Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Upah Minimum di Kabupaten Bandung Susanti, Elisa
Jurnal Manajemen Pelayanan Publik Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.641 KB) | DOI: 10.24198/jmpp.v1i1.13566

Abstract

Permasalahan upah minimum terjadi di berbagai negara berkembang, yaitu banyaknya pekerja yang dibayar tidak sesuai dengan ketentuan upah minimum. Fenomena tersebutmengindikasikan bahwa upah minimum mungkin tidak menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan kesejahteraan dan sebagai instrument dalam distribusi pendapatan.Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas upah minimum di Kabupaten Bandung. Dalam tulisan ini akan dikaji apakah upah minimum efektif sebagai alat kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan. Dalam hal ini yaitu untuk memenuhi hak-hak dan perlindungan upah bagi pekerja serta pada saat yang bersamaan dapat mewujudkan kondisi yang kondusif bagi pengembangan dunia usaha. Metode penelitianyang digunakan dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan Upah minimum belum efektif sebagai alat perlindungan upah bagi pekerja/buruh di Kabupaten Bandung. Upah minimum dapat menjadi alat yang efektif bagi peningkatan kesejahteraan apabila terdapat upaya untuk mengatasi berbagai permasalahannya.Terdapat berbagai permasalahan kompleks yang memerlukan peran dari berbagai pihak, yaitu pemerintah, pekerja/buruh dan pengusaha.
PENERAPAN PROTOKOL COVID-19 DALAM PENGELOLAAN KAWASAN AGROWISATA BERBASIS ECOTOURISM DI MASA PANDEMI Nina Karlina; Didin Muhafidin; Elisa Susanti
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 2, No 1 (2021): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v2i1.29921

Abstract

Abstrak Pengabdian Pada Masyaraka ditujukan untuk memberikan pengetahuan kepada pengelola agrowisata maupun kepada masyarakat luas akan pentingnya penerapan protokol kesehatan covid-19 di objek wisata pada era transisi seperti sekarang ini. Protokol kesehatan covid – 19 ini sangat penting untuk diterapkan oleh pengelola dan penting untuk dipatuhi oleh masyarakat sebagai pengunjung tempat wisata. Kegiatan  pengabdian ini dilakukan di 4 (empat)  objek agrowisata yaitu Asia Farm - Pekanbaru, Taman Celosia Desa Gunung Keling, Desa wisata Cireong dan Desa  wisata Cihideung. Program ini, diawali dengan identifikasi awal mengenai permasalahan yang berkaitan dengan penerapan protokol covid-19 di Asia Farm - Pekanbaru, Taman Celosia Desa Gunung Keling, Desa wisata Cireong dan Desa  wisata Cihideung. Hasil identifikasi yang didapatkan dari wawancara dan observasi menunjukan bahwa pengelola   Asia Farm - Pekanbaru, Taman Celosia Desa Gunung Keling, Desa wisata Cireong dan Desa wisata Cihideung belum siap untuk menyambut pengunjung dengan menerapkan protokol covid -19. Begitupun dengan wisatawan yang berkunjung, tidak terlalu memperdulikan protokol kesehatan covid -19 yang dapat diterapkan secara pribadi. Dalam menanggapi hal tersebut, maka pengabdian ini menyampaikan tentang pentingnya pariwisata berbasis ecoutoursm yaitu  menikmati dan menghargai keindahan alam dengan  meminimalisir  dampak negatif  dari pengunjung, dan memberikan kesempatan  bagi masyarakat lokal untuk terlibat aktif dalam sosial-ekonomi serta  penerapan protocol covid di tempat pariwisata khususnya di agrowisata. Dengan Pengabdian ini maka  diharapkan dapat memberikan pengetahuan serta menumbuhkan kesadaran baik kepada pengelola agrowisata maupun masyarakat secara umum. Adapun program kegiatan yang dilakukan adalah dengan membuat program webinar “pentingnya penerapan protokol covid”, video edukasi dan promosi “berwisata saat pandemi ?” serta instagram story “pamflet tentang protokol covid-19 saat berwisata/ bepergian.” 
PENGEMBANGAN AGROWISATA BERBASIS COMMUNITY BASED TOURISM MELALUI PENGENALAN BAHASA ASING Elisa Susanti; Didin Muhafidin; Nina Karlina
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 2, No 1 (2021): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v2i1.29581

