Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analysing the Impact of the Environment on the Prevalence of Respiratory Diseases in Urban Areas Korinus Suweni
Miracle Journal Get Press Vol 2 No 1 (2025): February, 2025
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/mgj.v2i1.110

Abstract

Urban green spaces have been identified as one of the solutions to improve air quality and reduce the negative impacts of air pollution on respiratory health. This study aims to assess the relationship between environmental factors in urban areas and the prevalence of respiratory diseases, providing evidence-based recommendations for improved environmental and public health policies. Methods. An analytical observational design with a cross-sectional approach was used to evaluate the association of environmental factors, such as air pollution (PM2.5 and PM10), house ventilation, residential density, proximity to main roads, as well as socio-demographic factors (age and education level). Results. The results showed that exposure to secondhand smoke in the home was the most significant risk factor, with respiratory disease prevalence reaching 55%, with an Odds Ratio (OR) = 0.7 and p-value = 0.015, respectively. However, access to green spaces showed protective effects against respiratory disease, confirming the importance of urban planning that supports environmental sustainability.
Edukasi Masyarakat Kenali, Cegah dan Atasi Malaria Asimptomatik di GMAHK Jemaat Kolayinuk Koya Koso Kristina, Yunita; Suweni, Korinus; Sasarari, Zusana A.
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.24847

Abstract

ABSTRAK Malaria asimptomatik adalah orang yang terkena malaria tapi tidak menunjukkan gejala demam atau gejala akut lainnya dan belum menerima perawatan antimalaria. Malaria asimptomatik terdapat didaerah endemisitas rendah atau tinggi. Peran Pengidap malaria asimptomatik sebagai Sillent reservoir, yang terus berperan mempertahankan penularan malaria karena mereka bertahan lama pada tubuh dalam bentuk gametosit terpendam dan berpotensi menular kenyamuk Anopheles. Menambah pengetahuan tentang cara mengenali, mencegah dan menangani malaria Asimtomatik. Eksperimen, pendekatan Pre- experimental design dengan Onegroup pretest-posttest design. Peneliti menggunakan desain untuk mengetahui pengaruh. Analisa uji pengaruh menggunakan Paired samples T Test. Pretest masyarakat Sebagian besar pengetahuan kurang sebanyak 76%. Posttest masyarakat memiliki pengetahuan baik 100%, Table paired samples T test nilai signifikansi 2 tail = 0.000, kurang dari 0.05, menunjukkan ada perbedaan signifikan variabel awal dan akhir, artinya pretest dan posttest menunjukkan pengaruh bermakna terhadap perlakukan yang diberikan. Peningkatan pengetahuan tentang Kenali, Cegah Dan Atasi malaria Asimtomatik Di Warga Binaan GMAHK Daerah Misi Papua Jemaat Kolayinuk Koya Kosso. Edukasi Masyarakat dalam Upaya Bersama Kenali, Cegah Dan Atasi malaria Asimtomatik Di Warga Binaan GMAHK uh Daerah Misi Papua Jemaat Kolayinuk Koya Koso sangat dibutuhkan masyarakat untuk membantu mereka agar dapat mengenali, mencegah Dan mengatasi malaria Asimtomatik. Kata Kunci: Pengetahuan, Pendidikan Kesehatan, Malaria Asimtomatik, Koya Kosso.  ABSTRACT Asymptomatic malaria is a person who has malaria but does not show fever or other acute symptoms and has not received antimalarial treatment. Asymptomatic malaria occurs in areas of low or high endemicity. The role of asymptomatic malaria sufferers as silent reservoirs, which continue to play a role in maintaining malaria transmission because they survive for a long time in the body in the form of latent gametocytes and have the potential to be transmitted by Anopheles mosquitoes. Increase knowledge about how to recognize, prevent and treat asymptomatic malaria. Method: Experiment, Pre-experimental design approach with One group pretest-posttest design. Researchers use design to determine influence. Analysis of the influence test using Paired samples T Test. Community pretest Most of the knowledge was lacking at 76%. Posttest the community had 100% good knowledge, Table paired samples T test significance value 2 tail = 0.000, less than 0.05, indicating there was a significant difference in the initial and final variables, meaning that the pretest and posttest showed a significant influence on the treatment given. Increased knowledge about Recognizing, Preventing and Treating Asymptomatic Malaria in Residents Assisted by GMAHK Papua Mission Area Kolayinuk Koya Kosso Congregation. Community Education in Joint Efforts to Recognize, Prevent and Overcome Asymptomatic Malaria in Residents Assisted by GMAHK uh Papua Mission Area Kolayinuk Koya Koso Congregation is really needed by the community to help them to recognize, prevent and overcome Asymptomatic Malaria. Keywords: Knowledge, Health Education, Asymptomatic Malaria, Koya Kosso
Edukasi Literasi Digital Tentang Penggunaan Gadget Sehat dan Produktif Bagi Siswa di SD Advent Padang Bulan, Kota Jayapura Kristina, Yunita; Suweni, Korinus; Sasarari, Zusana A.; Wattimena, Christy
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.22516

Abstract

Pendahuluan: Penggunaan gadget pada siswa sekolah dasar semakin meningkat, tetapi belum selalu diikuti dengan literasi digital yang memadai. Di SD Advent Padang Bulan, gadget masih lebih banyak digunakan untuk hiburan dibandingkan untuk kegiatan edukatif, sementara pengawasan dan edukasi penggunaan gadget sehat belum berjalan optimal. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang penggunaan gadget yang sehat, aman, dan produktif melalui edukasi literasi digital di sekolah dasar. Metode: Desain dan pendekatan kegiatan, pengumpulan data, analisis data, dan evaluasi. Hasil: Adanya peningkatan pengetahuan setelah intervensi, ditandai oleh kenaikan kategori pengetahuan baik dari 52,3% pada pretest menjadi 86,2% pada postest. Uji paired sample t-test menunjukkan perbedaan yang bermakna antara skor pretest dan postest (p < 0,05). Kesimpulan: Program ini efektif meningkatkan pengetahuan siswa mengenai penggunaan gadget yang sehat dan bijak, serta dapat menjadi dasar penguatan literasi digital di lingkungan sekolah dasar.