Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN GUM ARAB TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORIS FRUIT LEATHER NANGKA (Artocarpus heterophyllus) Praseptiangga, Danar; Aviany, Theresia Pramita; Parnanto, Nur Her Riyadi
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.571 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v9i2.12858

Abstract

Fruit leather merupakan salah satu produk makanan ringan dari bubur buah (puree) yang dikeringkan dalam oven atau dehidrator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan gum arab (0,3%, 0,6% dan 0,9%) terhadap karakteristik fisikokimia dan sensoris fruit leather nangka. Penelitian ini menggunakan desain penelitian rancangan acak lengkap dengan satu faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan gum arab memberikan pengaruh pada karakteristik fisikokimia antara lain; peningkatan kuat tarik (tensile strength), kadar abu, gula reduksi, serat pangan (dietary fiber), dan penurunan kadar air dan aktivitas air (Aw). Pengaruh penambahan gum arab ini terhadap karakteristik sensoris antara lain penurunan nilai pada parameter warna dan meningkatkan nilai pada parameter rasa, aroma, tekstur, dan overall. Fruit leather nangka yang memiliki karakteristik fisikokimia dan sensoris terbaik adalah fruit leather nangka dengan penambahan 0,9% gum arab.Kata kunci : fruit leather, nangka, gum arab, fisikokimia, sensoris
KAJIAN FISIKOKIMIA DAN SENSORI SNACK BARS TEMPE BAGI PENDERITA AUTIS Atmaka, Windi; Parnanto, Nur Her Riyadi; Utami, Rohula
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 6, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.918 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13528

Abstract

Kegiatan penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahap yaitu tahap pembuatan tepung tempe, tahappembuatan buah kering, tahap pembuatan snack bars tempe, serta tahap analisa fisikokimia dan sensori. Formulasnackbars terdiri dari 3 variasi yaitu perbandingan antara tepung tempe dan buah kering sebesar 40:60, 50:50 dan60:40. Buah kering yang digunakan adalah mangga dan salak. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwatingkat kekerasan tekstur snack bars semakin tinggi dengan semakin besarnya proporsi tepung tempe. Kadar airsnack bars semakin rendah dengan semakin besarnya proporsi tepung tempe kecuali snack bars dengancampuran buah salak. Kadar abu snack bars semakin tinggi dengan semakin besarnya proporsi tepung tempe.Kadar protein snack bars semakin besar dengan semakin besarnya proporsi tepung tempe. Kadar lemak snackbars semakin besar dengan semakin besarnya proporsi tepung tempe. Kadar karbohidrat snack bars semakinrendah dengan semakin besarnya proporsi tepung tempe. Kadar serat dan total fenol snack bars tidak berbedanyata antar variasi sampel. Aktivitas antioksidan snack bars semakin besar dengan semakin besarnya proporsitepung tempe. Total kalori snackbars semakin besar dengan semakin besarnya proporsi tepung tempe.Berdasarkan parameter overall, snack bars yang mendapatkan penilaian tertinggi dari panelis adalah snack barsdengan campuran mangga 40:60 dan salak 60:40.
PENGARUH KONSENTRASI ASAM SITRAT DAN SUHU PENGERINGAN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA DAN SENSORIS MANISAN KERING LABU SIAM (Sechium edule Sw.) DENGAN PEMANFAATAN PEWARNA ALAMI DARI EKSTRAK ROSELA UNGU (Hibiscus sabdariffa L.) Fajarwati, Nur Hajriyani; Parnanto, Nur Her Riyadi; Manuhara, Godras Jati
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.477 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v10i1.17494

