Articles
Pelatihan Aplikasi Komputer Desain (Adobe Photoshop dan Autocad) untuk Bisnis Industri Kreatif
Surya, Geggy Gamal;
Rochyat, Indra Gunara
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47007/abd.v1i1.1185
Perkembangan Teknologi Informasi saat ini berkembang sangat pesat dalam arti perkembangan perangkat keras dan perangkat lunak.Perkembangan perangkat keras sangat terasa berupa kecanggihan akses dan perkembangan perangkat lunak juga mengalami perkembangan tentunya sangat membantu dan berpengaruhdalam meningkatkan produktivitas kerja.Peningkatan produktivitas atau kemampuan mengoperasikan aplikasi dilakukan dengan cara pelatihan, pelatihan berupa aplikasi komputer khususnya Adobe PHOTOSHOP &AutoCADdengan kasus yang aktual berupa slide untuk pembelajaran dengan harapan hasil yang telah dilaksanakan dapat bermanfaat. Pelatihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan daya nalar ke teknikan dan rekayasa teknik, sehingga disamping mampu meningkatkan produktivitas kerja, juga hasilnya diharapkan mampu bersaing dengan para ahli yang sudah lama dibidang ini. Pembelajaran Adobe PHOTOSHOP &AutoCAD ini memberikan semangat kewirausahaan didalam penyampaiannya. Adobe PHOTOSHOP & AutoCAD merupakan sebuah program CAD (Computer Aided Design) yang sangat terkenal dan familier dewasa ini, karena menawarkan berbagai kemudahan dan keunggulan yang bisa mempermudah kerja designer dan drafter dalam memvisualisasikan ide dan gagasannya. Sejak diciptakan oleh Adobe dan Autodesk Corporation hingga keluarnya release yang terbaru,Adobe PHOTOSHOP dan AutoCAD mengalami perkembangan yang sangat berarti serta mempunyai peran yang sangat besar bagi perkembangan industri kreatif saat ini. Adobe Photoshop dan AutoCAD adalah sebuah program aplikasi (software) yang digunakan untuk menggambar dan mendesain gambar, seperti gambar grafis arsitektur, mesin, sipil, elektro dan lain-lain, di mana program Adobe Photoshop dan AutoCAD mempunyai kemudahan dan keunggulan untuk membuat gambar dengan cepat dan akurat serta bisa digunakan untuk memodifikasi gambar dengan cepat pula. Fasilitas yang dimiliki Adobe PHOTOSHOP &AutoCAD untuk menggambar 2 dimensi dan 3 dimensi sangat lengkap, sehingga hal ini membawa Adobe PHOTOSHOP & AutoCAD menjadi program desain terpopuler dibandingkan dengan program-program yang lain dewasa ini. Kata kunci: CAD, design software, photoshop
Manifestation of Social Action System on The Gogopet Racing Circuit in Petir Village
Indra Gunara Rochyat;
Ahmad Fuad;
Erina Wiyono
TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial Vol 5, No 1 (2022): TEMALI Vol. 5 No. 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/jt.v5i1.14279
Penelitian dengan objek material yang membahas tentang fenomena keberlangsungan arena bermain yang terbentuk dan terpelihara pada sistem sosial di wilayah Desa Petir, Kabupaten Serang, Banten. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan mengungkap alasan masyarakat berperan dalam pelestariannya di balik manifestasi fenomena sirkuit karting di desa Petir (Gogopet) di daerah tersebut. Metode penelitian kualitatif diikuti dengan strategi penelitian fenomenologis yang akan digunakan dalam menemukan fenomena manusia dalam memahami, mengalami, menafsirkan, dan memproduksi objek sosialnya dan makna yang ditimbulkannya. Paradigma fakta sosial Emilie Durkheim digunakan sebagai cara untuk melihat konteks hakikat fenomena sosial dalam menghasilkan objek sosial ini. Pendekatan Fungsionalisme Struktural Talcott Parsons menyertai metode pencarian sifat gejala tindakan komunitas pada sistem objek sosial, yaitu teori A.G.I.L. dari Parsons digunakan atas dasar tindakan aktor sebagai pisau bedah penelitiannya. Penelitian ini menghasilkan penjelasan mengenai keberlanjutan sirkuit balap Gogopet di desa Petir yang merupakan suatu keharusan, dimana terdapat keterkaitan timbal balik antara kebutuhan masyarakat desa dengan pemilik, dan dengan kewajiban pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi dari komunitas.
