Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Patterns of Physico-Chemical Interactions of Heavy Metal Lead (Pb) in the Jagir River Estuary System, Surabaya Prasita, Viv Djanat; Mahmiah, Mahmiah; Widagdo, Supriyatno
Indonesian Journal of Geography Vol 57, No 1 (2025): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijg.99161

Abstract

The Jagir River estuary system constitutes a significant ecosystem in Surabaya that sustains the livelihoods of the surrounding communities. Despite its importance, the river is subjected to substantial pollution originating from domestic and industrial waste. Therefore, this study aims to investigate the patterns of physicochemical interactions between lead (Pb) in the Jagir River estuary system. Water and sediment samples were collected at 5 strategic points, and the concentration of Pb was analyzed using Inductively Coupled Plasma optical emission spectrometry (ICP-OES). The correlation between Pb and various environmental parameters (temperature, salinity, DO, pH & TDS) was analyzed using Principal Component Analysis (PCA). The results showed that the concentrations of Pb in the water column and sediment were 0.1637 – 1.8905 ppm and 0.0735 – 0.2349 ppm, respectively, exceeding the established quality standards for water. Pb content in the waterbody exhibited an increasing trend from upstream to the sea. These results show the salinity and tidal parameters as characteristic features of the Jagir River estuary system, which influence Pb content in water and sediment. The distinct characteristics of this estuary system vary for each region or location, showing that the results can contribute to the development of environmental policies and monitoring of water quality.Received: 2024-08-15 Revised: 2024-09-12 Accepted: 2025-01-25 Published: 2025-04-28 
Patterns of Physico-Chemical Interactions of Heavy Metal Lead (Pb) in the Jagir River Estuary System, Surabaya Prasita, Viv Djanat; Mahmiah, Mahmiah; Widagdo, Supriyatno
Indonesian Journal of Geography Vol 57, No 1 (2025): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijg.99161

Abstract

The Jagir River estuary system constitutes a significant ecosystem in Surabaya that sustains the livelihoods of the surrounding communities. Despite its importance, the river is subjected to substantial pollution originating from domestic and industrial waste. Therefore, this study aims to investigate the patterns of physicochemical interactions between lead (Pb) in the Jagir River estuary system. Water and sediment samples were collected at 5 strategic points, and the concentration of Pb was analyzed using Inductively Coupled Plasma optical emission spectrometry (ICP-OES). The correlation between Pb and various environmental parameters (temperature, salinity, DO, pH & TDS) was analyzed using Principal Component Analysis (PCA). The results showed that the concentrations of Pb in the water column and sediment were 0.1637 – 1.8905 ppm and 0.0735 – 0.2349 ppm, respectively, exceeding the established quality standards for water. Pb content in the waterbody exhibited an increasing trend from upstream to the sea. These results show the salinity and tidal parameters as characteristic features of the Jagir River estuary system, which influence Pb content in water and sediment. The distinct characteristics of this estuary system vary for each region or location, showing that the results can contribute to the development of environmental policies and monitoring of water quality.Received: 2024-08-15 Revised: 2024-09-12 Accepted: 2025-01-25 Published: 2025-04-28 
Karakter Tinggi Gelombang Signifikan di Perairan Selat Sunda Berdasarkan Data Model Global Periode Tahun 2024: Significant Wave Height Characteristics in The Sunda Strait Waters Based on Global Model Data for The Year 2024 Hanafi, Rahmat; Pranowo, Widodo Setiyo; Prasita, Viv Djanat
Jurnal Hidropilar Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Hidropilar
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/hidropilar.v11i1.374

Abstract

Selat Sunda merupakan perairan yang menghubungkan antara Pulau Jawa dan Sumatera. Selat sunda juga merupakan jalur transportasi utama lalu lintas baik barang maupun penumpang yang memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur bagi kedua pulau tersebut. Selat Sunda memiliki luas sekitar 30km2 dari titik tersempitnya, selat ini juga menghubungkan Selat Jawa dan Samudera Hindia yang berfungsi sebagai jalur utama pelayaran kapal kapal yang melintas dari Laut China Selatan menuju Samudera Hindia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tinggi gelombang signifikan (Significant Wave High) di Perairan Selat Sunda. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data dari Copernicus Marine Service periode tahun 2024 dengan resolusi spasial 0,0830 dan resolusi temporal (per 3 Jam), dianalisis secara 2 dimensi menggunakan mareogram 1 dimensi dengan variasi per 3 bulan, berdasarkan analis dan olah data di dapatkan tinggi gelombang signifikan terjadi pada bulan Desember dengan ketinggian 3,71 dan tinggi gelombang maksimum sebesar 4 meter, ketinggian minumam sebesar 0,5m serta rata-rata gelombang selama periode tahun 2024 antara 1,5 – 2m.
Karakter Arus Perairan Selat Bali di Kedalaman Berbeda pada Periode Tahun 2024: Characteristics of Bali Strait Water Currents at Different Depths in The Period of 2024 Kencono, Dolok Joko; Pranowo, Widodo Setiyo; Prasita, Viv Djanat
Jurnal Hidropilar Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Hidropilar
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/hidropilar.v11i1.376

