Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

OVERVIEW PERBANDINGAN HASIL UJI KUALITAS KIMIA TANAH ASPEK pH, C ORGANIK, N TOTAL, DAN KTK LAHAN REKLAMASI TAMBANG, STUDI KASUS : PERUSAHAAN TAMBANG KOMODITAS NIKEL, BATUBARA, DAN TIMAH Dewi, Mesias Citra; Umar, Muh Adyon; Suryaningtyas, Dyah Tjahyandari
Jurnal Inovasi Pertambangan dan Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Inovasi Pertambangan dan Lingkungan
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jipl.v3i2.35770

Abstract

Reklamasi merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kegiatan pertambangan dan merupakan kunci akhir apakah suatu tambang tersebut dapat dikembalikan sesuai peruntukannya. Pada penelitian ini dilakukan dengan metode literature review, dimana sebuah metode yang sistematis, eksplisit dan reprodusibel untuk melakukan identifikasi, evaluasi serta sintesis terhadap karya-karya hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan sampel tanah diambil pada lahan reklamasi, pada satu titik sampling yang memiliki karakter fisik kondisi tanah yang sama. Dari ketiga komoditas yaitu nikel, batubara, dan timah didapatkan bahwa karakteristik tanah berupa pH dengan derajat keasaman tertinggi atau di bawah kriteria tanah ideal (pH 5.5 – 7.5) adalah komoditas timah. Nilai C organik untuk semua komoditas berada pada nilai sangat rendah. Untuk nilai C total berada pada tingkat kesuburan sangat rendah pada komoditas batubara dan timah. Pada komoditas timah memiliki nilai kapasitas tukar kation yang sangat rendah sedangkan 2 (dua) komoditas lainnya sedang.
OVERVIEW PERBANDINGAN METODE OPEN LIMESTONE DRAIN DAN ANOXIC LIMESTONE DRAIN DALAM PENGOLAHAN AIR ASAM TAMBANG Kallo, Nandita Suri; Muzakkir, Shulha; Suryaningtyas, Dyah Tjahyandari
Jurnal Inovasi Pertambangan dan Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Inovasi Pertambangan dan Lingkungan
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jipl.v4i1.36150

Abstract

Kegiatan pertambangan memiliki beberapa dampak buruk terhadap lingkungan, salah satunya adalah munculnya Air Asam Tambang (AAT). Air asam tambang memiliki nilai pH yang rendah serta kandungan logam-logam terlarut yang tinggi. Oleh sebab itu, air asam tambang harus diolah terlebih dahulu sebelum dikeluarkan ke lingkungan. Pengolahan air asam tambang dapat digunakan dengan dua cara, yaitu active treatment dan passive treatment. Passive treatment merupakan metode pengolahan yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan active treatment. Pada pengolahan passive treatment terdapat metode-metode yang menggunakan material alkalin, dua diantaranya adalah metode Open Limestone Drain (OLD) dan Anoxic Limestone Drain (ALD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan tingkat keefektifan dari kedua metode tersebut. Penelitian dilakukan dengan metode literature review dengan cara mengumpulkan dan menganalisis hasil penelitian yang telah dilakukan dan telah diterbitkan sebelumnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem Open Limestone Drain memiliki kemampuan penetralan dan pengurangan kandungan logam-logam terlarut yang lebih baik dibanding sistem Anoxic Limestone Drain, namun memiliki dissolution rate limestone yang lebih rendah. Sistem Open Limestone Drain juga menunjukkan keefektifan yang lebih baik dari sistem Anoxic Limestone Drain dalam pengolahan air asam tambang.
EVALUASI METODE PENGOLAHAN PASIF UNTUK MENURUNKAN pH DAN KANDUNGAN LOGAM TERLARUT PADA AIR ASAM TAMBANG Deksarina, Deksarina; Suryaningtyas, Dyah Tjahyandari
Jurnal Inovasi Pertambangan dan Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Inovasi Pertambangan dan Lingkungan
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jipl.v4i2.44311

