Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Efektivitas Upah Minimum di Kabupaten Bandung Susanti, Elisa
Jurnal Manajemen Pelayanan Publik Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.641 KB) | DOI: 10.24198/jmpp.v1i1.13566

Abstract

Permasalahan upah minimum terjadi di berbagai negara berkembang, yaitu banyaknya pekerja yang dibayar tidak sesuai dengan ketentuan upah minimum. Fenomena tersebutmengindikasikan bahwa upah minimum mungkin tidak menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan kesejahteraan dan sebagai instrument dalam distribusi pendapatan.Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas upah minimum di Kabupaten Bandung. Dalam tulisan ini akan dikaji apakah upah minimum efektif sebagai alat kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan. Dalam hal ini yaitu untuk memenuhi hak-hak dan perlindungan upah bagi pekerja serta pada saat yang bersamaan dapat mewujudkan kondisi yang kondusif bagi pengembangan dunia usaha. Metode penelitianyang digunakan dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan Upah minimum belum efektif sebagai alat perlindungan upah bagi pekerja/buruh di Kabupaten Bandung. Upah minimum dapat menjadi alat yang efektif bagi peningkatan kesejahteraan apabila terdapat upaya untuk mengatasi berbagai permasalahannya.Terdapat berbagai permasalahan kompleks yang memerlukan peran dari berbagai pihak, yaitu pemerintah, pekerja/buruh dan pengusaha.
Desain Pedoman Praktikum Berbasis Experiental Learning Menggunakan Multimedia Digital di Era Kampus Merdeka Harta, Ridho; Diana, Bambang Agus; Susanti, Elisa; Utami, Sawitri Budi
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 51, No 1 (2022): April: Technology and Innovation in Education, Leadership, Policy, and Educatio
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v51i1.36900

Abstract

Tujuan penulisan ini untuk menghasilkan desain pedoman praktikum berbasis experiental learning menggunakan multimedia digital. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan elaborasi dari konsep experiental learning, komponen praktikum, desain multimedia, dan media digital. Metode yang digunakan adalah evaluation research dengan analisis  deskriptif kuantitatif. Langkah-langkah dalam menghasilkan pedoman praktikum meliputi: 1) Menentukan tujuan pembelajaran dan level kompetensi, yang akan menentukan task design dan desain multimedia. 2) Menentukan konten pedoman praktikum yang meliputi task design, task presentation, management, dan responses. 3) Menentukan desain multimedia, dan 4) Menentukan rancangan proses pembelajaran praktikum dengan menggunakan media digital. Penelitian ini menghasilkan pedoman praktikum kebijakan publik dalam bentuk tertulis dan video (audiovisual dan instructional video). Pedoman dirancang untuk tutorial pada online learning (asynchronous online learning, synchronous online learning, web-enhanced) dan mobile learning. Hasil uji terhadap pedoman menunjukkan terdapat peningkatan pemahaman mahasiswa. Terdapat tanggapan positif bahwa pedoman dinilai sangat jelas dan mudah dipahami. Hal lain yang diperoleh dari tulisan ini adalah harapan mahasiswa mengenai interaksi dalam pembelajaran. Pengalaman belajar diperoleh dari interaksi yang terjadi dalam pembelajaran experiental dan digital.
PELATIHAN DIGITAL MARKETING DALAM UPAYA PENGEMBANGAN USAHA BERBASIS TEKNOLOGI PADA UMKM DI DESA SAYANG KECAMATAN JATINANGOR Susanti, Elisa
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 1, No 2 (2020): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v1i2.26588

