Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Fungsi Slang dalam Media Sosial Twitter Pendekatan Sosiolinguistik Irwan Fadli; Kasmawati Kasmawati; Mastur Mastur
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v4i4.1103

Abstract

Penelitian berjudul Fungsi Slang pada Media Sosial Twitter Kajian Sosiolinguistik ini bertujuan mendeskripsikan bentuk slang dan fungsi slang pada media sosial Twitter. Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak dan rekam. Sumber data penelitian adalah tweet dan komentar dari akun pengguna Twitter. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, conclusion drawing (verification). Berdasarkan hasil analisis ditemukan empat bentuk slang pada media sosial twitter yaitu bentuk singkatan, bentuk yang dipendekkan, bentuk salah ucap yang lucu, bentuk interjeksi. Bentuk slang yang paling banyak digunakan yaitu bentuk salah ucap yang lucu. Selanjutnya ditemukan lima fungsi slang yaitu fungsi emotif, fungsi referensial, fungsi konatif, fungsi fatik, dan fungsi puitik. Fungsi slang yang paling banyak ditemukan yaitu fungsi emotif.
Heuristik Pappaseng Masyarakat Desa Bonto Birao Tinjauan Semiotika Ince Nasrullah; Irwan Fadli; Kasmawati Kasmawati; Muhammad Ali
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1469

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengenalkan makna pappaseng secara heuristik pada masyarakat desa Bonto Birao yang ditinjau dari kajian semiotika Michael Riffaterre. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data penelitian ini berupa teks yang terdapat dalam 11 buah pappaseng yang dikumpulkan dari tiga narasumber di Desa Bonto Birao. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis data menunjukkan adanya pembacaan heuristik terhadap teks pappaseng. Melalui pembacaan ini, terungkap makna-makna berupa pesan moral, biografi kehidupan, dan kondisi sosial. Setiap pappaseng memuat pesan-pesan luhur yang bertujuan membentuk karakter individu dalam tatanan kehidupan bermasyarakat. Temuan ini menunjukkan bahwa pappaseng tidak hanya berfungsi sebagai tradisi lisan, tetapi juga sebagai pedoman etika dan perilaku yang diwariskan secara turun-temurun kepada masyarakat di Desa Bonto Birao.
Perbandingan Model Two Stay-Two Stray dan Konvensional dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Di MA Darul Fath Bontolangkasa Haerina; Fitrawahyudi; Fadli, Irwan
GENIUS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Vol 3 No 1 (2025): GENIUS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : CV. Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/gjipp.v3i1.242

Abstract

This study is quantitative research with a comparative approach aimed at identifying differences in student learning outcomes between Grade X and Grade XI at MA Darul Fath Bontolangkasa, Pangkep Regency. The sample was selected using simple random sampling, consisting of students from the 2021/2022 academic year. Data were analyzed using SPSS version 26. The experimental class, which used the cooperative learning model type Two Stay – Two Stray, achieved an average score of 82.56. In contrast, the control class, which applied the conventional learning model, scored an average of 77.89. Based on the results of the t-test, the significance value obtained was 0.421 (≥ 0.05), indicating that there is a statistically significant difference in learning outcomes between the two classes. Therefore, the Two Stay – Two Stray model was found to be more effective in improving student performance in Indonesian language subjects, particularly in prose and scientific writing materials.
Plang Pada Destinasi Wisata Di Kabupaten Maros: Kajian Stilistika Aryanti, Aryanti; Fadli, Irwan; Kasmawati, Kasmawati
Jurnal Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/idiomatik.v7i1.2245

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penggunaan gaya bahasa pada plang destinasi wisata di Kabupaten Maros. Data penelitian ini diperoleh dari tiap lokasi destinasi wisata yang ada di Kabupaten Maros dengan menggunakan teknik observasi dan dokumentasi berupa gambar. Teknik analisis data yang digunakan penelitian ini terdiri atas, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Diperoleh sejumlah 25 data plang destinasi wisata yang berbeda-beda. Selanjutnya, data terbagi menjadi empat bentuk gaya bahasa yaitu, gaya bahasa perbandingan, gaya bahasa pertautan, gaya bahasa pertentangan dan gaya bahasa perulangan. Dari empat bentuk gaya bahasa diperoleh beberapa majas, yaitu majas personifikasi, majas hiperbola, majas sinisme, majas anafora, majas depersonifikasi, majas repetisi, majas satire, majas elipsis, majas aliterasi, dan majas asonansi.
Pelatihan Implementasi Pembelajaran Kontekstual Berbasis Kearifan Lokal dan Teknologi Digital dalam Membangun Semangat Merdeka Belajar Basri, Syamsuriana; Lestari, Pertiwi Indah; Fadli, Irwan
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 16, No 1 (2025): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v16i1.20931

