Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PELATIHAN KREATIVITAS SENI DAN DESAIN UNTUK PENGAJAR TAMAN BELAJAR KITA DI ERA PANDEMIK Rochyat, Indra Gunara; Fauzi, Muhammad; Wiyono, Erina
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 7, No 04 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v7i04.4492

Abstract

Taman Belajar Kita (TBK) merupakan sarana pembelajaran bagi para peserta didik setingkat PAUD dan SD yang dibentuk untuk menjawab kegelisahan para orang tua yang anaknya melakukan kegiatan pembelajaran daring. Permasalahan kurangnya rasa sosial antar peserta didik dan menjadi lebih individualis. Tujuan PKM ini adalah ingin menjadi motor sosial dan juga mencerdaskan masyarakat setempat. sasaran programnya yaitu masyarakat yang tidak produktif secara ekonomi. Tujuan skema program Kemitraan Masyarakat yaitu; 1) mengembangkan sekelompok masyarakat yang mandiri secara ekonomi dan sosial, 2) membantu menciptakan ketentraman dan kenyamanan dalam kehidupan bermasyarakat, 3) meningkatkan ketrampilan berpikir, membaca dan menulis atau keterampilan lain yang dibutuhkan. Permasalahan hasil karya yang ditampilkan oleh siswa didik di TBK belum mencerminkan hasil kreatifitas yang sesungguhnya. Melalui upaya pelatihan kreatifitas seni dan desain kepada tenaga pendidik di TBK, diharapkan mendorong pengetahuan dasar seni dan desain yang akan diaplikasikan kepada peserta didiknya. Target luaran dari kegiatan ini adalah pemahaman pendidik akan pentingnya nilai-nilai kreatifitas pada hasil karya siswa melalui metode mendesain cepat, tepat dan benar. Metode Psikomotorik aktif yang digunakan pada program PKM diberikan kepada tenaga pengajar di TBK. Program pelatihan ini, menghasilkan stimulan-stimulan aktif berupa rangsangan kreatifitas kepada peserta pelatihan. Hasil program PKM ini diharapkan mampu membantu mencerdaskan masyarakat yang diayomi oleh TBK. Kata kunci : daring, kreatifitas, seni
Manifestation of Social Action System on The Gogopet Racing Circuit in Petir Village Indra Gunara Rochyat; Ahmad Fuad; Erina Wiyono
TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial Vol 5, No 1 (2022): TEMALI Vol. 5 No. 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jt.v5i1.14279

Abstract

Penelitian dengan objek material yang membahas tentang fenomena keberlangsungan arena bermain yang terbentuk dan terpelihara pada sistem sosial di wilayah Desa Petir, Kabupaten Serang, Banten. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan mengungkap alasan masyarakat berperan dalam pelestariannya di balik manifestasi fenomena sirkuit karting di desa Petir (Gogopet) di daerah tersebut. Metode penelitian kualitatif diikuti dengan strategi penelitian fenomenologis yang akan digunakan dalam menemukan fenomena manusia dalam memahami, mengalami, menafsirkan, dan memproduksi objek sosialnya dan makna yang ditimbulkannya. Paradigma fakta sosial Emilie Durkheim digunakan sebagai cara untuk melihat konteks hakikat fenomena sosial dalam menghasilkan objek sosial ini. Pendekatan Fungsionalisme Struktural Talcott Parsons menyertai metode pencarian sifat gejala tindakan komunitas pada sistem objek sosial, yaitu teori A.G.I.L. dari Parsons digunakan atas dasar tindakan aktor sebagai pisau bedah penelitiannya. Penelitian ini menghasilkan penjelasan mengenai keberlanjutan sirkuit balap Gogopet di desa Petir yang merupakan suatu keharusan, dimana terdapat keterkaitan timbal balik antara kebutuhan masyarakat desa dengan pemilik, dan dengan kewajiban pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi dari komunitas.
DESAIN PADA KONTEKS KEBUDAYAAN Erina Wiyono
Gestalt : Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol 3 No 1 (2021): Gestalt : Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/gestalt.v3i1.73

