Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Tatanan Rumah Tangga Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Shinta Maharani; Nelly Maryam; Tiara Pratiwi; Mardelia Astriani; Dedi Pahrul; Dhea Mega Arini; Latifah Latifah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i8.7296

Abstract

ABSTRAK Angka kejadian Covid-19 Indonesia terus meningkat. Dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk melakukan tindakan pencegahan dalam upaya mengantisipasi penyebaran covid-19 di masyarakat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan gerakan PHBS. Tujuan utama dari gerakan PHBS adalah meningkatkan kualitas kesehatan melalui proses penyadartahuan yang menjadi awal dari kontribusi individu-individu dalam menjalani perilaku kehidupan sehari-hari yang bersih dan sehat. Masyarakat di Desa Sukadamai Kota Kayu Agung masih banyak yang mengabaikan PHBS terkait pencegahan penyebaran covid-19 yang dapat berdampak semakin tingginya masyarakat yang terkonfirmasi. Tujuan pemberian penyuluhan kesehatan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang PHBS dalam masa adaptasi kebiasaan baru.  Adapun kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan kesehatan dengan menggunakan leaflet dan power point.  Terdapat peningkatan pengetahuan tentang hubungan PHBS dengan pencegahan penyebaran covid-19 pada masyarakat di Desa Sukadamai Kota Kayu Agung. Kata Kunci: PHBS, Covid-19, Adaptasi Kebiasaan Baru ABSTRACT The number of cases of Covid-19 in Indonesia continues to increase. Public awareness is needed to take preventive measures in an effort to anticipate the spread of COVID-19 in the community. One of the efforts that can be done is through the PHBS movement. The main objective of the PHBS movement is to improve the quality of health through an awareness process that is the beginning of the contribution of individuals in living a clean and healthy daily life behavior. Many people in Sukadamai Village, Kayu Agung City, still ignore PHBS related to preventing the spread of covid-19 which can have an impact on the number of confirmed people. The purpose of providing health counseling is expected to increase public knowledge about PHBS in the adaptation period of new habits. The activities carried out were in the form of health education using leaflets and power points. There is an increase in knowledge about the correlation between PHBS and preventing the spread of covid-19 in the community in Sukadamai Village, Kayu Agung City. Keywords: PHBS, Covid-19, New Habit Adaptation
Pencegahan Penyakit Gangguan Reproduksi melalui Penyuluhan Kesehatan tentang Keputihan Pada Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Gandus Putinah Putinah; Shinta Maharani; Dedi Pahrul; Abdul Syafei
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.7829

Abstract

ABSTRAK Keputihan adalah peringatan dini dari berbagai kelainan di sistem reproduksi.Pada wanita disarankan untuk tidak menganggap remeh atau biasa adanya pengeluaran cairan keputihan sehingga dianjurkan untuk pemeriksaan khusus atau rutin sehingga dapat menetapkan secara dini penyebab keputihan. Untuk itulah sangat penting bagi ibu rumah tangga untuk mendapat pengetahuan yang memadai tentang penyakit gangguan reproduksi khususnya keputihan agar mereka tahu bagaimana seharusnya mereka bersikap ketika menghadapi penyakit keputihan. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang penyakit gangguan reproduksi khususnya keputihan melalui pemberian pendidikan kesehatan kepada para ibu rumah tangga. Sasaran kegiatan ini adalah ibu-ibu rumah tangga yang berusia produktif di RT 19 Kelurahan Gandus Palembang. Bentuk kegiatan ini adalah pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah dan diskusi. Media pembelajaran yang digunakan adalah leaflet, alat peraga dan banner.  Peserta penyuluhan sangat antusias dalam mengikuti penyuluhan, hal ini dibuktikan dengan banyaknya peserta yang bertanya sekitar materi penyuluhan. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu rumah tangga tentang keputihan, hal ini dibuktikan dari hasil pre-test dan post-test yang berubah sangat signifikan. Hasil pre-test didapatkan pengetahuan peserta tentang keputihan antara lain rendah (56,2%), cukup (34,4%) dan tinggi (9,4%), sedangkan hasil penilaian post-test didapatkan pengetahuan peserta antara lain rendah (12,5%), cukup (15,6%) dan tinggi (71,9%). Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat Kelurahan Gandus Palembang khususnya ibu-ibu rumah tangga dapat menjaga kesehatan organ reproduksi dengan menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan reproduksinya secara rutin di puskesmas gandus. Kata Kunci: Keputihan, Pencegahan, Penyuluhan ABSTRACT  Vaginal discharge is an early warning of various disorders in the reproductive system. Women are suggested not to underestimate the presence of vaginal discharge so it is recommended for a special or routine examination so that it can determine the cause of vaginal discharge early. For this reason, it is very important for housewives to get adequate knowledge about reproductive disorders, especially vaginal discharge so that they know how they should behave when dealing with vaginal discharge. This community service activity aims to provide knowledge and understanding of reproductive disorders, especially vaginal discharge by providing health education to housewives. The target of this activity is housewives of productive age at RT 19 Gandus Village Palembang. The form of this activity is community empowerment through health education with lecture and discussion methods. The learning media used are leaflets, teaching aids, and banners. The counseling participants were very enthusiastic in participating in the counseling, this was evidenced by the large number of participants who asked questions about the extension material. The results of this activity showed an increase in the knowledge of housewives about vaginal discharge, this was evidenced by the results of the pre-test and post-test which changed very significantly. The results of the pre-test showed that the participants' knowledge about vaginal discharge was low (56,2%), sufficient (34,4%), and high (9,4%), while the post-test results showed that the participants' knowledge was low (12,5%), adequate (15,6%) and high (71,9%). Through this activity, it is hoped that the community of Gandus Palembang Village, especially housewives, can maintain the health of their reproductive organs by implementing a healthy lifestyle and conducting regular reproductive health check-ups at Gandus Public Health Center. Keywords: Vaginal discharge, Prevention, Counseling 
Hubungan Pola Makanan Berserat dan Air Putih terhadap Kejadian Konstipasi di Sdit Darussalam Palembang Lela Aini; Shinta Maharani; Lenny Astuti
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 9 (2022): Volume 4 Nomor 9 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v4i9.6874

