Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

KANDUNGAN LOGAM BERAT CD PADA AIR, SEDIMEN DAN DAGING KERANG HIJAU (Perna viridis) DI PERAIRAN TANJUNG MAS SEMARANG UTARA Purba, Christtenson; Ridlo, Ali; Suprijanto, Jusup
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.34 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i3.6000

Abstract

Tingginya aktifitas di sepanjang daerah perairan Tanjung Mas diduga mengalirkan berbagai limbah yang dapat menimbulkan pencemaran. Salah satu bentuk pencemaran tersebut adalah buangan limbah logam berat Cd. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan logam berat Cd dalam air, sedimen dan daging P. viridis dan mengetahui sebaran ukuran cangkang P. viridis. Penelitian ini dilakukan pada bulan November-Desember 2013 di tiga wilayah perairan Tanjung Mas yaitu muara, tambak dan pelabuhan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif sedangkan penentuan lokasi pengambilan sampel dilakukan dengan metode Purposive Sampling. Analisa logam berat menggunakan AAS (Atomic Absorbtion Spectrophotometry). Hasil penelitian menunjukan bahwa kandungan logam berat Cd dalam air berkisar  <0,001-0,004  mg/l, sedimen 2,382-7,121 mg/kg, dan P.viridis <0,01 mg/kg. Hasil ini berarti bahwa air dan daging P. viridis di Perairan Tanjung Mas masih sesuai dengan baku mutu KMLH No 51 2004 dan SNI 7387.2009 sedangkan pada sedimen telah tercemar ringan oleh logam berat Cd. Sebaran ukuran panjang cangkang yang paling mendominasi yaitu P. viridis dengan ukuran 37,26-47,25 mm
Perubahan Luasan Vegetasi Mangrove di Desa Bedono Kecamatan Sayung Kabupaten Demak Tahun 2009 dan 2019 Menggunakan Citra Satelit Landsat Pramudito, Wisnu Adjie; Suprijanto, Jusup; Soenardjo, Nirwani
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.089 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v9i2.26093

Abstract

ABSTRAK: Hutan Mangrove merupakan salah satu ekosistem vegetasi yang berada di wilayah pasang surut di pesisir, pantai dan pulau-pulau kecil. Pantai utara Jawa merupakan salah satu wilayah yang memiliki ekosistem mangrove yang mengalami perubahan cukup signifikan. Pertambahan luasan vegetasi mangrove di desa Bedono dapat diamati dengan menggunakan citra dari satelit landsat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan luas lahan mangrove yang terjadi di kawasan pesisir Desa Bedono, Kecamatan Sayung, kabupaten Demak Tahun 2009 dan 2019. Metode yang diaplikasikan dalam penelitian  dengan menggunakan metode deskriptif eksploratif, metode yang memiliki tujuan yaitu melakukan pemecahan masalah yang digali secara luas tentang sebab-sebab atau hal-hal yang mempengaruhi terjadinya sesuatu berdasarkan fakta-fakta yang terjadi di lapangan. Untuk kegiatan groundcheck menggunakan metode sampling kuadrat yaitu membuat plot berukuran 10x10 m untuk kategori pohon yang di dalamnya terdapat subplot 5x5 m untuk kategori sapling dan 1x1 m untuk kategori seedling. Hasil penelitian menunjukkan pertambahan luas lahan mangrove di Desa Bedono selama rentang waktu tahun 2009 – 2019, pada tahun 2009 sebesar 122.58 ha dan pada tahun 2019 sebesar 197.19 ha . luas vegetasi dalam kurun waktu tersebut mengalami pertambahan luas sebesar 74.76 ha. kerapatan di titik stasiun 1 memiliki kerapatan sebesar 3633 ind/ha, sementara di titik stasiun 2 dan 3 masing masing sebesar 3700 ind/ha dan 3500 ind/ha. Tiga spesies mangrove yang dapat ditemukan di kawasan mangrove desa Bedono adalah Avicennia marina, Avicennia alba, dan Rhizopora mucronata. ABSTRACT: Mangrove forest is one of the vegetation ecosystems in the tidal areas on the coast, beaches and small islands. The north coast of Java is one of the regions that has a significant change in mangrove ecosystems. Changes in the extent of mangrove vegetation in the village of Bedono can be observed using imagery from the Landsat satellite. The purpose of this study was to assess changes occurred mangrove vegetation in coastal areas Bedono Village, District Sayung, Demak district in 2009 and 2019. The method applied in research using exploratory descriptive method, a method which has the goal of solving the problem are explored extensively on the causes or matters affecting the occurrence of something based on facts on the ground. For groundcheck activity using sampling methods squares that make plots measuring 10x10 m for the category tree in which there are subplots 5x5 m for category sampling and 1x1 m for category seedling. The results showed an increase in the area of mangrove land in the village of Bedono during the span of years 2009-2019, in 2009 amounted to 122.58 ha and in 2019 amounted to 197.19 ha the area of vegetation in this period experienced an increase in area of 74.76 ha. density at station 1 has a density of 3633 ind/ha, while at station 2 and 3 points respectively 3700 ind/ha and 3500 ind/ha. Mangrove species that can be found in the mangrove area of Bedono village are Avicennia marina, Avicennia alba, and Rhizopora mucronata.
Jumlah Total Bakteri dan Bakteri Coliform Pada Air Laut dan Sedimen Perairan Laut Kecamatan Kendal Hanifah, Husna; Suprijanto, Jusup; Subagiyo, Subagiyo
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.386 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v9i3.27480