Abstract

Di jaman modern, walaupun segala sesuatu didasari oleh logika, ilmu pasti dan teknologi, masyarakat tidak dapat melepaskan diri dari latar belakang kebudayaannya. Betapa pentingnya desainer dapat bertoleransi dalam mendesain, dan mengetahui sedikit banyak tentang budayanya ataupun budaya orang lain sehingga kenyaman client dalam menempati ruang yang didesain tercapai.
Creativity Development Activities For PAUD Kutilang Students Adisti ananda Yusuff; Ratih Pertiwi; Indra Gunara Rochyat; Erina Wiyono
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Mandala pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.481 KB) | DOI: 10.35311/jmpm.v3i2.83

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam usaha menaikan tingkat kesejahteraan pada umumnya dan tingkat sosial pada khususnya. Dengan tingkat Pendidikan yang baik, maka akan meningkatkan dan mendongkrak nilai kecakapan guna mendorong pertumbuhan keterampilan bagi anak. Pendidikan yang baik dimulai sejak usia dini untuk menanamkan nilai moral, perilaku, pola pikir, dan kreativitas sedari dini. Salah satu Pendidikan Anak Usia Dini yang kami kunjungi berada di Desa Petir Kp.Kadugenep, banten yang bernama PAUD Kutilang. Setelah pandemi yang  melanda hampir 2 tahun lebih menjadikan proses pembelajaran bagi para siswa terjadi perubahan kedalam sistem pembelajaran jarak jauh yang mengakibatkan berkurangnya interaksi yang instenantara guru dan murid sehingga membuat perkembangan kreativitas dan sosial para siswa terhambat. Namun seiringnya dengan suasana pandemi yang berangsur membaik menjadikan sistem pembelajaran sedikit demi sedikit mulai berangsur pulih seperti sediakala. Adanya pembelajaran sescara tatap muka langsung membuat semangat kebali bagi para guru dan siswa untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran yang terhambat sebelumnya. hal ini menjadi kan kami dari Tim Pengabdian Masyarakat akan membuat sebuah program kegiatan pengembangan kreativitas guna memberikan sebuah rangsangan stimulus sebagai bagian dalam pengembangan tumbuh kembang para siswa PAUD Kutilang. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode kualitatif, dengan memilih strategi grounded theory. Strategi yang dipilih didasarkan pada pertimbangan keleluasaan dalam meneliti, yaitu secara induktif, sehingga data yang terhimpun dapat diperkaya sebagai solusi perancangan. Dalam grounded theory, tidak dikenal adanya hipotesis, akan tetapi diperkenankan sebuah hipotesa kerja yang dideskripsikan sebagai sebuah pernyataan. Hipotesis Kerja dalam pengabdian kepada masyarakat ini ini adalah: diperlukan adanya pelatihan keterampilan kerajinan tangan menggunakan media kain flanel untuk meningkatkan proses kreatif siswa PAUD Kutilang dengan tema jenis binatang.
Jugong as Traditional Fishermen's Formal Aesthetics in Karangtalun Village, Cilacap Rochyat, Indra Gunara; Noor, Firdaus; Yusuf, Adisti Ananda; Wiyono, Erina
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 39 No 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v39i2.2691

Abstract

Jugong is a traditional fishing boat that holds great significance for the fishing community in Karangtalun Village, Cilacap. It is valued for its aesthetic qualities that are expressed through its unique characteristics. This paper explores the functional value of the jugong, the process of its creation by the fishermen, and the artistic expression involved in its design, with the ultimate goal of revealing the aesthetic value of the jugong in general. In order to approach, understand, and reveal the aesthetic values of the jugong, which comes from the village fishermen as cultural actors, this research uses the ethnoart perspective as a method. In order to reveal the functional values, we use functional aesthetic theory as an approach method. In addition, to understand how fishermen create jugong, we use mimetic style theory and the aesthetic theory of expression to reveal the fishermen's attitude and behavior during the process of jugong creation. The study results show that the aesthetic value of the jugong is reflected in the traditions that impose strict rules on the fishermen. The community also appreciates the sensitive attitude of the fishermen towards their cultural products by respecting their identity and pride, which includes their aesthetics.
Estetika Emosionalisme pada Tokoh Wayang Kulit Rochyat, Indra Gunara; Putri, Anindita Mutiara; Yusuff, Adisti Ananda; Wiyono, Erina
Magenta | Official Journal STMK Trisakti Vol. 8 No. 02 (2024): Magenta : Jurnal ilmiah Komunikasi dan Media
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61344/magenta.v8i2.186

