Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN KADER KESEHATAN MELALUI PENYULUHAN DAN PELATIHAN TEKNIK KOMPLEMENTER PIJAT OKSITOSIN Ranny Septiani; M. Ridwan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol. 2, No. 1: Juni 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.135 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v2i1.1340

Abstract

Abstrak Praktik melakukan pijat oxytosin dalam rangka peningkatan produksi Air Susu Ibu (ASI) untuk kesehatan bayi dan anak  dan pemberian makan yang baik dan tepat sangat penting untuk kelangsungan hidup, pertumbuhan, perkembangan, kesehatan dan gizi bayi dan anak batita.Metode yang digunakan (1) Pre-post tes (2) Ceramah dan tanya jawab pentingnya pijat oxytosin, (3) Demonstrasi dan simulasi pijat oksitosin,(4) redemonstrasi oleh kader.Hasil dari pelaksanaan kegiatan berdasarkan pre dan post tes terjadi peningkatan pengetahuan kader tentang pijat oksitosin dari rata-rata 42 menjadi 75. Dapat disimpulkan bahwa pada prinsipnya pelatihan telah berhasil menambah pengetahuan dan ketrampilannya tentang tekhnik komplementer: Pijat Oxytosin pada ibu menyusui Abstract:  The practice of doing oxytocin massage to increase the production of breast milk for infant and child health and good and proper feeding is very important for the survival, growth, development, health, and nutrition of infants and toddlers. Methods used (1) Pre-post tests (2) Lectures and discussion about the importance of oxytocin massage, (3) Demonstration and simulation of oxytocin massage, (4) re-demonstration by health cadres. The results of the implementation of activities based on pre and post-tests occur increasing health cadre's knowledge about oxytocin massage from the average averaged 42 to 75. It can be concluded that in principle the training has succeeded in increasing knowledge and skills about complementary techniques: Oxytocin massage in breastfeeding mothers. 
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS AROMATERAPI LAVENDER DENGAN SENAM PILATES TERHADAP PENURUNAN NYERI HAID PADA REMAJA PUTRI Dhea Fernindi; M. Ridawan M.Ridwan
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 6, No 1 (2021): Juli 2021
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v6i1.170

Abstract

Angka kejadian dismenorea pada remaja putri di Pondok Pesantren Daarul A’mal Kota Metro yaitu sebesar 63,3%, sedangkan di Pondok Pesantren Roudlatul Qur’an Kota Metro lebih tinggi yaitu sebesar 71,6%. Dampak yang terjadi akibat dismenorea ini menyebabkan siswi tidak dapat mengikuti proses pembelajaran di kelas, tidak masuk sekolah dan bahkan mengganggu aktivitas mereka sehari-hari. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri haid (dismenorea) adalah dengan menggunakan terapi non farmakologi berupa pemberian aromaterapi lavender secara inhalasi dan melakukan senam pilates yang diberikan pada dua kleompok yang terpisah dan perlakuakn yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas antara pemberian aromaterapi lavender dengan senam pilates terhadap penurunan nyeri haid pada remaja putri di Pondok Pesantren Roudlatul Qur’an Kota Metro. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan pendekatan Pretest-posttest group design tanpa group kontrol. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling dengan besar sampel sebanyak 50 orang siswi terdiri dari 25 orang untuk pemberian aromaterapi lavender dan 25 orang untuk melakukan senam pilates. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat adalah dengan uji Mann Whitney. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebelum diberikan aromaterapi lavender rerata nyeri haid pada remaja putri adalah 5,08 dan setelah diberikan aromaterapi lavender rerata nyeri haid pada remaja putri adalah 1,36, sedangkan sebelum melakukan senam pilates rerata nyeri haid pada remaja putri adalah 5,68 dan setelah melakukan senam pilates rerata nyeri haid pada remaja putri adalah 1,92, dengan p value 0,000 yang menunjukkan bahwa senam pilates lebih efektif dalam penurunan nyeri haid pada remaja putri yang berarti ada perbedaan efektifitas antara pemberian aromaterapi lavender dengan senam pilates terhadap penurunan nyeri haid pada remaja putri.
HUBUNGAN USIA IBU, OBESITAS DAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI HORMONAL DENGAN KEJADIAN MIOMA UTERI M Ridwan; Gangsar Indah Lestari; Firda Fibrila
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 8 No 1 (2021): Mei
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v8i1.268

