Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Penyuluhan Tentang Kadar Hb Pada Saat Menstruasi Pada Remaja Putri Di SMA Suhita Tri Oklaini; Waytherlis Apriani; Ruri Maiseptya; Hanifah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i2.2137

Abstract

Penurunan produksi dan konsentrasi hemoglobin dapat menyebabkan terjadinya anemia. Adapun batas nilai konsentrasi hemoglobin pada wanita yang tidak hamil adalah: tidak anemia (>/= 12 g/dl), anemia ringan (11,0-11,9 g/dl), anemia sedang (8,0-10,9 g/dl), dan anemia berat (<8 g/dl). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar Hb pada remaja putri pada saat pre menstruasi dan post menstruasi di SMAN 1 Kota Mukomuko. Penelitian ini dilakukan dengan cara pengambilan sampel Purposive Sampling. Dimana sampel didapatkan pada saat penelitian berdasarkan kriteria Inklusi penelitian. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh remaja putri di SMAN 1 Kota Mukomuko sebanyak 513 orang. Dari 34 responden remaja puteri pada saat Pre menstruasi yang kadar Hb normal (12,0- > 12 g/dl) adalah sebanyak 11 orang, dan kadar Hb (< 12 g/dl ) sebanyak 23 orang dengan rincian kadar Hb (11,0- 11,9 g/dl) sebanyak 8 orang, kadar Hb (8,0- 10,9 g/dl) 13 orang, dan kadar hb (<8 g/dl) sebanyak 2 orang. Dari 34 responden remaja puteri pada saat Post menstruasi yang kadar Hb normal (12,0- > 12 g/dl) adalah sebanyak 21 orang, kadar Hb (< 12 g/dl ) sebanyak 14 orang dengan rincian kadar Hb (11,0- 11,9 g/dl) sebanyak 9 orang, kadar Hb (8,0- 10,9 g/dl) 5 orang. Ada perbedaan yang signifikan antara kadar Hb pada saat pre menstruasi dan post menstruasi dengan nilai sig.(2 tailed) / α = 0,042 > 0,05. Harapan kedepan untuk SMAN 01 Kota Mukomuko nantinya dapat lebih peduli tentang kesehatan remaja putri khususnya dengan salah satu caranya yakni turut mendukung dan menjalankan program pencegahan anemia yang focus program ini ditujukan kepada remaja putri. Hal ini karena dari remaja putri inilah nantinya lahir putra putri calon penerus kemajuan suatu bangsa
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Mahasiswa Dengan Kesiapsiagaan Dalam Menghadapi Bencana Banjir Di STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu Rifda Neni; Dewi Aprilia Ningsih.I; Suhita Tri Oklaini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i2.2135

Abstract

Banjir merupakan suatu keadaan dimana air menggenangi suatu wilayah atau tempat yang luas. Banjir tidak dapat dicegah, namun hanya dapat dikendikan dan dikurangi dampak kerugian yang ditimbulkannya dapat diminimalisir. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan pengetahuan dan sikap mahasiswa STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu dengan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana banjir di STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu. Jenis penelitian dengan metode cross sectional. Populasi penelitian ini mahasiswa STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu yang berjumlah 814. Teknik pengumpulan sampel pada penelitian ini adalah proportional random sampling didapatkan 90 mahasiswa. Teknik pengumpulan data dengan data primer dan data sekunder. Analisis data dengan analisi univariat dan bivariat menggunakan analisa statistic Chi-Square (x2) dan uji Contingency Coeficient. Hasil penelitian didapatkan Kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir memiliki kesiapsiagaan tinggi sebanyak 57 responden, kesiapsiagaan sedang sebanyak 25 responden dan kesiapsiagaan rendah sebanyak 8 responden. Pengetahuan mahasiswa dalam menghadapi bencana banjir memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 58 responden, pengetahuan cukup sebanyak 21 responden, dan pengetahuan kurang sebanyak 11 responden. Sikap mahasiswa menghadapi bencana banjir memiliki sikap positif sebanyak 81 responden, dan sikap negatif sebanyak 9 responden ada hubungan pengetahuan dan kesiapsiagaan dengan kategori hubungan kuat dan ada hubungan sikap dan kesiapsiagaan dengan kategori hubungan kuat. Diharapkan institusi agar dapat membantu meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana banjir melalui kegiatan penyuluhan dan edukasi mengenai bencana banjir.
Perbedaan Kadar Hb Pada Remaja Putri Pre Menstruasi Dan Post Menstruasi Menggunakan Alat Cek Hb Digital Di SMAN 01 Kota Mukomuko Suhita Tri Oklaini; Pitri Subani; Dewi Aprilia Ningsih I; Rifda Neni; Ranika Hamidah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i2.2139

