Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Media Edukasi Literasi Budaya Di Sekolah Dasar Melalui Implementasi Gim Pembelajaran Berbasis Leap Motion Cicilia Clara Devi Anggraini; Mario Aditya Prasetyo; Gunawan Wiradharma; Agus Joko Purwanto; Danar Kristiana Dewi
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.463

Abstract

Indonesia memiliki keragaman budaya yang perlu dikenalkan sejak jenjang Sekolah Dasar, salah satunya melalui pembelajaran rumah adat. Namun, pembelajaran budaya masih sering disampaikan secara konvensional sehingga kurang mendorong keterlibatan aktif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi kelayakan awal gim edukatif ArchiLeap berbasis motion gesture sebagai media pembelajaran literasi budaya pada materi rumah adat Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE yang difokuskan pada tahap implementasi dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas 10 guru Sekolah Dasar sebagai pengguna awal. Instrumen penelitian berupa angket kelayakan dengan 33 butir pernyataan yang mencakup aspek kesesuaian materi dan literasi budaya, pembelajaran dan motivasi belajar, interaksi motion gesture, tampilan visual dan desain gim, serta bahasa. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan konversi skor ke dalam persentase kelayakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ArchiLeap memperoleh skor 1.049 dari skor maksimal 1.320 dengan persentase 79,47% dan termasuk kategori layak. Aspek bahasa memperoleh persentase tertinggi sebesar 82,50%, sedangkan interaksi motion gesture memperoleh persentase terendah sebesar 76,00%. Temuan ini menunjukkan bahwa ArchiLeap layak digunakan sebagai media pembelajaran pendukung literasi budaya, tetapi masih memerlukan penyempurnaan pada aspek teknis gesture sebelum diujicobakan langsung kepada siswa.
Implementation of Village Fund Allocation Policy in Sesayap Hilir Sub-district, Tana Tidung Regency Denny Christiyantho Denny; Agus Joko Purwanto; Ayuning Budiati
Jurnal Ilmu Pemerintahan : Kajian Ilmu Pemerintahan dan Politik Daerah Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/jip.10.1.2025.32-51

Abstract

The village fund allocation policy is a crucial initiative in advancing rural areas. This policy must be implemented effectively to achieve its intended goals. The implementation of the village fund allocation policy involves a series of steps and processes that engage various stakeholders. Edward III emphasized that the primary issue in public administration lies in the lack of attention to policy execution. Policy implementation is critical because, without proper execution, the policy objectives cannot be achieved, and its potential positive impact on society is lost. The government of Tana Tidung Regency strives to enhance rural development and community welfare through the village fund allocation policy, regulated under Regent Regulation No. 58 of 2021. This policy reflects the regional commitment to supporting national policies as outlined in Law No. 6 of 2014 concerning Villages. This study aims to analyze the implementation of the village fund allocation policy in Sesayap Hilir District, in accordance with Tana Tidung Regent Regulation No. 58 of 2021, using variables from Edward III's theory: communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. The research employs a qualitative descriptive method. Data analysis techniques include documentation and interviews, with interview results processed using NVivo software. To ensure more accurate and reliable findings, the triangulation method is applied. The findings indicate that, in general, the village fund allocation policy has been well and effectively implemented by policy executors, despite some challenges related to resources. Effective communication, adequate resource support, positive disposition, and a clear bureaucratic structure all contribute to the successful implementation of the village fund allocation policy in Sesayap Hilir District
Hubungan Kompetensi Manajerial dan Supervisi Akademik Kepala Sekolah Terhadap Inovasi Pembelajaran Siti Nurani; Ety Syarifah; Agus Joko Purwanto
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5495

Abstract

Abstrak Guru mempunyai peran penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Peningkatan kualitas pembelajaran dapat terjadi jika guru mempunyai inovasi dalam mengajar. Inovasi pembelajaran guru dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah kompetensi manajerial dan supervisi akademik kepala sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kompetensi manajerial kepala sekolah dan supervisi akademik terhadap inovasi pembelajaran guru SD di Kecamatan Salam. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Sampel penelitian adalah guru SD di kecamatan Salam sebanyak 104 orang. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Teknik analisis data menggunakan SPSS untuk menganalisis hubungan variabel X1 Terhadap variabel Y dan variabel X2 terhadap varibael Y dan dengan analisis regresi berganda untuk mengetahui hubungan antara variabel X1 dan X2 secara bersama-sama terhadap variabel Y dengan taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan kompetensi manajerial terhadap inovasi pembelajaran guru. Hasil uji-t uji korelasi X1 dan Y menunjukkan bahwa t hitung sebesar 4,815. Nilai t tabel untuk df 101 adalah 1,660. T hitung lebih besar dari T tabel sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan kompetensi manajerial (X1) terhadap inovasi pembelajaran (Y), dengan besar sumbangan adalah 52,299 (52,299%). Hubungan Supervisi akademik terhadap inovasi pembelajaran guru menunjukkan bahwa t hitung sebesar 2,979 lebih besar dari t tabel (1,660) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh supervisi akademik (X2) terhadap inovasi pembelajaran (Y) dengan besar sumbangan supervisi akademik (X2) terhadap inovasi pembelajaran (Y) adalah sebesar 31,93%. Terdapat hubungan positif antara kompetensi manajerial dan supervisi akademik secara bersama-sama terhadap inovasi pembelajaran guru dengan estimasi sebesar 0,843 atau sama dengan 86,1% yang mengandung pengertian bahwa hubungan kompetensi manajerial (X1) dan supervisi akademik (X2) secara bersama-sama terhadap inovasi pembelajaran (Y) sebesar 84,3%. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kompetensi manajerial dan supervise akademik terhadap inovasi pembelajaran guru. Kata Kunci: Kompetensi Manajerial, Supervisi Akademik, Inovasi Pembelajaran
The Implementation of Providing Performance Allowance Policy in the Secretariat of the General Election Commission Kota Ternate, Indonesia Eko Ady Prabowo; Muhlis Hafel; Agus Joko Purwanto; Anfas Anfas
Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Publik Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.246 KB) | DOI: 10.26858/jiap.v9i2.11529

Abstract

This study aims to evaluate the implementation of the policy of providing performance allowance to employees at the Secretariat of the General Elections Commission (GEC) Kota Ternate, as well as their supporting and obstacle factors. This research is a descriptive qualitative research by using case study. The research data were obtained from informants who were respondents, ranging from staff to officials at the Secretariat of the General Elections Commission Kota Ternate. The results of the study showed that although the implementation of the performance allowance was already running  there were still some deviations in its management, namely: 1) no socialization or training was held on the management of performance allowance involving GEC Kota Ternate; 2) there is no appointment of a performance allowance management officer, namely the Performance Allowance Management Officer or the control book Management Officer, therefore, it happens overlap working  with routine treasurer; 3) there is not a standard operating procedure (SOP) as an assessment standard that aims to provide an assessment and sanctions against employees who do not carry out their duties and functions.