Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Media Agribisnis

Pemetaan Tingkat Bahaya Erosi dengan Pemanfaatan Teknologi Drone di DTA Cipaheut Sub DAS Cikapundung Hulu Elita Cahyani; Abraham Suriadikusumah; Apong Sandrawati
Media Agribisnis Vol. 7 No. 1 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/agribisnis.v7i1.3232

Abstract

Technology in the field of mapping is constantly evolving to provide convenience for human work. One of the innovations that are developing in today’s modern era is drone or Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Erosion mapping and erosion measurements are carried out to determine the potential risk of erosion in certain areas. The erosion risk map shows the distribution of erosion hazard levels in an area. The objective of this research is to determine erosion prediction and erosion hazard levels spatially based on USLE (Universal Soil Loss Equation) method using drone. The used of UAV for collecting data to generate soil erosion risk map at detail scale based on USLE method is relatively infrequently done in Indonesia. The research was conducted in Cipaheut Watershed, Cikapundung Hulu Sub-watershed, Cimenyan, Cimenyan, Bandung Regency, West Java. The results of the study show that the role of drone is very helpful in mapping general conditions and land use spatially. In addition, drones are able to provide actual data sources to identify the physical factors needed in the USLE method of erosion calculations such as LS, C and P factors. Erosion prediction and erosion hazard levels can be calculated using data acquired from drones. There are 8 SPLs with a total land area of ​​225.10 Ha. SPL 5 with the use of dry land and steep slope have the highest erosion prediction values ​​of 703.1207 tons/ha/year and an erosion hazard index of 87.8901 tons/ha/year with a very high level of erosion hazard.
Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum) di Kecamatan Cibeureum Kota Sukabumi Darsiti, Tita; Suriadikusumah, Abraham; Arifin, Mahfud
Media Agribisnis Vol. 8 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/agribisnis.v8i1.5012

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum) merupakan salah satu komoditas sayuran yang mendapat prioritas dalam pengembangannya. Pengembangan tersebut dilakukan dengan mencari lahan yang sesuai agar produksi bawang merah dapat memenuhi pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelas kesesuaian lahan dan luas lahan untuk penanaman bawang merah di Kecamatan Cibeureum Kota Sukabumi. Penelitian telah dilakukan pada bulan Agustus hingga Oktober 2023 di Kecamatan Cibeureum dan analisis di Laboratorium Tanah Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa). Pengambilan sampel tanah ditentukan berdasarkan satuan peta lahan yang dihasilkan dari overlay peta jenis tanah, curah hujan, kemiringan lereng, dan penggunaan lahan, menghasilkan 11 SPL. Metode pengambilan sampel tanah menggunakan composite sampling dan metode penilaian kesesuaian lahan menggunakan metode matching table. Hasil evaluasi lahan aktual di Kecamatan Cibeureum menunjukkan S3wa (sesuai marginal) pada SPL 5, 6, 7, 8, 9, 10, dan 11 seluas 539,81 ha; S3wa,nr pada SPL 1, 2, dan 3 seluas 66,64 ha; dan S3wa,nr,eh pada SPL 4 seluas 5,69 ha dengan masing-masing faktor pembatas ketersediaan air (wa), retensi hara (nr), dan bahaya erosi (eh). Adapun lahan yang dapat direkomendasikan untuk budidaya bawang merah di Kecamatan Cibeureum seluas 612,14 ha. Upaya perbaikan yang dapat dapat dilakukan untuk meningkatkan kelas kesesuaian lahan tersebut adalah membuat drainase, pengapuran, dan terasering. Hasil penilaian kesesuaian lahan potensial meningkat dari S3 menjadi S2 (cukup sesuai) dengan faktor pembatas ketersediaan air, media perakaran, retensi hara, dan bahaya erosi.