Articles
Peran Efikasi Diri dan Dukungan Sosial Terhadap Kematangan Karier Siswa SMA Kelas XII di Denpasar
Muhammad Faturrahmansyah;
Luh Kadek Pande Ary Susilawati
PSIKOLOGI KONSELING Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/konseling.v20i1.37757
Kematangan karier merupakan suatu bentuk keberhasilan yang didapatkan indvidu ketika dapat menyelesaikan tugas perkembangan karier yang khas pada tiap fase perkembangan. Kematangan karier dapat dipengaruhi oleh faktor internal yaitu efikasi diri dan faktor eksternal yaitu dukungan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui peran efikasi diri dan dukungan sosial terhadap kematangan karier siswa SMA kelas XII di Denpasar. Subjek dari penelitian ini adalah siswa SMA kelas XII di Denpasar sebanyak 120 siswa yang dipilih melalui multi-stage cluster sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kematangan karier, skala efikasi diri, dan skala dukungan sosial. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan koefisien regresi sebesar 0,637 dan koefisien determinasi sebesar 0,406 dengan signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) dan nilai koefisien beta terstandarisasi pada variabel efikasi diri sebesar 0,552 dengan signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) dan dukungan sosial sebesar 0,189 dengan signifikansi sebesar 0,013 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa efikasi diri dan dukungan sosial secara bersama-sama berperan meningkatkan kematangan karier pada siswa SMA kelas XII di Denpasar.
KOMPARASI WORKING MEMORY MUSISI DAN NON MUSISI: SEBUAH TINJAUAN PUSTAKA
Ni Made Bintang Damar Sari;
Luh Kadek Pande Ary Susilawati
Essence of Scientific Medical Journal Vol 21 No 2 (2024): Volume 21 No. 2 (Juli - Desember 2023) Essential: Essence of Scientific Medical
Publisher : Kelompok Ilmiah Hippocrates Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/essential.v21i2.107920
ABSTRAK Pendahuluan: Working memory merupakan salah satu dari tiga komponen executive function yang mempunyai empat komponen yaitu central executive, phonological loop, visuospatial sketchpad, dan episodic buffer. Banyak penelitian telah mengkaji working memory pada musisi dan non-musisi yang menemukan bahwa performa working memory pada musisi mengungguli non-musisi. Pembahasan: Working memory mempunyai tiga komponen yang mempunyai peran masing-masing dalam aktivitas yang dilakukan oleh individu. Selain itu, working memory juga sensitif terhadap berbagai faktor, salah satunya adalah pelatihan musik. Pelatihan musik dinilai dapat memengaruhi working memory dan dapat berdampak secara positif terhadap kemampuan working memory. Adanya pengaruh dari pelatihan musik kemudian membuat adanya perbedaan performa dari working memory pada musisi saat dibandingkan dengan non-musisi. Simpulan: Keunggulan working memory tidak ditemukan secara konsisten pada setiap penelitian yang membandingkan musisi dan non-musisi. Namun secara garis besar, hasil penelitian menunjukkan bahwa musisi mempunyai performa working memory yang lebih unggul dibandingkan non-musisi. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor pelatihan musik dan beragamnya keunggulan musisi dapat disebabkan oleh perbedaan pelatihan musik yang dilakukan. Kata kunci: Working memory, Pelatihan Musik, Musisi, Non-Musisi
Pengaruh Kebersyukuran Terhadap Penurunan Burnout pada Tenaga Medis: Sebuah Kajian Literatur
Puspitarani, Ni Made Adinda Putri;
Susilawati, Luh Kadek Pande Ary
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 6 No 1 (2022): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36341/psi.v6i1.2250
Tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam melawan pandemi COVID-19 tentunya menjadi subjek yang rentan menghadapi permasalahan fisik dan psikologis, salah satunya adalah burnout. Burnout merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan kelelahan dalam waktu lama, terjadinya penurunan tingkat motivasi, dan minat pada pekerjaan sehingga menyebabkan penurunan produktivitas kinerja. Hal ini tentu akan menghambat tenaga medis dalam memberikan pelayanan kesehatan sehingga patut disoroti. Salah satu intervensi yang efektif dalam mengatasi burnout pada tenaga medis adalah kebersyukuran. Tulisan ini bertujuan untuk melakukan telaah literatur terhadap penelitian-penelitian yang menguji efektivitas kebersyukuran terhadap penurunan burnout pada tenaga medis. Tulisan ini menggunakan metode kajian literatur deskriptif yang dilakukan pada 7 penelitian dengan jumlah responden dan skala yang bervariasi. Hasilnya menunjukkan bahwa pendekatan psikologi positif utamanya kebersyukuran mampu menurunkan tingkat burnout pada tenaga medis. Pengkajian literatur terkait burnout pada tenaga medis perlu dilakukan mengingat burnout akan berimbas pada penurunan produktivitas kerja.
