Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Integrasi Evaluasi Kesesuaian Lahan dan Pengelolaan Lahan Lokal Bawang Merah di Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes: Aplikasi Pendekatan Ilmu Pertanian Terapan Lestari, Valdya Hartati; Suryaningtyas, Dyah Tjahyandari; Mulatsih, Sri
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 8 (2025): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i8.11719

Abstract

Larangan District as one of the centers of shallot production with the highest potential in Brebes Regency, Indonesia shows that the intensive land management system practiced by local farmers with excessive agrochemical inputs has caused negative environmental impacts and a decline in shallot production. This study aims to integrate agricultural land suitability evaluation with local land management of shallot, through the agricultural science technology approach for increase productivity of shallot and preserving local land management. The research methods include soil sampling, laboratory analysis, spatial data analysis using the matching and overlay method employing Inverse Distance Weighting Interpolation (IDW), as well as an social data analysis with ethnographic approach through in-depth interviews and participatory observation, and also descriptive analysis. The results shows that the actual land suitability of shallot are 2,564.95 ha as S2 class with limiting factors of rainfall, root medium, nutrient retention, and available nutrients, 7,140.05 ha as S3 class and 6,284.99 ha as N class with limiting factor of rainfall. The integration of agricultural science technology with local land management practices, such as gilir giring water management and mupuk organic fertilization, offers a sustainable pathway to address limiting factors with implementation of GIS-based zoning programs combined with farmer field schools for knowledge transfer that synthesizes scientific innovation, without compromising local farming community.
OVERVIEW PERBANDINGAN HASIL UJI KUALITAS KIMIA TANAH ASPEK pH, C ORGANIK, N TOTAL, DAN KTK LAHAN REKLAMASI TAMBANG, STUDI KASUS : PERUSAHAAN TAMBANG KOMODITAS NIKEL, BATUBARA, DAN TIMAH Dewi, Mesias Citra; Umar, Muh Adyon; Suryaningtyas, Dyah Tjahyandari
Jurnal Inovasi Pertambangan dan Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Inovasi Pertambangan dan Lingkungan
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jipl.v3i2.35770

Abstract

Reklamasi merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kegiatan pertambangan dan merupakan kunci akhir apakah suatu tambang tersebut dapat dikembalikan sesuai peruntukannya. Pada penelitian ini dilakukan dengan metode literature review, dimana sebuah metode yang sistematis, eksplisit dan reprodusibel untuk melakukan identifikasi, evaluasi serta sintesis terhadap karya-karya hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan sampel tanah diambil pada lahan reklamasi, pada satu titik sampling yang memiliki karakter fisik kondisi tanah yang sama. Dari ketiga komoditas yaitu nikel, batubara, dan timah didapatkan bahwa karakteristik tanah berupa pH dengan derajat keasaman tertinggi atau di bawah kriteria tanah ideal (pH 5.5 – 7.5) adalah komoditas timah. Nilai C organik untuk semua komoditas berada pada nilai sangat rendah. Untuk nilai C total berada pada tingkat kesuburan sangat rendah pada komoditas batubara dan timah. Pada komoditas timah memiliki nilai kapasitas tukar kation yang sangat rendah sedangkan 2 (dua) komoditas lainnya sedang.
OVERVIEW PERBANDINGAN METODE OPEN LIMESTONE DRAIN DAN ANOXIC LIMESTONE DRAIN DALAM PENGOLAHAN AIR ASAM TAMBANG Kallo, Nandita Suri; Muzakkir, Shulha; Suryaningtyas, Dyah Tjahyandari
Jurnal Inovasi Pertambangan dan Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Inovasi Pertambangan dan Lingkungan
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jipl.v4i1.36150

Abstract

Kegiatan pertambangan memiliki beberapa dampak buruk terhadap lingkungan, salah satunya adalah munculnya Air Asam Tambang (AAT). Air asam tambang memiliki nilai pH yang rendah serta kandungan logam-logam terlarut yang tinggi. Oleh sebab itu, air asam tambang harus diolah terlebih dahulu sebelum dikeluarkan ke lingkungan. Pengolahan air asam tambang dapat digunakan dengan dua cara, yaitu active treatment dan passive treatment. Passive treatment merupakan metode pengolahan yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan active treatment. Pada pengolahan passive treatment terdapat metode-metode yang menggunakan material alkalin, dua diantaranya adalah metode Open Limestone Drain (OLD) dan Anoxic Limestone Drain (ALD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan tingkat keefektifan dari kedua metode tersebut. Penelitian dilakukan dengan metode literature review dengan cara mengumpulkan dan menganalisis hasil penelitian yang telah dilakukan dan telah diterbitkan sebelumnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem Open Limestone Drain memiliki kemampuan penetralan dan pengurangan kandungan logam-logam terlarut yang lebih baik dibanding sistem Anoxic Limestone Drain, namun memiliki dissolution rate limestone yang lebih rendah. Sistem Open Limestone Drain juga menunjukkan keefektifan yang lebih baik dari sistem Anoxic Limestone Drain dalam pengolahan air asam tambang.
EVALUASI METODE PENGOLAHAN PASIF UNTUK MENURUNKAN pH DAN KANDUNGAN LOGAM TERLARUT PADA AIR ASAM TAMBANG Deksarina, Deksarina; Suryaningtyas, Dyah Tjahyandari
Jurnal Inovasi Pertambangan dan Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Inovasi Pertambangan dan Lingkungan
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jipl.v4i2.44311