Abstract

Prevalensi mioma uteri di Dunia meningkat lebih dari 70%. Di Indonesia sebesar 2,39% sampai 11,70% dari semua penderita ginekologi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan Usia Ibu, Obesitas dan Penggunaan Kontrasepsi Hormonal dengan Mioma Uteri di RSUD. Jend. A. Yani Metro, RSU Muhammadiyah Metro. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif kolerasi dengan rancangan case control. Subyek penelitian adalah semua wanita dengan diagnosis penyakit ginekologi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, analisis data secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian dari 101 responden sebanyak 44,6% ibu berusia beresiko, 48,5% ibu dengan obesitas dan 47,5% ibu menggunakan kontrasepsi hormonal. Hasil uji statistik hubungan usia ibu dengan kejadian mioma uteri diperoleh p value = 0,031, hubungan obesitas dengan kejadian mioma uteri diperoleh p value = 0,007 dan hubungan penggunaan kontrasepsi hormonal dengan kejadian mioma uteri diperoleh p value = 0,010. Bagi wanita usia kurang dari 20 tahun agar mengurangi konsumsi daging merah, mengonsumsi cukup buah dan sayur serta vitamin A dan D. Bagi wanita obesitas agar melakukan aktifitas fisik/berolah raga rutin disesuaikan dengan kondisi obesitasnya. Bagi ibu yang menggunakan kontrasepsi hormonal lebih dari 5 tahun disarankan untuk beralih metode kentrasepsi selain kontrasepsi hormonal.
Peningkatan Pengetahuan KEK dan Pemanfaatan Pekarangan Sebagai Sumber Gizi Keluarga Pada Ibu Hamil Firda Fibrila; M Ridwan; Gangsar Indah Lestari; Septi Widiyanti
Seandanan: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): Seandanan: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.925 KB) | DOI: 10.23960/seandanan.v1i2.17

Abstract

Ibu hamil selama kehamilannya memiliki resiko mengalami kekurangan energi kronik terutama dimasa pandemi penyakit covid-19 akibat kebijakan pemerintah dalam pembatasan mobilitas masyarakat dan menurunnya ekonomi masyarakat. Perlunya upaya untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kekurangan energi kronik pada ibu haml, perlu pemanfaatan pekarangan keluarga sebagai sumber gizi kelarga khususnya pada ibu hamil. Tujuan dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat ini dalam rangka peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang kekurangan energi kronik dan pemanfaatan pekarangan sebagai sumber gizi keluarga. Keberhasilan kegiatan ini dievaluasi melalui kegiatan pre dan post tes. Secara kuantitatif nilai rata-rata peserta sebelum dilaksanakan kegiatan adalah 41,5 dan mengalami kenaikan menjadi 77,17 dengan demikian terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang KEK dan dan pencegahannya sebesar 19.45 point. Hasil observasi terdapat peningkatan perilaku keluarga dalam pemanfaatan lahan pekarangan sebagai alternatif sumber gizi keluarga dari 41,6% meningkat menjadi 66,6% setelah pendampingan keluarga.
Pelatihan Kombinasi Akupresur dan Pijat Untuk Mengatasi Batuk Pilek Pada Balita di Posyandu Kenanga Banjarrejo Batanghari Lampung Timur M Ridwan; Firda Fibrila
Seandanan: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): Seandanan: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.195 KB) | DOI: 10.23960/seandanan.v2i1.31