Abstract

ABSTRAK: Perairan Laut Kendal terhubung dengan Sungai Buntu, Sungai Kendal, dan Sungai Blorong yang membawa limbah dari kegiatan di darat seperti Mandi Cuci Kakus (MCK), peternakan, tambak, pertanian, dan kegiatan kapal dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Hal ini akan mempengaruhi kualitas bakteriologis perairan laut Kecamatan Kendal. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa kualitas bakteriologis air dan sedimen perairan laut Kecamatan Kendal berbasis jumlah total bakteri dan Coliform. Sampel air laut dan sedimen diambil pada bulan Oktober Tahun 2019. Analisa bakteriologis dilakukan di Laboratorium Balai Pengujian Mutu Hasil Perikanan Semarang menggunakan metode berdasarkan ISO 6222: 1999 dan SNI 01-2332.3 – 2015, SNI ISO 9308 –1: 2010 dan SNI 01-2332.1 – 2006. Hasil penelitian menunjukkan jumlah total bakteri pada sampel air laut di stasiun 1 berkisar antara 190 Cfu - 240 Cfu, di stasiun 2 antara 340 Cfu - 380 Cfu. Jumlah total Coliform pada sampel air laut di stasiun 1 dan 2 adalah 1 Cfu/ 100 ml. Jumlah total bakteri pada sampel sedimen di stasiun 1 dan 2 yaitu antara 19.000 Cfu - 90.000 Cfu dan jumlah total coliform di kedua stasiun tersebut sebesar 3,6 MPN/g Coliform. Nilai total Coliform ini berada dibawah baku mutu air laut untuk biota laut, yang maksimum adalah 1.000 dengan toleransi <10%. Sedangkan untuk jumlah total bakteri tidak diatur dalam baku mutu air laut. Tetapi secara umum jumlah total bakteri di air laut terdapat 106 sel/ ml. Sehingga nilai hasil analisis total bakteri menunjukkan kualitas air laut yang masih baik. ABSTRACT: Kendal sea waters are connected to the Buntu River, Kendal River, and the Blorong River which carry waste from human activities such as domestic waste, fishery, agriculture, ship activities, and fish auction activities. These activities can influence the bacteriological quality of the waters of Kendal District. This research was conducted to analyze the bacteriological quality of seawater and sediments from Kendal Seawaters based on the total number of bacteria and Coliform. Seawater and sediment samples were taken on October 2019. Bacteriological analysis was conducted at the Semarang Fisheries Product Quality Testing Laboratory (BPMHP) using methods based on ISO 6222: 1999 and SNI 01-2332.3 - 2015, SNI ISO 9308-1: 2010 and SNI 01-2332.1 - 2006. The results showed the total number of bacteria in sea water samples at station 1 ranged from 190 Cfu - 240 Cfu, at station 2 between 340 Cfu-380 Cfu. The total amount of Coliform in seawater samples at station 1 and 2 are 1 Cfu / 100 ml. The total number of bacteria in sediment samples at station 1 and 2 are between 19,000 Cfu - 90,000 Cfu and the total number of coliforms at both stations are 3.6 MPN / g Coliform. The total value of this coliform is below the sea water quality standard for marine life, the maximum is 1,000 with a tolerance of <10%. Where as the total number of bacteria is not regulated in the seawater quality standard. But in general the total number of bacteria in seawater is 106 cells / ml. So the value of the total bacterial analysis shows that the quality of sea water is still good.
Abu Cangkang Kerang Anadara granosa, Linnaeus 1758 (Bivalvia: Arcidae) sebagai Adsorben Logam Berat dalam Air Laut Sudarmawan, Wisnu Satriyo; Suprijanto, Jusup; Riniatsih, Ita
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.631 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v9i3.26539