Abstract

ABSTRACT Constipation is a health problem in the form of not being able to pass hard and dry feces less than three times a week (Risma Hanuraswati, 2017). The pattern of bowel movements is influenced by several factors such as water intake, activity level, and fiber intake from the food you eat every day. Particular attention should be paid to consumption patterns that tend to emphasize practical benefits. Water supports metabolic processes in the body by converting food into energy. Our bodies can absorb 1.52 liters of water every day to support the body's own metabolism. This study aims to clarify the relationship between fiber diet and water on the development of constipation at SDIT Darussalam Palembang.   This type of survey is a quantitative survey with a descriptive analytical survey design using a cross-sectional approach. Based on the results of the study using paired t-test, the results of the systolic statistical test showed a value of 0.001. Since 0.05, we can conclude the relationship between food and water behavior in the development of constipation. Knowledge of the relationship between a high-fiber diet and normal water on the incidence of constipation at SDIT Darussalam Palembang, p-value = 0.001 Keywords: Constipation, Fiber Food, Water  ABSTRAK Konstipasi merupakan masalah kesehatan berupa tidak dapat mengeluarkan feses yang keras dan kering kurang dari tiga kali seminggu (Risma Hanuraswati, 2017). Pola buang air besar dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti asupan air, tingkat aktivitas, dan asupan serat setiap orang. Air mendukung proses metabolisme dalam tubuh dengan mengubah makanan menjadi energi. Tubuh kita dapat menyerap 1,52 liter air setiap hari untuk mendukung metabolisme tubuh sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan berserat dan air putih terhadap perkembangan konstipasi di SDIT Darussalam Palembang. Jenis survei ini adalah survei kuantitatif dengan desain survei deskriptif analitis dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan uji t berpasangan, hasil uji statistik sistolik menunjukkan nilai 0,001. Karena α0,05, kita dapat menyimpulkan hubungan antara perilaku makanan dan air dalam perkembangan sembelit. Pengetahuan hubungan antara diet tinggi serat dan air putih normal terhadap kejadian konstipasi di SDIT Darussalam Palembang, p-value = 0,001 Kata Kunci: Konstipasi, Makanan, Beserat, Air Putih
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA ANAK USIA SEKOLAH Shinta Maharani; Rice Hernanda
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 12, No 2 (2020): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v12i2.975

