Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat

APLIKASI GREEN ENERGY DALAM RANGKA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS INDUSTRI BATIK TULIS BANTUL Ramadoni Syahputra; Indah Soesanti; Agus Jamal
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2018: 2. Penguatan Inovasi Teknologi (Pangan, Pertanian, Energi, Transportasi) Bagi Pemerintah Daera
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.306 KB)

Abstract

Batik merupakan kain yang motif dan pewarnaannya dibuat menggunakan teknik tradisional denganmemanfaatkan lilin. Badan dunia UNESCO telah menetapkan batik Indonesia sebagai warisankemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi. Oleh karena itu menjadi tanggungjawab seluruhkomponen bangsa untuk melestarikan batik, diantaranya dengan memperkuat industri batik. Salahsatu industri batik unggulan di Indonesia adalah industri batik Bantul Yogyakarta. Sebagaimanaumumnya di Indonesia, industri batik Bantul juga berstatus kelas usaha kecil dan menengah (UKM).Dari puluhan UKM batik di kabupaten Bantul, dua UKM yang mempunyai potensi untuk berkembangyaitu UKM Batik Ida Lestari dan UKM Batik Arjo Munir. Kendala kedua UKM ini adalah prosesproduksi yang masih menggunakan kompor minyak tanah, sementara harga minyak tanah semakinmahal dan terkadang sulit didapat. Persoalan lain adalah sering putusnya aliran listrik PLN. Keduapersoalan ini cukup mengganggu UKM batik sehingga menghambat proses produksi. Oleh karenaitu dalam kegiatan pengabdian ini diaplikasikan green technology berupa kompor batik listrik daninstalasi solar home system 400W untuk suplai daya listrik. Aplikasi green technology tersebut telahmembuahkan hasil yang sangat bermanfaat. Penggunaan kompor batik listrik mampu menekanbiaya produksi hingga 75%. Pemanfaatan solar home system sangat membantu terutama sebagaisumber listrik untuk pompa air dan lampu dalam proses pelepasan lilin (pelorodan) yangmembutuhkan banyak air. Aplikasi teknologi ini menjadikan UKM batik mengurangi ketergantungankepada catu daya listrik PLN. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat selama setahun ini telahberhasil membantu meningkatkan kapasitas produksi kedua UKM. Produktivitas UKM Batik IdaLestari meningkat dari rata-rata 200 menjadi 250 lembar kain batik per bulan. Demikian juga UKMBatik Arjo Munir, dimana produktivitasnya meningkat dari rata-rata 400 menjadi 450 lembar kainbatik per bulan. Peningkatan produktivitas ini dibarengi dengan peningkatan laba kotor UKM sebesar20%.
PENGUATAN ASPEK PRODUKSI DALAM RANGKA MENINGKATKAN KEMANDIRIAN UKM BATIK KAYU Ramadoni Syahputra; Kunnu Purwanto; Ahdi Kurniawan
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 1. Kebijakan Publik Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Industri Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1013.856 KB) | DOI: 10.18196/ppm.31.139

Abstract

Pemerintah sangat mendorong pengembangan industri kreatif agar mampu bersaing secara global. Salah satu industri kreatif yang menjadi andalan di kabupaten Bantul propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah industri batik kayu. Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu propinsi penghasil batik kayu yang sudah dikenal baik skala nasional maupun internasional. Aspek historis dan geografis menjadi modal penting bagi industri batik kayu Yogyakarta karena memiliki tradisi membatik yang telah berlangsung berabad-abad. Selain itu sebagai salah tujuan wisata utama di Indonesia, Yogyakarta mendapatkan kemudahan dalam pemasaran produknya. Tujuan Program Pengabdian kepada Masyarakat Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) ini adalah membantu UKM batik kayu di kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta meningkatkan kapasitas produksi, manajemen usaha, dan pemasaran dalam rangka memperkuat industri batik kayu nasional. Mitra industri batik dalam kegiatan PPDM ini adalah UKM Sanggar Punokawan. Permasalahan prioritas UKM tersebut adalah peningkatan produktivitas dengan penambahan alat produksi modern, penggunaan kompor minyak yang masih konvensional, sistem manajemen masih manual berbasis kertas, belum tersedia sistem informasi produk, pemasaran bersifat konvensional, keterampilan SDM, dan aspek kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat memberikan nilai tambah pada mitra, yaitu produktivitas yang meningkat dengan pemanfaatan teknologi yang ramah lingkungan.
Aplikasi Kompor Listrik di Industri Batik untuk Efisiensi Energi dan Lingkungan Sehat Ramadoni Syahputra; Faaris Mujaahid
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 6. Penanggulangan Bencana dan Pelestarian Lingkungan Hidup
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.516 KB) | DOI: 10.18196/ppm.26.522

