Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Analisis Water Supply-Demand Index Assessment untuk Produksi Padi Berkelanjutan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu Hilir, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia: Analysis of Water Supply-Demand Index Assessment for Sustainable Rice Production in Downstream Watershed of Serayu Central Java Province Indonesia Yuzanni, M. Yusfan; Setyawan, Chandra; Susanto, Sahid
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol. 13 No. 2 (2025): August 2025
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2025.013.02.09

Abstract

Sumber daya air merupakan elemen penting dalam proses produksi padi khususnya di wilayah tropis seperti Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis water supply demand index (WSDI) untuk mendukung produksi padi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu Hilir, Jawa Tengah. Evaluasi WSDI didasarkan pada perbandingan ketersediaan dan kebutuhan air di wilayah DAS. Analisis ketersediaan air di DAS dilakukan dengan menggunakan model hidrologi tank, sedangkan kebutuhan air irigasi padi ditentukan dengan menggunakan metode Penman-Monteith dengan bantuan software CROPWAT 8.0. Pada proses perhitungan ditetapkan debit andalan 80% sebagai nilai yang mewakili ketersediaan air minimum untuk memenuhi kebutuhan air irigasi tanaman padi. Berdasarkan hasil analisis, WSDI untuk musim tanam pertama (MT1) dan kedua (MT2) diklasifikasikan sebagai “sangat baik”, tetapi musim tanam ketiga (MT3) mengalami ketersediaan air dengan kategori “buruk”, terutama pada tahun 2018, 2019, dan 2020. Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat banyak variasi musiman terkait ketersediaan air yang sangat dipengaruhi oleh pola curah hujan. Studi ini merekomendasikan pola tanam padi-padi-hortikultura untuk memaksimalkan penggunaan air, terutama pada MT3 ketika risiko kekeringan meningkat. Analisis WSDI memberikan informasi yang berguna untuk eksplorasi spasial dan terestrial serta menyoroti pentingnya strategi konservasi dalam mengatasi kekeringan di musim kemarau. Pemilihan tanaman hortikutura pada MT3 didasarkan pada kebutuhan air rata-rata tanaman yang lebih rendah, masa tanam singkat, Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan strategi pengelolaan sumber daya air yang berguna untuk meningkatkan produksi beras di wilayah DAS yang mengalami perubahan iklim dan tata guna lahan.
Kontribusi Teknologi Irigasi Pompa dan Pemahaman Petani dalam Mendukung Produksi Tanaman Pangan di Lahan Sawah Tadah Hujan Trinugroho, Muchamad; Arif, Sigit Supadmo; Susanto, Sahid; Nugroho, Bayu Dwi Apri; prabowo, abi
JURNAL PANGAN Vol. 32 No. 3 (2023): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v32i3.732

Abstract

Teknologi irigasi pompa di lahan sawah tadah hujan untuk mendukung produksi tanaman pangan sangat dibutuhkan. Penerapan teknologi irigasi pompa harus mempertimbangkan faktor komponen teknologi serta kesiapan sumber daya manusia secara individu maupun institusi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kontribusi faktor teknologi dan menjelaskan tingkat pemahaman petani terhadap penerapan teknologi irigasi pompa. Metodologi penelitian yang digunakan terdiri dari metode teknometri dan analisis deskriptif menggunakan 40 kuesioner yang diedarkan kepada petani, pengelola kelompok tani, dan pengelola irigasi di Desa Tambakromo di Kecamatan Cepu. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pemahaman responden dari kuat sampai sangat kuat tehadap kandungan teknologi technoware, humanware, orgaware dan infoware. Hasil analisis tingkat pemahaman petani terhadap teknologi dan komponennya termasuk dalam kategori kuat dan sangat kuat, sedangkan hasil analisis teknometrik kandungan teknologi menunjukkan teknologi irigasi pompa air dalam kategori semi modern dan tingkatan yang baik. Hasil kajian ini sebagai masukan bagi pemerintah, petani dan pihak yang berkepentingan yang lain dalam menentukan strategi yang tepat dalam penerapan teknologi irigasi di lahan sawah tadah hujan.
Rainfall-Runoff Modelling in Tropical River Basin for Water Conservation Planning Using Water Recharge Ponds Yuzanni, M Yusfan; Setyawan, Chandra; Susanto, Sahid; Nugraheni, Yekti
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 13 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v13i4.1171-1181

Abstract

Land conversion in river basins poses a threat to future water availability. This research aims to estimate water availability, particularly stream flow for planning of water conservation. Water availability was analyzed using a hydrology tank model. The model was calibrated by using stream flow data measured in a reservoir and then used to estimate water availability in the reservoir's catchment area. The value of model parameters such as wet infiltration coefficient (WIC), dry infiltration coefficient (DIC), soil moisture capacity (SMC), initial soil moisture (ISM), initial groundwater storage (IGWS), groundwater recession constant (k) was determined through the calibration process. The results showed that the model has good accuracy for stream flow calculation indicated by the value of statistical parameters i.e. coefficient of correlation (R) = 0.93, a volume of error (VE) = 0.04, and a coefficient of efficiency (CE) = 1.00. During the wet season, the specific maximum discharge is 0.11 m3s–1km–2. Meanwhile, the minimum specific discharge is 0.030 m3s–1km–2. These differences indicate that optimizing rainwater harvesting during the wet season is required. Rainfall-runoff modeling reveals the potential for surface runoff during the wet season is 1,139 mm. This finding provides an essential reference for water conservation, especially using water recharge ponds. Keywords: Hydrology tank model, Stream flow, Tropical river basin, Water availability, Water conservation.
Penguatan Kebijakan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Studi Kasus : DPS Logawa, Kabupaten Banyumas Irawadi, Irawadi; Supadmo Arif, Sigit; Susanto, Sahid; Sutiarso, Lilik
Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/jts.v16i1.753

