Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Evaluasi Efektifitas Strategi Downsizing PT Unilever Indonesia: Studi Kasus Tahun 2014-2024 Suryanto, Hari; Astuti, Tri Rahayu Puji
Jurnal Manajemen dan Bisnis (JMB) Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Mitra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57084/jmb.v5i2.1722

Abstract

Trend GDP Growth dunia yang mengalami penurunan memberikan tekanan kepada perekonomian. Sebagai contoh studi kasus dipilih PT Unilever Indonesia, perusahaan terkemuka di sektor barang konsumsi dalam upaya untuk tetap kompetitif, perusahaan ini mengadopsi strategi downsizing sebagai bagian dari restrukturisasi bisnisnya. Strategi ini melibatkan pengurangan jumlah karyawan dan optimalisasi sumber daya.Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengevaluasi efektifitas strategi dowinsizing yang dilakukan PT Unilever Indonesia selama periode tahun 2014-2024. Terdapat beberapa parameter untuk menilai efektifitas strategi downsizing, dalam makalah ini memilih parameter kinerja keuangan  di dalam laporan tahunan perusahaan khususnya ratio antara laba bruto perusahaan dengan jumlah karyawan. Rasio yang lebih tinggi menunjukkan bahwa setiap karyawan berkontribusi lebih besar terhadap laba kotor perusahaan, yang biasanya merupakan indikasi efisiensi operasional yang baik. Hal ini yang akan menjadi parameter dalam melakukan evaluasi efektifitas strategi downsizing yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukan selama dekade terakhir tahun 2014-2024 jumlah karyawan PT Unilever Indonesia telah berkurang sebanyak 2.203 orang (berkurang 33%). Sedangkan selama tahun 2014 - 2024 ratio laba bruto / karyawan mengalami trend kenaikan 62% selama satu dekade. Hal ini menunjukan strategi downsizing yang dilakukan PT Unilever Indonesia tahun 2014-2024 berjalan efektif, dimana setiap karyawan berkontribusi lebih besar terhadap laba kotor perusahaan. Kata Kunci : efektif downsizing, PT Unilever Indonesia, ratio laba bruto.
TELEVISI KAMPUS : Siasat Evolusi Kebudayaan Menjawab Perkembangan Zaman Suryanto, Hari
Capture : Jurnal Seni Media Rekam Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Seni Media Rekam ISI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3425.249 KB) | DOI: 10.33153/capture.v8i2.2043

Abstract

The campus television is a strategic forum for education and mutual relationships within the six institutes of the arts in Indonesia organised under the BKS-PTSI (Badan Koordinasi Seni PerguruanTinggi Seni Indonesia).The purpose of the forum is to support the education of art and culture and also to promote values of the local wisdom using the streaming tv portal platform for the campus community and the general public. This strategy is to response the development of media and communication technology in Indonesia.Keywords : Campus television,forum,education,art and culture
FILM AS CULTURAL DIPLOMATION ASSETS Suryanto, Hari; Amri, Mariani
Capture : Jurnal Seni Media Rekam Vol. 9 No. 2 (2018)
Publisher : Seni Media Rekam ISI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.73 KB) | DOI: 10.33153/capture.v9i2.2089