Abstract

Ramadoni Syahputra1 , Faaris Mujaahid2 , dan Indah Soesanti3 Batik merupakan aset nasional yang keberadaannya telah mendapat pengakuan dari badan duniaUNESCO. Salah satu pusat industri batik yang terkemuka adalah Daerah Istimewa Yogyakarta,khususnya kabupaten Bantul. Di kabupaten Bantul, terdapat satu sentra industri batik yang cukuppopuler yaitu di desa Wijirejo kecamatan Pandak. Dalam proses produksi, sentra industri ini masihmenggunakan kompor batik berbahan bakar minyak tanah untuk memanaskan lilin (malam).Penggunaan kompor minyak ini memiliki beberapa kelemahan yaitu ketersediaan minyak tanah yangtidak kontinyu, dimana sering terjadi kelangkaan minyak tanah. Selain itu harga meninyak tanah yangrelatif mahal, dan polusi udara yang dihasilkan kompor jenis ini cukup mengganggu kesehatan paraperajin batik. Oleh karena itu, sebagai akademisi maka penulis memiliki tanggungjawab moral untukmembantu mengatasi persoalan ini. Penulis melaksanakan upaya dalam bentuk pengadaan kompor batiklistrik otomatis untuk menggantikan kompor batik minyak tanah. Kompor batik listrik ini menyerap dayalistrik 125 watt pada tahap awal operasi, selanjutnya jika lilin sudah mencair dan mencapai suhu 900Cmaka kompor secara otomatis akan berada pasa posisi standby, dimana kompor tetap menyala tetapiserapan daya listrik hanya 40 watt. Daya listrik 40 watt ini cukup untuk mempertahankan lilin mencairpada suhu 900C. Aplikasi kompor ini mampu menghemat biaya produksi secara signifikan. Keuntunganlain aplikasi kompor batik listrik adalah lingkungan kerja yang lebih sehat, karena tidak ada polusi asapdari kompor ini. Dalam kegiatan pengabdian ini juga dilakukan pelatihan dan pengingkatanketerampilan SDM untuk pemeliharaan kompor listrik, sehingga menciptakan rumah produksi batikyang ramah lingkungan menuju green industry. Kegiatan ini diharapkan memberikan kontribusi dalamrangka memperkuat industri lokal berbasis warisan budaya dalam persaingan pasar nasional daninternasional.
PENGENALAN TEKNOLOGI PLTS SEBAGAI SUMBER ENERGI TERBAHARUKAN UNTUK RUMAH TANGGA DI SLEMAN Muhammad Heri Zulfiar; Gatot Supangkat; iswanto iswanto; Ramadoni Syahputra; Isnaini Muallidin
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.76 KB) | DOI: 10.18196/ppm.45.665

Abstract

Dusun Karang Kepanjen secara geografis berada pada ketinggian 280 meter di atas permukaan laut, sebagai kawasan jalur hijau atau penopang kebutuhan pangan. Wilayah tersebut dusun menyimpan potensi keunggulan di bidang agraris dilewati Sungai Sempor yang berhulu langsung di kaki Merapi, menjadikan sumber daya air tersebut tidak pernah mengering dan melalui tiga saluran irigasi digunakan untuk mengairi pertanian. Selanjutnya di masa pandemic Covid sector ekonomi masyarakat Dusun Karang kepanjen terdampak, untuk itu masyarakat perlu didorong memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk pertanian dan perikanan skala rumah tangga berbasis energy terbarukan. Salah satu permasalahan pemanfaatan lahan pekarangan dan energy terbarukan ialah: 1) Minimnya kesadaran, pengetahuan dan keterampilan akan pentingnya memanfaatkan lingkungan. 2) Terbatasnya akses sumber energy untuk mendukung pertanian modern. 3) Belum adanya perencanaan untuk menunjang pertanian di lahan terbatas. Berdasarkan permasalahan tersebut, program pengabdian masyarakat melakukan inisiasi berupa perencanaan dan penerapan teknologi terbarukan skala pemodelan melalui partisipasi elemen masyarakat. Program ini bertujuan untuk membantu peningkatan kesadaran, pengetahuan dan keterampilan akan pentingnya pemanfaatan lahan terbatas sebagai upaya membangun ekonomi skala rumah tangga berbasis energy terbarukan. Solusi yang ditawarkan dalam pengabdian masyarakat ini adalah melakukan sosialisasi, survey beberapa lokasi, merencanakan alternatif lokasi PLTS, melakukan pelatihan dan pendampingan pertanian di lahan terbatas dan membuat model skala terbatas penggunaan teknologi tenaga surya yang ramah lingkungan, minim konsumsi energy, mudah penggunaan dan perawatan. Hasil dari program berupa perencanaan dan penerapan teknologi PLTS yang ramah lingkungan berbasis partisipasi masyarakat di lahan pekarangan rumah. Kesimpulan dari program pengabdian masyarakat adalah pengabdian dapat terlaksana dengan baik melalui pemanfaatan teknologi PLTS dan masyarakat dapat masyarakat dapat melakukan rekonstruksi sendiri.
Upaya Peningkatan Produktivitas Dan Pemasaran UKM Batik Dengan Penerapan Green Technology Ramadoni Syahputra; Indah Soesanti
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.377 KB) | DOI: 10.18196/ppm.41.799