Abstract

ABSTRAK. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh UMKM di Desa Sayang adalah masalah pemasaran dan keterampilan menggunakan teknologi. UMKM di Desa Sayang memerlukan pengembangan usaha berbasis teknologi sehingga dapat bersaing dengan usaha-usaha baru yang bersifat online. Tujuan dari penulisan paper ini adalah 1)  Mengidentifikasi penggunaan media pemasaran pada  UMKM di Desa Sayang Kecamatan Jatinangor 2) Menggambarkan upaya pengembangan usaha berbasis teknologi pada UMKM Desa Sayang Kecamatan Jatinangor melalui pelatihan digital marketing. Metode yang digunakan dalam identifikasi penggunaan media pemasaran adalah dengan observasi, wawancara, penyebaran kuisioner dan FGD. Metode yang digunakan dalam upaya pengembangan usaha berbasis teknologi adalah metode pendidikan masyarakat dan pelatihan. Materi-materi dalam upaya pengembangan usaha berbasis teknologi pada UMKM Desa Sayang melalui pelatihan digital marketing meliputi : 1) Menumbuhan jiwa kewirausahaan dan memberikan insipirasi dari keberhasilan bisnis online, 2) Sharing session, 3) Pelatihan digital marketing (menggunakan grab food dan go food). Hasil identifikasi menunjukkan bahwa banyak UMKM di Desa Sayang menggunakan teknologi sederhana dalam pemasaran, yaitu didominasi dengan media Whatsapp dan Facebook. Bahkan masih banyak UMKM yang menjalankan usahanya secara offline tanpa bantuan teknologi. Hasil evaluasi dari kegiatan pelatihan digital marketing  menunjukkan bahwa kegiatan ini mendapatkan tanggapan yang positif, dinilai dapat memberikan wawasan dan ilmu, dan memberikan inspirasi. Hampir seluruh pelaku usaha ingin mempraktekan bisnis online ini dalam pengembangan usahanya.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN BANTUAN LANGSUNG TUNAI DANA DESA DI DESA CIBURUY KECAMATAN BAYONGBONG KABUPATEN GARUT TAHUN 2022 Gumelar, Rizky; Susanti, Elisa; Munajat, Mas Dadang Enjat
JANE - Jurnal Administrasi Negara Vol 15, No 2 (2024): JANE (Jurnal Administrasi Negara)-Februari 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jane.v15i2.49809

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang implementasi kebijakan bantuan langsung tunai dana desa di desa Ciburuy kecamatan Bayongbong kabupaten Garut tahun 2022. Penggunaan dana desa untuk tahun 2022 difokuskan pada upaya pemulihan ekonomi nasional, Kebijakan bantuan langsung tunai dana desa merupakan bantuan yang bersumber dari dana desa. kebijakan ini bertujuan untuk mempertahankan kemampuan daya beli penduduk miskin di desa, menghindari terjadinya tingkat pengangguran yang tinggi, serta melindungi masyarakat dengan pendapatan per kapita yang rendah agar dapat menjaga ketahanan sosial mereka. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana implementasi kebijakan bantuan langsung tunai dana desa di desa Ciburuy kecamatan Bayongbong kabupaten Garut tahun 2022. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah faktor keberhasilan implementasi kebijakan dari Said Zainal Abidin (2019) yang dapat dilihat dari beberapa faktor di antaranya adalah yang pertama faktor internal yaitu kondisi kebijakan dan faktor-faktor pendukung selanjutnya faktor eksternal yaitu kondisi lingkungan dan pihak-pihak yang terkait. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa walaupun dalam penyelenggaraan kebijakan bantuan langsung tunai dana desa di desa Ciburuy kecamatan Bayongbong kabupaten Garut tahun 2022 sudah dilaksanakan sesuai dengan peraturan masih terdapat beberapa aspek-aspek yang belum dilaksanakan secara maksimal yaitu dalam faktor internal kebijakan pada aspek keuangan, aspek logistik, dan aspek partisipasi.Kata kunci: Implementasi, Kebijakan; Bantuan langsung tunai dana desa
PENGAWASAN PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) OLEH INSPEKTORAT KOTA BANDUNG Octavia, Elvanka Devin Nur; Susanti, Elisa
JANE - Jurnal Administrasi Negara Vol 16, No 1 (2024): JANE (Jurnal Administrasi Negara)-Agustus 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jane.v16i1.49953

