan laktasi yang sama yaitu pada bulan ke-3. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RAL Faktorial (3x2), 3 perlakuan pakan (P1: imbangan hijauan:konsentrat ; 80:20, P2: 70:30 dan P3: 60:40) setiap perlakuan pakan mendapatkan perlakuan massage (M0: tidak di massage; M1: massage 3 menit dan M2: massage 5 menit), 4 ulangan dan 2 faktor (lama massage dan imbangan hijauan-konsentrat). Parameter penelitian yaitu produksi dan kadar lemak susu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan lama massage dan imbangan hijauan-konsentrat pada ransum kambing PE tidak berpengaruh secara nyata terhadap konsumsi produksi susu dan kadar lemak susu. Kesimpulan bahwa, lama massage dan imbangan hijauan-konsentrat pada ransum kambing PE laktasi tidak berpengaruh terhadap produksi dan kadar lemak susu.Kata Kunci ; massage; produksi susu; kadar lemak; kambing Peranakan Ettawa
TAMPILAN PERTAMBAHAN BOBOT BADAN HARIAN DAN KADAR UREA DARAH PADA KAMBING PERAH DARA PERANAKAN ETTAWA AKIBAT PEMBERIAN RANSUM DENGAN SUPLEMENTASI UREA YANG BERBEDA Hartaja, Kharisma Anindya Putri; Suprayogi, Teguh Hari; Sudjadmogo, Sudjadmogo
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.467 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi urea yang berbeda terhadap pertambahan bobot badan harian dan kadar urea darah pada kambing perah dara Peranakan Ettawa. Dua belas ekor kambing perah dara Peranakan ettawa dengan bobot badan 15 – 17 kg dengan umur 3 – 4 bulan dibagi menjadi tiga kelompok sehingga setiap kelompok terdapat 4 ekor kambing. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 kali ulangan : T1: ransum dengan suplementasi urea 0,9% dengan asumsi mengandung PK 11%; T2 : ransum ransum dengan suplementasi urea 2,16% dengan asumsi mengandung PK 13% ; T3 : ransum ransum dengan suplementasi urea 3,42% dengan asumsi mengandung PK 15%. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan prosedur analisis ragam dengan uji F pada taraf 5 % dan apabila hasil analisis menunjukkan pengaruh perlakuan yang nyata akan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan suplementasi urea sebesar 3,42% tidak berpengaruh pada pertambahan bobot badan harian namun suplementasi urea sebesar 0,9% dan 2,16% dapat mempengaruhi pertambahan bobot badan harian. Penggunaan suplementasi urea yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap kadar urea darah kambing penelitian.Kata kunci : kambing peranakan ettawa, urea, proteinABSTRACTThis study aimed to determine the effect of different urea supplementation on daily gain and blood urea in Ettawa grade ewe. Twelve Ettawa grade ewes weighting 15-17 kg by the age of 3-4 months were divided into three groups so that each group contained four goats. This experiment used completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 4 replications: T1: ration with urea supplementation contained 0,9% assuming a 11% crude protein; T2: ration ration with urea supplementation containing 2,16% assuming crude protein 13 %, T3: ration ration with urea supplementation containing 3,42% assuming 15% crude protein. The data obtained were analyzed using various analytical procedures F-test with level 5% and if the results of the analysis show that the real effect of treatment will be followed by the Least Significant Different test. The results showed that treatment with urea supplementation of 3,42% with 15% containing crude protein had no effect on daily gain but urea supplementation of 0,9% and 2,16% can affect daily gain. The use of different urea supplementation did not significantly affect the levels of blood urea.Key words: Ettawa grade ewe, urea, protein
TOTAL BAKTERI DAN PH SUSU SEGAR SAPI PERAH FRIESIAN HOLSTEIN DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH DAN PEMBIBITAN TERNAK UNGGUL MULYOREJO TENGARAN-SEMARANG (Total Bakteria and pH in Milk by Friesian Holstein Cows Milk atPelaksana Teknis Daerah dan Pembibitan Te Pramesthi, Ridha; Suprayogi, Teguh Hari; Sudjatmogo, Sudjatmogo
Animal Agriculture Journal Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.805 KB)

Abstract

ABSTRAK             Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas susu dengan cara menghitung total bakteri dan mengukur pH susu segar sapi perah FH yang berada di Peternakan (UPTD-PTU) Mulyorejo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September – Oktober 2014 di UPTD-PTU Mulyorejo, Tengaran-Semarang. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel susu dari 6 ekor sapi perah laktasi yang berada pada lingkungan kandang yang sama dengan rataan bobot badan 398,9 kg dan produksi susu 8,5 l. Parameter yang diamati adalah total bakteri dan pH susu segar sapi perah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata – rata total bakteri dan pH susu masing – masing adalah 3,15 x 106 CFU/ml dan 5,6. Simpulan penelitian ini bahwa total bakteri dan pH susu di UPTD – PTU Mulyorejo, Tengaran-Semarang masih di atas rata – rata standar total bakteri dan pH susu yang ditetapkan dan perlu dilakukan dipping (celup puting) untuk menekan total bakteri dan meningkatkan pH susu. Kata Kunci : Total Bakteri; pH; Susu; Sapi Friesian Holstein. ABTRACT             The study aimed to evaluate quality by counting total bacteria and pH of fresh milk from Friesian Holstein Cows in UPTD-PTU Mulyorejo, Tengaran-Semarang. The experiment was conducted from September - October 2014 at UPTD Mulyorejo, Tengaran-Semarang. The research was doneby taking milk sample from 6 cows in same stall with average of body weight of 398,9 kg and milk production 8,5 l. The parameters measured were total bacteria and pH of milk. The results showed that average total bacteria and pH of milk were 3,15 x 106 CFU/ml and 5,6. The results could be concluded that total bacteria and pH of milk in UPTD were out of standard that were required and needed a treatment for reduce total bacteria and rise pH of fresh milk. Keyword : Total Bacteria; pH; Milk; Friesian Holstein Dairy Cow.
