Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penggunaan Filler Abu Serabut Kelapa dan Kombinasi Limbah Plastik Pada Aspal Pen. 60/70 Terhadap Stabilitas dan Durabilitas Campuran Beton Aspal Tahtayusmar, Nadia Rayhana; Saleh, Sofyan M.; Suryani, Fitrika Mita
Journal of The Civil Engineering Student Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 Maret 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v7i1.4125

Abstract

Salah satu alternatif membangun konstruksi jalan yang lebih ekonomis adalah dengan melakukan pemodifikasian pada campuran beton aspal dengan mengganti filler menggunakan abu serabut kelapa. Selain itu, penggunaan limbah kombinasi plastik akan dicampurkan pada campuran agregatnya (cara kering) dimana jenis plastik yang digunakan adalah kombinasi dari jenis Polyethylene Terephthate (PET), Polypropylene (PP) dan Polystyrene (PS). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hasil karakteristik campuran beton aspal menggunakan filler abu serabut kelapa pada laston lapis aus (AC-WC) kombinasi plastik pada aspal penetrasi 60/70 dengan cara kering. Penelitian ini diawali dengan mencari kadar aspal optimum (KAO). Kemudian dilakukan pembuatan benda uji dengan kombinasi limbah plastik sebesar 2,7%; 4,7% dan 6,7% terhadap berat aspal pada KAO dan KAO. Hasil pengujian stabilitas tertinggi memenuhi spesifikasi yaitu 1000 kg sebesar 2025,30 kg, namun pada nilai durabilitasnya adalah sebesar 33,27% sangat jauh dari nilai spesifikasi yaitu 90%.
Penentuan Lokasi Prioritas Penanganan Untuk Mengidenfitikasi 9 Simpang Rawan Kecelakaan di Banda Aceh Handayani, Endang; Sugiarto, Sugiarto; Suryani, Fitrika Mita
Journal of The Civil Engineering Student Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 Maret 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v7i1.3820

Abstract

Kecelakaan yang telah terjadi pada simpang memberi dampak yang begitu besar terhadap kerugian materi hingga kematian. Berdasarkan data dari Kepolisian resor kota (Polresta) Banda Aceh untuk 3 tahun berturut-turut 2013, 2014, dan 2015 jumlah kecelakaan tercatat 15 kali terjadi dengan kerugian materi telah mencapai 82 juta rupiah. Penelitian ini ditujukan untuk mengidentifikasi simpang rawan kecelakaan dan menentukan lokasi rawan yang perlu mendapatkan penanganan terlebih dahulu. Berdasarkan Prosedur Penanganan Lokasi Rawan Kecelakaan Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah (Pd T-09-2004-B) untuk kasus simpang digunakan metode frekuensi kecelakaan lalu lintas, metode tingkat kecelakaan dan tingkat keparahan kecelakaan atau Equivalent Property Damage Only (EPDO). Hasil perhitungan dengan menggunakan metode tersebut disimpulkan bahwa Simpang Tujuh merupakan simpang yang pertama diprioritaskan untuk mendapatkan penanganan terlebih dahulu, selanjutnya Simpang Pasar Aceh merupakan simpang kedua yang diprioritaskan sedangkan simpang Dodik merupakan simpang yang ketiga diprioritaskan.
Pembuatan Peta Administrasi Gampong Luthu Lamweu Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Aceh Besar Faisal, Ruhdi; Mutiawati, Cut; Suryani, Fitrika Mita; Saleh, Sofyan M.; Taufiq, Luthfi Chaliqi
PESARE: Jurnal Pengabdian Sains dan Rekayasa Vol 2, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/pesare.v2i1.37359

Abstract

Maps are a tool for communicating between map makers and map users, so that maps are required to be able to present the functions and information of the objects depicted optimally. The aim of the service is to create an administrative map. The regulations used in making this map are regulations issued by the Head of the Geopatial Information Agency (PerKaBIG) Number 3 of 2016 concerning Technical Specifications for Presenting Village Maps. Making this map uses tools in the form of GIS (Geographic Information System) software. This data collection was carried out by mapping hamlet boundaries using Google Earth Pro software, then the results were extracted into the GIS application, then adjustments were made to the map data into map form and reproducing or printing the map in map form. The map that will be created is an administrative map of the division of hamlets into villages or also called Gampong in Acehnese. This map was made in Gampong Luthu Lamweu, Sukamakmur District, Aceh Besar Regency which has three hamlets, namely Amplam Batee Hamlet, Lamweu Hamlet and Lam Ara Hamlet. Administratively, Luthu Lamweu Gampong is bordered to the north by Reuhat Tuha Gampong, to the south by Gampong Aneuk Glee Mountain/Bukit Barisan, to the east by Gampong Baet Mesjid and to the west by Luthu Dayah Krueng Gampong.