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengawasan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) oleh Inspektorat Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara dengan pihak terkait dan analisis dokumen terkait pengawasan dana BOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Inspektorat Kota Bandung memiliki peran sentral dalam pengawasan pengelolaan dana BOS di wilayah tersebut. Inspektorat melakukan audit dan pemeriksaan rutin terhadap penggunaan dana BOS di sekolah-sekolah, serta memberikan rekomendasi untuk perbaikan dan peningkatan pengelolaan dana. Dalam pelaksanaan pengawasan dana BOS, terdapat beberapa tahapan, mulai dari tahap persiapan, pendefinisian kerangka acuan, pengawasan aktual, hingga pelaporan. Selain itu, penelitian juga mengidentifikasi beberapa kendala dalam pelaksanaan pengawasan, seperti keterbatasan sumber daya, kurangnya pemahaman, dan tantangan dalam penegakan hukum terkait pelanggaran penggunaan dana. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih lanjut untuk memperkuat pengawasan dana BOS, seperti peningkatan sumber daya, peningkatan pemahaman, dan kerjasama antara Inspektorat dan pihak-pihak terkait lainnya. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman tentang pengawasan dana BOS oleh Inspektorat Kota Bandung dan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas pengawasan dalam pengelolaan dana BOS. This study aims to analyze the supervision of School Operational Assistance (BOS) funds by the Bandung City Inspectorate. The research method used is a qualitative approach by collecting data through interviews with related parties and analysis of documents related to the supervision of BOS funds. The results showed that the Bandung City Inspectorate had a central role in supervising the management of BOS funds in the region. The Inspectorate conducts routine audits and checks on the use of BOS funds in schools, as well as provides recommendations for improvement and enhancement of fund management. In carrying out supervision of BOS funds, there are several stages, starting from the preparation stage, defining the terms of reference, actual monitoring, to reporting. In addition, the research also identified several obstacles in the implementation of supervision, such as limited resources, lack of understanding, and challenges in law enforcement related to violations of the use of funds. Therefore, further efforts are needed to strengthen oversight of BOS funds, such as increasing resources, increasing understanding, and cooperation between the Inspectorate and other related parties. This research contributes to an understanding of the supervision of BOS funds by the Inspectorate of the City of Bandung and recommendations for increasing the effectiveness of supervision in managing BOS funds
Pengelolaan Dana Desa Melalui Prinsip Good Village Governance di Desa Suci Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut Aprilia, Suci; Susanti, Elisa
BUDGETING : Journal of Business, Management and Accounting Vol 5 No 2 (2024): BUDGETING : Journal of Business, Management and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/budgeting.v5i2.9221

Abstract

This research discusses the management of village funds conducted by the Desa Suci government through the principle of Good Village Governance. The purpose of this study is to describe how Village Fund Management is carried out by the Government of Desa Suci in order to realize optimal village fund management through the application of the principles of Good Village Governance in Desa Suci. The theory used is the theory of Good Village Governance from Haris Fauzi (2023) in theory states the embodiment of Good Village Governance in village financial management through the principles of transparency, participation, and accountability. This study used descriptive qualitative methods. Data collection was used through interviews with the village government, the village consultative body (BPD), village assistants, and TAPMD of 10 people. The results of this study indicate that the management of village funds conducted by the Government of Desa Suci is good but still not optimal. Transparency conducted by the Government of Desa Suci using information media in the form of websites, Billboards, information distributed by each hamlet through RT and RW groups. The embodiment of participation in the form of community aspirations by holding deliberations, and involving the community in the implementation of activities. Accountability carried out by the Government of the sacred village from the planning stage to the accountability stage by conducting village fund management in accordance with procedures, accountable management through reports to the government on it and the village community. Although the management of funds by the Desa Suci government is good, there are still obstacles, namely from the condition of the community, the low capacity of the village apparatus, changing policies and regulations, and limited village funds to realize the needs of the community. Keywords: Accountability, Participation, Transparency, Village Fund, Good Village governance.
A Systematic Review of the Data-Driven Public Policy Making in Indonesia Pebriani Wahyu, Fitri; Alia, Siti; Susanti, Elisa; Hanif Abdillah, Fauzan; Febrianti, Ranti
Iapa Proceedings Conference 2024: AAPA-EROPA-AGPA-IAPA International Conference 2024 Towards World Class Bureaucracy
Publisher : Indonesian Association for Public Administration (IAPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30589/proceedings.2024.1111