Abstract

Proses produksi dan pemasaran yang selama ini dilakukan oleh dua UKM Batik di Yogyakarta, masih perlu untuk ditingkatkan. Hal ini dikarenakan pada proses produksi belum mengoptimalkan pengelolaan sumber daya, baik bahan baku maupun SDM. Selain itu masih belum adanya standar kualitas hasil produksi dan penggunaan peralatan elektris yang hemat dan ramah lingkungan. Dalam hal pemasaran, saat ini UKM masih kurang giat melakukan promosi, terlebih melalui media internet. Belum ada dokumentasi desain, serta masih perlu adanya inovasi desain motif batik. Semua permasalahan ini berdampak pada pendapatan dan daya saing yang rendah pada UKM. Pada pengabdian ini diterapkan sistem peningkatan produktivitas dan pemasaran yang berbasis teknologi komunikasi dan informasi, serta teknologi yang hemat dan ramah lingkungan kepada dua UKM Batik. Ipteks yang diberikan bagi kedua UKM berupa peralatan elektris untuk proses produksi, media promosi produk batik berupa sistem informasi berbasis web, penyusunan SOP untuk proses produksi, dokumentasi desain motif batik tulis, sosialisasi hak cipta seni batik, dan pelatihan teknis produksi dan pemasaran guna optimisasi SDM. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini diharapkan dapat memberikan hasil yang sangat bermanfaat bagi kedua UKM batik ini. Kegiatan ini diupayakan agar berhasil meningkatkan produktivitas kedua UKM, peningkatan keterampilan SDM, perluasan pasar, serta dapat menunjang peningkatan laba, kekuatan ekonomi, dan daya saing UKM Batik Yogyakarta.
PENGEMBANGAN FASILITAS PENDIDIKAN DI WILAYAH RANTING MUHAMMADIYAH MELALUI DIGITALISASI Kunnu Purwanto; Slamet Suripto; Ramadoni Syahputra
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 6. Digitalisasi Syiar Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.131 KB) | DOI: 10.18196/ppm.46.828

Abstract

Ranting Muhammadiyah Ambar Barat, Bodeh, Ambarketawang merupakan salah satu ranting yang cukup aktif dalam kegiatan keagamaan yang berada di bawah Cabang Muhammadiyah Kecamatan Gamping. Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah Islam Amar ma’ruf nahi munkar memliki tujuan yang luhur yaitu untuk menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Beberapa upaya yang telah dilakukan oleh Ranting Muhammadiyah Ambar Barat untuk mencapai tujuan tersebut yaitu (1) penguatan pemahaman agama dengan mengadakan majelis ta’lim dilingkungan Bodeh yang terdiri dari pengajian yang dihadiri oleh masyarakat Bodeh (2) pengelolaan pendidikan dasar (3) proses kaderisasi dengan menanamkan agama Islam kepada masyarakat sejak dini. Upaya tersebut dilakukan melalui penyelenggaraan lembaga pendidikan baik formal maupun nonformal yang ditujukan untuk semua usia. Bentuk penyelenggaraan pendidikan tersebut berupa pendidikan formal dan non formal diantaranya TK ABA Bodeh, SD Muhammadiyah Ambarketawang 1, majelis ta’lim/ pengajian mingguan kelompok bapak, ibu dan remaja yang berpusat di Masjid Al Fatah Bodeh dan kegiatan TPA anak-anak. Majelis ta’lim dan TPA merupakan salah satu kegiatan pendidikan keagamaan non formal di wilayah Ranting Muhammadiyah Ambar Barat memiliki peran yang sangat penting untuk penguatan pemahaman tentang Islam bagi masyarakat Bodeh. Untuk meningkatkan pemahaman Islam tersebut perlu didukung dengan fasilitas yang baik dari segi fisik maupun spiritual. Oleh karena itu kami tim pengabdian kepada masyarakat dari Teknik Elektro UMY ingin ikut berperan serta dalam kegiatan di Ranting Muhammadiyah Ambar Barat, Bodeh dengan membantu memberikan tambahan fasilitas pendidikan yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan keagamaan oleh masyarakat Bodeh. Bentuk kegiatan yang dilakukan berupa pengajian pengenalan software Faraid (waris) kepada masyarakat, workshop K3 kelistrikan dan bantuan pendidikan berupa perangkat elektronik dan buku-buku agama.
PEMBERDAYAAN UKM DI TENGAH TANTANGAN PANDEMI COVID-19 Ramadoni Syahputra; Kunnu Purwanto; Ahdi Kurniawan
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (957.398 KB) | DOI: 10.18196/ppm.41.868