HUBUNGAN ANTARA BOBOT BADAN, VOLUME AMBING TERHADAP PRODUKSI SUSU KAMBING PERAH LAKTASI PERANAKAN ETTAWA Pribadiningtyas, Pandanarum Anggun; Suprayogi, Teguh Hari; Sambodo, Priyo
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.186 KB)

Abstract

Kambing Peranakan Ettawa (PE) merupakan salah satu ternak yang cukup potensial sebagai penyedia protein hewani (daging dan susu). Kambing PE merupakan bangsa kambing hasil persilangan antara kambing Kacang dengan kambing Ettawa. Kambing PE memiliki sifat antara kambing Ettawah dengan kambing Kacang. Bobot badan kambing PE sekitar 32 – 37 kg dan produksi susunya 1 – 1,5 liter per hari. Kambing PE berfungsi sebagai ternak penghasil daging dan susu (Setiawan dan Tanius, 2002). Kambing PE merupakan hasil persilangan antara kambing kacang (lokal) dengan kambing Ettawa (impor) (Sodiq dan Abidin, 2008). Sementara ini, pengembangan kambing PE sebagai penghasil susu belum banyak diperhatikan dan pemeliharaan masih bersifat tradisional. Pakannya sebagian besar hanya rumput dan daun–daunan, sehingga belum bisa mencukupi kebutuhan produksi ternak terutama kecukupan gizinya.
TAMPILAN LEMAK DAN SOLID NON FAT PADA SUSU SAPI PERAH AKIBAT ASUPAN NEUTRAL DETERGENT FIBER YANG BERBEDA (The Display of Fats and Solid non Fat of Dairy Cows Aaffected by Neutral Detergent Fiber Intake of Different Rations) Suhendra, Danes; Suprayogi, Teguh Hari; Sudjatmogo, Sudjatmogo
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 3 (2014): Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.389 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kandungan Neutral Detergent Fiber (NDF) ransum yang optimal untuk dapat memperbaiki tampilan lemak susu dan Solid Non Fat (SNF) susu sapi perah. Penelitian ini telah dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis Daerah Pembibitan Ternak Mulyorejo Desa Barukan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang dan Koperasi Banyu Aji Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang pada tanggal 29 Juni hingga 31 Juli 2014. Ternak yang digunakan sebagai materi percobaan adalah sapi perah FH 12 ekor yang terdiri dari bulan laktasi II dan III dengan pendugaan bobot badan rata-rata 408,5 ± 30,86 kg ( Coefisien Variance (CV) = 10, 68%) dan produksi susu rata-rata 9,3 ± 1,01 liter (CV=14,33%). Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan pakan T0 (kandungan NDF 61%), T1 (kandungan NDF 63%), dan T2 (kandungan NDF 64%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar lemak susu T1 (3,51%) berbeda nyata (P<0,05) dengan T0 (3,28%), namun tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan T2 (3,45%). Kadar SNF  T0 (7,31%) berbeda nyata (P<0,05) lebih rendah daripada T1 (7,83%) dan T2 (7,75%). Dapat disimpulkan bahwa peningkatan NDF hingga 63% dengan cara  penambahan kuantitas hijauan  dalam ransum sapi perah dapat meningkatkan SNF dan kadar lemak susu.Kata Kunci : Sapi perah; NDF; lemak susu; Solid Non Fat ABSTRACT This study was aimed to assess the optimal ration of Neutral Detergent Fiber (NDF) content to improve the performance of milk fat and Solid Non Fat (SNF) milk of dairy cows. This research was conducted at the Regional Operational Unit Mulyorejo, Livestock Breeding Barukan village, Tengaran Sub District of Semarang Regency and Banyu Aji Cooperative, Sub District of Getasan, Semarang Regency from June 29 to  July 31, 2014. Animal used as experimental materials were 12 Friesien Holstein dairy cows in second and third months of lactation with estimated body weight averaged at 408.5 ± 30.86 kg (Coefisien Variance (CV) = 10.68%) and milk production averaged of 9.3 ± 1.01 liters (CV = 14.33%). The experimental design used in this study was a completely randomized design for three treatments, i.e. T0 (NDF content of 61%), T1 (NDF content of 63%), and T2 (NDF content of 64%). The results showed that milk fat T1 (3.28%) affected with T0 (3.51%), but not affected (P>0.05) with T2 (3.45%). SNF content of T0 (7.31%) affected (P<0.05) less than T1 (7.83%) and T2 (7.75%). This study concluded that increasing NDF content to 63% in feed can improve SNF and milk fat content.Keywords: Dairy cow; NDF; milk fat; solid non fat