Abstract

Decision-making for public policy formulation in Indonesia has undergone significant changes from year to year, one of which is due to the effects of digital transformation. Big data is a part of digital transformation that has a direct correlation with public policy formulation in Indonesia. This research aims to identify the utilization of big data in decision-making for public policy formulation in Indonesia. The matters discussed in this research include the decision-making process in formulating public policy in Indonesia using big data analysis, as well as the effectiveness, efficiency, and openness of public policies resulting from data-driven public policy in Indonesia. This research uses the Systematic Literature Review (SLR) method by collecting various related research documents into a database using the PRISMA (Preferred Reported Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis) research procedure. The utilization of big data in decision-making for public policy formulation in Indonesia has proven that the policies formulated are more effective and efficient because they utilize the data available in big data analysis.
PENGEMBANGAN USAHA MIKRO DAN KECIL BERDASARKAN PEMETAAN MASALAH DALAM BERUSAHA DI DESA SAYANG KABUPATEN SUMEDANG Susanti, Elisa; Kudus, Imanudin
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v5i2.10144

Abstract

One reason for business failure is due to lack of exploration problems. Therefore, it is important to identify the problem before developing the business. The purpose of this article is to describe the development of micro and small businesses based on mapping the problems in conducting business in Sayang Village of Sumedang Regency. Problem mapping in doing business is done through interviews, observations and questionnaires, the results of which are then written on a canvas map. Efforts in developing micro and small businesses are carried out based on the results of the mapping. There are four activities in developing micro and small businesses, with a combination of community education method and training method. The results of the mapping show that there are problems in conducting business in Sayang Village, namely: lack of skilled resources, several business actors do not have the desire to develop their businesses, problems in the production process, problems in the process of packaging and food security, capital problems, lack of expertise in business development, lack of networks and relationships, lack of marketing, many products do not yet have a PIRT license and halal logo, and Bumdes (village-owned business entity) is not well-managed. The efforts made in developing micro and small businesses in Sayang Village are: (1) entrepreneurship education, aimed at enhancing the spirit of entrepreneurship and knowledge regarding business processes; (2) capital education, regarding capital management from capital programs provided by the government; (3) food product packaging training, aims to make food more durable; (4) creation and information dissemination of a website to market products through desasayang.hydroweb.id. Evaluation results show that education and training are considered to be useful, increase knowledge, and become motivations in conducting business. There is an expectation from business people in Sayang Village that other education and training should be held more continuously.Keywords: Entrepreneurship, problems in conducting business, micro and small business development. ABSTRAKSalah satu alasan kegagalan usaha adalah karena kurangnya eksplorasi masalah. Sehingga sangat penting mengidentifikasi masalah sebelum pengembangan usaha. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah menggambarkan pengembangan usaha mikro dan kecil berdasarkan pemetaan masalah dalam melakukan usaha di Desa Sayang Kabupaten Sumedang. Pemetaan masalah dalam berusaha dilakukan melalui wawancara, observasi dan kuisioner, yang selanjutnya dituangkan dalam peta kanvas. Upaya pengembangan usaha mikro dan kecil dilakukan berdasarkan hasil pemetaan tersebut. Terdapat empat kegiatan dalam pengembangan usaha mikro dan kecil, dengan kombinasi metode pendidikan masyarakat dan metode pelatihan. Hasil pemetaan menunjukkan terdapat masalah dalam berusaha di Desa Sayang yaitu: kekurangan sumber daya terampil, beberapa pelaku usaha tidak memiliki keinginan untuk mengembangkan usahanya, masalah dalam proses produksi, masalah dalam proses pengemasan dan ketahanan makanan, masalah permodalan, kurangnya keahlian dalam pengembangan bisnis, kurangnya jejaring dan relasi, kurangnya pemasaran, banyak produk belum memiliki ijin PIRT dan logo halal, dan Bumdes tidak berjalan dengan baik. Upaya yang dilakukan dalam pengembangan usaha mikro dan kecil di Desa Sayang adalah: (1) Pendidikan kewirausahaan, bertujuan untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan dan pengetahuan mengenai mengenai proses bisnis; (2) Penyuluhan permodalan, mengenai pengelolaan modal dari program permodalan yang diberikan pemerintah (3) Pelatihan pengemasan produk makanan, bertujuan agar makanan lebih bertahan lama (4) Pembuatan dan sosialisasi website untuk memasarkan produk melalui desasayang.hydroweb.id. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pendidikan dan pelatihan dianggap sangat bermanfaat, menambah pengetahuan, dan menjadi motivasi dalam berusaha. Terdapat harapan dari pelaku usaha di Desa Sayang yaitu dilakukan pendidikan dan pelatihan lainnya dengan lebih kontinu.Kata kunci: Kewirausahaan, masalah dalam berusaha, pengembangan usaha mikro dan kecil.
Digital Empowerment in Rural Villages: Unraveling MSEs' Path to Technological Readiness and Sustainability Susanti, Elisa; Alia, Siti; Harta, Ridho
Publica: Jurnal Pemikiran Administrasi Negara Vol. 17 No. 1 (2025): Publica
Publisher : Department of Public Administration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpan.v17i1.46514