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah sebagai upaya untuk mengembangkan agrowisata berbasis community based tourism melalui pengenalan bahasa asing. Kegiatan pengenalan bahasa asing ini juga merupakan upaya untuk meningkatkan promosi daerah agrowisata. Analisis situasi menunjukkan bahwa pelaku agrowisata kurang memiliki kemampuan berbahasa asing, kurangnya keterampilan penggunaan media digital, dan juga daerah agrowisata yang kurang dikenal. Tahapan kegiatan pengabdian meliputi: analisis situasi masyarakat, merancang kegiatan pengabdian, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi kegiatan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di empat lokasi yaitu Desa agrowisata Cihideung Kabupaten Bandung Barat, Kebun Mini Serba Ada Kabupaten Bandung Barat, Cibugary Jakarta Timur, dan Hutan Mangrove Kota Tegal. Terdapat lima bahasa asing yang dikenalkan yaitu bahasa inggris, bahasa jepang, bahasa prancis, bahasa jerman dan bahasa rusia. Kegiatan yang dilakukan dalam pengenalan bahasa asing adalah dengan pemasangan poster/ornament bahasa asing, membagikan buku edukasi pengenalan bahasa asing,  serta pembuatan video promosi dengan menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa asing. Kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya pengembangan sumber daya manusia agar mereka dapat berpartisipasi dalam pengembangan agrowisata berbasis komunitas. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa Kegiatan-kegiatan pengenalan bahasa asing tersebut diterima dengan baik oleh pengelola agrowisata dan juga masyarakat sekitar, dianggap memberikan pengetahuan mengenai bahasa asing, juga membantu mempromosikan daerah agrowisata melalui video promosi berbahasa asing.
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tumpangsari Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) dan Bawang Merah (Allium esculentum L.) melalui Kobinasi Jarak Tanam dan Konsentrasi Pupuk Hayati Cut Nur Ichsan; Halimursyadah Halimursyadah; Elisa Susanti
Jurnal Agrista Vol 15, No 2 (2011): Volume 15 Nomor 2 Agustus 2011
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1104.615 KB)

Abstract

ABSTRACT. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan efektivitas jarak tanam dan konsentrasi pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tumpang sari tomat dan bawang merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam berpengaruh terhadap tinggi tanaman pada 10 dan 55 HST, jumlah buah dan bobot total tanaman tomat. Terdapat interaksi antara jarak tanam dan konsentrasi pupuk hayati terdapat tinggi tanaman pada 55 HST, rata-rata bobot buah per tanaman tomat. Tanaman tomat tertinggi pada 55 HST dijumpai pada perlakuan jarak tanam 60cmx60cm tanpa pemberian pupuk hayati memberikan dan jarak tanam 70cmx60cm dengan pemberian pupuk hayati sebanyak 2% memberikan rata-rata bobot buah tomat tertinggi.Growth and Yield of Intercropping Tomato (Lycopersicum esculentum Mill.) and Onion (Allium esculentum L.) due to Different Spacing and Concentration of BiofertilizerABSTRACT. The objective of study were to determine the effective row-spacing and concentration of biofertilizer on growth and yield of intercropping tomato and onion. The result showed that the row spacing have significant effect on height of tomato tree at 10 and 55 DAP, amount of fruit and total weight of per tomato plant. Their were significant interaction between row spacing and concentration of biofertilizer on height at 55 DAP and average weight of fruit per plant of tomato. The row spacing 60 cm x 60 cm and 0% of biofertilizer gave the highest height of tomato tree at 55DAP and row spacing 70 cm x 60 cm with 2% biofertilizer gave heaviest average of weight of tomato fruit per plant.
Digital Government Dalam Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor Berbasis Aplikasi SAMSAT Mobile Jawa Barat (SAMBARA) Di Jawa Barat Rian Bahtiar; Rita Myrna; Elisa Susanti
Kolaborasi : Jurnal Administrasi Publik Vol 7, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Department of Public Administration, Muhammadiyah University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/kjap.v7i2.5675