Abstract

Kerang Darah merupakan komoditi ekonomis yang tersebar di seluruh wilayah perairan Indonesia, salah satunya adalah Perairan Demak. Adanya permintaan yang tinggi pada daerah demak dari hasil survey DKP Kabupaten Demak pada tahun 2018 dapat menimbulkan terjadinya limbah cangkang yang cukup banyak. Melalui pendekatan teknologi yang tepat, limbah cangkang kerang tersebut dapat diolah menjadi abu cangkang. Berdasarkan komposisi senyawa kimia abu cangkang mengandung CaO cukup tinggi sehingga abu cangkang berpotensi untuk menjerap logam berat. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah abu cangkang hasil olahan dari limbah cangkang sisa produksi kerang darah. Metode eksperimental laboratoris  dilakukandalam penelitian yaitu dengan mengontakkan secara langsung logam dan abu cangkang kerang dara (Anadara granosa) dengan pengaruh variasi jenis logam berat dengan analisis spektroskopi serapan atom (SSA). Penyerapan yang optimal terjadi pada logam berat Mangan (Mn) konsentrasi awal 0,103 mg/L menjadi <0,001 dan kontak waktu 24 jam daya serap sebesar 100%. Dapat disimpulkan bahwa pada abu cangkang cukup baik dalam penyerapan logam berat Besi (Fe), Mangan (Mn), Seng (Zn) di air laut perairan Morosari Demak karena dalam proses menghilangkan logam berat dengan struktur CaO disebut pertukaran ion dipengaruhi oleh beberapa faktor jenis adsorben yang digunakan, luas permukaan adsorben, dan konsentrasi zat yang di penjerapan. Blood cockle are economic commodities that are spread throughout the territorial waters of Indonesia, one of which is the Demak waters.  The high demand in the Demak area from the results of DKP survey in 2018 can causing a lot of cockle shell waste. Through the right technological approach, the waste is processed into blood cockle shell ash. Based on the chemical composition of shell ash containing CaO in the shell is high enough so the ash has potential to absorb heavy metals.  The material used is the blood cockle shell ash that processed from waste shell from the production of blood cockle. The experimental laboratory method was carried out in this research, by directly contacting metal and blood cockle shell ash (Anadara granosa) with the influence of variations in heavy metal types by atomic absorption spectroscopy (AAS) analysis. Optimal absorption occurs in the heavy metal Manganese (Mn) initial concentration of 0.103 mg / L to <0.001 and 24-hour contact time absorption of 100%.  It can be concluded that the shell of the product itself has not been efficient in carrying out all the absorption of heavy metals in the sea water samples of Morosari Demak waters because in the process of removing heavy metals with CaO structures is influenced by the type of adsorbent used, the surface area of the adsorbent, and the concentration of in absorption.
Identifikasi Mikroplastik di Muara Sungai Kendal, Kabupaten Kendal Hanif, Kharisma Haidar; Suprijanto, Jusup; Pratikto, Ibnu
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v9i2.26832