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Obesitas sudah mulai menjadi masalah kesehatan diseluruh dunia dengan prevalensi yang selalu meningkat setiap tahun, baik di negara maju maupun negara berkembang. WHO menyatakan dalam kurun waktu 40 tahun, jumlah anak yang menderita obesitas meningkat 10 kali lipat. Tujuan: untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian obesitas pada anak usia sekolah di SDN 10 Semende Darat Laut Kabupaten Muara Enim Tahun 2018. Metode:  Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Survey Analitik, dengan rancangan Cross Sectional. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 10 Semende Darat Laut Kabupaten Muara Enim dari bulan Mei - Juli 2018. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SDN 10 Semende Darat Laut sebanyak 163 siswa dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner dan analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil: mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (55,8%), lama tidur cukup (65,5%), mayoritas responden memiliki aktivitas ringan (82,2%), dan  mayoritas responden tidak obesitas (81,0%). Berdasarkan hasil analisis bivariate jenis kelamin tidak berhubungan dengan obesitas (p-value = 0,092 > α=0,05), sedangkan lama tidur (p-value = 0,034> α = 0,05) dan aktivitas fisik (p-value = 0,004 > α = 0,05) berhubungan dengan kejadian obesitas pada anak usia sekolah di SDN 10 Semende Darat Laut Kabupaten Muara Enim.  Saran: Diharapkan hasil penelitian ini menjadi bahan masukan untuk pihak sekolah dalam meningkatkan monitoring status gizi anak usia sekolah melalui Program Unit Kesehatan Sekolah. Kata Kunci           : Kejadian, Obesitas, Anak Usia Sekolah
Peningkatan Rasa Nyaman pada Penderita Stomatitis melalui Penyuluhan Kesehatan tentang Penatalaksanaan Stomatitis dengan Pemberian Madu di Kelurahan Sukajaya Palembang Lela Aini; Lenny Astuti; Shinta Maharani; Fitri Anita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.9985

Abstract

ABSTRAK Stomatitis (sariawan) merupakan suatu lesi atau luka kecil yang dimulai dengan sensasi terbakar atau menyengat di bagian rongga mulut seperti di dalam pipi, lidah maupun bibir (Witadiana et al., 2020). Terapi non-farmakologi pada Stomatitis diberikan sesuai dengan penyebabnya yaitu dengan mengkonsumsi suplemen atau makanan yang banyak mengandung vitamin B, C, zat besi, zinc. Salah satu terapi yang dapat digunakan dalam meningkatkan rasa nyaman pada penderita stomatitis yakni dengan pemberian suplemen madu, madu berperan dalam proses penyembuhan   luka. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang penatalaksanaan non farmakologi dalam meningkatkan rasa nyaman pada penderita stomatitis melalui pemberian madu pada ibu-ibu di Kelurahan Sukajaya khususnya di RT 09 RW 02. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada tanggal 20 Juli 2022 di Kelurahan Sukajaya Palembang dengan jumlah 25 orang. Metode kegiatan ini adalah pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah dan diskusi. Materi yang diberikan memuat tentang peningkatan rasa nyaman pada penderita stomatitis melalui penyuluhan kesehatan tentang penatalaksanaan stomatitis dengan pemberian madu di Kelurahan Sukajaya Palembang. Seluruh (100%) pasien yang berkunjung di Kelurahan Sukajaya Palembang dapat memahami tentang peningkatan rasa nyaman melalui penyuluhan kesehatan tentang penatalaksanaan stomatitis dengan pemberian madu. Melalui kegiatan ini diharapkan kepada ibu-ibu khususnya RT 09 RW 02 untuk lebih memperkaya informasi tentang penatalaksanaan non farmakologi stomatitis dengan mengikuti kegiatan penyuluhan yang secara berkala yang dilakukan oleh tempat pelayanan kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit, meningkatkan kemampuan dalam menjaga kesehatan sistem imunologi dengan menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin di pusat pelayanan kesehatan terdekat Kata Kunci: Water Tepid Sponge, Hipertermia, Demam Berdarah Dangue  ABSTRACT Stomatitis (sprue) is a small lesion or sore that begins with a burning or stinging sensation in parts of the oral cavity such as the cheeks, tongue or lips (Witadiana et al., 2020). Non-pharmacological therapy for Stomatitis is given according to the cause, namely by consuming supplements or foods that contain lots of vitamins B, C, iron, zinc. One of the therapies that can be used to increase the feeling of comfort in patients with stomatitis is by giving honey supplements, honey plays a role in the wound healing process. This community service activity aims to provide knowledge and understanding of non-pharmacological management through giving honey to mothers in the Sukajaya Village, especially in RT 09 RW 02. The activity was carried out on July 20 2022 in the Sukajaya Palembang Village with a total of 25 people. The method of this activity is community empowerment through health counseling with lecture and discussion methods. The material provided included increasing the feeling of comfort for stomatitis sufferers through health education about the management of stomatitis by giving honey in the Sukajaya Village, Palembang. All (100%) patients who visited Sukajaya Palembang Village could understand about increasing a sense of comfort through health education about the management of stomatitis by giving honey. Through this activity, it is hoped that mothers, especially RT 09 RW 02, will enrich information about non-pharmacological management of stomatitis by participating in regular counseling activities conducted by health service providers such as health centers, hospitals, increasing their ability to maintain the health of the immunological system by adopting a healthy lifestyle and carrying out routine health checks at the nearest health service center Keywords: Water Tepid Sponge, Hyperthermia, Dengue Hemorrhagic Fever
APLIKATIF HEALTH BELIEF MODEL MELALU PROMOSI KESEHATAN PENTINGNYA HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA KELUARGA DENGAN RESIKO TINGGI Dewi Rury Arindari; Dessy Suswitha; Shinta Maharani
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v2i1.425