Abstract

The aim of this research is to know the effect of citric acid concentration on the characteristics of physical (texture, color), chemical (pH, water content, total anthocyanin and antioxidant activity) and sensory (color, flavor, texture, aroma, overall) and the effect of drying temperature to the physical characteristics (texture, color), chemical (pH, water content, total anthocyanin and antioxidant activity) and sensory (color, flavor, texture, aroma and overall) as well as knowing the most preferred formulation. The research design used completely randomized design with two factors, the concentration of citric acid (1.5%; 2%; 2.5%) and the drying temperature (50oC, 60oC, 70oC). The data were then analyzed using ANOVA. If there is a difference, the followed by DMRT at 5% significance level. The results showed that the concentration of citric acid and drying temperature affect on physical characteristics (texture, color), chemical characteristics (pH, water content, total anthocyanins, antioxidant activity) and sensory characteristics. The best dried candied chayote based on the sensory characteristics is candied with 1.5% citric acid concentration and drying temperature 60°C with the value of hardness (338.47 N), L (lightness) (36.41), a (redness) (7.63), b (yellowness) (1.22), pH (3.16), water content (13.33%), total anthocyanins (299.74 mg / L) and antioxidant activity (11.64%).
KAPASITAS ANTIOKSIDAN DAN KEMAMPUAN ANTIMIKROBIA PADA DAUN KIRINYUH (Eupatorium odoratum) SELAMA PENYIMPANAN IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) PADA SUHU DINGIN Parnanto, Nur Her Riyadi; Setyowati, Rini; Utami, Rohula
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.569 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13504

Abstract

Penelitian ini mempelajari penggunaan ekstrak daun kirinyuh pada proses pengawetan ikan tongkol(Euthynnus affinis) selama penyimpanan suhu rendah (0oC). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahuikapasitas antioksidan daun E. odoratum, mengetahui pengaruh perendaman ekstrak daun E. odoratum terhadapvariabel dependen yang diamati meliputi pH, aW, TVB, TPC, kapasitas antioksidan,dan tekstur), mengetahuikonsentrasi ekstrak E. odoratum yang terbaik dalam mempertahankan mutu ikan tongkol dan mengetahuikapasitas antioksidan dalam ikan tongkol selama penyimpanan pada suhu 0°C. Rancangan percobaanmenggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu perbedaan konsentrasi ekstrak daunkirinyuh (E.odoratum) yaitu kontrol; 0,25%; 0,5% dan 0,75%. Dari hasil penelitian diketahui bahwa denganperendaman 0,75% ekstrak E.odoratum memberikan hasil terbaik untuk semua uji.
PENINGKATAN USAHA TELUR ASIN ASAP Wara Pratitis Suprayogi; Nur Her Riyadi Parnanto
Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship Vol 4 No 2 (2015): May 2015
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ajie.vol4.iss2.art3

Abstract

Smoke salted egg production business now stands at Karanganyar where production capacity is still low. The problem faced are the continuity of supply of duck eggs, the smoker tools that low capacity and no have of P-IRT permits. Increased smoke salted eggs can be carried out by 1)  interlacement partnerships with suppliers duck eggs, 2) facilitating the permitting P-IRT, 3) introduction of appropriate technology smoker salted eggs and 4) mentoring. The activities that have been carried out to increase the impact of smoke where the salted egg business continuity and increased production capacity, expansion of marketing and revenue enhancement partner SMEs. Keywords: salted smoked, fumigation technology, production
IbM PRODUK HERBAL DI UKM LAWU HERBAL DAN UKM PONDOK DAUN HERBAL Aulia Qonita; Nur Her Riyadi Parnanto
Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship Vol 1 No 01 (2016): January 2016
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ajie.vol1.iss1.art1

Abstract

This activity is carried out in SMEs Lawu Herbal UKM in Mawar Street  No 03. Dimoro RT 02 RW 10 Karanganyar village, District of Karanganyar and SMEs Pondok Daun in Rajawali Street No. 8, Ngebrak RT 01 / XI, Gentan, Baki, Sukoharjo. This activity aims to provide solutions  of  problems which is  faced by SMEs. The problem faced by SMEs Lawu Herbal is a simple plastic packaging is still using ordinary sealer system; marketing still limited and not use the media website. The problem is faced by SMEs Pondok Daun Herbal is the unavailability of neat book keeping. This activities carried out by the introduction of vacuum sealer tools, marketing training through the website and the training of financial accounting and management improvements.Results from service activities are 1) the packaging of products in SMEs Lawu Herbal become better, more durable and fresh, 2) SMEs Lawu Herbal own website so marketing becomes more widespread, 3) Both SMEs already have a simple bookkeeping, 4) Mentoring in both SMEs have been implemented, and 5) the assistance of both SMEs business development is gotten  from the Ministry of Cooperation of the Republic of Indonesia.
Karakteristik biskuit bayi dengan penambahan tepung jagung manis, tepung kacang merah, dan tepung ikan gabus : The characteristics of baby biscuits with the addition of sweet corn flour, red bean flour, and snakehead fish flour Siswanti, Siswanti; Delinda, Monika Vania; Parnanto, Nur Her Riyadi; Widowati, Dyah
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 4 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(4)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i4.47665