Abstract

Batuk pilek salah satu infeksi virus menyerang saluran pernapasan bagian atas, dan berhubungan erat dengan sistem kekebalan tubuh, sehingga bayi dan balita lebih rentan mengalami batuk pilek. Prevalensi balita mengalami batuk pilek di Desa Banjarrejo mencapai 25,8%. Angka ini cukup tinggi dibanding dengan desa lainnya di wilayah Puskesmas Bumiemas. Alternatif yang dapat dipilih untuk pengobatan batuk pilek selain medis adalah kombinasi akupresur dan pijat yang dapat dilakukan oleh ibu dan kader kesehatan. Hasil wawancara sebanyak 83,3% (10 dari 12) kader kesehatan di Dusun Kenanga Banjarrejo belum tahu dan trampil melakukan teknik akupresur dan pijat pada balita. Tujuan pengabmas adalah mengetahui peningkat pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam melakukan teknik kombinasi akupresur dan pijat. Rangkaian kegaiatan meliputi; sosialisasi kegiatan, penyuluhan tentang penyakit batuk pilek dan teknik kombinasi akupresur dan pijat serta pelatihan pada kader kesehatan tentang teknik kombinasi akupresur dan pijat. Kegiatan dilaksanakan bulan Mei sampai Desember 2021 dengan jumlah kader yang dilatih 12 orang. Penilaian pelatihan dilihat dari hasil pretest dan postest dimana terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 57,42% serta peningkatan keterampilan sebesar 83,33% dalam melaksanakan teknik kombinasi akupresur dan pijat. Perlu tindaklanjut pelatihan pada kader lain dan ibu dalam keterampilan teknik akupresur dan pijat pada balita untuk mengatasi batuk pilek.
FAKTOR DOMINAN PENYEBAB KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK PADA IBU HAMIL Firda Fibrila; Herlina Herlina; M Ridwan; Addi Mardi Harnanto
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 9 No 1 (2022): Mei
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v9i1.338

Abstract

CED during pregnancy triggers cases of hypertension pregnancy, pre-eclampsia, bleeding, and premature rupture of membranes and causes fetal growth retardation during pregnancy. Many factors cause KEK. Therefore cases of KEK need to be considered so that they can be managed properly before and during pregnancy. Objective: to obtain the dominant factor causing SEZ in pregnant women. Methods: This research is an observational analytic study with an explanative quantitative method, using a case-control design. The sample in this study was divided into two groups, namely the case group of 36 pregnant women and the control group of 73 pregnant women. The research was conducted at the Independent Midwife Practice in Jatidatar, Central Lampung. Bivariate analysis using chi-square test. Multivariate analysis using multiple logistic regression test. The significance level was set at 95%. Results: Of the 6 variables that were tested by bivariate, only 3 variables were associated with the incidence of SEZ. Age (ρ=0.750), education (ρ=0.541), and occupation (ρ=0.132) were concluded to be unrelated to the incidence of SEZ, where each of these variables -value >0.05. Variables related to the incidence of SEZ in the statistical test results, namely; income (ρ=0.001, 95% CI: 1.911–13.821, OR = 5.139), parity (ρ=0.037, 95% CI: 1.137–5.903, OR = 2.591), anemia (ρ=0.001, 95% CI: 2.354– 13,454, OR = 5,628). In the final modeling, anemia was the dominant variable (POR/Exp(B) = 4.312, 95% CI = 1.741 – 10.683). Conclusion: Family income, maternal parity, and anemia are factors that play a role in triggering SEZ in pregnant women. Anemia after being controlled by the family income variable became the dominant factor causing KEK in pregnant women.
Edukasi Anemia dan Kekurangan Energi Kronik (KEK) Pada Remaja Putri di Kota Metro M Ridwan; Firda Fibrila
Jurnal Mitrawarga Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Mitrawarga
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.862 KB) | DOI: 10.23960/jmw.v1i2.10

