Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Dukungan Suami terhadap Istri yang Mengalami Kecemasan pada Kehamilan Trimester Ketiga di Kabupaten Gianyar Diani, Luh Putu Prema; Susilawati, Luh Kadek Pande Ary
Jurnal Psikologi Udayana Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.901 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2013.v01.i01.p01

Abstract

The pregnancy period is a period when the body of a pregnant woman experience physical changes and psychological changes caused by pregnancy hormones increase. Hormonal changes experienced by pregnant women will result the changes in emotion and elicits some reaction among others happiness, sensitive, getting sad easily, disappointed, hurt, anxiety and even stress. Under these conditions, the husband’s support needed during pregnancy.It is very important for pregnant women to reduce the level of anxiety,so that pregnant women can live a healthy life. This study aims to determine whether the presence or absence of husband’s support influence against wives who experience anxiety in the third trimester of pregnancy in Gianyar regency. This study used nonprobability sampling with purposive sampling technique. Nonprobability sampling. This research is non-experimental (ex post facto) that consists of two groups: a control group and experimental group consisted of 30 people. Researchers use two scales,husbands support scale and the scale of anxiety in the third trimester pregnant women. Data obtained in this research is processed with independent samples t-test to see the effect of the husband to support his wife who experience anxiety in the third trimester of pregnancy. Analysis Independent samples t-test produces sig. (2-tailed) of 0.000 (p <0,05). Results of this study indicate that there are significant influence between husband’s support against wives who experience anxiety in the third trimester of pregnancy. The group of pregnant women who do not live with her husband has a high-anxiety category. Meanwhile, the group of third-trimester pregnant women living with their husbands has low-medium anxiety category. Keyword : Husband Support, Anxiety, Pregnancy Third Trimester
Peran konformitas teman sebaya dan dukungan sosial orangtua terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa Program Studi Sarjana Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Krisnadhi, Made Ardhy Dharma; Susilawati, Luh Kadek Pande Ary
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.249 KB)

Abstract

Mahasiswa sebagai subjek yang menuntut ilmu di perguruan tinggi tentu berharap dapat lulus tepat waktu dan dengan indeks prestasi yang membanggakan. Pada saat dan selama masa perkuliahan, mahasiswa memiliki kewajiban menyelesaikan tugas-tugas akademik. Mahasiswa yang memiliki kecenderungan menunda penyelesaian tugas-tugas akademik sesuai batas waktu yang ditentukan, diindikasikan telah melakukan prokrastinasi akademik. Konformitas teman sebaya dan dukungan sosial orangtua dinyatakan dapat berperan terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa. Prokrastinasi dapat berdampak negatif terhadap prestasi belajar maupun terhadap rentang waktu penyelesaian studi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran konformitas teman sebaya dan dukungan sosial orangtua terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa Program Studi Sarjana Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Subjek dalam penelitian kuantitatif ini ditentukan berdasarkan stratified random sampling dengan jumlah responden 80 mahasiswa aktif dalam tahun akademik 2018/2019. Instrumen sebagai alat ukur berupa skala prokrastinasi akademik, skala konformitas teman sebaya dan skala dukungan sosial orangtua. Hipotesis penelitian yang diuji dengan teknik analisis regresi berganda, menghasilkan nilai koefisien regresi sebesar 0,755, nilai koefisien determinasi sebesar 0,570 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (P<0,05) dengan koefisien beta terstandarisasi pada variabel konformitas teman sebaya -0,014 dan dukungan sosial orangtua sebesar -0,745,- menunjukkan bahwa konformitas teman sebaya dan dukungan sosial orangtua secara bersama-sama berperan terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa Program Studi Sarjana Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kata Kunci: Dukungan sosial orangtua, konformitas teman sebaya, prokrastinasi akademik
Peran komunikasi interpersonal dan problem focused coping terhadap stres mahasiswa Universitas Udayana yang sedang menyusun skripsi Mayasari, Made Pramesti; Susilawati, Luh Kadek Pande Ary
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.268 KB)

