Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

ATRIBUT MEREK DALAM VIDEO AKUN TWITTER LIVERPOOL FC (@LFC) Nazlan Syahputra; Dyna Herlina Suwarto
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v3i1.16818

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui atribut merek yang ditampilkan oleh klub sepak bola profesional (Liverpool FC) dalam video pada media sosial Twitter (@LFC). Media sosial menawarkan berbagai keuntungan bagi klub sepak bola profesional terutama dalam meningkatkan citra merek dan menjaga loyalitas fan. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini adalah video pada Twitter Liverpool FC lebih didominasi oleh atribut merek non-produk (61%) daripada atribut merek produk (39%). Liverpool FC sangat menonjolkan dimensi Kesuksesan Tim (19,2%) dalam merekam momentum kejayaan mereka. Selain itu, Liverpool FC juga tidak melupakan Tanda Merek (16,4%) dengan senantiasa meletakkan logo dan warna merah pada konten video. Figur personal seperti Pemain Bintang (15,4% dengan 5 indikator) dan Pelatih Kepala (4% dengan 1 indikator) seringkali juga dilibatkan. Liverpool FC berfokus pada dimensi Citra Merek (14,6%). Video yang diunggah @LFC memberikan porsi yang cukup terhadap Fan (10,9%). Kata kunci: sepak bola, media sosial, atribut merek, Liverpool FC  ABSTRACTThis study aims to determine the brand attributes displayed by professional football clubs (Liverpool FC) in videos on social media Twitter (@LFC). Social media offers various advantages for professional football clubs especially in enhancing brand image and maintaining fan loyalty. This research uses quantitative content analysis method with descriptive approach. This research’s coding sheet was based on the conceptualization of brand. The results of this study are the videos on Liverpool FC’s Twitter are more dominated by non-product brand attributes (61%) than product brand attributes (39%). Liverpool FC greatly emphasizes the dimension of Team Success (19.2%) in recording the momentum of their glory. In addition, Liverpool FC also did not forget the Brand Mark (16.4%) by always putting logos and red color in the video content. Personal figures such as Star Players (15.4% with 5 indicators) and Head Coaches (4% with 1 indicator) are often also involved. Liverpool FC focuses on the Brand Image dimension (14.6%). Videos uploaded @LFC provide a sufficient portion of Fan (10.9%). Keywords: football, social media, brand attributes, Liverpool FC
REPRESENTASI BUDAYA TORAJA DALAM KOMIK TANA RAJA (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) Wahyu Agus Dwiatmoko; Dyna Herlina Suwarto
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 2 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v3i2.16846

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan; 1) representasi budaya Toraja melalui tanda-tanda yang terkandung dalam komik Tana Raja menurut pendekatan semiotika Roland Barthes; 2) pesan yang disampaikan melalui tanda visual kepada pembaca dalam komik Tana Raja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes. Objek penelitian yang dipilih adalah komik Tana Raja karya Oryza Kathleen dan Tatsuya Ishikawa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan studi pustaka terhadap konten yang terkandung dalam komik Tana Raja berdasarkan landasan teori yang ada. Analisis data menggunakan model analisis semiotika Roland Barthes, yang terdiri atas penanda, petanda, makna denotatif, makna konotatif, dan mitos yang ditarik berdasarkan teori dari panel yang dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Budaya Toraja direpresentasikan dalam komik Tana Raja dengan bentuk, a) Ayam jantan, b) badik, c) matahari, d) rumah tongkonan, e) tenun Toraja, f) kuliner Toraja, dan  g) kerbau. Berbagai simbol pada kebudayaan Toraja tercermin atas tindakan, interaksi, hubungan antar karakter, dan latar cerita komik. 2) pesan yang disampaikan melalui tanda visual dalam komik Tana Raja adalah a) harmonisasi masyarakat Toraja dengan alam dan lingkungan sekitarnya, direpresentasikan oleh tindakan pemeran utama dan penggambaran komikus untuk memasukkan unsur budaya Toraja dalam komik Tana Raja, dan b) Masyarakat Toraja memiliki koneksi yang dekat dengan leluhur melalui kegiatan upacara yang masih dilakukan sampai sekarang dan peninggalan pusaka dari leluhur yang memiliki kekuatan didalamnya.Kata kunci: Analisis semiotika, Roland Barthes, komik, budaya TorajaAbstractThis study aimed to describe; 1) The representation of Toraja culture through the signs contained in Tana Raja comics according to Roland Barthes’s semiotic approach; 2) messages conveyed to the readers through visual signs in the Tana Raja comics. This research used a qualitative approach with Roland Barthes’s semiotic analysis research method. The research object chosen was the Tana Raja comics, made by Oryza Kathleen and Tatsuya Ishikawa. Data collection techniques used were documentation and literature study of the content in Tana Raja comics based on the theory used. Data analysis was done using Roland Barthes’s semiotic analysis model, which consisted of a signifier, signified, denotative meaning, connotative meaning, and myth that were drawn based on theories used on the panel that was being analyzed. Results of the research showed that 1) Toraja culture was represented in the Tana Raja comics in the form of, a) A rooster, b) badik, c) sun, d) Tongkonan houses, e) Toraja weaving, f) Toraja cookings, and g) buffaloes. Various symbols of Toraja culture were reflected in the actions, interactions, relationships between characters, and the comic’s story settings. 2) The messages that were conveyed using visual signs in Tana Raja comics were a) the harmonization of Toraja people with their surroundings, represented by the main character’s actions and the artist’s depiction to include the elements of Toraja culture into the Tana Raja comics, and b) the people of Torajahad a close connection with their ancestors through ceremonial activities that were still done until now and the artifacts handed down from the ancestors that still had power in it.Keywords: Semiotic analysis, Roland Barthes, comics, Toraja culture.
MANAJEMEN MEDIA AKUN @explorejogja Khairunnisa Yasa; Dyna Herlina Suwarto
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v3i1.16820