Abstract

This study aims to identify how digital government is in paying motor vehicle taxes based on the West Java SAMSAT Mobile (SAMBARA) application at the Regional Revenue Agency of West Java Province. This study uses a descriptive qualitative approach by conducting in-depth interviews with informants in the data collection stage, observation and documentation researchers. Implementation, supply (digital services), adoption (Gil-garcia Flores-zúñiga, 2020) on motor vehicle tax payments based on the West Java SAMSAT Mobile application is currently running well but not yet effective. Some findings include the presence of the presence of the Regional Revenue Operational Service Center (PLOPD) as a management unit for revenue information system innovation. Realization based on the variable states that motor vehicle tax revenue through digital application services is quite developed and has increased. The average user perception welcomes the presence of SAMBARA with a rating in the good category. However, there are still negative responses based on the most types of complaints, namely users have problems making payments so that the level of electronic-based payments is still very low compared to the number of existing ownership and the inequality of digital services is still quite high. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana digital government dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor berbasis aplikasi SAMSAT Mobile Jawa Barat (SAMBARA) pada Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melakukan wawancara secara mendalam terhadap informan tahap pengumpulan data peneliti observasi dan dokumentasi. Implementation, supply (digital services), adoption (Gil-garcia Flores-zúñiga, 2020) pada pembayaran pajak kendaaraan bermotor berbasis aplikasi SAMSAT Mobile Jawa Barat saat ini sudah berjalan baik namun belum efektif. Beberapa penemuan diantaranya kehadiran organisasi hadirnya Pusat Layanan Operasional Pendapatan Daerah (PLOPD) sebagai suatu unit pengelola inovasi sistem informasi pendapatan sangat diperlukan. Realisasi berdasarkan variabel menyatakan bahwa penerimaan pajak kendaraan bermotor melaui layanan digital aplikasi cukup berkembang dan mengalami peningkatan. Persepsi pengguna rata-rata menyambut baik hadirnya SAMBARA dengan rating pada kategori baik. Namun masih terdapat tanggapan negatif berdasarkan jenis aduan terbanyak yakni pengguna memiliki kendala dalam melakukan pembayaran hingga tingkat pembayaran berbasis elektronik masih sangat rendah dari jumlah kepemilikan yang ada dan ketimpangan layanan digital masih cukup tinggi.
Power Imbalances in Collective Decision-Making: The Study of Minimum Wage Setting Cases Elisa Susanti; Heru Nurasa; Ida Widianingsih
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 22, No 3 (2019): March
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (931.427 KB) | DOI: 10.22146/jsp.35997

Abstract

This paper aimed to empirically describe the power imbalances issues in setting the minimum wage in Bandung Regency and West Bandung Regency. Formally, Regional Wage Council has been established based on equality. However, several power imbalances have occurred within it. This paper also aimed to figure out the way to balance the power in collective decision making in the case of minimum wage setting. Furthermore, the research method used in this research was based on qualitative approach. Also, informants in this research were members of Regional Wage Council, employers in the industrial sector, and trade unions/labor unions in Bandung Regency and West Bandung Regency. The results of this study showed that power imbalances empirically existed in the setting of minimum wage. These imbalances were due to the issues of representatives, the number of members, information resources, and uncertainty. Moreover, power imbalances in the setting of minimum wage have led to the government’s more dominant role. Under these conditions, the effort required to overcome the problem of imbalance is by increasing trust in the government and the commitment of each party to the rules and collective agreements.
Efektivitas Upah Minimum di Kabupaten Bandung Elisa Susanti
Jurnal Manajemen Pelayanan Publik Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.641 KB) | DOI: 10.24198/jmpp.v1i1.13566