Abstract

ABSTRAK: Kajian mengenai mikroplastik pada muara Sungai Kendal, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah perlu dilakukan untuk mengetahui jenis polimer dan bentuk dari mikroplastik karena Sungai Kendal berpotensi membawa mikroplastik hingga ke laut. Penelitian mengenai mikroplastik ini terbagi dalam 3 tahap yaitu pengambilan, pengolahan, dan identifikasi. Pengambilan sampel pada permukaan laut menggunakan plankton net 60 µm pada 4 stasiun berbeda. Pengolahan sampel dilakukan dengan 3 tahap yaitu pendegradasian bahan organik, pemisahan densitas, penyaringan. Identifikasi polimer mikroplastik menggunakan FTIR (Fourier Transform Infra Red) dan identifikasi bentuk menggunakan mikroskop stereo. Hasil identifikasi polimer mikroplastik yang terdapat pada muara Sungai Kendal adalah polyethylene dan polypropylene. Bentuk mikroplastik yang didapatkan adalah fragment, film, foam, dan fiber. ABSTRACT: The study of microplastics in Kendal Estuary, Kendal Regency, Central Java, is necessary to know the polymer and shape of microplastics because Kendal River has potential to bring microplastics to ocean.  This study contains three steps of processing. The first step is sampling, then sample processing, and identification. Sample of microplastics is taken in surface water using plankton net 60 µm at 4 stations. Sample processing had three steps, first is the degradation of organics matter, density separation, then sample filtration. Polymer identification used FTIR (Fourier Transform Infrared) and shape identification used stereo microscope. The results of polymer identification indicate that is two type of polymer, that is polyethylene and polypropylene. the shape of microplastics is fragment, film, foam, and fiber 
Kandungan Klorofil-a dan Kelimpahan di Perairan Kendal, Jawa Tengah Garini, Bonita Nindya; Suprijanto, Jusup; Pratikto, Ibnu
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v10i1.28655

Abstract

Kondisi perairan suatu wilayah memiliki tingkat kesuburan yang berbeda – beda salah satunya pada Perairan Jawa khususnya bagian utara. Perairan Utara Jawa memiliki kondisi arus dan gelombang yang cukup stabil dimana hal ini berpengaruh terhadap kandungan yang terdapat di dalamnya. Perairan Kendal merupakan salah satu perairan yang terletak di Utara Jawa yang dimanfaatkan dalam kegiatan perikanan. Kendal merupakan Kabupaten yang memiliki hasil tangkapan ikan yang cukup besar yang dimanfaatkan masyarakat untuk kehidupan sehari- hari. Kabupaten Kendal juga terkenal dengan kegiatan industri seperti industri Kayu Lapis. Kegiatan industri berdampak terhadap kondisi perairan di Kendal karena buangan limbah cair maupun padat yang dapat mempengaruhi tingkat kesuburan. Tingkat sesuburan perairan dapat dilihat salah satunya dari kandungan klorofil-a yang terdapat di dalamnya. Kandungan klorofil-a pada perairan dapat dilihat melalui banyaknya fitoplankton karena fitoplankton merupakan penghasil klorofil-a tertinggi di perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas Perairan Kendal dilihat dari kandungan klorofil-a dan fitoplankton. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, metode deskripstif dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran tentang kualitas perairan melalui sebaran kandungan spasial klorofil-a pada Perairan Kendal. Teknik penentuan lokasi sampling dan pengambilan sampel menggunakan metode purpose sampling. Pengambilan data lapangan dilakukan sebanyak 10 titik. Titik lokasi ditandai menggunakan Global Positioning System. Hasil yang didapatkan dari penelitian menunjukkan hasil persebaran konsentrasi klorofil-a pada masing – masing stasiun berbeda dan hasil kelimpahan fitoplankton yang di dapatkan juga berbeda tetapi sesuai dengan konsentrasi klorofil-a pada masing – masing stasiun. Perbedaan disebabkan karena adanya faktor perbedaan lokasi sampling. Konsentrasi klorofil yang tertinggi terdapat pada stasiun 6 sebesar 1,7025 mg/m³ dan kelimpahan fitoplankton tertinggi juga pada stasiun 6 sebanyak 43.373 sel/L.The condition of the waters of an area has different fertility levels - one of which is in the Java waters especially in the north. The waters of North Java have relatively stable currents and waves which affect the content contained therein. Kendal waters is one of the waters located in North Java that is used in fisheries activities. Kendal is a regency that has a large enough fish catch that is utilized by the community for daily life. Kendal Regency is also famous for industrial activities such as the Plywood Industry. Industrial activities have an impact on water conditions in Kendal because of liquid and solid waste discharges that can affect fertility. Water fertility can be seen one of them from the content of chlorophyll-a contained in it. Chlorophyll-a content in water can be seen through the number of phytoplankton because phytoplankton is the highest chlorophyll-a producer in water. The purpose of this study was to determine the quality of Kendal Waters in terms of chlorophyll-a and phytoplankton content. The method used in this research is descriptive method, descriptive method is intended to get a picture of the quality of waters through the distribution of spatial content of chlorophyll-a in Kendal waters. The technique of determining the location of sampling and sampling uses the purpose sampling method. Field data collection was carried out by 10 points. Location points are marked using the Global Positioning System. The results obtained from the study showed that the distribution of chlorophyll-a concentrations at each station was different and the results of the abundance of phytoplankton obtained were also different but in accordance with the concentration of chlorophyll-a at each station. The difference is due to the sampling location difference factor. The highest chlorophyll concentration was found at station 6 at 1.7025 mg/m³ and the highest phytoplankton abundance was also at station 6 as many as 43,373 cells/L.
Indeks Kondisi Kerang Bambu yang Didaratkan Di TPI Tasik Agung, Rembang, Jawa Tengah Ramadhani, Aulia Dessy; Redjeki, Sri; Suprijanto, Jusup
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v10i2.29999