Abstract

Wayang kulit adalah salah satu bentuk seni pertunjukan tradisional dari Indonesia yang kaya akan nilai-nilai budaya. Persoalannya adalah bahwa kesenian Wayang kulit memiliki potensi nilai-nilai yang belum sepenuhnya dieksplorasi dalam kajian estetika. Tujuan dari penelitian ini adalah berfokus pada persoalan bagaimana tokoh-tokoh dari kesenian Wayang kulit mempengaruhi emosi penghayat dan karakteristik yang dapat membangkitkan nilai-nilai estetika. Melalui teori kajian estetika emosional maka estetika dari kesenian Wayang kulit mengungkap respon emosional pada pengalaman estetik penghayat. Kajian estetika kesenian Wayang Kulit mendeskripsikan elemen visual, audio, dan dramaturgis dalam seni pertunjukan Wayang kulit yang berkontribusi pada pembentukan nilai-nilai estetika. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan studi kepustakaan. Analisis data kualitiatif dari data kombinasi dan interaksi antara elemen-elemen kesenian Wayang kulit menciptakan keindahan dan daya tarik bagi estetika emosional penghayat. Hasil penelitian menunjukan respon penghayat selama pertunjukan kesenian Wayang kulit, seperti ekspresi wajah, perubahan fisiologis, dan reaksi verbal maupun non verbal mereka.
Penerapan Elemen Budaya Korea Pada Perancangan Korean Cultural Center Indonesia di Jakarta Selatan Nelwan, Meisya Mutiara; Wiyono, Erina
DIVAGATRA - Jurnal Penelitian Mahasiswa Desain Vol 4 No 1 (2024): DIVAGATRA #07
Publisher : Fakultas Desain Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/divagatra.v4i1.12765

Abstract

South Korea is a country that is developing and progressing rapidly in all fields, including politics, economy, culture, and technology. Despite its rapid development, South Korea still maintains its cultural distinctiveness. This is a distinct advantage for the Korean state compared to other developed countries where most of the original culture has faded due to the development of the economy and technology. As a Cultural Center, it should have facilities such as facilities to introduce the culture of a country, but the interior atmosphere of KCCI still does not reflect Korean Culture and has not brought up Korean branding (Hallyu). Therefore, there is a need for a new design of the South Korean Cultural Center which has the aim of spreading Korean culture to increase the branding of the Korean state in accordance with the vision and mission of KOCIS by providing educational, informative, and recreational facilities to the people of Indonesia. The provision of Korean cultural elements is also very influential in this design including the provision of Korean calligraphy, Korean paintings, Mugunghwa flower motifs, and wood materials to give a more aesthetic impression of Korean culture itself.
PENINGKATAN KREATIVITAS SISWA PAUD KUTILANG BANTEN MELALUI FASILITAS SUDUT KREATIF Yusuff, Adisti Ananda; Rochyat, Indra Gunara; Wiyono, Erina; Syofyan, Harlinda
Abdi Seni Vol. 15 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PAUD Kutilang merupakan salah satu PAUD yang berada di Desa Petir, Kp Kadugenep Kabupaten Banten yang saat ini memiliki 40 siswa untuk yang terbagi dalam 3 kelompok siswa, yaitu Kelompok Beramain, Kelompok A, dan Kelompok B. kondisi lapangan yang ada setelah Tim PKM melakukan analisis situasi dan melakukan pendekatan kebutuhan dan permasalahan ditemukan beberapa analisis diantaranya adalah permaslahan tidak memiliki fasilitas penyimpanan karya, permasalahan akan minimnya fasilitas penyimpanan buku dan permaslahan minimnya penyimpanan mainan edukasi. Jenis permasalahan tersebut terfokus pada penambahan fasilitas dan edukasi akan penempatan posisi sesuai dengan standarisasi ergonomic dan antropometri yang sesuai bagi siswa PAUD. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah untuk membantu menciptakan kenyamanan dalam berkegiatan didalam kelas melalui penambahan dan perbaikan fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar guna meningkatkan keterampilan berfikir, membaca dan semangat belajar bagi para siswa PAUD Kutilang,Banten dengan kepakaran masing masing anggota yang terlibat dalam kegiatan PKM ini. Setelah dilaksanakannya kegiatan PKM ini dihasilkan penambahan sebuah fasilitas yang digunakan bagi peningkatan kreativitas para Siswa PAUD Kutilang dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, tidak lupa kami selaku Tim PKM juga memberikan sedikit pengetahuan mengenai ergonomi bagi anak guna memberikan wawasan baru bagi para guru dalam kegiatan di dalam kelas. Diharapkan dengan adanya kegiatan PKM ini dapat meningkatkan wawasan dan pengalaman baru baik bagi siswa maupun para guru di PAUD Kutilang Banten.
Manifestation of Social Action System on The Gogopet Racing Circuit in Petir Village Rochyat, Indra Gunara; Fuad, Ahmad; Wiyono, Erina
TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial Vol. 5 No. 1 (2022): Temali: Jurnal Pembangunan Sosial
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jt.v5i1.14279