Abstract

Health problems that commonly occur in young women today are related to nutrient intake. Young women or women of childbearing age tend to experience malnutrition (calories and protein) that lasts for a long time or is chronic. This condition causes adolescents to have poor nutrition, chronic lack of energy, lack of protein energy including anemia. Cases of anemia in young women reach 32%, meaning that 3-4 out of 10 adolescents suffer from anemia. In addition, nationally, the prevalence of chronic energy deficiency (CED) in young women (aged 15-19 years) has increased. In 2018 CED cases were 33.5% and in 2020 it was 36.3%. This community service activity aims to provide education to 240 young women in Metro City, as well as assess their knowledge about anemia and CED. The activity method starts from situation analysis, socialization, implementation of pretest, education and posttest, then evaluation and reflection. The results of this activity have an impact on increasing the understanding of young women about the dangers of Anemia and CED.
PENGARUH TERAPI AKUPRESUR DALAM MENURUNKAN NYERI DISMINORE PADA REMAJA PUTRI Firda Fibrila; M. Ridwan; Septi Widiyanti
Jurnal Penelitian Multidisiplin Ilmu Vol 1 No 6 (2023): April 2023
Publisher : Melati Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea is menstrual pain that is felt in the lower abdomen and spread to the pelvis that can interfere with daily activities. The cause of dysmenorrhea is caused by myometrial contractions resulting in ischemia due to the prostaglandins produced by the endometrium. Type of quasi experimental research with pretest and posttest group approach. Population in this research is student of Level 1 Program Study Kebidanan Metro Poltekkes Tanjungkarang who experience dysmenorrion as much as 61 student. Sampling using simple random sampling technique as much as 53 people. Data collection using observation and interview. The univariate analysis used the mean and bivariate analysis using the dependent Willcoxon signed-rank Test statistic test. The results of the average analysis of dysmenorrhea pain in adolescent girls before being given acupressure therapy were 5.89 (moderate pain) and after acupressure therapy was obtained 3.40 (moderate pain). The result of statistical test using Willcoxon signed-rank Test obtained p value 0,000 (p ? ? 0,05), there is influence of acupressure therapy in reducing dysmenorrhea pain in adolescent girls in Program Study Kebidanan Metro Poltekkes Tanjungkarang. Expected acupressure therapy as an easy and practical non-pharmacological method can be used as an alternative treatment in reducing dysmenorrhea pain.
Skrining Kesehatan Dalam Upaya Meningkatkan Status Kesehatan Remaja Di Kota Metro M.Ridwan; Septi Widiyanti; Yuliawati Yuliawati; Rofana Aghniya
Jurnal Anestesi Vol. 1 No. 1 (2023): Januari : Jurnal Anestesi
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/anestesi.v1i1.244

Abstract

Routine health checks/screenings are preventive promotive efforts mandated to be carried out by regents/mayors in accordance with Permendagri no 18/2016 with the aim of encouraging people to recognize risk factors for non-communicable diseases (PTM) related to behavior and make immediate control efforts at the individual, family level and society; encouraging the discovery of physiological risk factors that have the potential to cause PTM, namely overweight and obesity, high blood pressure, high blood sugar levels, sensory disturbances and mental disorders. The purpose of this activity is to find out earlier the status of reproductive health in young women at SMK Muhammadiyah 3 Metro. Screening consists of measuring weight, measuring height, measuring BMI, measuring LILA and personal hygiene screening. Screening results showed that 1.9% of students had low TB (less than 148.9cm), 28.3% had a thin BMI status, 5% BMI Overweight and 18.5% had KEK (Chronic Energy Deficiency) with LILA<23 ,5cm. From this activity it can be concluded that the health problems of adolescents at Muhammadiyah 3 Metro Vocational School are quite varied so that further intervention is needed so as not to cause unwanted health impacts in the future.
Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Putri Gangsar Indah Lestari; Firda Fibrila; M Ridwan
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 8 : September (2023): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescence is a transitional period, often individuals face confusing situations. This causes conflict in adolescents where many behaviors are strange, awkward, and if not controlled will cause delinquency in adolescents, one of which is the risk of risky sexual behavior. Some factors related to adolescent reproductive health include socioeconomic factors, cultural and environmental factors, psychological factors and biological factors. The influence of global information (exposure to audio-visual media) that is increasingly accessible and actually provokes adolescents to adapt unhealthy habits, which will accelerate the age of early sexual activity and lead them to high-risk sexual behavior, because most adolescents do not have accurate knowledge about reproductive health and sexuality and do not have access to reproductive health information and services,  including contraception. One of the efforts that can be done is to conduct health education on how to care for reproductive organs, education about adolescent development during puberty, the impact of pornography, the impact of unwanted pregnancy, abortion, sexually transmitted diseases including HIV / AIDs and maturation of marriage age.