Abstract

Biskuit bayi merupakan makanan pendamping air susu ibu (MPASI) yang dikonsumsi dengan penambahan air, susu, dan atau dikonsumsi langsung oleh bayi berusia >6 bulan. MPASI mengandung karbohidrat, protein, lemak, dan nutrisi lainnya. Upaya diversifikasi biskuit bayi dilakukan dengan memanfaatkan tepung jagung manis (TJM) yang mengandung karbohidrat dan vitamin A sebagai alternatif pengganti tepung terigu. Protein berkontribusi dalam pertumbuhan bayi, sehingga kecukupannya dalam MPASI perlu dipenuhi melalui penambahan tepung kacang merah (TKM) dan tepung ikan gabus (TIG). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula terbaik penambahan TJM, TKM, dan TIG dalam pembuatan biskuit bayi berdasarkan parameter fisikokimia dan sensori. Biskuit bayi dihasilkan melalui penambahan tepung jagung manis, tepung kacang merah, dan tepung ikan gabus, yaitu F1 (kontrol), F2 (30:8:2), F3 (30:6:4), F4 (30:4:6), dan F5 (30:2:8). Parameter fisikokimia yang diamati meliputi analisis daya serap air, kelarutan, proksimat, kadar vitamin A, kalori, dan angka kecukupan gizi (AKG). Analisis sensori dilakukan untuk parameter warna, aroma, rasa, tekstur, dan overall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan jumlah TKM dan peningkatan jumlah TIG menyebabkan peningkatan kadar air, abu, protein, dan vitamin A, serta penurunan daya serap air, kelarutan, kadar lemak, karbohidrat, dan kalori pada biskuit bayi. Biskuit bayi perlakuan F2 menunjukkan daya serap air 3,88±0,14 g/g, kelarutan 43,47±0,87%, nilai kalori 450,96 kkal, dan angka kecukupan gizi tertinggi 56,37% serta paling disukai panelis untuk semua parameter (warna, aroma, rasa, tekstur, dan overall).
KAJIAN KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI SNACKBARS DENGAN BAHAN DASAR TEPUNG TEMPE DAN BUAH NANGKA KERING SEBAGAI ALTERNATIF PANGAN CFGF (CASEIN FREE GLUTEN FREE) Parnanto, Nur Her Riyadi; Utami, Rohula; Amalia, Rizki
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 4, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.244 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13596

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik fisikokimia dan sensori (penerimaan konsumen)snackbars dengan bahan dasar tepung tempe dan buah nangka kering dengan tiga variasi perbandinganpenggunaan tepung tempe dan buah nangka kering yaitu 40:60, 50:50, dan 60:40. Karakteristik fisikokimia yangdiuji meliputi tekstur, kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat, serat pangan, total fenol, aktivitas antioksidandan total kalori. Karakteristik sensori yang diuji meliputi warna, aroma, rasa, tekstur dan keseluruhan. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa semakin banyak penggunaan tepung tempenya maka tekstur snackbars akansemakin kompak (keras) dan kadar abu, protein, lemak, serat pangan, total fenol, aktivitas antioksidan dan totalkalorinya semakin meningkat sedangkan kadar air dan kadar karbohidratnya semakin menurun. Sedangkan padakarakter sensori, semakin banyak penggunaan tepung tempenya maka warna, aroma, rasa, tekstur dankeseluruhannya semakin tidak disukai.
PENGARUH KONSENTRASI DAN LAMA PERENDAMAN PADA EKSTRAK SECANG (Caesalpinia sappan L.) TERHADAP KARAKTERISTIK SENSORI DAN ANTIOKSIDAN BAKSO IKAN TENGGIRI (Scomberomorus commerson) CITA RASA ASAP Parnanto, Nur Her Riyadi; Hakim, Mohamad Luqman; Muhammad, Dimas Rahardian AJi
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 5, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.166 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13558

