Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

SELF CARE ASSISTANCE TOWARDS THE FAMILIES IN IMPROVING THE QUALITY OF LIFE FOR ELDERLY WITH DISABILITIES Yanti Sutriyanti; Almaini Almaini; Yossy Utario
Proceeding B-ICON Vol. 1 No. 1 (2022): Proceeding of The 2nd Bengkulu International Conference on Health (B-ICON 2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/bicon.v1i1.69

Abstract

The big role of the family as a person who is very close to the client is to be able to take good care of and even make the elderly with disabilities become independent and prosperous in the their old age. The quality of life of the elderly has 4 domains in their life, namely physical health, psychological health, social relations, and environmental aspects where these four needs must be fulfilled. If these needs are not met, problems will arise in the life of the elderly which can reduce their quality of life. The purpose of this study was to apply the Self Care Assistance for Families in Improving the Quality of Life of the Elderly in Rejang Lebong Regency. The research design used a Quasy Experiment using a Pretest-Postest with Control Group. The population of this study was elderly with disabilities, the sample was 20 people in the intervention group and 20 people in the control group. The results showed that there were differences in the application of self-care assistance by families in the intervention group and control group before and after being given assistance (p value 0.001) and there was an effect of assistance in the application of self-care assistance by families on the Quality of Life of the Elderly in Rejang Lebong district ( p value.0.001). Based on qualitative data after being given assistance to their families, elderly people with disabilities feel happy to be close to their families, their bodies feel cleaner and more comfortable, and they feel cared for. The conclusion is the self-care assistance can improve the quality of life for elderly people with disabilities.
Foot Print Game Dan Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun di TK Kemala Bhayangkari 27 Kabupaten Rejang Lebong Zulfa Tania Febriani; Almaini Almaini; Yenni Puspita
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 8, No 2 (2024): JIK-Oktober Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v8i2.867

Abstract

Gerakan motorik kasar merupakan pergerakan yang mencakup latihan otot pada semua tubuh anak, termasuk tangan dan kaki. Gerakan ini bergantung pada kemampuan anak untuk berkoordinasi. Anak yang mengalami keterlambatan perkembangan motorik kasar mempunyai kelainan pada beberapa bagian tubuh anak yang menjadikan anak  tidak bisa bergerak dengan baik, membuat anak lemah dan kemudian bergantung dengan lingkungannya. Desain pada penelitian ini adalah eksperimen pra-tes dengan menggunakan desain penelitian satu grup pre-test dan post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah murid umur 5-6 tahun  di Tk Kemala Bhayangkari Kabupaten Rejang Lebong 27 Tahun 2023 berjumlah 34 orang pengambilan sampel berjumlah 32 orang, dengan metode purposive sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon signed rank test. Hasil studi menunjukkan bahwa perkembangan motorik kasar anak sebelum intervensi 11 (34,4%) dan sesudah intervensi 28 (87,5%). Hasil uji Wilcoxon signed rank test diperoleh p value = 0,000 < dan 0,05 yang berarti ada pengaruh media Foot Print Game terhadap perkembangan motorik kasar anak umur 5-6 tahun di Tk Kemala Bhayangkari 27 Kabupaten Rejang Lebong. Foot Print Game ini diharapkan dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran di tk buat mengedukasi dan meningkatkan perkembangan motorik kasar anak umur 5-6 tahun sehingga dapat mencegah terjadinya keterlambatan motorik kasar pada anak.
PENGETAHUAN FAKTOR RESIKO PENYAKIT JANTUNG DAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN JANTUNG FATIMAH KHOIRINI; DERISON MARSINOVA BAKARA; ALMAINI ALMAINI
Journal of Nursing and Public Health Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v14i1.11484