Abstract

Selat Bali adalah selat yang memisahkan antara pulau Jawa (di sebelah Timur) dengan pulau Bali (di sebelah Barat). Perairan selat Bali tentunya memiliki aliran arus yang mengalir sesuai musimnya. Penelitian ini akan meneliti tentang kecepatan dan arah arus di selat Bali selama tahun 2024 pada beberapa kedalaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman lebih tentang kecepatan dan arah arus pada setiap kedalaman perairan, serta kontribusinya terhadap proses-proses oseanografi di selat Bali. Kedalaman yang digunakan diantaranya 0,49 m, 21,6 dan 40,34 m dengan analisa dibantu software Ocean Data View (ODV) untuk mengetahui kecepatan dan melihat arah arus. Kecepatan arus pada kedalaman 0,49 m memiliki rata-rata 0,059 m/s, pada kedalaman 21,6 m memiliki rata-rata 0,23 m/s dan pada kedalaman 40,34 m memiliki rata-rata 0,059 m/s. Dari pola arus yang dihasilkan juga diketahui bahwa arah arus Selat Bali memiliki perbedaan arah aliran. Sepanjang tahun 2024 untuk kedalaman 0,49 m dan 21,6 m memiliki arah arus yang hampir sama yaitu mengalir dari arah Utara menuju ke Selatan. Kemudian untuk kedalaman 40,34 memiliki arah arus yang berbeda dan berlawanan, yaitu arah cenderung mengalir dari arah Selatan menuju ke Utara. Hasil analisa menunjukkan karakteristik arus di selat Bali diduga dipengaruhi oleh dinamika angin dan variasi kedalaman.
Analisis Karakteristik Arus pada Beberapa Kedalaman di Laut Jawa Sepanjang Tahun 2024: Analysis of Current Characteristics at Various Depths in The Java Sea Throughout 2024 Pratama , Brachmantiyo Rachman; Pranowo, Widodo Setiyo; Prasita, Viv Djanat
Jurnal Chart Datum Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v11i1.375

Abstract

Laut Jawa merupakan perairan semi-tertutup yang memiliki karakteristik oseanografi kompleks akibat pengaruh sirkulasi regional dan sistem angin muson. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik arus laut pada beberapa kedalaman di Laut Jawa, dengan fokus pada variasi arah dan kecepatan arus secara vertikal serta pengaruh musiman. Data arus diperoleh dari model oseanografi Copernicus Marine Environment Monitoring Service (CMEMS) dan dianalisis menggunakan perangkat lunak Ocean Data View (ODV). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola arus laut di Laut Jawa Diduga dipengaruhi oleh dinamika angin muson, dengan perbedaan signifikan antara Musim Barat dan Musim Timur. Pada Musim Barat, arus permukaan umumnya bergerak dari barat ke timur, sedangkan pada Musim Timur arah dominan bergeser dari timur ke barat. Secara vertikal, kecepatan arus cenderung menurun seiring bertambahnya kedalaman. Rata-rata kecepatan arus permukaan berada pada kisaran 0,05–0,35 m/s, sedangkan pada kedalaman menengah dan bawah berkisar antara 0,01–0,15 m/s. Temuan ini menunjukkan bahwa perbedaan kedalaman memberikan pengaruh signifikan terhadap distribusi arus, serta mencerminkan peran penting angin muson dan topografi lokal dalam mengatur pola sirkulasi di Laut Jawa.
Analisis Karakter Gelombang Laut di Perairan Selat Lombok Periode Tahun 1993: Analysis of The Ocean Waves Character in Lombok Strait Coastal Waters During 1993 Susilo, Iwan Hendra; Pranowo, Widodo Setiyo; Prasita, Viv Djanat
Jurnal Chart Datum Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v11i2.378

Abstract

Keindahan alam bahari Pulau Lombok beserta biota laut laut yang hidup di dalamnya merupakan aset nasional yang tak ternilai harganya dan wajib kita lestarikan agar dapat dinikmati oleh generasi mendatang. Faktor kelestarian alam inilah yang melatarbelakangi penelitian terhadap karakter gelombang laut di perairan Selat Lombok pada periode tahun 1993, dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran nyata pengaruh gelombang laut selama lebih dari 20 tahun tersebut terhadap aktivitas masyarakat Lombok masa sekarang pada aspek pariwisata bahari, dermaga labuh bongkar muat ikan dan kegiatan pelayaran tradisional. Metode yang digunakan yaitu dengan evaluasi data dari arsip CMEMS Marine Copernicus yang diolah menggunakan perangkat lunak Ocean Data View (ODV), dianalisis secara 2-dimensi spasial propagasi gelombang dengan variasi bulanan. Selain itu, dianalisis pula secara mareogram variasi temporal di beberapa stasiun observasi atau pengamatan virtual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa selama periode bulan Januari hingga Desember tahun 1993, gelombang signifikan tertinggi adalah 2,35 meter di bagian Selatan Selat Lombok pada bulan Juli 1993, serta yang terendah adalah 0,4 meter, di bagian Tengah Selat Lombok pada bulan Desember 1993.