Abstract

Salah satu jenis bakso ikan yang paling populer di masyarakat adalah bakso yang terbuat dari ikantenggiri, meskipun tingkat penerimaan konsumen bakso ikan tengiri masih lebih rendah dibandingkan baksosapi. Hal tersebut kemungkinan terjadi karena aroma amis yang ditimbulkan dari bakso ikan tengiri serta warnayang kurang menarik. Dengan demikian diperlukan perbaikan proses produksi pada pembuatan bakso ikantengiri untuk meningkatkan karakteristik sensorisnya agar lebih disukai oleh konsumen. Penggunaan asap cairtelah terbukti dapat memberikan citarasa asap dan mengurangi citarasa amis pada bakso ikan tengiri, sedangkanperendaman pada ekstrak secang diharapkan dapat memperbaiki warna, sekaligus meningkatkan aktivitasantioksidan pada bakso ikan tengiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstraksecang (50%, 75%, 100%) dan lama perendaman (5 menit, 10 menit, 15 menit) terhadap sifat sensori, total fenol,dan antioksidan bakso ikan tenggiri citarasa asap. Uji hedonik dilakukan untuk mengetahui tingkat penerimaanpanelis paling tinggi terhadap bakso ikan tengiri citarasa asap yang telah direndam ekstrak secang. Setelahdidapat bakso yang paling disukai oleh panelis, dilakukan pengujian kapasitas Antioksidan dengan metodeDPPH, serta uji total fenol dengan metode Folin-Ciocalteu. Evaluasi nilai gizi bakso ikan tenggiri citarasa asapyang direndam ekstrak secang juga dilakukan dengan membandingkannya dengan kontrol. Penelitian inimenggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan dua faktor yaitu variasi konsentrasiekstrak secang dan lama perendaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bakso yang paling disukai panelisadalah bakso dengan konsentrasi ekstrak secang 50% dengan lama perendaman 5 menit. Perendaman ekstraksecang mampu meningkatkan kapasitas antioksidan dan total fenol bakso ikan tengiri citarasa asap. Perendamanekstrak secang tidak berpengaruh secara nyata terhadap kadar gizi bakso ikan tengiri citarasa asap.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORIS SNACK BAR TEPUNG LABU KUNING (Cucurbita moschata), TEPUNG JAGUNG (Zea mays) DAN PUREE NANGKA (Artocarpus heterophyllus) Hartaty, Malikah Meny; Parnanto, Nur Her Riyadi; Yudhistira, Bara; Sanjaya, Adhitya Pitara
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 10, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.632 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v10i2.29072

Abstract

Characteristics of physical properties (texture: hardness), chemical properties (moisture content, ash content, protein content, fat content, carbohydrate content, total calories, antioxidant activity and beta carotene content) and sensory properties of snack bar which added of pumpkin flour, corn flour and jackfruit puree were investigated. Completely Randomized Design (CRD) experimental design with one factor in the form of variation of the amount of pumpkin flour and corn flour that is by formula 1 of 15g pumpkin flour and 25g of corn flour; Formula 2 (F2) of pumpkin flour 10g and corn flour 30g while formula 3 (F3) of pumpkin flour 5g and corn flour 35g were used In this study. The results showed that the variations in the amount of pumpkin flour and corn flour gave effect on the physical properties, chemical properties, and sensory properties of snack bar. Formula 2 is the best snack bar formula with hardness 6,56 N, water content 34,52%, ash of 3.01%, protein content 8,58%, fat content 8,86%, carbohydrate 45,03%, total Calories 294.19 kCal / 100gr, antioxidant activity of 10.72% and beta-carotene content of 787.42 μg / 100gr. Formula snack bar F2 and F3 are preferred samples of panelists on the organoleptic analysis.