“Ketidaksempurnaan Bukan Penghalang Untuk Meraih Prestasi”: Studi Analisis Fenomenologi Interpretatif Tentang Dinamika Hardiness Pada Remaja Tunadaksa Berprestasi Yang Tinggal Di Asrama SLB D YPAC Bali
Kusuma, Anak Agung Istri Candra Adnyawari;
Susilawati, Luh Kadek Pande Ary
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 22 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5281/zenodo.10096356
Teenagers with disabilities who live in dormitories do face difficulties in accepting their physical conditions, which are far from ideal. However, many of them are still able to achieve accomplishments, even at the national level. Various issues experienced by these disabled teenagers living in dormitories require them to possess a personal characteristic that views everything as a challenge rather than an obstacle, which is referred to as hardiness. This study aims to explore the dynamics of hardiness among high-achieving disabled teenagers living in dormitories. The research method used in this study is qualitative research with a phenomenological approach and individual analysis units. The research respondents consist of three high-achieving disabled teenagers aged 16-18 years living in the dormitory of SLB D YPAC Bali. Data were collected through interviews and field notes. The data analysis process used the Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) technique. This study reveals how the onset of disability and the surrounding responses become the reasons why teenagers live in dormitories. Hardiness in high-achieving disabled teenagers living in dormitories is formed due to the understanding, accepting, and having self-confidence, becoming independent individuals, and having faith in God influence of social support, the dormitory environment, self-control, self-commitment, and a sense of challenge (3 dimensions of hardiness) within these teenagers.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DAN SELF EFFICACY DENGAN TINGKAT STRES PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH
Putra, Putu Surya Parama;
Susilawati, Luh Kadek Pande Ary
Jurnal Psikologi Udayana Vol 5 No 01 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (671.24 KB)
|
DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i01.p14
Stres merupakan hal yang dapat terjadi pada setiap manusia termasuk perawat. Stres berkaitan dengan pemberian dukungan yang dapat menjadikan individu yang menerima merasa diterima dalam kelompok dan dicintai. Disamping itu, stres juga berkaitan dengan keyakinan individu pada kemampuannya sendiri dalam melaksanakan serangakaian kegiatan untuk mendapatkan hasil yang ingin dicapai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan self efficacy dengan tingkat stres pada perawat di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan analisis regresi berganda. Sedangkan subyek penelitiannya adalah 341 orang perawat di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah. Pengambilan data dilakukan dengan skala tingkat stres, skala dukungan sosial, dan skala self efficacy. Hasil penelitian memperlihatkan nilai F = 86,426 dengan sig = 0,000. Terdapat hubungan negatif antara dukungan sosial dengan tingkat stres, serta terdapat hubungan negatif antara self efficacy dengan tingkat stres. Berdasarkan hasil regresi berganda didapatkan hasil, bahwa semakin tinggi dukungan sosial dan self efficacy, maka semakin rendah tingkat stres yang dialami. Kata kunci: Dukungan Sosial, Self Efficacy, Tingkat Stres, Perawat
PERAN KECERDASAN EMOSIONAL DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP PENYESUAIAN DIRI MAHASISWA BARU UNIVERSITAS UDAYANA YANG BERASAL DARI LUAR PULAU BALI
Widihapsari, Ida Ayu Gede Kusumaastuti;
Susilawati, Luh Kadek Pande Ary
Jurnal Psikologi Udayana Vol 5 No 01 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (697.725 KB)
|
DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i01.p05