Abstract

Pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal dan teknologi digital merupakan salah satu pembelajaran dengan mengaitkan materi dengan konteks lokal siswa dan memanfaatkan teknologi digital sebagai alat bantu pembelajaran yang inovatif. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Sekolah Dasar dengan menggerakkan semangat merdeka belajar di kalangan guru, mengembangkan keterampilan guru dalam mengaitkan materi pembelajaran dengan konteks lokal dan relevan dengan kearifan lokal di lingkungan siswa, juga mengembangkan manajemen sekolah berbasis digital. Metode yang digunakan dalam keseluruhan pelatihan ini mencakup: (1) ceramah, (2) diskusi, dan (3) pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan terdapat peningkatan pemahaman guru tentang konsep merdeka belajar serta pengenalan fitur yang terdapat dalam platform Merdeka Mengajar rata-rata 81,05%, kemudian peningkatan pengetahuan guru dalam mengaitkan materi pembelajaran dengan kearifan lokal yang ada di lingkungan siswa rata-rata 74,02%, serta peningkatan keterampilan guru dalam mengembangkan materi pembelajaran yang berbasis kearifan lokal rata- rata 85,98%. Selanjutnya peningkatan pengetahuan yang memadai tentang teknologi digital dan cara efektif mengintegrasikannya dalam proses pembelajaran rata-rata 83,64%, peningkatan keterampilan guru dalam membuat media pembelajaran berbasis teknologi digital menggunakan canva dan adobe animate dalam pembelajaran rata-rata 75,97%, dan peningkatan keterampilan memanfaatkan teknologi digital pada sistem manajemen sekolah digital sebesar 81,94%. Selain itu, sudah ada website UPT SDN 26 Binamu yaitu https://talabungungbaddo.com/ yang telah dimanfaatkan mitra. Secara keseluruhan pelatihan yang dilaksanakan melebihi dari indikator keberhasilan dan persentasi 70%, sehingga pelatihan ini dapat dikatakan berhasil dan memberikan dampak positif bagi mitra.
Prinsip Kesantunan dalam Kolom Komentar Instagram @nikitamirzanimawardi_172 Kajian Pragmatik Herawati, herawati; Fadli, Irwan
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 6 No 2 (2025): Vol. 6. No. 2, 2025
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Program Pascasarjana, Universitas Pasundan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the form of compliance with the principle of politeness in the speech of social media users in the Instagram comment column @nikitamirzanimawardi_172 based on Geoffrey Neil Leech's pragmatic study. This study uses a descriptive qualitative approach. Data were obtained through direct observation of social media user comments that appeared in several selected posts. The study was conducted based on Leech's theory of politeness principles, with an emphasis on the extent to which social media users adhere to these principles. Based on the analysis that has been done, the data found based on the principle of politeness of language are: The maxim of modesty/humility (0 data), the maxim of agreement (7 data), the maxim of sympathy (9 data), the maxim of wisdom (2 data), the maxim of generosity (4 data), and the maxim of appreciation/praise (13 data). The total data in this study is 35 data. The most dominant data in this study is the principle of praise (approbation maxim). The results of the study show that amidst the dominance of negative comments, there is still an awareness of polite language among some social media users. This reflects an effort to maintain communication ethics in online interactions, even in controversial contexts. Keywords: principles of politeness, Nikita Mirzani, social media, and pragmatics.
EFEKTIVITAS PBL BAHASA INDONESIA UNTUK KREATIVITAS LITERASI SISWA SMAN 11 MAROS Ince Nasrullah; Irwan Fadli; Aryanti; Nur Ilmi; Nurul Hikmah; Sariani; Abdillah Hafid Burhami
JESASI (JURNAL EDUKASI, SAINS, DAN INOVASI) Vol. 2 No. 2 (2025): JESASI (Jurnal Edukasi, Sains, dan Inovasi) edisi November 2025
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service program aimed to enhance students’ creativity through the implementation of Project-Based Learning (PBL) in Indonesian language learning at SMAN 11 Maros. The activity, conducted on October 30, 2025, involved 35 students and was organized in the form of a seminar and discussion on the application of project-based approaches in writing short stories themed around local wisdom. Using descriptive qualitative methods, the program focused on introducing PBL concepts, stages, and benefits for developing creative writing skills. The findings indicated significant improvement in students’ active participation, creative thinking, and writing quality. Students were able to integrate elements of local culture, such as traditions and folklore, into original literary works. Moreover, the project encouraged collaboration, critical thinking, and self-confidence. In conclusion, project-based learning serves as a relevant pedagogical strategy to strengthen literacy, creativity, and cultural identity among Indonesian students
Kesantunan Berbahasa pada Kolom Komentar Akun Tiktok Fujianti Utami Putri: Kajian Pragmatik Amir, Berlian; Fadli, Irwan; Fitrwahyudi
BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 14 No. 2 (2025): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kepatuhan dan ketidakpatuhan kesantunan berbahasa pada kolom komentar akun TikTok Fujianti Utami Putri (@Fujiiian). Kajian ini menggunakan teori kesantunan Geoffrey Leech dengan enam maksim, yaitu kebijaksanaan, kedermawanan, penghargaan, kesederhanaan, pkmufakatan, dan simpati. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi untuk mengumpulkan data berupa komentar warganet pada bulan Desember 2024. Analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ditemukan bahwa bentuk kepatuhan kesantunan berbahasa dalam video tersebut sebanyak 10 data yang terdiri 2 maksim kebijaksanaan, 1 maksim kesederhanaan, 2 maksim pujian, 1 maksim kesederhanaan, 2 maksim kesepakatan, dan 2 maksim kesimpatian. Adapun bentuk ketidakpatuhan ditemukan sebanyak 8 data yang terdiri dari 1 maksim kebijaksanaan, 1 maksim kedermawanan, 1 maksim kesepakatan, 2 maksim kesimpatian, dan yang paling dominan ditemukan pada maksim pujian sebanyak 4 data, berupa komentar ejekan terhadap Fuji, seperti fuji magrib, jalur duka, atau bahkan menanyakan prestasi fuji yang dinilai artis dadakan. Hal ini menunjukkan bahwa bagi beberapa orang, Fuji dianggap memiliki "ketenaran instan" yang berasal dari tragedi atau duka daripada prestasi. Penelitian ini menegaskan bahwa media sosial, khususnya TikTok, menjadi ruang komunikasi yang dinamis tetapi sering mengabaikan prinsip kesantunan. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi kajian pragmatik sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya kesantunan dalam komunikasi digital. Kata Kunci: Kesantunan Berbahasa, Pragmatik, dan Tiktok
Analisis Wacana Kritis Model Van Dijk Menanggapi Komentar Simpatisan Pasasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Periode 2019-2024 dalam Media Sosial Facebook Fadli, Irwan
Jurnal Idiomatik Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Idiomatik
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana analisis struktur makro, super struktur, dan struktur mikro wacana dalam komentar terhadap pasasangan calon presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 dalam media sosial facebook. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka dengan model analisis deskriptif kualitatif. Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam menganalisis data yaitu mereduksi data, penyajian data, kemudian penarikan kesimpulan. Adapun hasil penelitian ini mengungkap 1) Struktur makro: Tema “#2019GantiPresiden” merupakan nama gerakan para pendukukung pasangan calon pengganti presiden. Gerakan ini adalah gerakan terbuka tanpa dikomandoi siapa-siapa dan tersosialisasi dengan sendirinya di media sosial. 2) Super struktur: bagian pembuka wacana ini adalah status milik MD bermaksud menerangkan bahwa kehadiran tagar tersebut sebagai bentuk gerakan yang mengkritisi pemerintahan presiden sekarang dan membangun citra positif kandidat yang baru sebagai penggantinya pada pemilu 2019 mendatang. MD menganggap pemilik tagar ”#2019GantiPresiden” tidak dapat menunjukkan bentuk keburukan atau kebobrokan pemerintahan presiden sekarang, namun dianggap tidak dapat menunjukkan kelebihan dan kekurangan calon presiden pengganti di priode mendatang. Bagian isi berisi pandangan beberapa orang yang berbeda. Ada yang pro terhadap wacana awal, ada pula yang kontra. Selanjutnya, bagian penutup berisi pandangan SB yang menyatakan bahwa semua orang termasuk dirinya berhak menentukan pasangan calon dengan melihat track recordnya. 3) Struktur mikro: analisis struktur mikro mengamati secara mendalam terkait unsur semantik, sintaksis, stlistik, dan retoris. Unsur-unsur ini dimuat dalam komentar sebagai usaha menyampaikan maksud sebagai komentator terhadap status milik MD. Komentar-komentar tersebut memuat ideologi masing-masing terhadap dunia perpolitikan utamanya dalam hal pemilihan calon pasangan presiden.
Pemetaan Bahasa Daerah di Kabupaten Maros: Tinjauan Sosiolinguistik Fadli, Irwan; Fitrahwahyudi, Fitrahwahyudi
Jurnal Idiomatik Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Idiomatik
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Maros dianggap sebagai satu-satunya tempat bercampurnya dua kebudayaan sekaligus bahasa sebagai produk budaya terbesar di Sulawesi Selatan, yakni budaya dari suku Bugis dan suku Makassar.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase penggunaan bahasa daerah di Kabupaten Maros dan pemetaan bahasa daerah di Kabupaten Maros. Penelitian ini merupakan penelitian survei lapangan. Penelitian ini dibagi menjadi empat tahapan, yakni tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi, dan tahap pelaporan.Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuisioner sebanyak sepuluh di setiap Kecamatan. Analisis data dilakukan dengan menghitung dominasi dan pemetaan bahasa daerah tertetu perkecamatan. Data yang telah dipetakan masing-masing kecamatan, selanjuntnya dihimpun untuk mengetahui jumlah dan perentasi penggunaan bahasa daerah masing-masing kecamatan di kabupaten Maros. Diperoleh gambaran bahwa jumlah penutur bahasa Makassar (BM) lebih besar dibandingkan dengan jumlah penutur bahasa Bugis (BB). Selain itu,ditemukan pula penutur yang menggunakan kedua bahasa dalam lingkungannya. Penutur bahasa Makassar sebanyak 65 orang dari 140 orang yang ditetapkan sampel dengan persentase 46,4%. Penutur bahasa daerah Bugis (BB) sebanyak 62 orang penutur atau 44,3%, dan penutur yang menggunakan kedua bahasa daerah sebanyak 13 orang informan dengan persentase 9,28%.