Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Kajian Pemanfaatan Kulit Ari Kedelai dan Kulit Durian Sebagai Bahan Pembuatan Biobriket Putri Anggraini, Putri; Melita, Lusia Nada; Susilowati, Titi; Billah, Mu’tasim; Saputro, Erwan Adi
Jurnal Ilmiah Giga Vol. 27 No. 1 (2024): Volume 27 Edisi 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/jig.v27i1.3715

Abstract

Soybean is a commodity that has an important role in industrial development, especially in the tofu, tempeh, and soy sauce industries. Waste from soybean hulls is still not widely utilized, only used for feed and beverages for cattle. Similarly, durian peels are only utilized for the fruit's meat and seeds, and the peels are thrown away. Product innovation based on durian peels and soybean hulls needs to be implemented to optimize the utilization of these two wastes to increase economic value. The high cellulose content of both wastes can be utilized as raw material for biobriquettes as an alternative to fossil fuelsusing a carbonization process in a chamber furnace at a temperature of 200-250 °C. The higher the ratio of soybean hulls and durian peels produces a high heating value followed by a decrease in moisture content and ash content. The results showed that the biobriquettes from soybean hulls and durian peels have complied with SNI 01-6235-2000. The best condition is obtained by the composition ratio of soybean hulls and durian peels 25:75 (%w/w) with 4 grams of adhesive which produces a calorific value of 5444 cal/g, a moisture content of 4.9%, and an ash content of 6.89%.
Pemanfaatan Koran Bekas Menjadi Produk Kerajinan Multiguna Suprihatin; Susilowati, Titi
abdimesin Vol. 1 No. 1 (2021): Abdi-mesin
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/abdi-mesin.v1i1.10

Abstract

Limbah Sampah anorganik khususnya kertas Koran bekas merupakan sampah yang sulit terurai di tanah. Melalui penerapan prinsip 3 R: Reduce , Reuse dan Recycle, maka pemanfaatan kembali kertas koran bekas menjadi kerajinan yang berkualitas , bermanfaat serta bernilai ekonomis tinggi. Selain juga dapat mengurangi terjadinya pemcemaran lingkungan. Pelatihan ditujukan kepada masyarakat warga RT 005 RW 001 Kelurahan Wiyung, Kecamatan Wiyung, Kota Surabaya Tujuan dari kegiatan ini adalah memberdayakan dan memotivasi masyarakat untuk peduli lingkungan dan menumbuhkan jiwa kemandirian berwirausaha serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Melalui kreativitas dan inovasi daur ulang limbah koran bekas tersebut diharapkan dapat berdaya guna serta dapat meningkatkan perekonomian keluarga.
Edukasi Pandemi Covid-19 Sebagai Upaya Pencegahan dan Pemutusan Mata Rantai Penularan Covid – 19 di Desa Malangsari Kabupaten Nganjuk Karaman, Novel; Billah, Mu’tasim; Susilowati, Titi; Nurherdiana, Silvana Dwi; Widayanto, Galih Suci; Fitriasari, Rima
abdimesin Vol. 1 No. 2 (2021): Abdi-mesin
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/abdi-mesin.v1i2.22

Abstract

Corona virus Disease-2019 (COVID-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus bernama SARS – COV-2 atau yang dikenal dengan VIRUS CORONA. Virus Corona ini menyebabkan infeksi saluran nafas pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Penyebaran virus COVID- 19 meningkat semakin cepat melalui tetesan air liur atau keluar dari hidung ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Namun demikian, masih sedikit pemahaman dan kesadaran masyarakat di Desa Malangsari, Kecamatan Tanjung Anom, Kabupaten Nganjuk yang mematuhi protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah. Oleh karena itu, perlunya peningkatan pemahaman COVID-19 dan pentingnya mematuhi protokol kesehatan dalam upaya pencegahan dan pemutusan mata rantai penularan COVID-19. Kegiatan yang dilakukan dengan metode Edukasi COVID-19 kepada Masyarakat desa Malangsari melalui sosialisasi, penempelan pamflet di tempat umum, penerapan protokol kesehatan, dan media sosial. Dengan demikian, harapan Desa Malangsari terbebas dari virus corona dapat terwujud.
PEMANFAATAN BUAH PEPAYA MENJADI ABON NABATI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Suprihatin; Susilowati, Titi
abdimesin Vol. 3 No. 1 (2023): Abdi-mesin
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/abdimesin.v3i1.44