Mahasiswa baru yang memutuskan untuk menjalani perkuliahan di luar daerah asalnya sebagian besar akan mengalami tekanan akibat lingkungan perkuliahan yang berbeda dengan masa SMA, serta adanya perbedaan norma, budaya dan kebiasaan dengan daerah asalnya. Mahasiswa baru yang merantau perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan perkuliahan dan kebudayaan setempat untuk mengurangi tekanan yang dirasakan agar proses perkuliahan berjalan dengan baik dan dapat mencapai prestasi akademik yang diinginkan. Kecerdasan emosional yang terdiri dari kemampuan untuk memahami dan mengelola emosi diri, memahami emosi orang lain, memotivasi diri dan menjalin hubungan yang baik dengan orang lain dinyatakan dapat membantu individu dalam mengatasi tekanan yang dihadapi, sehingga dapat mempermudah proses penyesuaian diri. Taraf dukungan sosial yang tinggi juga dapat meningkatkan kemampuan individu untuk menyesuaikan diri. Dukungan sosial dapat berasal dari keluarga, teman sebaya, maupun staf pengajar di kampus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kecerdasan emosional dan dukungan sosial terhadap penyesuaian diri mahasiswa baru Universitas Udayana yang berasal dari luar Pulau Bali. Subjek dalam penelitian ini adalah 112 orang mahasiswa Universitas Udayana yang berasal dari luar Bali dan tidak sedang tinggal dengan keluarga atau saudara, yang dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah skala penyesuaian diri, skala kecerdasan emosional dan skala dukungan sosial. Hipotesis penelitian diuji dengan teknik analisis regresi berganda. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) sehingga dapat disimpulkan kecerdasan emosional dan dukungan sosial secara bersama-sama berperan terhadap penyesuaian diri. Kata kunci: penyesuaian diri, kecerdasan emosional, dukungan sosial
Peran intensitas komunikasi dan regulasi emosi terhadap konflik interpersonal pada dewasa awal yang menjalani hubungan berpacaran jarak jauh
Aryaningsih, Putu Indira Ayu;
Susilawati, Luh Kadek Pande Ary
Jurnal Psikologi Udayana Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (644.285 KB)
|
DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i01.p03
Courtship is a relationship that involves a greater and deeper intimacy and romantic feelings between two individuals who know each other. During the process, courtship cannot always be done closely due to education and careers in different areas that causes long distance relationship. The distance becomes an obstacle which triggers several conflicts. The situation of conflict always involves the communication process and emotional aspects. The influent communication tends to cause misunderstanding that lead to conflict. Uncontrolled emotion causes a dangerous conflict. This study applied quantitative method that discussed the role of communication intensity and emotion regulation toward interpersonal conflict at early adulthood undergoing long distance relationships. The subjects of study involved 307 adults who had long distance relationships. In this study, the scale of interpersonal conflict, communication intensity, and emotional regulation were applied as measuring instruments. Multiple regression technique was use to do data analysis. The results of multiple regression tests showed that a regression coefficient was 0,596; a coefficient value of determination was 0,355; and a significance value was 0,000 (p<0,05) with a standardized beta coefficient on the variable of communication intensity about -0,373 and emotion regulation about -0,348. These results indicate that communication intensity and emotion regulation take a role to decrease interpersonal conflict at early adulthood who have long distance relationships.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN SELF ESTEEM PADA REMAJA AKHIR DI KOTA DENPASAR
Sancaya, Anak Agung Gede Ariputra;
Susilawati, Luh Kadek Pande Ary
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (275.403 KB)
Adolescent development toward the adult stage is always in touch with the family in every aspect. One aspect is the development of adolescent self-esteem. Self esteem is one of the aspects that support the development of adolescents to be able to develop optimally and determine success in adulthood. Adolescents need the support of the family to be able to develop self-esteem because the family is the first social environment where adolescents develop. Therefore, researchers assume that there is a relationship between family social support with self-esteem in adolescents in the city of Denpasar. This research method is quantitative correlation where the number of the subject in Denpasar 408 teenagers whose age 17-19 years . Methods of data collection is family social support scale and the scale of self esteem . Reliability of family social support scale is 0.943 and self esteem scale reliability is 0.940 . Normality of families social support variable is 0,219 and self-esteem variables normality is 0.572 . Linearity between family social support variables and self esteem is 0,000 . The coefficient of determination ( r2 ) 0.268 . Methods of data analysis is a technique of regression. The correlation coefficient is 0.518 with a probability of 0.000 . It is proved that there is a correlation between social support families with self-esteem in adolescents in the city of Denpasar. Keywords: family social support, self esteem, adolescents
