M. Syukur
Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor, Jl. Meranti, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

INDUKSI POLIPLOIDI MENGGUNAKAN KOLKISIN SECARA IN VIVO PADA BIBIT ANGGREK BULAN (Phalaenopsis amabilis (L.) BLUME) Rahayu, Eka Martha Della; Sukma, Dewi; Syukur, M.; Aziz, Sandra A.; Irawati, Irawati
Buletin Kebun Raya Vol 18, No 1 (2015): Buletin Kebun Raya Vol. 18 (1) January 2015
Publisher : Center for Plant Conservation Bogor Botanic Garden, Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Induksi poliploidi pada bibit Phalaenopsis amabilis telah dilakukan menggunakan kolkisin secara in vivo. Induksi poliploidi dilakukan dengan meneteskan kolkisin pada pucuk bibit P. amabilis.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi kolkisin yang efektif untuk induksi poliploidi bibit P. amabilis dan  menghasilkan bibit P. amabilis poliploid. Percobaan disusun dalam rancangan kelompok lengkap teracak dengan satu faktor, yaitu konsentrasi kolkisin. Pucuk bibit P. amabilis ditetesi 0,01 ml kolkisin (0, 1000, 2000, 3000, 4000, dan 5000 mg L-1). Hasil percobaan menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi kolkisin dari 1000 sampai 5000 mg L-1 tidak berpengaruh nyata terhadap persentase hidup dan pertumbuhan bibit pada 24 minggu setelah perlakuan (24 MSP). Bibit P. amabilis poliploid dapat dihasilkan pada penetesan kolkisin 1000, 3000, 4000, dan 5000 mg L-1 dengan konsentrasi kolkisin paling efektif adalah 5000 mg L-1. Bibit poliploid memiliki ukuran stomata lebih besar dari bibit diploid sebaliknya kerapatan stomatanya lebih rendah.
PERILAKU KONSUMTIF DAN GAYA HIDUP PENGGEMAR SEPEDA FIXED GEAR DI KOTA DENPASAR Syukur, M.; Sastri Mahadewi, Ni Made Anggita; Agung Krisna Aditya, I Gusti Ngurah
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 4 No 1 (2024): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A consumption society is a group that is constantly engaged in consumption activities. However, consumption in this context has evolved from simply fulfilling basic human needs to a lifestyle. According to Baudrillard, the consumption pattern of postmodern society is characterized by a shift in orientation from life needs to lifestyle expressions. This study aims to analyze the consumptive behavior and lifestyle of fixed gear bicycle enthusiasts in Denpasar City using an explanatory descriptive qualitative approach and Jean P. Baudrillard's theory of consumption society. The results showed that fixed gear bikes are not only a means of transportation, but also a symbol of identity expression and lifestyle. The consumption of symbols gives birth to a society of spectacle where symbolic exchange creates social distance and differentiates individuals within the community. Preferences for bicycles, brands, styles, and associated values shape identities and groups within the community.
Polymorphics SSR Markers of Chilli Parental and Breeding Lines in Chilli Resistance to Pepper Yellow Leaf Curl Virus (PYLCV) Manzila, Ifa; Syukur, M.; Priyatno, Tri Puji; Reflinur; Azmi, Chotimatul; Wulandari, Astri Widia; Gunaeni, Neni; Azizah, Nur
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.12.2.126-137

Abstract

Aksesi cabai IPBC12 telah diketahui memiliki gen ketahanan dominan terhadap PYLCV dan dapat dimanfaatkan sebagi donor gen untuk perakitan varietas cabai tahan PYLCV. PYLCV merupakan salah satu virus patogen penting pada pertanaman cabai di Indonesia. Identifikasi marka SSR polimorfik pada populasi persilangan antara IPBC12 dan varietas Yuni dilakukan untuk mendapatkan marka yang dapat digunakan untuk seleksi progeni hasil persilangan dan terpaut dengan sifat ketahanan terhadap PYLCV. Sebanyak 20 marka SSR dianalisis polimorfismenya pada dua tetua persilangan, kemudian marka yang polimorfik diuji pada galur generasi F1 dan F2. Hasil penelitian menunjukkan ada empat marka polimorfik pada kedua tetua persilangan, tetapi ketika diuji pada galur-galur keturunannya hanya 3 marka (CaBR61, CaBR64, dan CaBR98) yang polimorfik. Berdasarkan analisis marka, 14 galur F1 terkonfirmasi hasil persilangan antar aksesi IPBC12 dan varietas Yuni. Marka yang secara konsisten mendeteksi penurunan alel dari kedua tetua pada progeni F1 adalah CaBR61. Marka tersebut berpotensi sebagai marka seleksi galur-galur hasil persilangan pada tanaman cabai. Analisis molekuler pada galur-galur F2 tidak mendapatkan keterpautan antara marka dengan sifat ketahanan. Perlu analisis lebih lanjut menggunakan jumlah marka yang mencukupi dan tersebar merata dalam genom cabai untuk memetakan gen ketahanan terhadap PYLCV pada populasi persilangan antara aksesi IPBC12 dan varietas Yuni. Kata kunci: aksesi IPBC12, Capsicum annuum, seleksi berpandu marka, varietas Yuni