The Role of Technology as Material Innovation in Interior Design Industry
Adisti Ananda Yusuff;
Indra Gunara Rochyat
Gestalt : Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol 4 No 1 (2022): Gestalt : Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33005/gestalt.v4i1.107
The development of knowledge, generally still works with the development of technology in the modern age of technology all the nice aspects in our life. Almost all of science a thriving now by various technologies to improve and develop the existing. In the interior design, the role of material is important to provide for changes in work done. Now material development in industry interior design developed rapidly. Many materials that bring freshness to the industry. The use of material waste into one of the trends is being widely interested in the community this the modern era, with lifestyles called the green lifestyle made material with recycling system into one way for. In industry, a recycled material made bio-composite board is one of the ways. In order to increase the sale price of waste in, higher than ever. Manufacturing a bio-composite are running in parallel with the use of technology is, the use cold to be alternating press technique in the manufacturing process. This technology also makes the result of waste processing as the planks of bio-composites according to the standard of the quality of already existing at the present time. experimental method is used to study the bio composite waste product. The discussion of the role of technology in the innovation material in the interior design especially in its suspected uranium-based bio-composite material board waste will be discussed at great length.
KAJIAN DESAIN RUANG PERPUSTAKAAN ANAK DI PULAU UNTUNG JAWA
Indra Gunara Rochyat;
Putri Anggraeni Widyastuti
Gestalt : Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol 2 No 1 (2020): Gestalt : Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33005/gestalt.v2i1.54
The Children's Library Room is a public facility built for children of Untung Jawa residents who manages a literature repository that supports education. The collection of arguments was carried out to find the reasons for an interior design work on the island of Untung Jawa carried out. From direct observation it was decided to study the layout of the furniture in the room. Problems design that is not good causes the maximum service to the community. The target audience of this research is for unproductive communities such as junior high, elementary and early childhood education as well as groups of children and young people who are in location. Interior Design Methodologies are offered at the request of users who are the object of research. Research conducted to provide discussion of the layout in the library space and help create peace and comfort in community life through improving service facilities and can improve skills to improve thinking and increase knowledge about the purpose of partnerships can improve.
KAJIAN NILAI CADIK DI PESISIR SELATAN JAWA
Indra gunara rochyat;
Bambang Sunarto
Gestalt : Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol 2 No 2 (2020): Gestalt : Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33005/gestalt.v2i2.62
Cadik adalah alat penyeimbang perahu nelayan di Pesisir Selatan Jawa. Fungsi cadik adalah untuk menjaga kestabilan perahu agar tidak terbalik saat diterpa gelombang. Ada pandangan bahwa cadik hanya merupakan bagian dari perahu nelayan. Padahal, cadik bukan sekedar elemen sekunder dari perahu. Cadik adalah fenomena budaya, yang memiliki fungsi penting lain bagi masyarakat pesisir terkait dengan persoalan nilai dalam seni rupa cadik. Masalah ini belum pernah diteliti sehingga perlu untuk mendapat perhatian. Pendekatan diakronik dan antropologi nelayan cukup berfungsi untuk menghasilkan kesimpulan melalui analisis yang proporsional. Ada perbedaan mendasar antara cadik pada Pesisir Selatan Pulau Jawa dengan adalah cadik di pesisir pantai lainnya. Penyebab perbedaan adalah karakteristik penalaranan dan intuisi para pengrajin. Nalar dan intuisi mereka bekerja berdasarkan kebutuhan dan persoalan kehidupan. Akhirnya, persoalan itu menghasilkan nilai resistensi pada cadik. Penelitian ini membuktikan bahwa cadik adalah karya budaya yang memiliki nilai resistensi dan nilai-nilai estetis lainnya sebagai tambahan.