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses manajemen media pada akun @explorejogja merupakan media yang memberikan informasi tentang pariwisata pertama di Yogyakarta Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, peneliti menjelaskan proses manajemen media yang dilakukan oleh @explorejogja khususnya dalam pengelolaan Instagram. Subjek penelitian ini adalah admin kedua @explorejogja. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan Teknik keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber Teknik analisis data yang digunakan adalah milik Miles Huberman yang terdiri dari empat tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa (1) pada tahap perencanaan, pelaksanaan tujuan awal sudah terealisasi dengan baik, hal ini terlihat dari terlaksana tujuan pelayanan @explorejogja. (2) Pada tahap pengorganisasian, @explorejogja memiliki admin untuk memudahkan produksi konten sesuai bidang kerja. (3) Pengarahan dan memberikan pengaruh, pada tahap ini komunikasi yang nyaman antar anggota dan motivasi untuk berkontribusi bagi followers akun @explorejogja menjadi hal yang berpengaruh bagi kinerja anggota. (4) Tahap pengawasan pada media @explorejogja dilakukan melalui evaluasi. Kata kunci: Manajemen media, @explorejogja AbstractThis research purpose to describe the process of media management at @explorejogja which is a media that provides information about the tourism in Yogyakarta. This research is a qualitative descriptive study, the researcher explains the process of media management  carried  out  by  @explorejogja  especially  in  managing  Instagram.  The  subject  of  this research is the two admin @explorejogja. Data collection techniques used are interviews and data validity techniques used are source triangulation The data analysis technique used is the property of Miles Huberman which consists of four stages: data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. From  the  results  of  the  study  it  can  be  concluded  that  (1)  at  the  planning  stage,  the implementation of the initial objectives was well realized, this can be seen from the implementation of @explorejogja's  service  objectives.  (2) At  the  organizing  stage,@explorejogja  has  an  employees to facilitate the production of content according to the field of work. (3) Directing and influencing, at this stage convenient communication between members and the motivation to contribute to @explorejogja account followers becomes an effect on member performance. (4) Stage of supervision on @explorejogja media is carried out through evaluation. Keywords: Media management, @explorejogja
ANALISIS PROFESIONALISME JURNALIS BERITAGAR.ID DI ERA POST TRUTH Rima Trisnayanti; Dyna Herlina Suwarto
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 3 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v2i3.16311

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan fenomenologi untuk mengeksplorasi pengalaman profesional jurnalis Beritagar.id, sehingga pengalaman itu memberi kontribusi pada profesionalisme di era post truth. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Beritagar.id menjadi wadah jurnalis-jurnalis yang sudah berpengalaman untuk mengaplikasikan keterampilan. Jurnalis Beritagar.id memiliki jalinan relasi yang kuat, terampil menuliskan berita interpretatif, disiplin jurnalisik dalam mengungkap kebenaran, berimbang dalam membentuk opini publik, memanfaatkan media sosial sebagai sumber berita pendukung dan jurnalisme data (2) nilai-nilai kode etik jurnalistik diterapkan jurnalis Beritagar.id menjadikan jurnalis Beritagar.id memiliki integritas, independen, serta terjaga martabat dan profesionalismenya (3) pengetahuan khusus jurnalis Beritagar.id teraktualisasi seiring dengan mereka bekerja, sehingga tidak alpa pada fenomena baru yaitu post truth (4) Uji Kompetensi Jurnalis dan sertifikasi bagi jurnalis Beritagar.id tidak sepenuhnya menjadi tolak ukur profesionalisme jurnalis. Kata kunci: profesionalisme jurnalis Beritagar.id, post truth, fenomenologi
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DALAM MEMPROMOSIKAN WISATA ALAM HUTAN PINUS MANGUNAN BANTUL UNTUK MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN Samsul Hafid; Dyna Herlina Suwarto
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v3i1.16821

