Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Media Informasi

Pengaruh Akupresur Heart 7 Shenmen dan Aromaterapi Mawar Terhadap Penurunan Insomnia Sadiman; Pupung Susilawati; Martini Fairus; Islamiyati
Media Informasi Vol. 18 No. 2 (2022): MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.733 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v18i2.43

Abstract

Insomnia merupakan salah satu gejala yang muncul pada wanita perimenopause. Perimenopause merupakan masa terjadinya perpindahan dari siklus dan ketentuan hormon seks normal menuju masa menopause. Hormon estrogen juga memengaruhi reseptor tidur yang terletak di otak sehingga gangguan tidur banyak dialami oleh wanita memasuki masa menopause. Rendahnya kadar serotonin juga dipengaruhi oleh masa premenopause, Lima puluh persen dari wanita menopause mengalamin gangguan tidur. Di wilayah kerja Puskesmas Buay Nyerupa cakupan wanita usia 45-55 tahun 49 wanita terdapat 32 atau 65% mengalami gangguan tidur (insomnia). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh akupresur heart tujuh shenmen dan aromaterapi mawar terhadap skor insomnia pada wanita perimenopause. Penelitian ini menggunakan rancangan Pra-Eksperimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest design. Populasi penelitian ini adalah wanita perimenopause usia 45-55 tahun. Perhitungan jumlah sampel yang didapat sebanyak 30 sampel. Teknik pengabilan sampel adalah purposive sampling. Analisis menggunakan uji t test dependent. Hasil analisis Hasil analisis bivariat dengan uji t test dependent nilai p value 0,00  (α <0.05) artinya ada pengaruh akupresur heart 7 shenmen  dan aromaterapi mawar terhadap penurunan skor insomnia pada wanita perimenopause. Kesimpulan penelitian ini terapi akupresur akupresur heart 7 shenmen dan aromaterapi mawar berpengaruh terhadap skor insomnia pada wanita perimenopause. Saran untuk tenaga kesehatan dan orang tua agar akupresur heart 7 shenmen dan aromaterapi mawar dapat dijadikan salah satu pilihan terapi non farmakologi yang aman dan efektif dalam upaya menanggulangi insomnia pada wanita perimenopause.
Analisis Stimulasi Kemampuan Berjalan pada Bayi Usia 9 – 12 Bulan di Wilayah Puskesmas Sritejokencono Lampung Tengah Sadiman Sadiman; Islamiyati Islamiyati; Sumiyati Sumiyati
Media Informasi Vol. 19 No. 1 (2023): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.677 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v19i1.191

Abstract

Anak yang sering digendong dan diletakkan di baby walker dapat mengalami keterlambatan dalam pencapaian kemampuan motoriknya. Berdasarkan survei pendahuluan di 4 desa Kecamatan Kotagajah terdapat sebanyak 138 anak yang berusia 12 – 15 bulan. Dari 138 anak yang berusia 12 – 15 bulan tterdapat 24 (17%) dari 138 bayi yang belum dapat berjalan sendiri/mandiri. Penelitian bertujuan menganalisis stimulasi kemampuan berjalan anak usia 9 – 12 bulan. Metode penelitian deskriptif eksplorasi. Sampel sebanyak 27 bayi usia 9 – 12 bulan. Pengumpulan data dengan observasi dan wawancara menggunakan checlist dan dianalisa dengan menampilkan deskripsi dari variabel yang diteliti. Hasil penelitian: Stimulasi terbanyak yang dilakukan orang tua adalah latihan berdiri sebesar 100%, dituntun dan dititah sebanyak 93%. Rata-rata anak mulai berjalan pada usia 12 bulan dan terbanyak pada usia 13 bulan sebanyak 7 anak (25,9%). Stimulasi terbanyak yang dilakukan pada anak yang sudah dapat berjalan pada usia 10 bulan adalah tidak sering digendong dan anak tidak menggunakan alas kaki. Kesimpulan: Usia mulai berjalan pada anak di wilayah kerja Puskesmas Sritejokencono adalah 12 bulan. Stimulasi oleh orang terdekat dengan membiarkan anak belajar berjalan dengan tanpa alas kaki dan tidak sering digendong.