Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Hygiene Behavior of Adolescent Girls at SMKN 1 Bengkulu City Nur Eriska; Deni Maryani; Novianati Novianati; Sri Nengsi Destriani; Dara Himalaya
PROMOTOR Vol. 9 No. 4 (2026): AGUSTUS
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v9i4.2577

Abstract

Menstruation is a physiological process experienced by adolescent girls as a sign of the functioning of reproductive organs. During menstruation, adolescent girls need to maintain reproductive hygiene to prevent health problems such as infection and vaginal discharge. One factor that influences hygiene behavior is the level of knowledge about menstruation. Objective: This study aims to determine the relationship between the level of knowledge about menstruation and reproductive hygiene behavior in adolescent girls at SMKN 1 Bengkulu City. This study used a quantitative method with a cross-sectional design. The population in this study were all 508 female students in grades X and XI of SMKN 1 Bengkulu City. The research sample of 84 respondents was determined using the Slovin formula with a simple random sampling technique. Data were collected using a questionnaire on menstrual knowledge and reproductive hygiene behavior that had been tested for validity and reliability. Data analysis was carried out univariately and bivariately using the chi-square test. The results showed that most respondents had a good level of menstrual knowledge (51 respondents (60.7%) and good reproductive hygiene behavior (41 respondents (48.8%). The chi-square test results obtained a p value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant relationship between the level of menstrual knowledge and reproductive hygiene behavior during menstruation in adolescent girls at SMKN 1 Bengkulu City. There is a significant relationship between the level of menstrual knowledge and reproductive hygiene behavior in adolescent girls. Therefore, it is necessary to improve reproductive health education in schools to increase knowledge and develop better hygiene behavior during menstruation.
Edukasi dan Pendampingan Manajemen Laktasi pada Ny. N G1P0A0 Usia 23 Tahun di TMPB Loly Novriza Kota Bengkulu Dita Oktarina; Kurnia Dewiani; Dara Himalaya; Linda Yulyani; Linda Yusanti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10833

Abstract

Air Susu Ibu merupakan cairan yang diproduksi oleh kelenjar susu setelah melahirkan dan menjadi sumber nutrisi terbaik bagi bayi pada enam bulan pertama kehidupan. Proses pemberian air susu ibu dapat mengalami hambatan akibat masalah seperti puting susu tenggelam. Studi kasus ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. N G1P0A0 dengan pendampingan manajemen laktasi. Metode yang digunakan adalah asuhan kebidanan berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, hingga masa nifas. Pengumpulan data dilakukan melalui data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui pemeriksaan fisik, wawancara, dan observasi terhadap pasien, sedangkan data sekunder diperoleh melalui dokumentasi pasien dan studi kepustakaan yang berkaitan dengan asuhan kebidanan. Asuhan yang diberikan meliputi edukasi nutrisi ibu hamil, perawatan payudara kehamilan, penanganan puting susu tenggelam dengan teknik Hoffman dan teknik nipple, serta edukasi teknik dan posisi menyusui. Persalinan berlangsung spontan tanpa penyulit dan dilakukan Inisiasi Menyusu Dini. Pada masa nifas diberikan edukasi nutrisi untuk ibu nifas, perawatan payudara nifas, pijat oksitosin, evaluasi teknik dan posisi menyusui, serta edukasi kontrasepsi. Seluruh asuhan berjalan dengan baik. Simpulan asuhan kebidanan berkesinambungan selama 6 minggu yaitu asuhan yang diberikan sesuai kebutuhan ibu yang didukung teori serta evidence based kebidanan. Ibu dan bayi sehat, ibu berhasil memberikan ASI kepada bayinya dan ibu mantap menggunakan kontrasepsi 3 bulan.