Abstract

Kerang bambu merupakan  salah  satu  jenis  Moluska  dari  famili  Solenidae  yang mempunyai nilai ekonomis. Potensi sumberdaya hayati kerang bambu ini menarik untuk diteliti lebih dalam mengingat permintaannya yang semakin meningkat. Upaya pengambilan kerang bambu jika tidak diimbangi dengan selektivitas ukuran dan dilakukan penangkapan secara terus-menerus maka dapat mengakibatkan hilangnya organisme ini. Mengingat masih minimnya informasi mengenai kerang bambu (Solen sp.) sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai morfometri, hubungan panjang dan berat serta indeks kondisi kerang bambu. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan panjang cangkang dan berat total serta nilai indeks kondisi dari kerang bambu (Solen sp.). Penelitian ini dilakukan dengan mengukur aspek morfometri seperti panjang, lebar dan berat total. Hasil penelitian menunjukkan hubungan antara panjang cangkang dan berat total memiliki nilai b = 3,99 dan R2=0.5742. Nilai indeks kondisi kerang bambu (Solen sp.) dari TPI Tasik Agung, Rembang, Jawa Tengah pada kategori kurus sebesar 1.9% dengan jumlah 1 ekor, kategori sedang sebesar 13,3% dengan jumlah 67 ekor dan kategori gemuk sebesar 86.4% dengan jumlah 433 ekor.Bamboo clams are type of mollusc from the Solenidae family that have economic value. The potential of bamboo clam is interesting to be investigated more deeply considering its increasing demand. Efforts to collect bamboo clams of it’s not balanced with size selectivity and continuous fishing can result in the loss of these organisms. Given the lack of information on bamboo clams (Solen sp.) it is necessary to conduct research on morphometry, length and weight relationship and condition index of bamboo clams. The purpose of this study was to determine condition index value of bamboo clams (Solen sp.). This research was conducted by measuring morphometric aspects such as length, width, and total weight. The result showed that the condition index value of bamboo clams (Solen sp.) in TPI Tasik Agung, R, Central Java in the thin category was 1.9% with 1 individuals, the moderate category was 13.3% with 67 individuals and the fat category was 86.4% with 433 individuals.
Kandungan Mikroplastik pada Sedimen di Perairan Bandengan Kabupaten Kendal Laksono, Ollivia Brylliant; Suprijanto, Jusup; Ridlo, Ali
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v10i2.29032