Abstract

Kegiatan pertambangan dapat menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan, salah satunya adalah terbentuknya Air Asam Tambang (AAT) yang memiliki pH rendah dan kandungan logam terlarut yang tinggi. Oleh karena itu, AAT perlu diolah sebelum dibuang ke lingkungan. Pengolahan AAT dapat dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu pengolahan aktif dan pengolahan pasif. Pengolahan pasif lebih ramah lingkungan dibandingkan pengolahan aktif. Beberapa metode pengolahan pasif merupakan pengembangan sistem biologi untuk penetralan seperti Aerobic Wetland (AeW) dan Anaerobic Wetland (AnW) dalam menciptakan ekosistem rekayasa yang menyediakan fungsi redoks, netralisasi asam, dan sedimentasi yang diperlukan, selain itu dalam passive treatment penggunaan material alkalin dapat diterapkan melalui beberapa metode, di antaranya Anoxic Limestone Drain (ALD) dan Open Limestone Drain (OLD). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas dari keempat metode tersebut. Penelitian dilakukan dengan metode tinjauan pustaka, mengumpulkan dan menganalisis hasil penelitian yang telah dipublikasikan. Berdasarkan hasil penelitian, sistem ALD dan AnW terbukti lebih efektif dalam menurunkan pH dan mengurangi kandungan logam terlarut, ALD lebih efektif dalam menurunkan pH dan mengendapkan logam berat seperti (Fe) namun memerlukan pemeliharaan rutin terhadap media limestone nya. Sebaliknya, Anw lebih efisien dalam mengelola bahan organik dan penetralan asam melalui aktivitas bakteri pereduksi sulfat, meskipun metodenya membutuhkan area yang lebih luas dan pasokan bahan organik yang terus-menerus. Secara keseluruhan, setiap metode memiliki keunggulan dan kelemahan tergantung pada kondisi tambang dan tujuan pengolahan air.
Pemberdayaan Petani melalui Kegiatan Penanaman Bambu sebagai Upaya Peningkatan Literasi Lingkungan untuk Perlindungan Sumber Daya Air di Lahan Pertanian Romadhon, Muhammad Fauzi; Saleh, Pran Moch; Fattah, Muh. Firmansyah; Alam, Muh Arif; Afifah, Jati Ratna; Iskandar, Iskandar; Suryaningtyas, Dyah Tjahyandari; Dewi, Farida Ratna; Agriani, Febi; Arifin, Muh Fiqri; Achmal, Noer Meilinda; Isramayana, Isramayana; Fikri, Andi Haikal; Sapara, Fadli Fajar; Zelman, Zelman
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 3 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i3.1004

Abstract

Petani di Desa Punagaya, Kabupaten Jeneponto menghadapi tantangan ganda berupa degradasi lahan dan krisis air tahunan yang diperparah oleh rendahnya literasi lingkungan oleh para petani. Praktik pertanian yang bergantung pada pupuk kimia dan minimnya upaya konservasi mengancam keberlanjutan sektor pertanian di wilayah tersebut. Menjawab permasalahan ini, kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan perlindungan dan pelestarian sumber mata air di lahan pertanian masyarakat dilaksanakan melalui kemitraan antara PT PLN NP UP Punagaya, IPB University, dan petani lokal. Kegiatan ini menggunakan metode community development dengan pendekatan partisipatif learning by doing yang mengkombinasikan penyuluhan interaktif dengan praktik langsung penanaman bambu di sekitar embung. Evaluasi kegiatan melalui pre-test dan post-test menunjukkan hasil yang sangat positif, di mana terjadi peningkatan literasi lingkungan petani secara signifikan sebesar 54,2% yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, minat, dan motivasi. Kegiatan ini berhasil membentuk area percontohan konservasi air dan menumbuhkan kesadaran serta tanggung jawab kolektif petani terhadap pentingnya perlindungan sumber daya air.
Integrating Mining Management Strategy with Mining Area Sustainability Index Majid, Riza Nur Fajrin; Munibah, Khursatul; Suryaningtyas, Dyah Tjahyandari; Latifa, Nisa
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 22, No 3 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v22i3.837-851

Abstract

Mining in Central Bangka Regency has continued to grow since the era of regional autonomy, with the dominance of alluvial tin mining which has a major impact on the environment. The rise of unconventional mining has exacerbated land degradation, increased the area of critical environments, and reduced the quality of ecosystems. This study aims to assess the value of sustainability based on the Mining Area Sustainability Index as a basis for formulating development policies.  The results show that mining activities cause a reduction in forest cover and an increase in the level of environmental criticality, especially due to unconventional mining which is difficult to control. The community has a positive perception of mining activities. The results showed a sustainability score in the less sustainable category (42.55), with the environmental aspect as the lowest aspect. To improve the sustainability score, a moderate policy scenario was chosen as the best strategy, focusing on managing environmental impacts, utilizing ex-mining land, and improving community health and safety. With the right policy approach and synergy between stakeholders, the sustainability of the mining sector in Central Bangka Regency can be achieved.