Abstract

Keluarga merupakan modal utama di masa depan yang perlu dijaga, ditingkatkan dan dilindungi kesehatannya. Setiap anggota keluarga memiliki masa rawan untuk menderita suatu penyakit terutama pada keluarga dengan resiko tinggi yaitu keluarga yang memiliki faktor yang dapat mengancam kesehatan karena keadaan fisik, mental, maupun sosial ekonomisehingga perlu mendapatkan bimbingan dan asuhan keperawatan serta pelayanan kesehatan akibat ketidaktahuan dan ketidakmampuan memelihara kesehatan dan perawatan. Angka kesakitan dan kematian penyakit infeksi dan non infeksi pada keluarga resiko tinggi dapat dicegah dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Upaya promosi tentang PHBS telah dijalankan oleh pemerintah, namun hasilnya belum cukup optimal. Perubahan perilaku individu terjadi seiring dengan perubahan faktor interpersonal berupa persepsi tentang Health Belief Model (HBM) meliputi kerentanan, keparahan, manfaat dan hambatan. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk aplikasi dari hasil penelitian yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat melalui pendekatan teori HBM pada keluarga dengan resiko tinggi. Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah pemberdayaan masyarakat melalui promosi kesehatan dengan media leaflet, flipchart dan banner. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan, pemahaman dan perubahan persepsi dari masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat khususnya keluarga dengan resiko tinggi dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat secara mandiri pada setiap sektor dalam lingkungan masing-masing keluarga.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG BAHAYA MEROKOK DI RT. 13 KELURAHAN ARIO KEMUNING Dea Mega Arini; Dewi Rury Arindari; Sri Mulia Sari; Shinta Maharani; Lela Aini; Latifah
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 15 No 1 (2025): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v15i1.471

Abstract

In Indonesia, the number of deaths due to diseases caused by smoking habits reaches 300 thousand per year. Almost 60 percent of deaths in Indonesia are caused by non-communicable diseases (NCDs) caused by smoking such as stroke, hypertension and heart disease, which are now increasing in number. Adolescence is a transition period from childhood to adulthood with various very critical developments. During this period, there will be very rapid physical, psychological, intellectual growth and high curiosity. During this period, adolescents tend to act and do things without considering them first, this of course often leads adolescents to risky behavior ranging from smoking behavior to promiscuity, drugs and so on. Middle adolescents are adolescents aged 15-19 years (Riskesdas, 2018). The government has made various efforts to overcome the incidence of smoking. One of these efforts is Health education is very necessary to upload awareness, provide or increase public knowledge about maintaining and improving health for themselves, their families and the community, the process of health education in achieving goals through changes in adolescent behavior which is influenced by several factors including the material or message delivered, educational aids or demonstration tools used, the methods used and officers or educators who carry out health promotion. The purpose of the researcher is to determine the effect of health education on the level of knowledge of adolescents in RT.13, Ario Kemuning Village, Palembang. This type of research is Quasi-experimental design (pretest - posttest with control group design). Respondents in this study were 68 male adolescents who smoke. Data collection tools using questionnaires. The normality test using Shapiro - Wilk and statistical analysis using the Wilcoxon test showed an effect on respondents' knowledge before and after being given health education with P-value = 0.000 <0.05 which means, H1 is accepted, meaning there is a significant effect on the provision of health education on adolescent knowledge about the dangers of smoking.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BATUK PADA ANAK USIA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAKJO KOTA PALEMBANG Shinta Maharani; Dhea Waroca; Sri Muliasari; Setiawan
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 14 No 1 (2024): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v14i1.415