Abstract

Tanaman pepaya merupakan tanaman yang tumbuh dengan subur pada daerahberiklim tropis maupun sub tropis. Buah tersebut mempunyai kandungan zat-zat nutrisilengkap yang bermanfaat bagi tubuh , yang dapat memproteksi tubuh dari berbagaimacam penyakit. Abon Pepaya menggunakan bahan dasar buah pepaya sebagaipengganti nutrisi dari daging sapi ataupun ayam. Penyuluhan pembuatan abon pepayadilaksanakan di RW IV Kelurahan Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut KotamadyaSurabaya, bertujuan untuk memberikan tambahan pengetahuan pada warga agar dapatmemanfaatkan potensi alam yang ada diwilayahnya sehingga nantinya akan dapatmenghasilkan suatu produk unggulan diwilayah tersebut guna meningkatkankesejahteraan masyarakat.
A Teknologi Pembuatan Pembersih Lantai Sereh untuk Menambah Kesejahteraan Kelompok Tani Kosagrha Lestari Surabaya Suprihatin; Susilowati, Titi; Muljani, Srie; Edahwati, Luluk; Sutiyono, Sutiyono
abdimesin Vol. 3 No. 2 (2023): Abdi-mesin
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/abdimesin.v3i2.53

Abstract

Pemanfaatan tanaman sereh wangi untuk dijadikan sebagai pembersih lantai organik sereh ramah lingkungan. Pembersih lantai sangat diperlukan dalam rumah tangga yang berfungsi menghilangkan bau tak sedap serta untuk membunuh bakteri yang menempel dilantai. Minyak Atsiri sereh wangi mempunyai bau yang menyegarkan dan juga sebagai antimikroba untuk membunuh bakteri. Pengabdian Masyarakat ini mempunyai tujuan untuk memberikan pengetahuan tentang pembuatan pembersih lantai organik sereh yang hasilnya bisa diterapkan untuk rumah tangga sendiri juga bisa berpeluang untuk berwirausaha sehingga akan menambah pendapatan keluarga
Pemberdayaan Remaja Panti AsuhanYatim Putri Aisyiyah I dalam menumbuhkan minat berwirausaha melalui pembuatan mie sosis matahari Suprihatin, Suprihatin; Susilowati, Titi; Sutiyono, Sutiyono
abdimesin Vol. 4 No. 1 (2024): Abdi-mesin
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/abdimesin.v4i1.111

Abstract

Panti Asuhan Yatim Putri Aisyiyah I menampung para remaja putri yang tinggal di Panti Asuhan perlu diberikan bekal kecakapan hidup berupa ketrampilan wirausaha yang dapat mengembangkan daya kreatifitas dan inovasi juga dapat membantu mengatasi masalah keuangan. Dengan pelatihan dan memotivasi kewirausahaan diharapkan anggota Panti dapat lebih mandiri hidupnya dan tidak tergantung pada orang lain. Jiwa Kemandirian yang dimiliki oleh para remaja Putri di Panti Asuhan Yatim Putri Aisyiyah I yang memiliki potensi untuk dapat berkembang lebih baik. Warga Panti Asuhan Yatim Putri Aisyiyah I sangat antusias dalam mengikuti Pelatihan dan dapat membuka wawasan berwirausaha walaupun dengan modal sedikit dan cara yang sederhana.
Pembuatan Gum Xanthan dengan Proses Fermentasi dari Hidrolisat Selulosa Eceng Gondok dan Penerapannya dalam Enhanced Oil Recovery Ramadhan, Handi; Arif Dharmawan, Wahyu; Susilowati, Titi
Jurnal Teknik Kimia USU Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Teknik Kimia USU
Publisher : Talenta Publisher (Universitas Sumatera Utara)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jtk.v12i2.11574

Abstract

Water hyacinth is a freshwater plant that has a negative impact on waters, but has a high cellulose content (77.6%) and is still underutilized. One alternative in controlling the amount of water hyacinth is to utilize its potential cellulose content as an ingredient in xanthan gum. Fermentation was carried out with the help of Xanthomonas campestris and xanthan gum was obtained, which can be used as a polymer injection material to increase crude oil production in the oil refinery industry. The stages to obtain xanthan gum are delignification, hydrolysis, and anaerobic fermentation (28 °C) with a time variation of 24 hours to 120 hours with an interval of 24 hours. The cellulose hydrolysate variable is 0.5%, 1.0%, 1.5%, 2.0%, and 2.5%. The yield of xanthan gum in this research was 18%, with a moisture content was 13% – 15% and an ash content was 3% –3.9%. The resulting xanthan gum was analyzed for its functional groups using Fourier Transform Infra Red (FTIR) and was in agreement with commercial xathan gum.
Utilization of Milkfish Bones and Heads from CV. Maharani Dwi Bayu Kalanganyar Sidoarjo for Making Spicy Fish Sauce: Pemanfaatan Tulang dan Kepala Bandeng dari CV. Maharani Dwi Bayu Kalanganyar Sidoarjo untuk Pembuatan Kecap Ikan Pedas Sri Winarti; Titi Susilowati
JAKADIMAS (Jurnal Karya Pengabdian Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2024): JAKADIMAS
Publisher : Fakultas Teknologi dan Industri Pangan Unisri Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/jakadimas.v2i1.10749