Abstract

Penelitian dengan objek material yang membahas tentang fenomena keberlangsungan arena bermain yang terbentuk dan terpelihara pada sistem sosial di wilayah Desa Petir, Kabupaten Serang, Banten. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan mengungkap alasan masyarakat berperan dalam pelestariannya di balik manifestasi fenomena sirkuit karting di desa Petir (Gogopet) di daerah tersebut. Metode penelitian kualitatif diikuti dengan strategi penelitian fenomenologis yang akan digunakan dalam menemukan fenomena manusia dalam memahami, mengalami, menafsirkan, dan memproduksi objek sosialnya dan makna yang ditimbulkannya. Paradigma fakta sosial Emilie Durkheim digunakan sebagai cara untuk melihat konteks hakikat fenomena sosial dalam menghasilkan objek sosial ini. Pendekatan Fungsionalisme Struktural Talcott Parsons menyertai metode pencarian sifat gejala tindakan komunitas pada sistem objek sosial, yaitu teori A.G.I.L. dari Parsons digunakan atas dasar tindakan aktor sebagai pisau bedah penelitiannya. Penelitian ini menghasilkan penjelasan mengenai keberlanjutan sirkuit balap Gogopet di desa Petir yang merupakan suatu keharusan, dimana terdapat keterkaitan timbal balik antara kebutuhan masyarakat desa dengan pemilik, dan dengan kewajiban pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi dari komunitas.
Padma Flower Ornaments on the Gedhe Kauman Mosque in Yogyakarta and Its Transformation Wiyono, Erina; Damayanti, Nuning Yanti; Destiarmand, Achmad Haldani; Sunarya, Yan Yan
Local Wisdom Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol. 17 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v17i1.13170

Abstract

The pride in the identity of a nation which is associated with the long history can be transformed into a valuable asset for both the present and the future. This can be achieved through the development of cultural heritage in the form of the artifacts owned. The diverse traditions associated with past legacies establish an inseparable connection between Indonesia and cultural history. An example of cultural heritage are the buildings that serve as evidence of the activities conducted in the past. Moreover, the influence of cultural, religious, and social systems caused by acculturation is evident in different forms of mosque buildings in Indonesia, specifically on Java Island. This can be observed from the adoption of ornaments in the Western period, starting from the 16th century. An example was the adoption of Padma Flower also known as the Lotus and Red Lotus by mosque buildings during the early introduction of Islam. The flower is also found in the house of worship, the Gedhe Kauman Mosque in Yogyakarta, built in 1773 AD by Sri Sultan Hamengku Buwono 1. Therefore, this research aimed to explain (1) the form of Padma Flower ornaments based on the shape, and (2) the changes in the form with subsequent influence on the present design. A qualitative method with a Visual Adaptation strategy was used to describe and analyze the form of the flower to determine the formulation process. The adaptation of Padma Flower ornaments in different places was expected to assist the process of using motif as a reference in the field of art and design.