Abstract

Batuk merupakan tanda dan gejala yang umum terjadi pada balita yang terjadi pada 25% ISPA (WHO,2016). Terdapat 39,1% balita mengalami batuk dengan kunjungan rata-rata 2,92 - 3,54 kali. Batuk merupakan tanda gejala penyakit yang disebabkan oleh banyak faktor. Tujuan penelitian adalah mengetahu faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian batuk. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan teknik accidental sampling yang mengambil sebanyak 40 responden. Penelitian ini menggunakan analisis uji T independent dan uji Fisher Exact. Hasil analasis didapatkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian batuk pada balita yaitu usia, jenis kelamin, status imunisasi, pengetahuan ibu, pendidikan ibu, dan riwayat merokok. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan batuk dan untuk peneliti selanjutnya dapat menganalisis lebih jauh faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian batuk.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN DIABETES SELF MANAGEMENT PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 BERBASIS HEALTH PROMOTION MODEL Dewi Rury Arindari; Dessy Suswitha; Sri Mulia Sari; Shinta Maharani
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 14 No 2 (2024): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v14i2.449

Abstract

Diabetes Mellitus tipe 2 merupakan salah satu dari empat prioritas penyakit tidak menular yang banyak diderita dan dapat menjadi penyebab utama kecacatan akibat komplikasi bahkan kematian. Diabetes Mellitus pun dikenal sebagai “lifelong disease” atau penyakit yang tidak dapat disembuhkan selama rentang hidup kliennya sehingga penting bagi penderita untuk memiliki kesadaran dan kemampuan dalam melakukan Diabetes self management. Salah satu conceptual framework yang dapat digunakan dan sesuai untuk menumbuhkan perilaku tersebut adalah Health Promotion Model dimana terdapat salah satu bagian dari konsep utamanya ikut berkontribusi dalam keberhasilan pelaksanaan Diabetes Self Management yaitu dukungan sosial. Beberapa penelitian terdahulu telah menyatakan bahwa dukungan sosial sebagai determinan dalam implementasi Diabetes Self Management. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan Diabetes Self Management menggunakan pendekatan Health Promotion Model pada penderita Diabetes Mellitus Tipe 2. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita Diabetes Mellitus tipe 2 dengan besaran sampel sebanyak 44 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan analisa data menggunakan Spearman-correlation-coefficient. Hasil uji Ranks Spearman menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan secara statistik antara dukungan sosial dengan Diabetes Self Management nilai p < 0.001. Diharapkan petugas kesehatan melakukan sosialisasi dan promosi kesehatan dengan pendekatan teori Health Promotion Model melalui pendampingan kepada keluarga dan teman sebaya tentang pentingnya dukungan yang diberikan dalam menerapkan Diabetes Self Management pada penderita Diabetes Mellitus tipe 2.
PENGARUH EDUKASI HEIMLICH MANUEVER TERHADAP PENGETAHUAN SISWA TENTANG PENANGANAN TERSEDAK DI SMPIT SALSABILA PALEMBANG Setiawan; Shinta Maharani; Dewi Rury Arindari; Rahmalia Afriyani; Lela Aini
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 16 No 1 (2026): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v16i1.538

Abstract

Tersedak merupakan kondisi kegawatdaruratan yang dapat menyebabkan obstruksi jalan napas, hipoksia, hingga kematian apabila tidak segera ditangani. Rendahnya pengetahuan siswa mengenai penanganan tersedak berpotensi meningkatkan risiko keterlambatan pertolongan pertama di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi Heimlich maneuver terhadap pengetahuan siswa tentang penanganan tersedak di SMPIT Salsabila Palembang. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest–posttest. Sampel penelitian sebanyak 74 siswa dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan penanganan tersedak, kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan median skor pengetahuan dari 60 (minimum–maksimum: 30–80) sebelum intervensi menjadi 70 (50–100) setelah intervensi. Analisis statistik menunjukkan perbedaan yang bermakna antara skor pretest dan posttest (p < 0,001). Edukasi Heimlich maneuver terbukti berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan siswa mengenai penanganan tersedak. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi pertolongan pertama berbasis sekolah berpotensi menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan siswa menghadapi kegawatdaruratan. Integrasi pelatihan Heimlich maneuver ke dalam program Usaha Kesehatan Sekolah direkomendasikan sebagai upaya promotif dan preventif di lingkungan pendidikan.