Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bah Bolon Untuk Pengembangan Ruang Terbuka Hijau Berkelanjutan Anggiat Sinurat; Benteng H Sihombing; Rameria Saragih; Ahmad Rizki Setiawan; Vandelina Pasaribu
Jurnal Regional Planning Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Regional Planning Vol 7 No 2 Agustus 2025
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/1ktyrx26

Abstract

Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bah Bolon memiliki peran penting dalam mendukung ketersediaan ruang terbuka hijau (RTH) berkelanjutan di Kota Pematang Siantar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi pengelolaan DAS Bah Bolon, mengidentifikasi permasalahan utama, serta merumuskan strategi pengembangan RTH berbasis keberlanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumen, serta didukung analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan DAS Bah Bolon menghadapi beberapa persoalan, antara lain lemahnya implementasi kebijakan tata ruang, rendahnya kesadaran masyarakat, keterbatasan anggaran pemerintah, serta maraknya alih fungsi lahan di sempadan sungai. Meskipun demikian, terdapat peluang strategis berupa lahan kosong di sempadan sungai yang dapat direhabilitasi menjadi koridor hijau perkotaan. Strategi pengembangan yang diusulkan meliputi: rehabilitasi vegetasi bantaran sungai dengan tanaman lokal, penguatan regulasi dan penegakan hukum, pemberdayaan masyarakat melalui program lingkungan, kolaborasi multipihak, serta pembangunan infrastruktur adaptif terhadap perubahan iklim. Temuan ini sejalan mendukung pencapaian SDG 11 tentang Sustainable Cities and Communities. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan DAS Bah Bolon dapat menjadi fondasi pengembangan RTH berkelanjutan yang tidak hanya meningkatkan kualitas ekologis, tetapi juga memperbaiki estetika kota, memperkuat ketahanan sosial, dan membuka peluang ekonomi berbasis ekowisata
SOSIALISASI PERAN PERGURUAN TINGGI DAN AKADEMISI SEBAGAI INKUBATOR BISNIS DALAM PENGUATAN KOPERASI SEBAGAI LEMBAGA EKONOMI KERAKYATAN MENUJU KOPERASI MODERN BAGI PELAKU UKM DI SUMATERA UTARA Ulung Napitu; Corry Corry; Anggiat Sinurat; Tuangkus Harianja; Ease Arent; Mardiani Mardiani; Ade Mey Lisca Nasution; Hasian Napitu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/914vq849

Abstract

This community service aims to provide an understanding that universities and academics act as business incubators for developing small and medium enterprises. In order to support the growth and development of SMEs, there needs to be a synergy from various parties ranging from academia, industry, and universities as stakeholders. The business incubator is a place used by many developing countries, including Indonesia, as a means of developing new businesses and/or small and medium enterprises (SMEs). The business incubator itself is an institution that oversees a business incubation in the coaching process for small businesses and/or new product development as well as the provision of business facilities and infrastructure, business development, and management and technology support. The availability of skilled labor needed by the Business and Work World (DUKA) is still very low. This is revealed from data from the Central Statistics Agency (BPS) which was announced in February 2020, which was around 13%. This condition is a challenge for universities not to exacerbate this condition by introducing an early work environment to students, so that they can become graduates according to the needs of the job market, either as employees or business owners through student business incubators at universities.The Business Incubator is a form of Academic Entrepreneurship adapted to the industrial era 4.0 based on the use of electronic media and the internet. To socialize the community service material to SME business actors, the lecture method and question-and-answer method are used for 90 minutes. The results of the socialization have further increased the understanding of the community and SMEs about the importance of developing business incubators as business facilities and infrastructure in business development. 
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN BUMNAG MAJU BERSAMA Liharman Saragih; Mahaitin H Sinaga; Taufik Parinduri; Anggiat Sinurat; Elfina O P Damanik; Rosita Manawari Girsang; Wico J Tarigan; Tuahman Sipayung; Djuli Sjafei Purba; Sri Martina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/jyd5wa41

Abstract

Laporan keuangan sangat penting dalam menjalankan usaha. Permasalahan yang dihadapi Bumnag Maju Bersama adalah ketidakmampuan dalam menyusun Laporan Keuangan. Berbagai peraturan perundangan yang berkaitan dengan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa telah dilahirkan termasuk dalam hal penyusunan laporan keuangan. Keterbatasan pengetahuan dan rendah nya kemampuan sumber daya manusia, membuat para pengelola Badan Usaha Milik Desa belum mampu menyusun laporan keuangan yang standar berdasarkan prinsip - prinsip akuntansi. Metode yang digunakan dalam melakukan pendampingan ini adalah dengan 3 tahap yaitu tahap pertama yaitu melakukan observasi dan penentuan jadwal (run down) kegiatan, Tim Pengabdi dan Mitra dampingan menyepakati jadwal kegiatan. Tahap kedua yaitu penyampaian materi tentang Badan Usaha Milik Desa dan tahap ketiga yaitu melakukan pendampingan langsung menyusun laporan keuangan BUMNag Maju Bersama. Berdasarkan data Bumnag tersebut dilakukan penjurnalan, posting buku besar dan lahirlah Laporan Keuangan yang telah sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum. Laporan yang disusun Pengurus BUMNag akan dibawakan kepada musyawarah desa. Setelah selesai pemaparan dalam musyarah desa, dan musyawarah desa dapat menerima laporan pertanggungjawaban Pengurus BUMNag, selanjutnya laporan tersebut disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten