Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PENINGKATAN KREATIVITAS SISWA PAUD KUTILANG BANTEN MELALUI FASILITAS SUDUT KREATIF Yusuff, Adisti Ananda; Rochyat, Indra Gunara; Wiyono, Erina; Syofyan, Harlinda
Abdi Seni Vol. 15 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PAUD Kutilang merupakan salah satu PAUD yang berada di Desa Petir, Kp Kadugenep Kabupaten Banten yang saat ini memiliki 40 siswa untuk yang terbagi dalam 3 kelompok siswa, yaitu Kelompok Beramain, Kelompok A, dan Kelompok B. kondisi lapangan yang ada setelah Tim PKM melakukan analisis situasi dan melakukan pendekatan kebutuhan dan permasalahan ditemukan beberapa analisis diantaranya adalah permaslahan tidak memiliki fasilitas penyimpanan karya, permasalahan akan minimnya fasilitas penyimpanan buku dan permaslahan minimnya penyimpanan mainan edukasi. Jenis permasalahan tersebut terfokus pada penambahan fasilitas dan edukasi akan penempatan posisi sesuai dengan standarisasi ergonomic dan antropometri yang sesuai bagi siswa PAUD. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah untuk membantu menciptakan kenyamanan dalam berkegiatan didalam kelas melalui penambahan dan perbaikan fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar guna meningkatkan keterampilan berfikir, membaca dan semangat belajar bagi para siswa PAUD Kutilang,Banten dengan kepakaran masing masing anggota yang terlibat dalam kegiatan PKM ini. Setelah dilaksanakannya kegiatan PKM ini dihasilkan penambahan sebuah fasilitas yang digunakan bagi peningkatan kreativitas para Siswa PAUD Kutilang dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, tidak lupa kami selaku Tim PKM juga memberikan sedikit pengetahuan mengenai ergonomi bagi anak guna memberikan wawasan baru bagi para guru dalam kegiatan di dalam kelas. Diharapkan dengan adanya kegiatan PKM ini dapat meningkatkan wawasan dan pengalaman baru baik bagi siswa maupun para guru di PAUD Kutilang Banten.
Manifestation of Social Action System on The Gogopet Racing Circuit in Petir Village Rochyat, Indra Gunara; Fuad, Ahmad; Wiyono, Erina
TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial Vol. 5 No. 1 (2022): Temali: Jurnal Pembangunan Sosial
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jt.v5i1.14279

Abstract

Penelitian dengan objek material yang membahas tentang fenomena keberlangsungan arena bermain yang terbentuk dan terpelihara pada sistem sosial di wilayah Desa Petir, Kabupaten Serang, Banten. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan mengungkap alasan masyarakat berperan dalam pelestariannya di balik manifestasi fenomena sirkuit karting di desa Petir (Gogopet) di daerah tersebut. Metode penelitian kualitatif diikuti dengan strategi penelitian fenomenologis yang akan digunakan dalam menemukan fenomena manusia dalam memahami, mengalami, menafsirkan, dan memproduksi objek sosialnya dan makna yang ditimbulkannya. Paradigma fakta sosial Emilie Durkheim digunakan sebagai cara untuk melihat konteks hakikat fenomena sosial dalam menghasilkan objek sosial ini. Pendekatan Fungsionalisme Struktural Talcott Parsons menyertai metode pencarian sifat gejala tindakan komunitas pada sistem objek sosial, yaitu teori A.G.I.L. dari Parsons digunakan atas dasar tindakan aktor sebagai pisau bedah penelitiannya. Penelitian ini menghasilkan penjelasan mengenai keberlanjutan sirkuit balap Gogopet di desa Petir yang merupakan suatu keharusan, dimana terdapat keterkaitan timbal balik antara kebutuhan masyarakat desa dengan pemilik, dan dengan kewajiban pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi dari komunitas.
PERUMUSAN KONSEP DALAM PROSES PERANCANGAN INTERIOR RUMAH TINGGAL Adisti Ananda Yusuff; Erina Wiyono; Indra Gunara Rochyat
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.58638

Abstract

 Nowadays, building a house is not only to be a shelter, but a house becomes a reflection of the status and social position of its occupants. reflection of the status and social standing of its occupants. In principle, interior designers have an effort to solve a problem that exists and is related to the interior of a room. related to the inside of a room. Interior designers can create a concept that is in accordance with the character and needs of the problems needed by residential users. The purpose of this research is as a guideline for formulating concepts in the design of residential interiors for the world of education in lectures. for the world of education in lectures. The method used in this This research is a qualitative method through a case study approach. By collecting data from the literature, the theory that will be used is obtained and then analyzed and represented to show the concept of interior design of residential houses for the world of education in lectures. then analyzed through 3 stages, namely potential research results by going through 3 stages, namely data reduction, data display, and verification. data, and verification. The result of this research is a formulation of concepts in the form of strategic stages of division of the stages of analysis, synthesis, and evaluation for designers and students to be stages of analysis, synthesis, and evaluation for designers and students to be a reference in making residential design concepts. concept of residential design. In addition, this research can also used as a reference for the stages in implementation in determining the concept of interior design of a residential house.Keywords: conceptualization, interior design, residentialAbstrakSaat ini membangun sebuah rumah tinggal bukan hanya untuk menjadi tempat berlindung saja, namun rumah tinggal menjadi sebuah cerminan dari status dan kedudukan sosial penghuninya. Secara prinsip, desainer interior memiliki upaya untuk memecahkan sebuah permasalahan yang ada dan berkaitan dengan bagian dalam sebuah ruangan. Desainer interior dapat membuat sebuah konsep yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan atas permasalahan yang dibutuhkan oleh pengguna rumah tinggal. Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai pedoman untuk merumuskan konsep dalam perancangan interior rumah tinggal bagi dunia Pendidikan didalam perkuliahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Dengan mengumpulkan data dari litelatur didapatkan teori yang akan digunakan yang terkait kemudian dilakukan analisis melalui 3 tahap yaitu reduksi data, display data, dan verivikasi. Hasil pada penelitian ini merupakan sebuah perumusan konsep berupa tahapan strategi pembagian tahapan analisis, sintesis, dan evaluasi bagi desainer dan juga mahasiswa untuk menjadi acuan dalam pembuatan konsep perancangan rumah tinggal. Selain itu penelitian ini juga dapat dijadikan sebagai acuan tahapan dalam pelaksanaan dalam menentukan konsep perancangan interior rumah tinggal.Kata Kunci: konseptualisasi, desain interior, rumah tinggalAuthors:Adisti Ananda Yusuff : Universitas Esa UnggulErina Wiyono : Universitas Esa UnggulIndra Gunara Rochyat : Universitas Esa Unggul ReferencesAdiluhung, H. (2021). Proses Kreatif Tim Desainer Rancang Bangun Kendaraan Tempur Kelas Ringan Pt Pindad. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 10(1), 10. https://doi.org/10.24114/gr.v10i1.20741Andeska, N., & Rahmawati, R. (2021). Kajian Estetika Pada Rumah Adat Aceh Besar Taman Ratu Safiatuddin. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 10(1), 80. https://doi.org/10.24114/gr.v10i1.24736Cahyani, S. D., Poerwoningsih, D., & Wahjutami, E. L. (2019). KONSEP HUNIAN ADAPTIF SEBAGAI UPAYA PENANGANAN RUMAH TINGGAL TIDAK LAYAK HUNI TERHADAP RESISTENSI PENYAKIT INFEKSI. Mintakat: Jurnal Arsitektur, 20(2), 83“95. https://doi.org/10.26905/mj.v20i2.3800Ching, F. D. K., & Binggeli, C. (2012). Interior Desing Illustrated (3rd ed.). y John Wiley & Sons, Inc., Hoboken, New Jersey.Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analisys (Helen Salmon (ed.); 3rd ed.). SAGE Publications.Santosa, A. (2014). PENDEKATAN KONSEPTUAL DALAM PROSES PERANCANGAN INTERIOR. Dimensi Interior, 3(2).Sunarmi. (2013). Pendekatan Pemecahan Desain Interior Rumah Tinggal. Ornamen, 10(1), 41“56.Wicaksono, A. A., & Tisnawati, E. (2014). Teori interior. Griya Kreasi.
Typical Bengkulu Rafflesia Flower Pattern in Waistbag Design christy aryani, willia; Indra Gunara Rochyat
TEXTURE Art and Culture Journal Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/texture.v8i1.6410

Abstract

The purpose of this research is to describe the process of making the Rafflesia Arnoldii flower pattern decoration and to find out the finished results of applying the Rafflesia Arnoldii flower pattern decoration on the waistbag and highlighting the characteristics of Bengkulu. The theme of the creation of this work of art is the Rafflesia Arnoldii flower pattern because it has a visually stunning shape that makes it unique from other flowers. It has an attraction, most people like this flower because of its shape, size and unique way of life. Lives in the tropical rainforests of Sumatra; Therefore, Bengkulu Province is nicknamed "Land of Rafflesia Arnoldii". It is a symbol of Bengkulu Province because it is very rare and must be protected. The method used is a three-stage design process, one of the stages is creative exploration. From the results obtained, the Rafflesia Arnoldii flower pattern can be used as a detail for the waistbag design. The aesthetic value of this waist bag design is not only for a sporty and masculine style appearance, but also for a feminine and elegant appearance with the addition of the Rafflesia Arnoldii flower pattern so that it becomes a waist bag design with aesthetic value that can be enjoyed by everyone and becomes an innovative design product with exploratory design. The concept created by adding added value in the form of Bengkulu characteristics is expected to create new market opportunities for waistbag products.
PERUMUSAN KONSEP DALAM PROSES PERANCANGAN INTERIOR RUMAH TINGGAL Yusuff, Adisti Ananda; Wiyono, Erina; Rochyat, Indra Gunara
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.58638

Abstract

 Nowadays, building a house is not only to be a shelter, but a house becomes a reflection of the status and social position of its occupants. reflection of the status and social standing of its occupants. In principle, interior designers have an effort to solve a problem that exists and is related to the interior of a room. related to the inside of a room. Interior designers can create a concept that is in accordance with the character and needs of the problems needed by residential users. The purpose of this research is as a guideline for formulating concepts in the design of residential interiors for the world of education in lectures. for the world of education in lectures. The method used in this This research is a qualitative method through a case study approach. By collecting data from the literature, the theory that will be used is obtained and then analyzed and represented to show the concept of interior design of residential houses for the world of education in lectures. then analyzed through 3 stages, namely potential research results by going through 3 stages, namely data reduction, data display, and verification. data, and verification. The result of this research is a formulation of concepts in the form of strategic stages of division of the stages of analysis, synthesis, and evaluation for designers and students to be stages of analysis, synthesis, and evaluation for designers and students to be a reference in making residential design concepts. concept of residential design. In addition, this research can also used as a reference for the stages in implementation in determining the concept of interior design of a residential house.Keywords: conceptualization, interior design, residentialAbstrakSaat ini membangun sebuah rumah tinggal bukan hanya untuk menjadi tempat berlindung saja, namun rumah tinggal menjadi sebuah cerminan dari status dan kedudukan sosial penghuninya. Secara prinsip, desainer interior memiliki upaya untuk memecahkan sebuah permasalahan yang ada dan berkaitan dengan bagian dalam sebuah ruangan. Desainer interior dapat membuat sebuah konsep yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan atas permasalahan yang dibutuhkan oleh pengguna rumah tinggal. Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai pedoman untuk merumuskan konsep dalam perancangan interior rumah tinggal bagi dunia Pendidikan didalam perkuliahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Dengan mengumpulkan data dari litelatur didapatkan teori yang akan digunakan yang terkait kemudian dilakukan analisis melalui 3 tahap yaitu reduksi data, display data, dan verivikasi. Hasil pada penelitian ini merupakan sebuah perumusan konsep berupa tahapan strategi pembagian tahapan analisis, sintesis, dan evaluasi bagi desainer dan juga mahasiswa untuk menjadi acuan dalam pembuatan konsep perancangan rumah tinggal. Selain itu penelitian ini juga dapat dijadikan sebagai acuan tahapan dalam pelaksanaan dalam menentukan konsep perancangan interior rumah tinggal.Kata Kunci: konseptualisasi, desain interior, rumah tinggalAuthors:Adisti Ananda Yusuff : Universitas Esa UnggulErina Wiyono : Universitas Esa UnggulIndra Gunara Rochyat : Universitas Esa Unggul ReferencesAdiluhung, H. (2021). Proses Kreatif Tim Desainer Rancang Bangun Kendaraan Tempur Kelas Ringan Pt Pindad. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 10(1), 10. https://doi.org/10.24114/gr.v10i1.20741Andeska, N., & Rahmawati, R. (2021). Kajian Estetika Pada Rumah Adat Aceh Besar Taman Ratu Safiatuddin. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 10(1), 80. https://doi.org/10.24114/gr.v10i1.24736Cahyani, S. D., Poerwoningsih, D., & Wahjutami, E. L. (2019). KONSEP HUNIAN ADAPTIF SEBAGAI UPAYA PENANGANAN RUMAH TINGGAL TIDAK LAYAK HUNI TERHADAP RESISTENSI PENYAKIT INFEKSI. Mintakat: Jurnal Arsitektur, 20(2), 83“95. https://doi.org/10.26905/mj.v20i2.3800Ching, F. D. K., & Binggeli, C. (2012). Interior Desing Illustrated (3rd ed.). y John Wiley & Sons, Inc., Hoboken, New Jersey.Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analisys (Helen Salmon (ed.); 3rd ed.). SAGE Publications.Santosa, A. (2014). PENDEKATAN KONSEPTUAL DALAM PROSES PERANCANGAN INTERIOR. Dimensi Interior, 3(2).Sunarmi. (2013). Pendekatan Pemecahan Desain Interior Rumah Tinggal. Ornamen, 10(1), 41“56.Wicaksono, A. A., & Tisnawati, E. (2014). Teori interior. Griya Kreasi.
Membangun Daya Saing Dengan Visualisasi Motif pada Dinding Perahu Fiber Buatan Galangan Desa Lengkong Rochyat, Indra Gunara; FauzI, Muhammad; Yusuf, Adisti Ananda
Abdi Seni Vol. 14 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/abdiseni.v14i1.4533

Abstract

Lengkong village shipyard in Cilacap was formed to answer the demands of traditional fishermen in Cilacap. Accommodative means of transportation create a sense of pleasure and a sense of love for him. Love is shown on the walls of the hull unit which is a space for fishermen's artistic expression in symbolizing the design of a motif that means speed. The problem of the lack of variations in shapes or motifs produced by fishermen and boat craftsmen shows the monotony of the resulting designs. The lack of variety of designs is suspected of a decline in boat sales at the shipyard. For this reason, insight is needed in the form of counseling to improve the creativity of craftsmen. This shipyard requires various adaptations, especially in direct view to attract the attention of fishermen. This visualization is of course obtained from the meaning of denotation on the wall of the hull unit in the form of a symbol that means speed so that fishermen are more interested in taking boats from this shipyard. The target of the PKM program is a productive fishing community. The purpose of the counseling program is to improve the creative thinking skills needed by craftsmen to encourage the emergence of various designs that are applied to the walls of the hull unit which have an impact on the diversity of motifs and patterns. The visual appeal will certainly increase the shipyard's competitiveness against other shipyards. Through an active psychomotor method with a fast, precise, and correct design pattern, it produces a stimulant in the form of stimulation of the power of imagination. The results of this counseling are expected to be able to help increase the creativity of fishermen and craftsmen under the auspices of shipyards.TRANSLATE with x EnglishArabicHebrewPolishBulgarianHindiPortugueseCatalanHmong DawRomanianChinese SimplifiedHungarianRussianChinese TraditionalIndonesianSlovakCzechItalianSlovenianDanishJapaneseSpanishDutchKlingonSwedishEnglishKoreanThaiEstonianLatvianTurkishFinnishLithuanianUkrainianFrenchMalayUrduGermanMalteseVietnameseGreekNorwegianWelshHaitian CreolePersian //  TRANSLATE with COPY THE URL BELOW Back EMBED THE SNIPPET BELOW IN YOUR SITE Enable collaborative features and customize widget: Bing Webmaster PortalBack//
Analisis Hubungan Konsep Neo-Klasik Terhadap Hunian Rumah Tinggal Sosialita di Kawasan Pondok Indah Adisti Ananda Yusuff; Indra Gunara Rochyat; Erina Wiyono
Rachana Interior Vol. 1 No. 01 (2024): April
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/rachanainterior.v1i01.4

Abstract

Masyarakat perkotaan semakin mampu menciptakan rumah layak huni. Rumah harus didesain senyaman mungkin, selain harus berkualitas baik, juga harus mencerminkan status sosial pemiliknya. Rumah mewah bergaya klasik yang sering terlihat di perkotaan memiliki desain yang sangat khas dengan tiang-tiang tinggi di dalamnya, dan awalnya diadopsi dari arsitektur kuno pada zaman Romawi, kemudian diadaptasi ke bangunan tempat tinggal.  Di masa ketika segala sesuatunya mewah dan semuanya minimalis dan sederhana, gaya neoklasik ini sangat berbenturan dengan gambaran modern tersebut. Banyak kelompok masyarakat yang ingin membuktikan status sosial mereka dengan mengadopsi gaya modern yang tidak sekompleks neoklasik. Namun memiliki kesan mewah dan memberikan kesan yang sangat mewah. Inilah pertanyaan desain mengapa satu tema tetap mengadopsi kompleksitas, sementara ada tren lain yang lebih sederhana, namun tetap terlihat mewah dan berkelas, serta tidak menurunkan status sosialnya. Fenomena penekanan status sosial yang diterapkan pada bangunan dan interior saat ini sangat beragam. Sangat menarik untuk mengangkat kaitannya dengan fenomena gaya hidup sosial masyarakat kelas atas yang sangat banyak tercermin pada objek-objek yang ada dan menjadi topik yang bisa dibicarakan lebih lanjut dengan menyerahkan seluruh tanggung jawab pada desain yang ada. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif, untuk melakukan penelitian ini perlu dilakukan beberapa tahap pendekatan penelitian. Kehadiran bangunan neoklasik yang banyak mengadopsi arsitektur Romawi dan Yunani sebenarnya merupakan cerminan status sosial masyarakat kelas atas yang selalu ingin terlihat berarsitektur bagus. Hal ini sesuai dengan hakikat kehidupan bermasyarakat. Bangunan dengan massa bangunan yang besar dan tiang-tiang hiasan yang megah ini sangat unik dan menarik serta akan menarik minat banyak orang. Di era modernisasi sekalipun, gaya neoklasik yang bertahan lama tetap memiliki nilai tambah tersendiri, terutama pada gaya hidup kelas atas, di mana bangunan neoklasik mencerminkan status sosialnya yang tinggi, dapat benar-benar ditampilkan.
Penataan Interior Rumah Tinggal Pada Masa Pandemi Covid-19 Erina Wiyono; Indra Gunara Rochyat
Jurnal Desain Vol 10, No 3 (2023): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v10i3.13946

