Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Education program for adolescent girl anemia to improve adherence to iron supplementation in remote areas Sri Yanniarti; Epti Yorita; Rialike Burhan; Erika Yulita Ichwan; Tengku Sri Wahyuni
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol. 7 No. 10 (2024): Volume 7 Number 10
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v7i10.502

Abstract

Background: One factor influencing the health behavior of teenagers is their level of knowledge. Utilizing applications or digital media in health education can deliver information in a more engaging and easily understandable way for teenagers. This approach helps enhance their understanding of health issues like anemia. Digital interactions enable teenagers to access more detailed knowledge and follow information more effectively. Purpose: To increase the attitudes and behavior of teenagers towards the regular consumption of iron tablets and the prevention of anemia. Method: A quasi-experimental design with a post-test-only control group approach was conducted in the Enggano Island area, North Bengkulu Regency, from January to October 2023. The research examined the relationship between compliance with iron tablet consumption (independent variable) and outcomes such as menstruation duration, age of menarche, and nutritional status (dependent variables). Using purposive sampling, 70 participants were selected and divided into two groups: 35 in the treatment group and 35 in the control group, based on specific inclusion and exclusion criteria. Data analysis included univariate tests to assess the frequency distribution of participant characteristics, followed by bivariate analysis using Wilcoxon, Paired T-Test, Mann-Whitney, Independent Sample T-Test, and MANCOVA. Results: The MANCOVA test results demonstrated that the Chatting Mira education intervention significantly influenced adolescents' knowledge, behavior, compliance with consuming iron supplement tablets, and Hb levels. This was supported by a p-value of 0.000, which was below the α threshold of 0.05, indicating statistical significance at a 95% confidence level. Conclusion: The Chatting Mira education intervention effectively influences teenagers' attitudes and behaviors toward iron tablet consumption and anemia prevention. By utilizing peer-led education and structured activities, this program raises awareness, fosters healthy habits, and encourages adherence to iron supplementation, ultimately reducing the risk of anemia in adolescents.
Improvement of Breastfeeding Efficacy Through Small Group Education of Cadres with Pregnant Women Epti Yorita; Sri Yanniarti; Yulinda Yulinda; Rina Rina; Rialike Burhan
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 5, No 4 (2023): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v5i4.18015

Abstract

WHO recommends that every infant should be exclusively breastfed, but until now the coverage of exclusive breastfeeding is still low due to factors such as knowledge, breastfeeding efficacy, family support, lactation problems, and barriers in the health care system. This study aims to determine the effectiveness of Small group education of cadres with pregnant women on breastfeeding efficacy among third trimester pregnant women on Enggano Island. The research design was a quasi-experimental pre-test and post-test with a control group. The treathird trimesterent group was pregnant women who received Small group education of cadres with pregnant women while the control group was pregnant women who received conventional education. The study was conducted at Enggano Health Centre from January to November 2023 with a sample of 50 pregnant women in the third trimester of pregnancy from 25-36 weeks of age, selected by purposive sampling. The research instruments were modules and leaflets on exclusive breastfeeding, developed through a needs assessment, while breastfeeding efficacy was measured using the Breastfeeding Self-efficacy Scale-Short Form (BSES-SF). Data were analysed univariate, bivariate with wilcoxon and multivariate with spearman rank test. The results showed that there was an effect of Small group education of cadres with pregnant women class education on breastfeeding effectiveness with p=0.00 mean difference of 19.56. There was an effect of conventional class education on breastfeeding effectiveness in the control group with p=0.46 mean difference of 1.12. The class was more effective in improving breastfeeding practices among pregnant women with p=0.00 mean difference of 47.26. Class and education level were the most dominant factors in improving breastfeeding efficiency among pregnant women. The conclusion of this study is that the small group education of cadre with pregnant women is effective in improving breastfeeding efficacy in pregnant women in the third trimester. Keywords: Breastfeeding, Education, Efficacy, Small Group
KARAKTERISTIK ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI KOTA BENGKULU SRI HAYATUN NUFUS; EPTI YORITA; ROLITA EFRIANI; SRI YANNIARTI; KHARIZA FADHILA SYAHNAZ
Journal Of Midwifery Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jm.v14i1.11795