Abstract

 Indonesia's cultural wealth is one of the potential strengths to create harmony and the formation of national character. Cultural diffusion through diplomacy is a way that can build a good dialogue about the worthy values in culture to a wider society. The film consists of two elements, namely, the narrative element as a story builder framed in a theme to sharpen the story message. And cinematic elements that provide audio-visual support clearly and more detailed. The ability of films for diplomacy purposes in communicating the cultural values of this nation has no doubt. Film is a combination of various fields of art that flows unity in one and is supported by technology so that the film has the ability to be an effective medium of communication in the current era.  
Film Dokumenter Dalam Mendukung Promosi Desa Wisata Dengan Pemanfaatan Telepon Genggam Sebagai Media Pembuatanya. Suryanto, Hari
Journal of Art, Film, Television, Animation, Games and Technology Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Program Studi Film dan Televisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan, tehnologi serta media pada era saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Salah satu dari tehnologi yang saat ini sering digunakan dalam media komunikasi adalah telepon pintar. Setiap warga sekarang dapat menjadi agen informasi melalui tehnologi telepon pintar yang didalamnya sudah tersedia berbagai macam fitur seperti kamera video, alat perekam, editing serta jaringan internet untuk berkomunuikasi dengan ruang yang lebih luas. Dengan tehnologi serta ilmu pengetahuan seperti ini akan membantu untuk  diterapkan pada desa wisata yang membutuhkan promosi tentang potensi desa untuk meningkatkan kunjungan wisatawan serta menjaga keberlangsungan desa wisata. Saat ini promosi yang dilakukan masih sangata sederhana berupa iklan-iklan dalam bentuk foto, siaran radio serta dari mulut ke mulut, meskipun sudah ada usaha tetapi  kurang maksimal. Pelatihan jurnalistik berbasis warga akan menjadi satu solusi dalam menyebarkan informasi keunggulan  desa wisata menjadi lebih maksimal melakukan promosi. Kekuatan dari audio visual dalam bentuk film dokumenter ini memiliki kekuatan untuk merepresentasikan informasi melalui suara serta gambar dalam bentuk film dokumenter akan dengan mudah dimengerti pemirsa. Pemanfaatan media sosial sebagai media placement menjadi solusi yang tepat untuk melakukan promosi desa wisaya melalui tayangan film dokumenter.
Film Dokumenter dan Penelitian Suryanto, Hari
Journal of Art, Film, Television, Animation, Games and Technology Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Program Studi Film dan Televisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membangun kepercayaan penonton atas data yang dipaparkan dalam sebuah film documenter merupakan sebuah hal yang sangat penting. Dengan menyampaikan data primer dalam sebuah obyek film dokumenter akan membangun Analisa dan informasi pada penonton atas apa yang di saksikan melalui film. Untuk hal tersebut, maka seorang filmmaker dokumenter harus melakukan kajian mendalam sebelum memproduksi film documenter. Analisa atas obeyek kajian dengan menggunakan pendekatan literatur review dari berbagai sumber serta melakukan pengamatan langsung dilapangan utnuk membandingkan data yang diperoleh dengan  data yang ditemukan dilapangan. Dari komparasi kedua data tersebut dalam Analisa maka, seorang filmmaker documenter akan mendapatkan statement film sebagai cara untuk memfokuskan pembahasan kajian dan untuk  menyampaikan pesan. Tidak ubahnya dalam pembuatan laporan ilmiah dalam tulisan, seorang filmmaker documenter melakukan Langkah-langkah yang sama dalam kajian akademik sebuah penelitian. Metode penelitian kualitatif yang dikembangkan dengan menggabungkan beberapa pendekatan ilmu seperti etnografi serta antropologi bahkan ilmu kajian yang lain akan semakin memperdalam hasil riset yang akan menjadi dasar kajian data pada film dan sebagai dasar untuk membuat desain produksi supaya produksi menjadi terarah dan terukur. Pendekatan pembuatan film documenter dengan metode “creation of works based on research” akan sangat membantu seorang filmmaker dalam melihat sebuah obyek kajian film dengan dalam dan focus, sehingga filmmaker akan mampu menemukan statement personal berdasarkan kajian data. Statement yang ditemukan tentunya akan menjadi stimulant atau bahan kajian bagi penelitian baru serta memberikan kontribusi sudut pandang bagi keilmuan. Dengan kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi pada saat ini mendorong persilangan antar bidang menjadi semakin terbuka. Film dokumenter adalah salah satu cara untuk merepresentasikan dalam penelitian dalam bentuk audio visual.
TELEVISI KAMPUS : Siasat Evolusi Kebudayaan Menjawab Perkembangan Zaman Suryanto, Hari
Capture : Jurnal Seni Media Rekam Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Seni Media Rekam ISI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/capture.v8i2.2043

Abstract

The campus television is a strategic forum for education and mutual relationships within the six institutes of the arts in Indonesia organised under the BKS-PTSI (Badan Koordinasi Seni PerguruanTinggi Seni Indonesia).The purpose of the forum is to support the education of art and culture and also to promote values of the local wisdom using the streaming tv portal platform for the campus community and the general public. This strategy is to response the development of media and communication technology in Indonesia.Keywords : Campus television,forum,education,art and culture
FILM AS CULTURAL DIPLOMATION ASSETS Suryanto, Hari; Amri, Mariani
Capture : Jurnal Seni Media Rekam Vol. 9 No. 2 (2018)
Publisher : Seni Media Rekam ISI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/capture.v9i2.2089

Abstract

 Indonesia's cultural wealth is one of the potential strengths to create harmony and the formation of national character. Cultural diffusion through diplomacy is a way that can build a good dialogue about the worthy values in culture to a wider society. The film consists of two elements, namely, the narrative element as a story builder framed in a theme to sharpen the story message. And cinematic elements that provide audio-visual support clearly and more detailed. The ability of films for diplomacy purposes in communicating the cultural values of this nation has no doubt. Film is a combination of various fields of art that flows unity in one and is supported by technology so that the film has the ability to be an effective medium of communication in the current era.  
Films Using Local Wisdom as a Source of Creative Inspiration (one way to film with an Indonesian identity) Suryanto, Hari
IMAJI Vol. 12 No. 3 (2021): Membingkai Realitas melalui Imaji Visual
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v12i3.59