Abstract

Pandemi Covid-19 yang melanda sejak awal tahun 2020 telah menjadi pukulan telak bagi perekonomian dunia. Negara Indonesia tidak bisa menghindar dari dampak ini. Salah satu sektor yang mengalami dampak cukup serius adalah sektor pariwisata dan industri pendukungnya. Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta telah dikenal sebagai propinsi yang memiliki banyak lokasi destinasi wisata. Pemerintah sangat mendorong pengembangan industri kreatif agar mampu bersaing secara global. Salah satu industri kreatif yang menjadi andalan di kabupaten Bantul propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah industri batik kayu. Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu propinsi penghasil batik kayu yang sudah dikenal baik skala nasional maupun internasional. Sebagai salah tujuan wisata utama di Indonesia, Yogyakarta mendapatkan kemudahan dalam pemasaran produknya. Akan tetapi pandemi Covid-19 yang hingga saat ini masih berlangsung menyebabkan terbatasnya pergerakan masyarakat yang berakibat menurunnya omset penjualan produk-produk kerajinan seperti batik kayu. Tujuan Program Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah membantu UKM batik kayu di kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta meningkatkan kapasitas produksi, manajemen usaha, dan pemasaran dalam rangka memperkuat industri batik kayu khususnya menghadapi tantangan akibat pandemic Covid ini. Permasalahan prioritas mitra adalah kebutuhan peralatan produksi untuk peningkatan produktivitas. Hasil kegiatan pengabdian ini memberikan nilai tambah pada mitra, yaitu produktivitas yang meningkat dengan pemanfaatan alat-alat produksi yang memadai.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS INDUSTRI BATIK BERBASIS TEKNOLOGI RAMAH LINGKUNGAN Ramadoni Syahputra; Indah Soesanti
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.171 KB) | DOI: 10.18196/ppm.41.875

Abstract

UNECSO telah menobatkan bahwa batik Intangible Cultural Heritage (ICH) atau Warisan Budaya Takbenda. Salah satu batik unggulan yang cukup terkenal di Indonesia adalah batik Bantul Yogyakarta. Sebagaimana umumnya di Indonesia, industri batik saat ini berstatus pada kelas usaha kecil dan menengah (UKM). Dari sekian banyak UKM batik di Bantul, ada dua UKM yang mempunyai potensi untuk berkembang yaitu UKM Batik Ida Lestari dan UKM Batik Arjo Munir. Kendala kedua UKM ini adalah proses produksi yang masih menggunakan kompor minyak tanah, sementara harga minyak tanah semakin mahal dan terkadang sulit didapat. Oleh karena itu dalam kegiatan pengabdian ini diaplikasikan kompor listrik untuk batik dan untuk suplai daya listrik cadangan digunakan instalasi solar home system. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah memberikan hasil yang sangat bermanfaat bagi UKM Batik Ida Lestari dan UKM Batik Arjo Munir. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah berhasil meningkatkan kapasitas produksi kedua UKM. Produktivitas UKM Batik Ida Lestari meningkat dari rata-rata 200 lembar kain batik menjadi rata-rata 250 lembar per bulan. Demikian juga UKM Batik Arjo Munir, dimana produktivitasnya meningkat dari rata-rata 400 lembar kain batik menjadi rata-rata 450 lembar per bulan. Peningkatan produktivitas ini dibarengi dengan peningkatan laba kotor UKM.