Abstract

Proses penyusunan skripsi dapat menyebabkan stres bagi mahasiswa. Stres merupakan suatu situasi yang mengancam dan menuntut individu untuk melakukan penyesuaian dan adaptasi terhadap kondisi tersebut. Komunikasi interpersonal yang terjalin antara mahasiswa dan dosen pembimbing dapat memengaruhi stres mahasiswa. Stres dapat dikelola dengan penggunaan strategi koping yang efektif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui peran komunikasi interpersonal dan problem focused coping terhadap stres Mahasiswa Universitas Udayana yang sedang menyusun skripsi. Subjek dalam penelitian ini adalah 83 orang Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana yang sedang menyusun skripsi. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala stres, skala komunikasi interpersonal dan skala problem focused coping. Penggunaan teknik analisis data dalam penelitian ini ialah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,754, nilai koefisien determinasi sebesar 0,568 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (P<0,05) dengan koefisien beta terstandarisasi pada variabel komunikasi interpersonal -0,747 dan problem focused coping sebesar -0,010. Hasil tersebut menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal dan problem focused coping secara bersama-sama berperan menurunkan taraf stres Mahasiswa Universitas Udayana yang sedang menyusun skripsi. Kata Kunci: Komunikasi interpersonal, mahasiswa, problem focused coping, skripsi, stres
HUBUNGAN RASA SYUKUR DAN PERILAKU PROSOSIAL TERHADAP PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA REMAJA AKHIR ANGGOTA ISLAMIC MEDICAL ACTIVISTS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Wicaksono, M. Lutfi Hadi; Susilawati, Luh Kadek Pande Ary
Jurnal Psikologi Udayana Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.101 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2016.v03.i02.p03

Abstract

Psychological well-being is a construct associated with the optimum or positive functioning of a person. All of the people exactly want to live well both physically and psychologically including adolescents. One of the factors who has a significant correlation with psychological well-being is gratitude. Psychological well-being of adolescents can also enhanced through the development of positive behaviors. One of positive behavior that support the personal growth of adolescents is prosocial behavior. This study aimed to determine the correlation between gratitude and prosocial behavior toward psychological well-being in late adolescents who join the Islamic medical activists at Faculty of Medicine Udayana University.The sampling technique used in this study was cluster sampling. Subjects of the research were 60 late adolescents who join the Islamic medical activists at Faculty of Medicine Udayana University. Instruments in this study were psychological well-being scale, gratitude scale and prosocial behavior scale. Data obtained in this study were analyzed by multiple regression analysis to see the correlation between gratitude and prosocial behavior toward psychological well-being. Multiple regression analysis results F test values 29,976 with significance value 0,000 (P < 0,05) it means gratitude variable and prosocial behavior were able to predict psychological well-being. Coefficient of determination equal to 0,513 showed that 51,3% psychological well-being can be explained by gratitude and prosocial behavior.Keywords: gratitude, prosocial behavior, psychological well-being, late adolescents
Hubungan dukungan sosial dan efikasi diri dengan motivasi berprestasi pada remaja awal dan tengah yang tinggal di panti asuhan di Bali Manuaba, Ida Bagus Purwa Arsha; Susilawati, Luh Kadek Pande Ary
Jurnal Psikologi Udayana Vol 6 No 01 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.03 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p16

Abstract

Abstrak Remaja yang ditelantarkan atau berpisah dari orangtua akan mencari alternatif untuk menggantikan fungsi keluarga yang hilang agar hak-haknya tetap terpenuhi, melalui alternatif berbasis panti asuhan. Remaja yang tinggal di lingkungan panti asuhan sebagian besar akan mengalami tekanan dan masalah selama tinggal di panti asuhan, hal ini dikarenakan dukungan berupa bantuan dari pengasuh yang kurang didapatkan oleh remaja, lingkungan panti asuhan yang berbeda dengan lingkungan tempat tinggal, serta adanya perbedaan norma, kebiasaan, dan budaya yang berbeda dengan daerah asalnya. Remaja yang tinggal di panti asuhan perlu mendapatkan dukungan sosial untuk mengurangi tekanan yang dirasakan sehingga remaja dapat meningkatkan motivasi berprestasi selama tinggal di panti asuhan. Efikasi diridinyatakan dapat membantu individu dalam mengatasi tekanan yang dihadapi selama tinggal di panti asuhan, serta dapat mempermudah remaja untuk meningkatkan motivasi berprestasi selama tinggal di panti asuhan di Bali. Subjek dalam penelitian ini adalah 95 orang remaja awal dan tengah yang tinggal di panti asuhan. Hasil uji regresi berganda menunjukkan koefisien regrresi sebesar 0,574 dan koefisien determinasi sebesar 0,329, dengan signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05), dengan demikian terdapat hubungan dukungan sosial dan efikasi diri dengan motivasi berprestasi pada remaja awal dan tengah yang tinggal di panti asuhan di Bali.Koefisien beta terstandarisasi dari dukungan sosial menunjukkan nilai sebesar 0,368 dan signifikansi 0,000 (p<0,05), sehingga dukungan sosial berhubungan secara signifikan dengan motivasi berprestasi pada remaja awal dan tengah. Koefisien beta terstandarisasi dari efikasi diri menunjukkan nilai sebesar 0,303 dan signifikansi 0,002 (p<0,05), sehingga efikasi diri berhubungan secara signifikan dengan motivasi berprestasi pada remaja awal dan tengah. Kata kunci: motivasi berprestasi, dukungan sosial, efikasi diri, remaja panti asuhan, Bali
PERAN PENERIMAAN DIRI DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KONSEP DIRI REMAJA YANG TINGGAL DI PANTI ASUHAN DI BALI Wulandari, Ayu Ratih; Susilawati, Luh Kadek Pande Ary
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.886 KB)

