Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : SMART ANKes

Analisis Persepsi Terhadap Implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Bandar Udara Depati Amir Kabupaten Bangka Tengah Sutinbuk, Dedek
JURNAL SMART ANKES Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat STIKES Abdi Nusa Pangkalpinang
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan STIKES  Abdi Nusa Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KTR (Kawasan Tanpa Rokok) adalah ruang atau area yang dinyatakan dilarang untuk melakukan kegiatan produksi, iklan, promosi dan atau penggunaan rokok. Secara umum, penetapan KTR bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat rokok. Tempat umum salah satunya Bandar Udara Depati Amir merupakan salah satu kawasan yang wajib memiliki kawasan tanpa asap rokok (KTR). Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan sejauh mana penerapan kawasan tanpa rokok (KTR) di lingkungan Bandar Udara Depati Amir Kabupaten Bangka Tengah Kepulauan Belitung Tahun 2019. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan utama penelitian ini adalah pengunjung bandar udara sebanyak 9 (sembilan) orang dan sebagai triangulasi adalah Kabid kesehatan Kabupaten Bangka Tengah, Humas Bandar Udara Depati Amir dan Petugas kebersihan. Penentuan informan dengan menggunakan teknik snowball sampling . pengumpulan data digunakan dengan wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa penerapan kawasan tanpa rokok di Bandar Udara Depati Amir Kabupaten Banggka Tengah Kepulauan Bangka Belitung telah diterapkan. Namun penerapan kawasan tanpa rokok belum efektif karena masih disediakannya kawasan untuk merokok. Disarankan kepada Bandar Udara Depati Amir Kabupaten Banggka Tengah Kepulauan Bangka Belitung lebih tegas dalam penerapan kawasan tanpa rokok untuk meningkatkan derajat kesehatan serta untuk menciptakan lingkungan yang sehat, pengunjung lebih mendukung penerapan kawasan tanpa rokok, serta petugas pelayanan kesehatan atau pihak pemerintah yang berwajib Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah lebih meningkatkan sosialisasi.
Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Bawah Garis Merah (BGM) Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Pasir Putih Kota Pangkalpinang Sutinbuk, Dedek
JURNAL SMART ANKES Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat STIKES Abdi Nusa Pangkalpinang
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan STIKES  Abdi Nusa Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balita Bawah Garis Merah adalah Balita yang ditimbang berat badannya berada pada garis merah pada KMS (Kartu Menuju Sehat). Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang kasus Balita BGM tahun 2016 sebanyak 61 kasus, tahun 2017 mengalami peningkatan sebanyak 92 kasus dan tahun 2018 kasus Balita BGM mengalami penurunan sebanyak 61 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian bawah garis merah (BGM) pada balita di Wilayah kerja Puskesmas Pasir Putih Kota Pangkalpinang . Penelitian ini menggunakan desain casecontrol. Populasi penelitian ini adalah semua balita yang berada di wilayah Kerja Puskesmas Pasir Putih berjumlah 1.339 balita dengan sampel kasus 18 balita dan sampel kontrol 54 balita dengan Variabel dependen peneitian yaitu Balita BGM dan variabel independen yaitu Pengetahuan Ibu, sikap Ibu, Pendapatan, Pendidikan ibu, Pekerjaan ibu. Perbandingan sampel kasus dan sampel kontrol yaitu 1 : 3. Sampel kasus sebanyak 18 balita dan sampel kontrol sebanyak 54 balita sehingga jumlah seluruh sampel 72 balita. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah menggunakan Systematic Random Sampling. Analisa penelitian ini menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian diperoleh bahwa adanya hubungan antara variabel pengetahuan ibu dengan nilai (p=0,006 OR=5,659), sikap ibu (p=0,010) OR=5,500), pendidikan ibu (p=0,027 OR=5,000) dengan kejadian Balita bawah garis merah di wilayah kerja Puskesmas Pasir Putih Kota Pangkalpinang tahun 2018. Sedangkan variabel pendapatan dengan nilai (p=0,344),dan pekerjaan ibu (p=0,194), tidak ada hubungan dengan kejadian Balita bawah garis merah di wilayah kerja Puskesmas Pasir Putih Kota Pangkalpinang Bagi pelaksana program Gizi perlu meningkatkan kesadaran, peran serta ibu balita melalui sosialisasi dan penyuluhan, untuk lebih memperhatikan keadaan dan status Gizi Balita dan betul betul memperhatikan tentang manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) guna menghindari meningkatnya kejdian Balita BGM.
Analisis Tingkat Kepuasan Peserta Askes Sosial Terhadap Kualitas Pelayanan Askes Center di RSU Depati Hamzah Pangkalpinang Sutinbuk, Dedek
JURNAL SMART ANKES Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat STIKES Abdi Nusa Pangkalpinang
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan STIKES  Abdi Nusa Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap tahunnya, PT Askes (Persero) terus-menerus memperbaiki pelayanan yang ada, terlebih lagi motto PT Askes (Persero) sendiri ialah “Melayani Pelanggan Melampaui Harapan”. Oleh karena itu sebagai salah satu bentuk evaluasi kinerja layanan maka PT. Askes (Persero) meminta pihak ketiga dalam hal ini “Haygroup” untuk melakukan pengukuran kepuasan pelanggan. Berdasarkan hasil survey awal terhadap 10 responden di Askes Center Rumah Sakit Umum Depati Hamzah Pangkalpinang diperoleh gambaran 57% responden tidak puas dengan pelayanan yang diterima.Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa tingkat kepuasan peserta Askes Sosial terhadap kualitas pelayanan Askes Center di Rumah Sakit Umum Depati Hamzah Pangkalpinang Metode jenis penelitian deskriptif analitik menggunakan metode survey dan kemudian dijabarkan dalam diagram kartesius. Jumlah sampel 109 responden, waktu pelitian juni-juli 2013. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tingkat kepuasan peserta Askes Sosial berdasarkan masing-masing dimensi kualitas pelayanan adalah: dimensi Assurance (jaminan): 77,63%; Responsiveness (daya tanggap): 75,16%; Tangible (bukti fisik): 74,79%; Empathy (empati): 74,27%; dan Reliability (keandalan) sebesar 72,64%. Rata-rata tingkat penampilan dari semua atribut yaitu 3,62 dan rata-rata tingkat kepentingan dari semua atribut adalah 4,85. Kesimpulan bahwa dari lima dimensi kualitas pelayanan pelanggan merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan, namun ada beberapa atribut pelayanan yang perlu dilakukan upaya-upaya perbaikan terutama dimensi Reliability (keandalan) perlu ditingkatkan.