Abstract

Permasalahan upah minimum terjadi di berbagai negara berkembang, yaitu banyaknya pekerja yang dibayar tidak sesuai dengan ketentuan upah minimum. Fenomena tersebutmengindikasikan bahwa upah minimum mungkin tidak menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan kesejahteraan dan sebagai instrument dalam distribusi pendapatan.Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas upah minimum di Kabupaten Bandung. Dalam tulisan ini akan dikaji apakah upah minimum efektif sebagai alat kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan. Dalam hal ini yaitu untuk memenuhi hak-hak dan perlindungan upah bagi pekerja serta pada saat yang bersamaan dapat mewujudkan kondisi yang kondusif bagi pengembangan dunia usaha. Metode penelitianyang digunakan dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan Upah minimum belum efektif sebagai alat perlindungan upah bagi pekerja/buruh di Kabupaten Bandung. Upah minimum dapat menjadi alat yang efektif bagi peningkatan kesejahteraan apabila terdapat upaya untuk mengatasi berbagai permasalahannya.Terdapat berbagai permasalahan kompleks yang memerlukan peran dari berbagai pihak, yaitu pemerintah, pekerja/buruh dan pengusaha.
Policy innovation through the application of E-government: Case of Bandung championship in assessment information system program Siti Alia; Elisa Susanti; Idah Wahidah; Fitri Febriani Wahyu; Muhammad Andi Septiadi
STI Policy and Management Journal Vol 6, No 2 (2021): STI Policy and Management
Publisher : Center for Science and Technology Development Studies, Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/STIPM.2021.305

Abstract

One of the applications of e-government in Indonesia is the Assessment Information system implemented in the city of Bandung since 2014 where. This e-government innovation is technology-based which makes assessment instruments for leaders and the people of Bandung to assess the performance of the sub-district and village heads. It's just that the lack of community participation makes this application not work according to its function, with qualitative research methods and using the theory of the author's vision to see the readiness of the apparatus and society in implementing this program. This research shows that the performance of the SIP application has not provided the maximum expected output. The not optimal SIP application is due to several factors. There is a need for comprehensive evaluation and improvement, building intensive communication and collaboration between operators and verifiers at the city government and sub-district levels.Keywords: Decision-making, E-Government, Policy Innovation, Readiness, Performance Information System
STRATEGI PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (Studi Kasus Pada Pemerintah Kabupaten Bangka Barat) Rina hermawati; nunung runiawati; elisa susanti
Jurnal Ilmiah Wahana Bhakti Praja Vol 7 No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengkajian Strategi Pemerintahan IPDN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.881 KB) | DOI: 10.33701/jiwbp.v7i1.54

Abstract

West Bangka is the district with the highest level of gross regional domestic product (GRDP) in Bangka Belitung Province. However, the average contribution of local own-revenue to local revenue over the last three years was 6.57% and 93.43% still depended on intergovernmental (IG) fiscal transfers (transfers from central government), transfers from the provincial government and other legal local revenues. This study focuses on identifying the challenges faced by local government in enhancing local own-revenues by using qualitative research methods. The results shows that 1) taxpayers who provide the biggest contribution to local revenues derived from state-owned enterprises, while the taxpayer derived from the local population is still low. Residents prefer to spend their money in other regions, such as Bangka Induk. 2) local government has not been able to optimize existing potential, and 3) there is dependence on tin as one of the main sources of livelihood of local residents. The suggestions in this research are as follows: to encourage local government to make urban-biased policies and also to enhance public education in order to create diversified livelihood and to provide insight to the public about the importance of participation in development.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN ZONASI PADA PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU JENJANG SMPN DI KOTA BANDUNG TAHUN 2018 Lia Melanie Ginting; Asep Sumaryana; Elisa Susanti
Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Kebijakan Publik Vol 2, No 4 (2019): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.042 KB) | DOI: 10.24198/responsive.v2i3.26135

Abstract

Kebijakan zonasi merupakan salah satu dari kebijakan pendidikan yang digunakan pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di setiap jenjang pendidikan formal dimulai dari SMPN sampai dengan SMAN/SMKN di Indonesia. PPDB adalah Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-Kanak/Raudhatul Athfal, Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah, Sekolah Menengah Pertama/Madarasah Tsanawiyah yang dilaksanakan pada awal tahun ajaran baru.