Abstract

Adolescence is known as an important period in the formation of self-concept. However, not all adolescents can pass through these phases in the family circle. Adolescents who live in orphanages have certain background which could affect the formation of self-concept. This study aims to determine the role of self-acceptance and social support against self-concept of adolescents living in an orphanage in Bali. This study is expected to provide benefits in the formation of self-concept of adolescents living in the orphanage through the role of self-acceptance and social support. The subjects were 98 adolescents who lived in the orphanage. The sampling technique used a two stage cluster sampling. The results of multiple regression analysis showed (R) of 0.703 (F = 46 318; p < 0.05), which means that self-acceptance and social support jointly contribute to the self concept. The coefficient of determination was 0.494, meaning that effective contribution of self-acceptance and social support in explaining the variant of self-concept as much as 49.4%, and from the value of standardized beta was found that self-acceptance is more a role of self-concept with a value of 0.506 instead of 0.278 social support. It concluded that the role of self acceptance and social support were significantly important against self-concept adolescents living in an orphanage in Bali. Keywords: Self acceptance, Social Support, Adolescents living in an orphanage.
BENTUK-BENTUK DUKUNGAN SOSIAL PADA PEGAWAI NEGERI SIPIL MENJELANG MASA PENSIUN Sekarsari, Ni Kadek Widhi Dwi; Susilawati, Luh Kadek Pande Ary
Jurnal Psikologi Udayana Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.978 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2015.v02.i02.p06

Abstract

Civil Servant (PNS) is part of the state apparatus that became one of the most important elements in the government. As a civil servant, people must be follow the rule included in Indonesian Regulation No. 43 Yr. 1999. Dismissal or retirement is one rule that applies to every member of civil servant. Dismissal or retirement of civil servants was a time when a person is laid off from a job appropriate age limits stipulated in Government Regulation (Dewi, 2011). Retirement would be associated with civil servant prepared or unprepared when entering that phase. Based on this, researchers are interested to see the preparations related to the readiness of civil servants towards retirement and social support necessary forms ahead of the retirement of civil servants.   This study used qualitative research methods with a phenomenological approach. Respondents in this study were four people whose status as civil servants in the province of Bali. Data collection techniques used in this study were interviews and observation.   The results of this study indicate that the civil servants who will retire requires good support from family, co-workers, as well as institutions. Support from family is the most important support is needed before the retirement of civil servants in the types of emotional support and information support. In addition, preparations are need of social support in the civil servants towards retirement include the preparation of financial, health or fitness, role adjustment, leisure time activities, as well as health insurance.     Keywords: civil servants, social support, retirement
Dukungan Sosial pada Pasangan Pada Gelahang Sudiana, Ni Putu Ayu Trisna Rai; Susilawati, Luh Kadek Pande Ary
Jurnal Psikologi Udayana Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.616 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i02.p08

Abstract

Perkawinan pada gelahang merupakan bentuk perkawinan adat Bali yang baru dan berbeda dengan bentuk perkawinan adat Bali lain. Perbedaan terletak pada pelaksanaan kewajiban ganda karena suami dan istri sama-sama berstatus purusa. Kewajiban ganda ini memunculkan beberapa beban yaitu beban ekonomi, beban ngayah dan masalah anak. Dukungan sosial dapat diberikan untuk meringankan beban pasangan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana dukungan sosial pada pasangan pada gelahang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Responden dalam penelitian ini adalah enam orang yang merupakan suami istri yang telah menjalani perkawinan pada gelahang dan tinggal di Kabupaten Tabanan. Pengumpulan data dilakukandengan cara melakukan wawancara dan observasi. Analisis data dilakukan dengan carareduksi data, penyajikan data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini yaitu sumber dukungan sosial pada pasangan pada gelahangadalah keluarga, teman, masyarakat dan aparat adat. Bentuk dukungan yang diterima antara lain dukungan instrumental, dukungan informasi, dukungan emosi dan dukungan persahabatan. Manfaat dukungan sosial yang sudah diterima oleh pasangan seperti meringankan beban perkawinan, membuat pasangan merasa tenang, membuat pasangan termotivasi untuk tetap menjalani perkawinan pada gelahang, membantu pasangan dalam menemukan solusi permasalahan, membuat pasangan merasa senang, mengurangi pengeluaran, membuat pasangan merasa lebih dihargai serta membuat pasangan yakin untuk memilih perkawinan pada gelahang. Kata Kunci: dukungan sosial, perkawinan pada gelahang
PERAN CITRA TUBUH DAN PENERIMAAN DIRI TERHADAP SELF ESTEEM PADA REMAJA PUTRI DI KOTA DENPASAR Damayanti, Anak Agung Mas; Susilawati, Luh Kadek Pande Ary
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.714 KB)