TOTAL BAKTERI DAN DERAJAT KEASAMAN SUSU SAPI PERAH AKIBAT PERBEDAAN LAMA WAKTU DIPPING MENGGUNAKAN LARUTAN IODOSFOR SEBAGAI DESINFEKTAN (Total Plate Count and pHof Fresh Milk of Dairy Cows After Dipping using Iodosphor Solution as Desinfectantat on Differ Kencanawati, Arsy Putri; Suprayogi, Teguh Hari; Sayuthi, Suranto Moch
Animal Agriculture Journal Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.326 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui, pengaruh perlakuan lama waktu dipping dengan menggunakan Iodosfor pada sapi perah Fresian Holstein(FH) terhadap total plate count (TPC) dan nilai pH susu sapi segar telah dilakukan di Unit PelaksanaTeknis Daerah (UPTD) Pembibitan Ternak Unggul Tengaran-Semarang. Materi yang digunakan adalah susu segar yang diperoleh dari 18 ekor sapi FH laktasi dengan bulan laktasi II dan III, rata-rata bobot badan 387,21 ± 20,54 kg (CV : 5,46%) dan rata-rata produksi susu 8,7 ± 0,46 l (CV : 5,36%).Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan yang diujikan adalah T0 (dipping selama 5 detik), T1 (dipping selama 10 detik) dan T2 (dipping selama 15 detik). Data dianalisis menggunakan Anova kemudian diuji lanjut dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama waktu dipping menggunakan larutan iodosfor menurunkantotal plate count(TPC) (p<0,01) dan menaikkan derajat keasaman susu sapi ke arah pH normal (p<0,05). Rataan TPC pada T0, T1 dan T2 masing-masing yaitu 8,86 x 105 CFU/ml; 7,50 x 105 CFU/ml dan 5,40 x 105 CFU/ml, dan rataan pH susu masing-masing yaitu : 5,36 ; 5,75 dan 6,10. Simpulan yang dapat disampaikan bahwa pada perlakuan dipping dengan lama waktu 15 detik (perlakuan optimal) akan menurunkan cemaran bakteri dan mempertahankan pH susu kearah pH normal. Kata kunci: dipping; total bakteri; derajat keasaman; sapi perah ABSTRACT The research aimed to determine the influence of the duration of dipping using Iodosfor in Fresian Holstein (FH) dairy cows to the total plate count (TPC) and the pH value of fresh cow's milk had been done in UPTDMulyorejo Good Breeding Tengaran-Semarang. The material used was fresh milk obtained from 18 lactating cows FH month of lactation II and III, average of body weight 387,21 ± 20,54 kg (CV : 5,46%) and average of milk production 8,7 ± 0,46 l (CV : 5,36%). The research design used was a completely randomized design (CRD) with three treatments and 6 replications. The duration of dipping treatments being tested were T0 (5 seconds), T1 (10 seconds) and T2 (15 seconds). Data were analyzed using ANOVA and then was tested by Least Significant Difference(LSD). The results showed that the duration of dipping time using iodosfor solution could lower the TPC (p<0.01) and increased the pH of milk cows into normal pH (p<0.05). The average of TPC for T0, T1 and T2 were 8.86 x 105 CFU/ml; 7.50 x 105 CFU/ml and 5.40 x 105 CFU/ml, while the pH of milk were averaged at 5.36; 5.75 and 6.10, respectively. Conclusions is dipping treatment with 15 second the optimum treatment to decrease bacteria spread and stabilize fresh milk pH level as close to normal as possible. Keywords: dipping; total bacteria; acidity; dairy cows