Abstract

Mikroplastik adalah plastik yang berukuran kurang dari 5 mm sehingga dapat ditrasnportasikan disedimen dan memiliki dampak pada lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengetahui bentuk dan jumlah mikroplastik di sedimen Perairan Bandengan Kabupaten Kendal. Sampel sedimen diambil pada Bulan April dan Agustus 2019 secara purposive sampling menggunakan sediment grab pada 3 stasiun berbeda, yaitu stasiun 1 (berjarak ± 9 km dari muara ke laut lepas. Stasiun 2 (berjarak ± 3 km dari muara ke laut lepas dan stasiun 3 (Muara) pada kedalaman lapisan sedimen masing-masing stasiun 2 m. Sedimen sebanyak 25 g direndam dalam 100 ml larutan ZnCl2 (972 g ZnCl2 + 1000 ml akuades) selama 24 jam. Partikel mikroplastik yang mengambang diambil lalu direndam dalam larutan H2O2 30% 50 ml selama 24 jam, kemudian disaring dengan kertas whattman nomor 42 ukuran pori 2 μm dan diamati dengan mikroskop pada perbesaraan 10x10.  Keberadaan mikroplastik di Perairan Bandengan Kabupaten Kendal diduga berasal dari industri disekitar perairan aktivitas nelayan serta kegiatan masyarakat dengan bentuk mikroplastik yang ditemukan yaitu fiber, fragmen, film dan pelet. Jumlah mikroplastik pada Bulan April di stasiun 1, 2 dan 3 berturut turut adalah  271, 142 dan 107 partikel, sedangkan pada Bulan Agustus di Stasiun 1, 2 dan 3  adalah 144, 178, dan 83 partikel. Bentuk mikroplastik yang dominan bervariasi di setiap stasiun pada kedua waktu pengamatan. Pada April, bentuk mikroplastik yang dominan adalah pelet (189 partikel), sedangkan pada Agustus, jumlah terbanyak adalah pelet (186 partikel). Warna yang paling banyak adalah hitam (222 partikel). Ukuran mikroplastik terkecil adalah pelet (1,14 µm) dan terpanjang adalah fiber (214,4 µm).  Microplastics are plastics that are less than 5 mm in size so that they can be transported in sediment and have an impact on the environment. This study aims to determine the shape and amount of microplastics in the sediments of Bandengan waters in Kendal Regency. Sediment samples were taken in April and August 2019 by purposive sampling using sediment grabs at 3 different stations, namely station 1 (± 9 km from the estuary to the open sea. Station 2 (± 3 km from the estuary to the high seas) and station 3 (± 3 km from the estuary to the high seas). Estuary) at a depth of 2 m of sediment layer at each station. 25 g of sediment was immersed in 100 ml of ZnCl2 solution (972 g ZnCl2 + 1000 ml distilled water) for 24 hours. Floating microplastic particles were taken and then immersed in 30% 50 ml H2O2 solution for 24 hours, then filtered with Whattman paper number 42 with a pore size of 2 μm and observed with a microscope at a magnification of 10x10.The presence of microplastics in Bandengan waters, Kendal Regency is thought to have come from industries around the waters of fishing activities as well as community activities with microplastic forms found, namely fiber, fragments , films and pellets. The number of microplastics in April at stations 1, 2 and 3 were 271, 142 and 107 particles, respectively. Shows in August at Stations 1, 2 and 3 are 144, 178, and 83 particles. The dominant form of microplastic varied at each station at the two observation times. In April, the dominant form of microplastic was pellets (189 particles), while in August, the highest number was pellets (186 particles). The most common color was black (222 particles). The smallest microplastic size was pellets (1.14 µm) and the longest was fiber (214.4 µm).
Pencemaran Logam Berat Kadmium (Cd) dalam Kerang Darah (Anadara granosa) yang Didaratkan di Tambak Lorok Semarang Satriawan, Erian Febri; Widowati, Ita; Suprijanto, Jusup
Journal of Marine Research Vol 10, No 3 (2021): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v10i3.30155