Abstract

Pandemi COVID-19 adalah penularan penyakit virus corona 2019 di seluruh dunia. Virus ini diperkirakan menyebar di antara manusia terutama melalui droplet pernapasan yang dihasilkan selama batuk, bersin, dan pernafasan normal. Awal merebaknya kasus COVID-19 di Indonesia telah menimbulkan kekhawatiran publik. Pemerintah telah mengadopsi kebijakan pembatasan sosial agar peraturan bekerja dari rumah, yang dikenal sebagai WFH (Work from Home), diberlakukan. Sebagai seorang praktisi di bidang Desain Interior, dalam menghadapi beberapa tugas dalam mendesain rumah tinggal berukuran sedang, terdapat beberapa permasalahan, misal: (1) seluruh anggota keluarga melakukan kegiatan belajar dan sekolah dari rumah, (2) kebutuhan akan ruangan atau area yang nyaman dan tenang. Metode yang akan digunakan adalah metodologi penciptaan fungsional modern melalui metode pendekatan programatik yang memproses desain berdasarkan seperangkat program dengan hasil desain yang kualitatif dan pemecahan masalah yang akurat yang diukur dari kesesuaian antara fisik hasil desain dengan program yang telah ditetapkan dengan tujuan penulisan, yaitu: (1) bagaimana menciptakan sebuah ruang yang memiliki tuntutan kenyamanan dalam memenuhi kebutuhan fungsional dan ergonomis pada interior, (2) bagaimana mengaplikasikan ide elemen estetis interior pada ruang tersebut.
STRATEGI PENINGKATAN MINAT LITERASI ANAK BERBAHASA INGGRIS DI RUMAH SUSUN MARUNDA Rochyat, Indra Gunara; Rosyid, Ainur; Yusuff, Adisti Ananda
Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri Vol. 8 No. 2 (2026): Periode April 2026
Publisher : LPPM Universitas Nusa Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33480/abdimas.v8i2.7748

Abstract

This community service program was carried out in Neighborhood Rusunawa Marunda, with partners from economically non-productive community groups who participated in English language learning activities. Teaching and learning activities were carried out in a public space in the complex that did not have adequate supporting facilities. The main problems were divided into two aspects. Physical aspects included the lack of facilities for storing books and learning tools, thereby hampering the effectiveness of the learning process. Non-physical aspects include low interaction between teachers and students due to limited teaching staff. The PKM was implemented using participatory methods in activities, which included the provision of learning infrastructure and supporting learning. The solutions implemented included the provision of metal cabinets, bookshelves, new blackboards, and the addition of teaching staff through an interactive storytelling program. The program successfully created a conducive learning environment, improved communication skills, and strengthened collaboration between teachers and students. As a result, the target community was able to improve their literacy, knowledge, and skills. The application of appropriate solutions in physical and non-physical aspects demonstrates the importance of community-based learning facility innovations in improving the quality of education in public housing complexes. The concrete outcome of the PKM activity in the Marunda public complex is an impact that is not only short-term but also builds a foundation for literacy, language skills, and a sustainable participatory learning culture. The benefits directly felt by the participants encourage increased learning productivity and strengthen the role of partners as an educational ecosystem.
PENINGKATAN KREATIVITAS SISWA PAUD KUTILANG BANTEN MELALUI FASILITAS SUDUT KREATIF Adisti Ananda Yusuff; Indra Gunara Rochyat; Erina Wiyono; Harlinda Syofyan
Abdi Seni Vol. 15 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/abdiseni.v15i2.5740

Abstract

PAUD Kutilang is one of the kindergartens (PAUD) located in Petir Village, Kadugenep, Banten Regency, which currently has 40 students divided into 3 groups: Play Group, Group A, and Group B. The pre-existing conditions after the PKM (Community Service) Team conducts a situation analysis and approaches to needs and problems, the team found several problems: 1) the school does not have a work storage facility, 2) the lack of book storage facilities, and 3) educational toy storage. Therefore, the steps taken focus on adding facilities and educating students about position placement using ergonomic and anthropometric standardization appropriate for PAUD students. The purpose of this PKM activity is to help create comfort in classroom activities through the addition and improvement of supporting facilities for teaching and learning activities to improve thinking, reading skills, and learning enthusiasm for the students of PAUD Kutilang, Banten with the expertise of each member involved in this PKM activity. This PKM activity resulted in the addition of a facility that is used to increase the creativity of Kutilang PAUD students in carrying out teaching and learning activities in the classroom, not forgetting that the PKM Team also provides a little knowledge about ergonomics for children to provide new insights for teachers in classroom activities. Hopefully, this PKM activity can increase new insights and experiences for students and teachers at PAUD Kutilang Banten