Abstract

Kalanganyar is a village whose 2/3 area consists of ponds and producers of milkfish, tiger prawns, shrimp paste, processed milkfish and crackers. Most of the milkfish from Kalanganyar are sold fresh, but some are processed into various processed products, including smoked milkfish, shredded milkfish, crackers, soft spiny milkfish and crispy milkfish. One of the producers of crispy milkfish is CV. Maharani Dwi Bayu. Milkfish that is processed into crispy milkfish will leave behind waste in the form of heads, tails and milkfish bones/spines. So far, this waste has not been utilized optimally. To overcome this problem, the heads and bones of milkfish are used as raw materials for making spicy fish sauce. The resulting soy sauce can be used as a complement to smoked milkfish or presto milkfish as a substitute for chili sauce. Training has been carried out on processing fish sauce at CV. MAHARANI DWI BAYU, Jalan Raya Kalanganyar Wetan, Sedati District, Sidoarjo Regency. Apart from holding training on processing fish sauce from milkfish bones and heads, supporting equipment for soy sauce processing was also handed over, namely pressure cookers, vacuum filters, steamers and hot guns. The people of Kalanganyar are very happy and enthusiastic about taking part in training to gain new knowledge and new innovative products.
Perbandingan Efektivitas Ekstraksi Pektin dari Kulit Durian dengan Bantuan Gelombang Ultrasonik dan Metode Konvensional Selvia Indah Puspita; Yovita Sekarlita; Ely Kurniati; Titi Susilowati; Mu'tassim Billah
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 3 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.3.427-432.2024

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan ekstraksi pektin kulit durian menggunakan gelombang ultrasonik dan konvensional; untuk mengetahui pengaruh pH larutan HCl dan waktu ekstraksi terhadap yield pektin dan kadar metoksil. Metode penelitian ini menggunakan ekstraksi dengan bantuan gelombang ultrasonik dan konvensional pada frekuensi 20 KHz dan suhu 70oC dengan variasi waktu ekstraksi yaitu 15; 45; 75 menit serta pH larutan HCl 1,5;2,5;3,5. Yield pektin tertinggi diperoleh dengan menggunakan bantuan gelombang ultrasonik pada frekuensi 20 KHz, suhu 70oC selama 75 menit dan pH larutan HCl 1,5 sebesar 7,081% sementara menggunakan metode konvensional dengan kondisi suhu, waktu ekstraksi, dan pH larutan HCl yang sama sebesar 1,8646%. Kadar metoksil terendah diperoleh dengan menggunakan bantuan gelombang ultrasonik pada frekuensi 20 KHz, suhu 70oC selama 15 menit dan pH larutan HCl 1,5 sebesar 5,9% sedangkan menggunakan metode konvensional dengan kondisi suhu, waktu ekstraksi, dan pH larutan HCl yang sama sebesar 6,11%. 
PEMANFAATAN LIMBAH ECENG GONDOK MENJADI SELULOSA ASETAT SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN FILTER MASKER DENGAN METODE PELAT KACA SEDERHANA Annisa Kurnia Pratiwi; Sultan Tora Fattahu Majid; Titi Susilowati
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i2.27164

Abstract

Pembuatan filter masker dengan memanfaatkan selulosa asetat dari eceng gondok (Eichhornia crassipes) bertujuan untuk mendapatkan bahan alternatif pembuatan filter masker selain kapas. Pemilihan tanaman eceng gondok (Eichhornia crassipes) sebagai bentuk pemanfaatan gulma perairan yang masih sedikit pengolahannya. Faktor pembanding dalam penelitian ini untuk menghasilkan selulosa asetat yang sesuai dengan standar filter masker adalah kecepatan pengadukan dan waktu asetilasi saat proses asetilasi. Variasi kecepatan pengadukan yang digunakan adalah 350, 450, 550, 650, dan 750 rpm, serta waktu asetilasi pada rentang 15, 20, 25, 30, dan 35 menit.  Kadar asetil yang dihasilkan dari selulosa asetat memiliki potensi sebagai bahan pembuatan filter masker dengan rentang 36,5%-42,2%. Penelitian ini berhasil memperoleh kadar asetil yang sesuai dengan standar pembuatan filter masker yaitu 550 rpm selama 15 menit dan 20 menit sebesar 39,45% dan 38,45%. Hasil penelitian menunjukan semakin tinggi kecepatan pengadukan maka kadar asetil yang terbentuk akan semakin kecil.  Semakin   lama   waktu asetilasi maka kadar asetil yang terbentuk akan semakin kecil. Kedua kondisi tersebut berbanding lurus terhadap kadar asetil yang dihasilkan. Selulosa asetat dengan kadar asetil 39,45% dilakukan pencetakan dengan pelat kaca sederhana dan berhasil memperoleh nilai particle filtration efficiency (PFE) sebesar 83,6% dan sudah sesuai dengan SNI.