Abstract

Masa remaja adalah masa transisi dalam rentang kehidupan manusia yang menghubungkan masa kanak-kanak danmasa dewasa. Masa remaja merupakan masa yang mana individu pada umumnya memiliki perhatian khusus mengenaipersepsi terhadap citra tubuh. Penilaian mengenai tubuh pada remaja putri yang berfokus terhadap penampilanmerupakan hal yang utama, sehingga dapat memengaruhi citra tubuh remaja putri. Remaja putri lebih seringmerasakan keinginan untuk memiliki tubuh yang menarik sesuai dengan persepsi masyarakat mengenai citra tubuhperempuan ideal. Remaja memiliki pandangan terhadap diri mengenai siapa dan apa yang membedakan diri denganorang lain. Memasuki tahap transisi ke masa remaja jika seorang remaja tidak memiliki kepercayaan diri untukmembangun dan menerima sebuah interaksi, maka akan mengalami kesulitan dalam membentuk relasi sosialnantinya, oleh karena itu masa remaja adalah saat yang tepat untuk memperkuat self esteem pada individu. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui peran citra tubuh dan penerimaan diri terhadap self esteem pada remaja putri di KotaDenpasar. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 100 orang siswi kelas X dan XI SMAN 1 Denpasar yang dipilihmenggunakan teknik cluster sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah skala citra tubuh, skala penerimaan diri,dan skala self esteem. Hipotesis penelitian diuji dengan teknik analisis regresi berganda. Hasil analisis menunjukkannilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) sehingga dapat disimpulkan citra tubuh dan penerimaan diri berperanterhadap self esteem remaja putri di Kota Denpasar. Citra tubuh dan penerimaan diri positif penting bagi peningkatanself esteem remaja putri. Kata Kunci: citra tubuh, penerimaan diri, self esteem, dan remaja
Peran problem focused coping dan dukungan sosial teman sebaya terhadap kecemasan remaja SMA yang akan menempuh ujian nasional Pradana, I Gusti Ngurah Ade; Susilawati, Luh Kadek Pande Ary
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.589 KB)

Abstract

Ujian Nasional (UN) merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang dianggap strategis dan mudah dalam memetakan serta mengukur standar pendidikan sejak tahun 2005. Masalah yang sering dialami remaja SMA terkait dengan menghadapi UN adalah kecemasan. Salah satu pemilihan cara mengatasi masalah disebut dengan proses coping. Coping yang dipergunakan adalah problem focused coping. Kecemasan menghadapi UN dapat juga dikurangi dengan dukungan sosial. Siswa yang mendapat dukungan sosial yang tinggi dari teman sebayanya akan merasa dicintai dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Rasa percaya diri yang tinggi akan merasa mampu menyelesaikan UN dengan hasil maksimal, sebaliknya yang memiliki dukungan sosial yang rendah akan merasa gagal dan kurang memilki motivasi belajar yang berakibat pada meningkatnya kecemasan sebelum menempuh UN. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran problem focused coping dan dukungan sosial teman sebaya terhadap kecemasan remaja SMA yang akan menempuh Ujian Nasional. Subjek dalam penelitian ini 214 remaja SMA Negeri di Denpasar yang akan menempuh Ujian Nasional, terdiri dari 69 laki-laki dan 145 perempuan dengan rentang usia 15-18 tahun sebagian besar berusia 18 tahun. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala problem focused coping berdasarkan dimensi dari Lazarus dan Folkman (1984) dengan reliabilitas 0,902, dukungan sosial teman sebaya berdasarkan aspek Haber (2010) dengan reliabilitas 0,922, dan skala kecemasan berdasarkan gejala kecmasan Nevid (2005) dengan reliabilitas 0,864. Analisis data dilakukan teknik regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,581, nilai koefisien determinasi sebesar 0,337, nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05), nilai koefisien beta terstandarisasi variabel problem focused coping sebesar -0,625 dan variabel dukungan sosial teman sebaya sebesar 0,067. Hasil tersebut menunjukkan bahwa problem focused coping dan dukungan sosial teman sebaya berperan terhadap kecemasan remaja SMA yang akan menempuh Ujian Nasional. Kata Kunci: Dukungan sosial teman sebaya, kecemasan, problem focused coping, remaja