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan; strategi komunikasi pemasaran objek wisata alam Hutan Pinus Mangunan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Penelitian ini dilaksanakan di objek wisata alam Hutan Pinus Mangunan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan dalam penelitian ini yaitu ketua Koperasi Notowono selaku pengelola objek wisata alam Hutan Pinus Mangunan, humas Koperasi Notowono dan pengunjung objek wisata alam Hutan Pinus Mangunan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui langkah-langkah analisis data menurut Miles Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan; pengelola objek wisata Hutan Pinus Mangunan dalam melakukan strategi komunikasi pemasaran, menggunakan strategi yang mencakup delapan langkah seperti mengidentifikasi khalayak sasaran, menentukan tujuan komunikasi, merancang pesan, memilih saluran komunikasi, menentukan total anggaran promosi, membuat keputusan atas bauran promosi, mengukur hasil promosi, mengelola dan mengkoordinasikan proses kegiatan pemasaran terintegrasi. Pada bauran promosi pengelola objek wisata alam Hutan Pinus Mangunan menggunakan tujuh bentuk bauran promosi yaitu, periklanan, promosi penjualan, acara dan pengalaman, hubungan masyarakat dan publisitas, pemasaran langsung, pemasaran dari mulut ke mulut, dan penjualan personal. Kata kunci: Komunikasi Pemasaran, Strategi Komunikasi Pemasaran, Pariwisata, Objek Wisata Hutan Pinus Mangunan ABSTRACTThis research aims to describe; Marketing communications strategy for Natural Tourism object of Pine Forest Mangunan for improve visitors tourists. This research was conducted at the Natural Tourism object of Pine Forest Mangunan in Bantul District by using a qualitative approach with descriptive methods. The informants in this research were the chairman of the cooperative Noto Wono as the manager of the Natural Tourism object of Pine Forest Mangunan, the public relation and visitor of the Natural Tourism object of Pine Forest Mangunan. Data was collected by interview and documentation. Data analysis was carried out through the steps of data analysis according to Miles Huberman such as data reduction, data analysis, and conclusion. The triangulating source was used to check the validity of data in this research. The results of the research showed; Natural Tourism object of Pine Forest Mangunan Managers in conducting marketing communications strategies use a strategy that includes eight steps such as identify the target public, determine the purpose communication, designing message, choosing communication channels, determine the total budget promotions, make a decision on the promotion mix, measure the results of the promotion, manage and coordinate the process of integrated marketing activities. On the promotion mix are advertising, sales promotions, event and experiences, public relations and publicity, direct marketing, word of mouth marketing and personal sales. Keywords: Marketing Communication, Marketing Communication Strategy, Tourism, Natural Tourism object of Pine Forest Mangunan
ANALISIS MANAJEMEN MEDIA BUKU SEBAGAI PRODUK KONVERGENSI (STUDI KASUS BUKU AROMA KARSA VERSI CETAK DAN DIGITAL) Nokavia Adya Permata Putri; Dyna Herlina Suwarto
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v3i1.16826

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan dan proses manajemen media buku Aroma Karsa karya Dee Lestari diterbitkan dalam versi cetak dan digital oleh dua penerbit yang berbeda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus eksplanatoris. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa buku Aroma Karsa karya Dee Lestari dapat disebut sebagai produk media yang menerapkan langkah konvergensi. Proses manajemen media buku Aroma Karsa yang dilakukan oleh PT Bentang Pustaka dan Bookslife meliputi penentuan format media, manajemen kualitas, kebijakan penetapan harga, dan pengaruh pengelolaan konten menunjukkan bahwa secara fisik, Aroma Karsa versi cetak dan digital adalah dua produk yang berbeda. Namun, secara merek dan konten, Aroma Karsa cetak dan digital adalah suatu kesatuan. Kata kunci: Manajemen media, manajemen produk media, konvergensi, studi kasus, Aroma Karsa  Abstract This study aims to determine the reason and media management process of Aroma Karsa by Dee Lestari which is published in print and digital versions by two different publishers. This study used a qualitative approach with explanatory case study method. The results of this study indicate that Aroma Karsa by Dee Lestari is a media product that implements the convergence step. The media management process of the Aroma Karsa conducted by PT Bentang Pustaka and Bookslife includes the deciding media format, managing quality, pricing policies, and managing content leverage indicating that physically, the printed and digital versions of Aroma Karsa are two different products. However, in terms of brand and content, Aroma Karsa the printed and digital version is one. Keywords: Media management, media product management, convergence, case study, Aroma Karsa
ANALISIS SEGMENTASI PENONTON BIOSKOP YOGYAKARTA Suwarto, Dyna Herlina
Informasi Vol. 46 No. 2 (2016): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.703 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v46i2.12248

Abstract

After the long period of the cinema industry decline, the number of audience who visit cinema increases significantly. However, the research to examine the phenomena of audience segmentation is very few. Therefore the study aim is to investigate cinema audience segmentation in Yogyakarta on the basis of the aspects that affects the audience film choice. Furthermore the mix-method approach combining qualitative and quantitative method in sequence was employed to attain the research objective. For the first step, three focus group discussions that involve 20 informants. The second step, survey was conducted involving 454 respondents. The result indicates that there are two different audience segments according their behaviors. The first segment visits the cinema as fun activities in their spare time meanwhile the second segment considers the activity as a cultural interest in order to enjoy the narrative and artistic aspects of a film