Abstract

Penurunan produksi dan konsentrasi hemoglobin dapat menyebabkan terjadinya anemia. Adapun batas nilai konsentrasi hemoglobin pada wanita yang tidak hamil adalah: tidak anemia (>/= 12 g/dl), anemia ringan (11,0-11,9 g/dl), anemia sedang (8,0-10,9 g/dl), dan anemia berat (<8 g/dl). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar Hb pada remaja putri pada saat pre menstruasi dan post menstruasi di SMAN 1 Kota Mukomuko. Penelitian ini dilakukan dengan cara pengambilan sampel Purposive Sampling. Dimana sampel didapatkan pada saat penelitian berdasarkan kriteria Inklusi penelitian. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh remaja putri di SMAN 1 Kota Mukomuko sebanyak 513 orang. Dari 34 responden remaja puteri pada saat Pre menstruasi yang kadar Hb normal (12,0- > 12 g/dl) adalah sebanyak 11 orang, dan kadar Hb (< 12 g/dl ) sebanyak 23 orang dengan rincian kadar Hb (11,0- 11,9 g/dl) sebanyak 8 orang, kadar Hb (8,0- 10,9 g/dl) 13 orang, dan kadar hb (<8 g/dl) sebanyak 2 orang. Dari 34 responden remaja puteri pada saat Post menstruasi yang kadar Hb normal (12,0- > 12 g/dl) adalah sebanyak 21 orang, kadar Hb (< 12 g/dl ) sebanyak 14 orang dengan rincian kadar Hb (11,0- 11,9 g/dl) sebanyak 9 orang, kadar Hb (8,0- 10,9 g/dl) 5 orang. Ada perbedaan yang signifikan antara kadar Hb pada saat pre menstruasi dan post menstruasi dengan nilai sig.(2 tailed) / α = 0,042 > 0,05. Harapan kedepan untuk SMAN 01 Kota Mukomuko nantinya dapat lebih peduli tentang kesehatan remaja putri khususnya dengan salah satu caranya yakni turut mendukung dan menjalankan program pencegahan anemia yang focus program ini ditujukan kepada remaja putri. Hal ini karena dari remaja putri inilah nantinya lahir putra putri calon penerus kemajuan suatu bangsa
Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Remaja Putri Dalam Mengahadapi Premenstruasi Syndrome Di SMPN 2 Kota Bengkulu Waytherlis Apriani; Dewi Aprilia Ningsi; Metha Fahriani; Yuni Ramadhaniati; Suhita Tri Oklaini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i2.2143

Abstract

Kurangnya pengetahuan remaja putri tentang PMS membuat remaja putri tidak sadar akan pentingnya kesehatan reproduksinya bahkan tidak memperhatikan kesehatan diri. Kurangnya pengetahuan tentang PMS kebanyakan membuat remaja putri ini tidak melakukan penanganan terhadap PMS. Pengetahuan tentang PMS sangat penting agar dapat bersikap positif terhadap gejalanya. Sikap merupakan kesiapan untuk bereaksi terhadap objek di lingkungan tertentu sebagai suatu penghayatan terhadap objek, sehingga sikap positif ditunjukkan dengan mampu melakukan penanganan dini dan pencegahan dini terhadap PMS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap remaja putri dalam menghadapi Premenstruasi syndrome di SMPN 2 Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas VII dan Kelas VIII SMPN 2 Bengkulu tahun ajaran 2023/2024 sebanyak 390 reponden teknik pengambilan sampel dengan cara Cluster Random Sampling sebanyak 80 orang. Data penelitian data primer dan sekunder,data dikaji dengan analisis univariat dan bivariate dengan uji Chi Square dan Contingency Coefficient. Hasil penelitian ini didapatkan pengetahuan 44 responden memiliki pengetahuan baik, 19 responden memiliki pengetahuan cukup, dan 17 responden memiliki pengetahuan kurang dan sikap 64 responden (80%) memiliki sikap positif, sedangkan 16 responden (20%) memiliki sikap negatif. Ada hubungan yang signifikan anatara tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri dalam menghadapi Premenstruasi Syndrome. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri SMPN 2 Kota Bengkulu Dalam menghadapi Premenstruasi Syndrome