Abstract

Kegiatan pertambangan dapat menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan, salah satunya adalah terbentuknya Air Asam Tambang (AAT) yang memiliki pH rendah dan kandungan logam terlarut yang tinggi. Oleh karena itu, AAT perlu diolah sebelum dibuang ke lingkungan. Pengolahan AAT dapat dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu pengolahan aktif dan pengolahan pasif. Pengolahan pasif lebih ramah lingkungan dibandingkan pengolahan aktif. Beberapa metode pengolahan pasif merupakan pengembangan sistem biologi untuk penetralan seperti Aerobic Wetland (AeW) dan Anaerobic Wetland (AnW) dalam menciptakan ekosistem rekayasa yang menyediakan fungsi redoks, netralisasi asam, dan sedimentasi yang diperlukan, selain itu dalam passive treatment penggunaan material alkalin dapat diterapkan melalui beberapa metode, di antaranya Anoxic Limestone Drain (ALD) dan Open Limestone Drain (OLD). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas dari keempat metode tersebut. Penelitian dilakukan dengan metode tinjauan pustaka, mengumpulkan dan menganalisis hasil penelitian yang telah dipublikasikan. Berdasarkan hasil penelitian, sistem ALD dan AnW terbukti lebih efektif dalam menurunkan pH dan mengurangi kandungan logam terlarut, ALD lebih efektif dalam menurunkan pH dan mengendapkan logam berat seperti (Fe) namun memerlukan pemeliharaan rutin terhadap media limestone nya. Sebaliknya, Anw lebih efisien dalam mengelola bahan organik dan penetralan asam melalui aktivitas bakteri pereduksi sulfat, meskipun metodenya membutuhkan area yang lebih luas dan pasokan bahan organik yang terus-menerus. Secara keseluruhan, setiap metode memiliki keunggulan dan kelemahan tergantung pada kondisi tambang dan tujuan pengolahan air.
Pemberdayaan Petani melalui Kegiatan Penanaman Bambu sebagai Upaya Peningkatan Literasi Lingkungan untuk Perlindungan Sumber Daya Air di Lahan Pertanian Romadhon, Muhammad Fauzi; Saleh, Pran Moch; Fattah, Muh. Firmansyah; Alam, Muh Arif; Afifah, Jati Ratna; Iskandar, Iskandar; Suryaningtyas, Dyah Tjahyandari; Dewi, Farida Ratna; Agriani, Febi; Arifin, Muh Fiqri; Achmal, Noer Meilinda; Isramayana, Isramayana; Fikri, Andi Haikal; Sapara, Fadli Fajar; Zelman, Zelman
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 3 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i3.1004

Abstract

Petani di Desa Punagaya, Kabupaten Jeneponto menghadapi tantangan ganda berupa degradasi lahan dan krisis air tahunan yang diperparah oleh rendahnya literasi lingkungan oleh para petani. Praktik pertanian yang bergantung pada pupuk kimia dan minimnya upaya konservasi mengancam keberlanjutan sektor pertanian di wilayah tersebut. Menjawab permasalahan ini, kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan perlindungan dan pelestarian sumber mata air di lahan pertanian masyarakat dilaksanakan melalui kemitraan antara PT PLN NP UP Punagaya, IPB University, dan petani lokal. Kegiatan ini menggunakan metode community development dengan pendekatan partisipatif learning by doing yang mengkombinasikan penyuluhan interaktif dengan praktik langsung penanaman bambu di sekitar embung. Evaluasi kegiatan melalui pre-test dan post-test menunjukkan hasil yang sangat positif, di mana terjadi peningkatan literasi lingkungan petani secara signifikan sebesar 54,2% yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, minat, dan motivasi. Kegiatan ini berhasil membentuk area percontohan konservasi air dan menumbuhkan kesadaran serta tanggung jawab kolektif petani terhadap pentingnya perlindungan sumber daya air.
Integrating Mining Management Strategy with Mining Area Sustainability Index Majid, Riza Nur Fajrin; Munibah, Khursatul; Suryaningtyas, Dyah Tjahyandari; Latifa, Nisa
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 22, No 3 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v22i3.837-851