Abstract

This study examines the digital readiness of micro and small enterprises (MSEs) in rural Indonesia, aiming to evaluate their readiness and develop a specialized model tailored to rural challenges. Using a mixed-method approach, insights were drawn from 12 articles and 24 business participants across 11 villages, combining systematic literature reviews and in-depth interviews. The methodology focused on analyzing digital readiness dimensions such as strategy, organization, technology, finance, and market integration. Interviews with MSE owners and managers explored factors influencing digital readiness, including the macro environment, technology perceptions, motivation for adoption, social capital, and knowledge-based capabilities. Findings revealed that many rural MSEs possess a basic level of digital readiness, with some lagging due to limited technology use and owner disinterest. Addressing these challenges requires collaboration among governments, educational institutions, local communities, and the MSEs themselves. The study underscores the importance of digital readiness in enhancing the competitiveness and sustainability of rural MSEs. By developing a tailored model and addressing key challenges, rural MSEs can better leverage digital technologies to drive growth and economic development in rural areas.
ICT Readiness Pada Produsen Data Dalam Penyelenggaraan Cirebon Satu Data Danel, Sutan; Susanti, Elisa
Jurnal Manajemen dan Ilmu Administrasi Publik (JMIAP) Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Manajemen dan Ilmu Administrasi Publik (JMIAP)
Publisher : Laboratorium Jurusan Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jmiap.v7i2.1199

Abstract

Penelitian dengan judul ICT Readiness pada Produsen Data dalam Penyelenggaraan Cirebon Satu Data ini dilakukan seiring dengan adanya permasalahan pada rendahnya awareness pada Produsen Data, yang dibuktikan dengan adanya data rendahanya capaian keterisian dan ketepatan waktu pengisian data. Cirebon Satu Data sendiri memiliki peranan strategis dalam mendukung perencanaan pembangunan dan smart city Kota Cirebon melalui peningkatan efisiensi birokrasi dan keterbukaan informasi publik. Namun demikian, pentingya Cirebon Satu Data masih belum diiringi dengan kesiapan TIK yang baik. Untuk itu, Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih lanjut kesiapan TIK pada Produsen Data dan dapat memberikan rekomendasi untuk penyelenggaraan Cirebon Satu Data yang lebih baik. Penelitian ini mengacu pada konsep ICT Readiness oleh Falahah, Kusumasari dan Santoso (2021) yang didalamnya menjelaskan tentang management awareness, content readiness, people and organization, policy and regulation, supported technology, dan data portal. Penelitian ini menggunakan metode kulitatif dengan informan yaitu Koordinator dan Sekretaris Forum, Walidata dan Produsen Data, untuk dapat memberikan gambaran lebih dalam mengenai kesiapan TIK pada Produsen Data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ICT Readiness dapat dikatakan cukup siap, namun demikian setiap aspek dalam ICT Readiness pada produsen dara masih terdapat kekurangan yang saling berpengaruh terhadap satu sama lainnya, sehingga setiap masih memerlukan perbaikan pada setiap aspeknya.