Abstract

Pendahuluan: Anemia merupakan masalah kesehatan global yang banyak dialami oleh remaja putri. World Health Organization (2025) melaporkan lebih dari 500 juta perempuan usia reproduktif di seluruh dunia mengalami anemia, dengan prevalensi sebesar 32% pada remaja Indonesia usia 15–24 tahun. Rendahnya pengetahuan, sikap, dan perilaku terkait pencegahan anemia menjadi faktor penyebab utama masalah ini. Di Provinsi Bengkulu, anemia menyumbang 33,16% dari komplikasi obstetri, dan SMKN 3 Kota Bengkulu memiliki jumlah kasus anemia remaja tertinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja putri terkait anemia di SMKN 3 Kota Bengkulu. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah siswi kelas X di SMKN 3 Kota Bengkulu dengan sampel sebanyak 64 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, mencakup aspek pengetahuan, sikap, perilaku, sumber informasi, lingkungan sekolah, dan dukungan keluarga terkait anemia. Data dianalisis secara deskriptif untuk melihat gambaran masing-masing variabel. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (59,4%) memiliki pengetahuan kurang tentang anemia, 31,3% pengetahuan cukup, dan 9,4% pengetahuan baik. Sikap terhadap pencegahan anemia cenderung positif, dengan 56,3% responden menunjukkan sikap mendukung. Namun, perilaku pencegahan anemia masih kurang, dengan 82,8% responden memiliki perilaku negatif seperti pola makan tidak sehat. Selain itu, 84,4% responden tidak mendapatkan informasi yang memadai mengenai anemia, serta tidak terdapat dukungan sekolah dalam upaya pencegahan anemia. Dukungan keluarga juga masih terbatas, dengan hanya 37,5% responden yang mendapatkan dukungan dalam menjaga pola makan sehat. Kesimpulan: Pengetahuan dan perilaku remaja putri terkait anemia masih tergolong rendah meskipun sikap sudah cukup baik. Oleh karena itu, diperlukan program edukasi yang komprehensif dan berkelanjutan di lingkungan sekolah dan keluarga untuk meningkatkan pengetahuan serta mendorong perubahan perilaku dalam pencegahan anemia.
EFEKTIVITAS SENAM YOGA DAN KOMPRES HANGAT TERHADAP PENURUNAN TINGKAT DISMENOREA PADA REMAJA DI SMA NEGERI 7 KOTA BENGKULU: EFEKTIVITAS SENAM YOGA DAN KOMPRES HANGAT TERHADAP PENURUNAN TINGKAT DISMENOREA PADA REMAJA DI SMA NEGERI 7 KOTA BENGKULU Elly wahyuni; Sri Yanniarti; Suci Sholihat
JURNAL BESUREK JIDAN Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Besurek Jidan Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Bengkulu Volume 4 No 2
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jbj.v4i2.1394

Abstract

Dismenorea merupakan keluhan nyeri menstruasi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas belajar, kehadiran sekolah, serta kualitas hidup. Penanganan nonfarmakologis seperti senam yoga dan kompres hangat berpotensi menjadi alternatif yang mudah diterapkan di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas senam yoga dan kompres hangat terhadap penurunan tingkat dismenorea pada remaja di SMA Negeri 7 Kota Bengkulu tahun 2024. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pretest-posttest control group. Sampel berjumlah 44 siswi kelas XI yang mengalami dismenorea, terdiri atas 22 responden kelompok eksperimen yang memperoleh senam yoga dan kompres hangat, serta 22 responden kelompok kontrol yang memperoleh senam dismenorea dan kompres hangat. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan rerata nyeri kelompok eksperimen menurun dari 6,09 menjadi 2,63 dengan selisih 3,46, sedangkan kelompok kontrol menurun dari 5,54 menjadi 3,54 dengan selisih 2,00. Hasil uji statistik menunjukkan p-value 0,034 (<0,05). Senam yoga dan kompres hangat efektif menurunkan tingkat dismenorea pada remaja dan dapat dipertimbangkan sebagai edukasi kesehatan reproduksi berbasis sekolah.
PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG SEKS PRANIKAH APRILIA DWI PUTRI; EPTI YORITA; WEWET SAVITRI; RIALIKE BURHAN; SRI YANNIARTI
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v13i1.8502

Abstract

Pendahuluan: Usia pertama kali berhubungan seks bagi remaja baik laki-laki maupun perempuan, berkisar antara 15 hingga 19 tahun. Ini berisiko terhadap perkawinan pada usia muda, kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi yang tidak aman, perdarahan, infeksi, dan kematian ibu. Oleh karena itu diperlukan kajian tentang karakteristik, pengetahuan dan sikap remaja tentang eks pranikah sebagai dasar mengembangkan intervensi yang menguntungkan remaja. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran karakteristik, pengetahuan dan sikap remaja tentang perilaku seksual pranikah. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan sampel dalam penelitian adalah siswa dan siswi SMA Negeri 8 Kota Bengkulu kelas XI yang berjumlah 42 orang yang diambil secara simple random sampling. Data diolah secara univariat menggunakan program SPSS versi 23.Hasil dan Pembahasan: dari 42 responden didapatkan sebagian besar (59,5%) berusia 16 tahun, dengan jenis kelamin sebagian besar (54,8%) laki-laki dan sebagian besar (57,1%) orang tua dengan pendidikan tinggi.. Pengetahuan remaja seks pranikah 71,4% baik, cukup 23,8%. Remaja mempunyai sikap positif terhadap seks pranikah 61,9%, namun remaja remaja yang mempunyai sikap negative tentang seks pranikah sebanyak 38,1%. Kesimpulan: Pengetahuan remaja tentang perilaku seks pranikah masih belum seluruhnya baik dan dan sikap remaja tentang seks pranikah belum selurunhnya positif, oleh karena itu dipelrukan edukasi yang komprehensif berbasis kurikulum untuk meningkatkan pengetahuan, sikap positif dan mencegah perilaku seksual yang berisiko.