GAMBARAN STRATEGI COPING ANAK DENGAN LEUKEMIA LIMFOBLASTIK AKUT DALAM MENJALANI TERAPI PENGOBATAN
Damayanti, Komang Try;
Susilawati, Luh Kadek Pande Ary
Jurnal Psikologi Udayana Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (320.818 KB)
|
DOI: 10.24843/JPU.2016.v03.i02.p07
Acute Lymphoblastic Leukemia is a type of blood cancer that holds a percentage of 65% of all childhood leukemia incidence (Muhtadi, 2014). Symptoms of the disease and the therapeutic effects of treatment that must be taken in a minimum period of two years, requires children to fight for his recovery (Pre-eliminary interview study). Often the circumstances experienced by children with acute lymphoblastic leukemia during therapy treatment is contrary to the child's personality. Thus, children need to make an effort to overcome the unpleasant condition during therapy treatment. The effort is called the coping strategies (Spencer, Jeffrey, & Greene, 2002). Gamayanti (2006) revealed that children who have good coping would improve the continuity of the therapy process and to give effect to the development of children after recovery. According to this fact, the researcher want to determine how the coping strategies in children with acute lymphoblastic leukemia during therapy treatment.This study is qualitative research with case study design. Interview, observation, and documentation are used to collecting data, of two children with acute lymphoblastic leukemia. In order to strengthen the data, interview techniques focused on two significant others of children with acute lymphoblastic leukemia.The results in this study shows that children with acute lymphoblastic leukemia has a coping strategy. A complete overview coping strategies will be discussed in accordance with the circumstances of the child during therapy treatment.Keywords: Coping strategies, children with acute lymphoblastic leukemia
Peran self control dan self regulated learning terhadap prokrastinasi akademik siswa Sekolah Menengah Atas (SMA)
Pradnyaswari, Ni Made;
Susilawati, Luh Kadek Pande Ary
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (604.887 KB)
Pendidikan merupakan suatu kewajiban mutlak yang harus dijalani pada usia remaja. Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) harus belajar secara optimal, efektif dan efisien sesuai dengan tuntutan yang dihadapi. Masalah pengelolaan belajar yang sering dialami oleh siswa adalah penundaan dalam mengerjakan tugas. Menunda mengerjakan tugas merupakan penundaan dalam bidang akademik sehingga disebut dengan prokrastinasi akademik. Individu yang melakukan prokrastinasi cenderung impulsif, mudah teralihkan, dan kurang memiliki self control. Siswa SMA yang memiliki self control yang tinggi mampu mengatur perilaku agar tidak melakukan prokrastinasi akademik. Prokrastinasi akademik juga cenderung terjadi karena penyesuaian dan pengaturan diri siswa yang kurang dalam menghadapi tuntutan tugas yang ada. Dalam penelitian ini pengaturan diri diartikan sebagai self regulated learning. Siswa yang kehilangan strategi dalam self regulated learning maka mengakibatkan proses belajar dan performa yang lebih buruk, sehingga siswa akan cenderung melakukan prokrastinasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran self control dan self regulated learning terhadap prokrastinasi akademik siswa SMA. Subjek dalam penelitian ini adalahsiswa SMA yang berjumlah126 orang yang dipilih dengan teknik cluster sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Self Control, SkalaSelf Regulated Learning dan SkalaProkrastinasi Akademik. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalahregresi berganda. Hasil dari uji analisis regresi berganda menunjukkan nilai R2= 0,583. Hasil ini menunjukkan bahwaself controldanself regulated learning berperan terhadap prokrastinasi akademik sebesar 58,3 %. Nilai signifikansi sebesar 0,000 (0<0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa self control dan self regulated learning secara bersama-sama berperan terhadap prokrastinasi akademik siswa SMA. Kata kunci : Prokrastinasi akademik, self control, self regulated learning, siswa SMA