Abstract

Pendahuluan: Peningkatan kasus penyakit jantung setiap tahunnya dapat dikontrol dari faktor resiko yang dapat dimodifikasi. Faktor pendorong melakukan perubahan prilaku salah satunya dengan pengetahuan dan merupakan kunci dalam meningkatkan kesadaran menjalankan prilaku hidup sehat. Ketakutan dan kecemasan dialami oleh keluarga jika ada anggota keluarganya yang masuk rumah sakit. Jika keluarga yang mengalami kecemasan tentunya tidak dapat berpikir jernih, tidak dapat memberikan perawatan yang maksimal dan tidak dapat memberikan semangat bagi pasien jantung untuk menjalani perawatan Metode: Penelitian deskripsi korelasi dengan metode cross sectional untuk hubungan pengetahuan keluarga tentang resiko penyakit jantung dan tingkat kecemasan keluarga pasien jantung. Sampel merupakan keluarga pasien jantung yang mengantar berobat pasien ke Rumah Sakit. Sampel berjumlah 58 responden dengan tehnik accidental sampling. Pengukuran pengetahuan menggunakan kuesioner pengetahuan yang telah dilakukan uji validitas dan reabilitas, sedangkan mengukur tingkat kecemasan keluarga pasien jantung dengan menggunakan modifikasi lembar checklist cemas HARS. Analisis bivariat menggunakani uji chi square. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan Ada hubungan antara kecemasan keluarga pasien jantung dengan jenis kelamin. Sebagian besar pengetahuan keluarga tentang risiko penyakit jantung termasuk dalam kategori berpengetahuan baik. Sebagian kecil keluarga pasien jantung mengalami kecemasan. Tidak ada hubungan pengetahuan keluarga tentang risiko penyakit jantung dengan tingkat kecemasan. Kesimpulan: Tidak ada hubungan pengetahuan keluarga tentang risiko penyakit jantung dengan tingkat kecemasan. Hendaknya pihak rumah sakit dapat memberikan tindakan keperawatan misalnya pendidikan kesehatan tentang risiko penyakit jantung kepada keluarga pasien jantung terutama kepada keluarga yang tingkat pengetahuannya rendah serta dapat memberikan tindakan keperawatan pada keluarga pasien yang mengalami kecemasan.
HUBUNGAN PEMAKAIAN SUNTIK KB 3 BULAN TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI PADA WANITA USIA SUBUR DI WILAYAH PUSKESMAS KELOBAK DINDA PUTRI AURIEL; ALMAINI ALMAINI; EVA SUSANTI
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v12i2.7375

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi atau disebut juga tekanan darah tinggi adalah suatu peningkatan tekanan darah di dalam arteri, salah satunya dapat disebabkan karena penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pemakaian suntik KB 3 bulan dengan kejadian hipertensi pada wanita usia subur di Wilayah Kerja Puskesmas Kelobak. Metode: Jenis penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi Wanita Usia Subur menggunakan KB aktif pada tahun 2023 di wilayah kerja Puskesmas Kelobak dan sampel berjumlah 92 WUS pengguna KB yang diambil dengan teknik accidental sampling. Analisa data menggunakan uji chi square. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian diperoleh nilai p=0,025 (p<0,05) yang berarti ada hubungan suntik KB 3 bulan dengan kejadian hipertensi dengan OR= 4.105, artinya responden yang menggunakan KB suntik 3 bulan berpeluang hipertensi sebesar 4.105 lebih tinggi dibandingkan dengan responden yang tidak menggunakan KB suntik 3 bulan. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara KB suntik 3 bulan dengan kejadian hipertensi sehingga disimpulkan ada hubungan pemakaian suntik KB 3 bulan dengan kejadian hipertensi pada wanita usia subur di Wilayah Kerja Puskesmas Kelobak. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi informasi dan alat pembelajaran yang berhubungan tentang kontrasepsi mempengaruhi tekanan darah.
Efektivitas Pemberian Kompres Hangat Cinnamomun Burmanni (Kayu Manis) Dan Cymbopogoncitratus (Serai) Terhadap Penurunan Nyeri Pada Pasien Gout Arthritis Anita Ramadayani; Fatimah Khoirini; Almaini Almaini
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 6 No. 4 (2026): September 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The symptoms experienced by individuals with Gout Arthritis include severe pain in the toes, impaired function at the base of the big toe, the occurrence of hyperuricaemia, and the accumulation of uric acid crystals in the fluids and tissues. Continuous increases in uric acid levels will result in the deposition of monosodium urate crystals accumulating in the blood, and if not managed promptly, it will adversely affect the joints and other organs. The accumulation of crystals in the joints can trigger pain and swelling in various body joints, leading to deformities in the joints. Furthermore, high levels of uric acid can cause nephrolithiasis. Objective: To determine the effectiveness of warm cinnamon compresses and lemongrass compresses on pain in patients with gout arthritis. Method: The study employed a quasi-experimental design with a pretest–posttest design with a control group. The sample consisted of 76 respondents divided into two groups, namely 38 respondents in the warm cinnamon compress group and 38 respondents in the warm lemongrass compress group. The warm compress intervention was administered for two consecutive days. The research instruments used included the Numeric Rating Scale (NRS), observation sheets, and a respondent characteristics questionnaire. Results: Data analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test with α ≤ 0.05 showed a p-value of 0.000, indicating a reduction and change in pain scale in both groups, and the Mann-Whitney test revealed that warm cinnamon compresses were more effective than warm lemongrass compresses in reducing pain from gout arthritis