Creativity Development Activities For PAUD Kutilang Students
Adisti ananda Yusuff;
Ratih Pertiwi;
Indra Gunara Rochyat;
Erina Wiyono
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Mandala pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (554.481 KB)
|
DOI: 10.35311/jmpm.v3i2.83
Pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam usaha menaikan tingkat kesejahteraan pada umumnya dan tingkat sosial pada khususnya. Dengan tingkat Pendidikan yang baik, maka akan meningkatkan dan mendongkrak nilai kecakapan guna mendorong pertumbuhan keterampilan bagi anak. Pendidikan yang baik dimulai sejak usia dini untuk menanamkan nilai moral, perilaku, pola pikir, dan kreativitas sedari dini. Salah satu Pendidikan Anak Usia Dini yang kami kunjungi berada di Desa Petir Kp.Kadugenep, banten yang bernama PAUD Kutilang. Setelah pandemi yang melanda hampir 2 tahun lebih menjadikan proses pembelajaran bagi para siswa terjadi perubahan kedalam sistem pembelajaran jarak jauh yang mengakibatkan berkurangnya interaksi yang instenantara guru dan murid sehingga membuat perkembangan kreativitas dan sosial para siswa terhambat. Namun seiringnya dengan suasana pandemi yang berangsur membaik menjadikan sistem pembelajaran sedikit demi sedikit mulai berangsur pulih seperti sediakala. Adanya pembelajaran sescara tatap muka langsung membuat semangat kebali bagi para guru dan siswa untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran yang terhambat sebelumnya. hal ini menjadi kan kami dari Tim Pengabdian Masyarakat akan membuat sebuah program kegiatan pengembangan kreativitas guna memberikan sebuah rangsangan stimulus sebagai bagian dalam pengembangan tumbuh kembang para siswa PAUD Kutilang. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode kualitatif, dengan memilih strategi grounded theory. Strategi yang dipilih didasarkan pada pertimbangan keleluasaan dalam meneliti, yaitu secara induktif, sehingga data yang terhimpun dapat diperkaya sebagai solusi perancangan. Dalam grounded theory, tidak dikenal adanya hipotesis, akan tetapi diperkenankan sebuah hipotesa kerja yang dideskripsikan sebagai sebuah pernyataan. Hipotesis Kerja dalam pengabdian kepada masyarakat ini ini adalah: diperlukan adanya pelatihan keterampilan kerajinan tangan menggunakan media kain flanel untuk meningkatkan proses kreatif siswa PAUD Kutilang dengan tema jenis binatang.
Membangun Daya Saing Dengan Visualisasi Motif pada Dinding Perahu Fiber Buatan Galangan Desa Lengkong
Indra Gunara Rochyat;
Muhammad FauzI;
Adisti Ananda Yusuf
Abdi Seni Vol. 14 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33153/abdiseni.v14i1.4533
Lengkong village shipyard in Cilacap was formed to answer the demands of traditional fishermen in Cilacap. Accommodative means of transportation create a sense of pleasure and a sense of love for him. Love is shown on the walls of the hull unit which is a space for fishermen's artistic expression in symbolizing the design of a motif that means speed. The problem of the lack of variations in shapes or motifs produced by fishermen and boat craftsmen shows the monotony of the resulting designs. The lack of variety of designs is suspected of a decline in boat sales at the shipyard. For this reason, insight is needed in the form of counseling to improve the creativity of craftsmen. This shipyard requires various adaptations, especially in direct view to attract the attention of fishermen. This visualization is of course obtained from the meaning of denotation on the wall of the hull unit in the form of a symbol that means speed so that fishermen are more interested in taking boats from this shipyard. The target of the PKM program is a productive fishing community. The purpose of the counseling program is to improve the creative thinking skills needed by craftsmen to encourage the emergence of various designs that are applied to the walls of the hull unit which have an impact on the diversity of motifs and patterns. The visual appeal will certainly increase the shipyard's competitiveness against other shipyards. Through an active psychomotor method with a fast, precise, and correct design pattern, it produces a stimulant in the form of stimulation of the power of imagination. The results of this counseling are expected to be able to help increase the creativity of fishermen and craftsmen under the auspices of shipyards.TRANSLATE with x EnglishArabicHebrewPolishBulgarianHindiPortugueseCatalanHmong DawRomanianChinese SimplifiedHungarianRussianChinese TraditionalIndonesianSlovakCzechItalianSlovenianDanishJapaneseSpanishDutchKlingonSwedishEnglishKoreanThaiEstonianLatvianTurkishFinnishLithuanianUkrainianFrenchMalayUrduGermanMalteseVietnameseGreekNorwegianWelshHaitian CreolePersian // TRANSLATE with COPY THE URL BELOW Back EMBED THE SNIPPET BELOW IN YOUR SITE Enable collaborative features and customize widget: Bing Webmaster PortalBack//
Jugong as Traditional Fishermen's Formal Aesthetics in Karangtalun Village, Cilacap
Rochyat, Indra Gunara;
Noor, Firdaus;
Yusuf, Adisti Ananda;
Wiyono, Erina
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 39 No 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31091/mudra.v39i2.2691
Jugong is a traditional fishing boat that holds great significance for the fishing community in Karangtalun Village, Cilacap. It is valued for its aesthetic qualities that are expressed through its unique characteristics. This paper explores the functional value of the jugong, the process of its creation by the fishermen, and the artistic expression involved in its design, with the ultimate goal of revealing the aesthetic value of the jugong in general. In order to approach, understand, and reveal the aesthetic values of the jugong, which comes from the village fishermen as cultural actors, this research uses the ethnoart perspective as a method. In order to reveal the functional values, we use functional aesthetic theory as an approach method. In addition, to understand how fishermen create jugong, we use mimetic style theory and the aesthetic theory of expression to reveal the fishermen's attitude and behavior during the process of jugong creation. The study results show that the aesthetic value of the jugong is reflected in the traditions that impose strict rules on the fishermen. The community also appreciates the sensitive attitude of the fishermen towards their cultural products by respecting their identity and pride, which includes their aesthetics.