Abstract

Perairan Tambak Lorok Semarang merupakan daerah yang terdapat banyak aktivitas industri. Banyaknya aktivitas industri di perairan Tambak Lorok Semarang dapat menyebabkan tingginya angka pencemaran lingkungan, terutama logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat Cd (kadmium) pada kerang darah (Anadara granosa) yang terdapat di perairan Tambak Lorok Semarang dan kemudian dilakukan analisis terhadap penilaian resiko kesehatan manusia. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret, Juni, Juli dan Agustus tahun 2020 di perairan Tambak Lorok Semarang. Logam berat dari kerang tersebut berdasarkan pembacaan Inductively Coupled Plasma (ICP) menunjukkan nilai berturut – turut 0,280 mg/kg; 0,514 mg/kg; 0,430 mg/kg; dan 1,649 mg/kg. Berdasarkan konsentrasi rata-rata Cd lebih rendah dari BSN (2009) yaitu 1 mg/kg kecuali pada bulan Agustus 2020. Perkiraan asupan harian (EDI) oleh masyarakat berkisar antara (0,000168-0,000987) mg/kg/hari. Lalu, nilai bahaya target (THQ) untuk Cd berkisar (0,161-0,946). Nilai ECR yang didapatkan untuk Cd berkisar antara (2,6x10-5 - 1,5x10-4) Pada umumnya semua nilai THQ pada kerang A. granosa kurang dari 1. Sementara semua nilai ECR pada kerang A. granosa kurang dari 10-4 pada bulan Agustus 2020. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kerang A. granosa yang terdapat di perairan Tambak Lorok Semarang masih bisa untuk dikonsumsi. Dan tidak ada efek buruk kesehatan non-karsinogenik. Namun pada bulan Agustus 2020 memiliki efek karsinogenik. apabila masyarakat mengkonsumsi daging kerang A. granosa yang terpapar logam berat kadmium (Cd). Tambak Lorok Waters in Semarang is an area that has many industrial activities. A large number of industrial activities in Tambak Lorok Semarang waters can cause a high number of environmental pollution, especially heavy metals. This study aims to determine the content of heavy metal Cd (cadmium) in blood clams (Anadara granosa) found in Tambak Lorok waters Semarang. Based on the metal content, an analysis of human health risk assessments was carried out. This research was conducted in March, June, July, and August 2020 in Tambak Lorok waters, Semarang. The heavy metals from these shells based on Inductively Coupled Plasma (ICP) readings showed a value of 0.280 mg/kg respectively; 0.514 mg/kg; 0.430 mg / kg; and 1.649 mg/kg. Based on the average concentration of Cd is lower than BSN (2009) that is 1 mg/kg except in August 2020. Estimated daily intake (EDI) by the community ranges from (0.000168-0.000987) mg/kg/day. Then, the target hazard value (THQ) for Cd ranges (0.161-0.946). The value of ECR for Cd range between (2,6x10-5 - 1,5x10-4). In general, all THQ values in A. granosa shells are less than 1. And then for all ECR value in A. granosa was less than 10-4. Based on this research, it can be concluded that A. granosa shells found in Tambak Lorok Semarang waters are still able for consumption. And there are no adverse non-carcinogenic health effects. But in August 2020 it has a carcinogenic effect. if people consumed A. granosa exposed by heavy metal cadmium (Cd).
Aktivitas Enzim Pencernaan Amilase dan Protease Juvenil Abalon (Haliotis asinina) yang Dipelihara pada Salinitas Berbeda Saridu, Siti Aisyah; Anggoro, Sutrisno; Suprijanto, Jusup; Effendy, Irwan Junaedi
Jurnal Media Akuatika Vol 6, No 3 (2021): Juli
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.363 KB) | DOI: 10.33772/jma.v6i3.23569

Abstract

Salinitas merupakan salah satu parameter kualitas air yang mempengaruhi kehidupan hewan akuatik, termasuk molluska laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas enzim pencernaan amilase dan protease juvenil H. asinina yang dipelihara pada salinitas berbeda. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok. Hewan uji dibagi berdasarkan kelompok ukuran panjang cangkang, yaitu 2,0-2,5 cm, 3,0-3,5 cm dan 4,0-4,5 cm dan dipelihara pada salinitas berbeda yaitu 26‰, 29­‰, 32­‰ dan 35‰ selama 30 hari. Selama masa pemeliharaan, hewan uji diberikan pakan alami Gracilaria verrucosa. Pengukuran aktivitas enzim pencernaan dilakukan pada hepatopankreas dan organ viscera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salinitas media berbeda berpengaruh nyata terhadap aktivitas amilase dan protease (P<0,05). Aktivitas amilase pada salinitas 26‰, 29‰, 32‰ dan 35‰ berturut-turut yaitu 1,1387±0,2158 U/mg protein, 1,0908±0,3531 U/mg protein, 0,7595±0,1044 U/mg protein dan 0,7137±0,2014 U/mg protein. Aktivitas protease juvenil yang dipelihara pada salinitas 26‰, 29‰, 32‰ dan 35‰ berturut-turut yaitu 0.0031±0.0045 U/mg protein, 0.0177±0.0103 U/mg protein, 0.0167±0.0118 U/mg protein dan 0.0239±0.0023 U/mg protein. Berdasarkan hasil penelitian, H. asinina sebaiknya dipelihara pada salinitas >29‰ karena aktivitas protease yang sangat rendah dapat menurunkan kecernaan protein sehingga menghambat pertumbuhan.