Abstract

Asas good water resources governance baru akan dapat tercapai apabila pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dilakukan melalui suatu perencanaan yang utuh dan terpadu (hulu, tengah, hilir), menyeluruh (antar dan lintas sektor), berkelanjutan dan berbasis kelestarian lingkungannya, mencakup aspek teknis, aspek asas legalitas yang kuat dan mengikat bagi seluruh pemangku kepentingan, aspek tata kelola pemerintahan desentralisasi yang berlaku; dan aspek masyarakat dan pihak swasta yang terlibat dalam pemanfaatan DAS serta aspek kontrol, transparansi, akuntabilitas hasil yang dilakukan mulai dari tahap perencanaan sampai pelaksanaan pengelolaan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan pengumpulan data yang luas dan banyak mengenai pengelolaan DAS hasil Diskusi FGD Pemangku Kepentingan, sedang evaluasi kebijakan pengelolaan DAS dilakukan dengan menggunakan Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity dan Threat). Hasil dari penelitian ini adalah bahwa Kebijakan Pengelolaan DAS secara terpadu dan berkelanjutan perlu dikuatkan melalui : (1) Meningkatkan hermonisasi dan sinkronisasi peraturan perundang-undangan pengelolaan DAS; (2) Mewujudkan pembentukan Forum DAS dan komitmen bersama antar stakeholders; (3) Mewujudkan adanya partisipasi masyarakat dan dunia usaha dalam pengelolaan DAS dan (4) Mewujudkan Pemahaman Bersama tentang Pengelolaan DAS.
Changes in Rainfall Pattern in Bengawan Solo Sub-Watershed Trinugroho, Muchamad Wahyu; Arif, Sigit Supadmo; Susanto, Sahid; Nugroho, Bayu Dwi Apri; Prabowo, Abi
SAINS TANAH - Journal of Soil Science and Agroclimatology Vol 19, No 2 (2022): December
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/stjssa.v19i2.61640

Abstract

Rainfed farming is vulnerable to climate variability, which changes rainfall patterns.  Rainfall variability disrupts rainfed rice cultivation because a  change in rainfall will affect the rice crop calendar. An analysis of long-term trends over a specific area is required to understand rainfall variability. The aim of this study was to assess climate variability in terms of rainfall magnitude and frequency by analyzing spatial and temporal rainfall trends in Bengawan Solo Sub-Watershed as well as the rainfed rice production. Daily rainfall data from 10 rain gauge stations over the sub-watershed area from the years 1975 to 2020 were used. The data was managed and collected by the Bengawan Solo Watershed authority. Pearson, Mann-Kendall, and Sen’s Slope tests were applied to assess the recorded data correlation, rainfall trends, and magnitude of trends into annual, monthly, and 10-day. The findings of the study indicated the spatial and temporal inhomogeneous rainfall pattern for all locations for 10-day, monthly and annual patterns. The mountainous regions at Tawang Mangu and Ngrambe stations tend to experience an upward trend (positive magnitude), while the coastal regions at Nglirip and Bojonegoro stations have a downward trend(negative magnitude). Those trends also confirmed that coastal regions would be drier than mountainous regions in the future. Understanding this rainfall trend can assist with rainfed farming strategic planning.
Assessing irrigation water demand and pumping operations for rice farming in the Bengawan Solo River, Indonesia Trinugroho, Muchamad Wahyu; Arif, Sigit Supadmo; Susanto, Sahid; Nugroho, Bayu Dwi Apri
SAINS TANAH - Journal of Soil Science and Agroclimatology Vol 21, No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/stjssa.v21i1.79343

Abstract

Owing to population growth, the rice demand in Indonesia has been increasing, which has led to an increase in rice consumption. One way to boost rice production is to enhance pump irrigation in rainfed fields. The aim of this study is to evaluate irrigation water usage and water pumping practices in the Bengawan Solo River, focusing on enhancing rice production. Data were sourced from governmental entities, which include the Indonesian Bureau of Meteorology, Climatology, and Geophysics and the Ministry of Public Works and Housing. Water requirement was calculated using the FAO Penman–Monteith equation. The study highlights that throughout the three distinct growing seasons (GS), the water requirements for irrigating rainfed rice fields vary, with the most substantial demand observed during the first growing season (GS I), followed by the third growing season (GS III), and the second growing season (GS II). In dry years, a consistent pattern of low water balances occurs, which persists below 500 mm across all months. Compared with the other two scenarios, the dry year shows higher variability in rainfall, as evidenced by its higher coefficient of variation of 0.620 compared with 0.347 and 0.416 for the wet and normal years, respectively. The electricity cost rate peaks in GS I, trailed by GS II and GS III, with rates of IDR 2,400, 1,180, and 1,028 per kilowatt-hour, respectively. The findings play a pivotal role in shaping regional planning decisions regarding the utilization and necessity of river water resources and the development of cropping calendars.