Estetika Emosionalisme pada Tokoh Wayang Kulit
Rochyat, Indra Gunara;
Putri, Anindita Mutiara;
Yusuff, Adisti Ananda;
Wiyono, Erina
Magenta | Official Journal STMK Trisakti Vol. 8 No. 02 (2024): Magenta : Jurnal ilmiah Komunikasi dan Media
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61344/magenta.v8i2.186
Wayang kulit adalah salah satu bentuk seni pertunjukan tradisional dari Indonesia yang kaya akan nilai-nilai budaya. Persoalannya adalah bahwa kesenian Wayang kulit memiliki potensi nilai-nilai yang belum sepenuhnya dieksplorasi dalam kajian estetika. Tujuan dari penelitian ini adalah berfokus pada persoalan bagaimana tokoh-tokoh dari kesenian Wayang kulit mempengaruhi emosi penghayat dan karakteristik yang dapat membangkitkan nilai-nilai estetika. Melalui teori kajian estetika emosional maka estetika dari kesenian Wayang kulit mengungkap respon emosional pada pengalaman estetik penghayat. Kajian estetika kesenian Wayang Kulit mendeskripsikan elemen visual, audio, dan dramaturgis dalam seni pertunjukan Wayang kulit yang berkontribusi pada pembentukan nilai-nilai estetika. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan studi kepustakaan. Analisis data kualitiatif dari data kombinasi dan interaksi antara elemen-elemen kesenian Wayang kulit menciptakan keindahan dan daya tarik bagi estetika emosional penghayat. Hasil penelitian menunjukan respon penghayat selama pertunjukan kesenian Wayang kulit, seperti ekspresi wajah, perubahan fisiologis, dan reaksi verbal maupun non verbal mereka.
BENTUK PERAHU NELAYAN TRADISIONAL CILACAP PRAFIBERISASI
Rochyat, Indra Gunara;
Widyastutieningrum, Sri Rochana;
Sunarto, Bambang;
Sunarmi, Sunarmi
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 16, No 2 (2022): Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um020v16i22022p318-343
Traditional wooden fishing boats in Cilacap have a characteristic shape as a marker of their territory. The preservation of the shape of the boat until the era of fiberglass of materials became an ontological problem that was formulated. A phenomenological approach to the design of wooden boats is used in reviewing the content of values in the form at a certain time. The design element review method dissects various needs related to aspects of practicality, aesthetics, and symbols and combinations of the three, according to the geographical situation, and living conditions. The formation of the wooden fishing boat elements supported by the guiding elements is always related in a unit that influences each other. The intrinsic value in the shape of the wooden boat that was instilled by the previous fishermen was maintained by the next generation.Perahu kayu nelayan tradisional di Cilacap memiliki ciri bentuk sebagai penanda wilayahnya. Bertahannya bentuk perahu sampai pada era bahan fiberglass menjadi sebuah persoalan ontologis yang dirumuskan. Pendekatan fenomenologis pada desain perahu kayu digunakan dalam meninjau kandungan nilai-nilai pada bentuk di suatu kurun waktu tertentu. Metode tinjauan elemen desain membedah berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan aspek kepraktisan, estetika dan simbol-simbol serta kombinasi-kombinasi dari ketiganya, sesuai dengan situasi geografis, dan kondisi-kondisi kehidupannya. Terbentuknya elemen perahu kayu nelayan ditopang oleh unsur-unsur pemandu itu senantiasa berkaitan dalam sebuah unit yang saling mempengaruhi satu sama lain. Nilai instrinsik pada bentuk perahu kayu yang ditanamkan oleh nelayan terdahulu terus dipertahankan oleh generasi sesudahnya.