Abstract

Indonesia adalah negeri yang di anugerahi dengan berbagai seni budaya, adat istiadat, bahasa dan suku-suku bangsa. Potensi kekayaan ini dapat dijadikan media untuk dasar penciptaan kreatifitas. Film adalah media yang memiliki kempuan menyampaikan sebuah pesan dan nilai dengan bahasa yang mudah diterima oleh penontonya. Dewasa ini belum banyak film dengan mengadaptasi kekayan kearifan lokal ini sebagai dasar penciptaan. Jika dicermati lebih jauh, film dapat dijadikan media diplomasi ke wilayah yang lebih luas untuk dalam berstategi melalui kebudayaan. Hal ini penting bagi sebuah negara untuk berkomunikasi dengan banyak bangsa dalam rangka menjalin keharmonisan melalui budaya dan nilai yang terkandung didalamnya. Disamping hal tersebut film dengan mengadaptasi kearifan lokal dalam dasar penciptaanya akanmenjadi media literasi bagi generasi penerus bangsa ini untuk mengenal budayanya sendiri, sehingga generasi ini akan memiliki akar budaya kuat. Disamping hal tersebut dengan menggunakan kearifan lokal sebagai media dasar penciptaanya makan tidak menutup kemungkinan film negeri ini akan menemukan karakter ke Nusantaraanya.
Pergelaran Film Setan Jawa Representasi Film Yang Menggunakan Kearifan Lokal Sebagai Strategi Menuju Film Beridentitas Nusantara Suryanto, Hari
IMAJI Vol. 14 No. 1 (2023): Antara Struktur dan Bahasa Visual
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v14i1.102

Abstract

Pergelaran film Setan Jawa mengingatkankita pada era pertunjukan film bisu pada awal pertunukan film ditemukan. Istilah film bisu dipergunakan untuk menggambarkan film yang diproduksi tanpa dialog dan rekaman suaradari periode sebelum diperkenalkannya film y ang sudah memiliki suara. Pergelaran film pada era itu masih diiringi oleh musik sebagai ilustrasi untukmemperkuat suasana dan narasi pada film. Demikian juga pada pergelaran flm Setan Jawa karya Sutradara Garin Nugroho yang memadukan filmbisu dengan ensemble gamelan. Sebuah pergelaran film dengan gamelan yang saling melengkapi dan mendukung dalam membangun ambience dan narasi. Pergelaran Film Setan Jawa berkisah tentang cinta yang berakhir dengan tragedi yang mengenaskan. Ruang waktu kejadian abad 20 ditandai dengan lahirnya era industri 1.0 yang membuat kekayaan tanah Jawa ini menjadi ekploitasi para pemilik modal besar dan bangsawan. Dampak dari hal tersebut membuat masyarakat menempuh jalan mistik dalam melakukan perlawanan terhadap kondisi sosial, salah satu dari cara mistik itu adalah Pesugihan Kandang Bubrah. Pergelaran Film Setan Jawa hadir memberikan menjadi sebuah representasi Film yang menggunakan kearifan lokal sebagai cara bertutur dalam narasinya. Secara sinematik pergelaran film Setan jawa mengadaptasi bentuk pergelaran wayang kulit. Pergelaran Film Setan Jawa merupakan strategi soft Diplomacy yang dilakukan Garin Nugroho melalui gagasan kreatif memadukan film dan ensemble gamelan. Pergelaran Film Setan Jawa sebuah gerakan menuju film berkarakter Nusantara.
Evading the “Entrepreneurial Blocks” through Entrepreneurial Marketing Education in Vocational High Schools in an Emerging Country Haryanto, Jony Oktavian; Widyanto, Hanif Adinugroho; Suryanto, Hari; Santoso, Adhi Setyo
ASEAN Marketing Journal Vol. 14, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Entrepreneurial marketing education is considered an essential platform to stimulate successful entrepreneurs, especially for vocational high school (SMK) graduates in Indonesia, which has the highest open unemployment rate and mostly comes from low-income backgrounds. Hence, the researchers investigated why most SMK graduates, supposedly skilful, do not opt for entrepreneurship. This is an under-researched study that could carry enormous implications. The researchers interviewed participants from SMKs in Mataram, Indonesia, three entrepreneurship teachers and six students of entrepreneurship classes from grades 10 to 12. They referred to the extant literature as a basis for a proposed “Entrepreneurial Blocks” framework to explain the barriers and supporting factors for becoming an entrepreneur. Our findings show that entrepreneurial mindset, starting capital, challenges, risk aversion, and limited skills and resources were part of the entrepreneurial blocks. Conversely, working experience, desire for freedom, and the need for achievements were considered the factors to evade the entrepreneurial blocks for SMK graduates.