Abstract

Mining in Central Bangka Regency has continued to grow since the era of regional autonomy, with the dominance of alluvial tin mining which has a major impact on the environment. The rise of unconventional mining has exacerbated land degradation, increased the area of critical environments, and reduced the quality of ecosystems. This study aims to assess the value of sustainability based on the Mining Area Sustainability Index as a basis for formulating development policies.  The results show that mining activities cause a reduction in forest cover and an increase in the level of environmental criticality, especially due to unconventional mining which is difficult to control. The community has a positive perception of mining activities. The results showed a sustainability score in the less sustainable category (42.55), with the environmental aspect as the lowest aspect. To improve the sustainability score, a moderate policy scenario was chosen as the best strategy, focusing on managing environmental impacts, utilizing ex-mining land, and improving community health and safety. With the right policy approach and synergy between stakeholders, the sustainability of the mining sector in Central Bangka Regency can be achieved.
PENINGKATAN ADOPSI INOVASI PEMBENAH TANAH FABA-COMFE MELALUI SEKOLAH LAPANGAN UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS PETANI MENUJU PERTANIAN BERKELANJUTAN Romadhon, Muhammad Fauzi; Saleh, Pran Moch.; Fattah, Muh. Firmansyah; Afifah, Jati Ratna; Iskandar, Iskandar; Suryaningtyas, Dyah Tjahyandari; Dewi, Farida Ratna
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33212

Abstract

Abstrak: Rendahnya produktivitas pertanian di Desa Punagaya disebabkan oleh degradasi tanah akibat ketergantungan pada pupuk kimia serta minimnya pengetahuan petani tentang pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) sebagai pembenah tanah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan hardskill petani dalam aplikasi pembenah tanah FABA-Comfe dan pertanian berkelanjutan melalui pendekatan partisipatif. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan sekolah lapangan yang melibatkan 20 petani mitra, di mana efektivitasnya diukur melalui evaluasi kuesioner pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani sebesar 54,6% setelah mengikuti program. Keberhasilan ini mengindikasikan bahwa metode pembelajaran praktik langsung efektif dalam menjembatani riset dengan aplikasi di lapangan, sehingga berpotensi mendorong adopsi inovasi pertanian berkelanjutan.Abstract: Low agricultural productivity in Punagaya Village is caused by soil degradation due to dependency on chemical fertilizers and farmers' limited knowledge of utilizing Fly Ash and Bottom Ash (FABA) as a soil amendment. This community service aims to improve farmers' hardskills and knowledge in applying FABA-Comfe soil amendment through a participatory approach. The methods used were socialization and a field school involving 20 partner farmers, with effectiveness measured through pre-test and post-test questionnaires. The evaluation results show a 54.6% increase in farmers' knowledge and skills after participating in the program. This success indicates that the hands-on learning method is effective in bridging research with on-the-ground application, thus having the potential to encourage the adoption of sustainable agricultural innovations.
Relationship between NDVI and soil physicochemical properties in the Martabe gold mine reclamation area, Indonesia Alfina, Rina; Iskandar, Iskandar; Suryaningtyas, Dyah Tjahyandari; Mulyanto, Budi; Nugraha, Candra; Asman, Auzia; Novfirman; Anwar, Syaiful; Pulungan, Yuni Hartinah
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 13 No. 2 (2026)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2026.132.9929

Abstract

Open-pit gold mining has greatly affected the ecological balance by altering soil properties and reducing natural vegetation cover. Reclamation efforts through soil and vegetation recovery are therefore essential to help rebuild the disturbed ecosystem. This study examined how the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) relates to soil physicochemical properties in the Martabe gold mine reclamation area, North Sumatra, Indonesia. Vegetation recovery at different reclamation ages was analyzed using multitemporal Landsat 8 images. Soil samples were taken from the same locations at depths of 0-15 cm and 15-30 cm to observe changes in soil characteristics. Data were analyzed using Principal Component Analysis (PCA) to identify the main factors linking vegetation and soil conditions. Key ecological indicators were determined through the Minimum Data Set (MDS) approach. The PCA results indicated that the primary components explained 90.7% of the variation in soil physical properties and 74.6% of the variation in chemical properties. Important indicators of the ecological recovery were NDVI, bulk density, porosity, aggregate stability, organic carbon, total nitrogen, cation exchange capacity (CEC), and base saturation. The rise in NDVI values coincided with improved soil conditions, showing a relationship between vegetation re-growth and soil quality improvement.