Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Implementasi Teknik Relaksasi Napas Dalam pada Pasien Tumor Ovarium dengan Masalah Keperawatan Nyeri Akut di Ruang Teratai RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Febrianty; Ema Wahyu Ningrum
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1052

Abstract

Nyeri akut merupakan salah satu masalah keperawatan yang sering dialami pasien postoperasi tumor ovarium akibat kerusakan jaringan selama tindakan pembedahan dan dapatmengganggu kenyamanan serta proses pemulihan. Salah satu intervensi nonfarmakologisyang dapat diterapkan untuk membantu mengurangi nyeri adalah teknik relaksasi napasdalam. Karya Ilmiah Akhir Ners (KIAN) ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapanteknik relaksasi napas dalam dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien post operasitumor ovarium. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada Ny. T yang dirawat di RuangTeratai 1 RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Intervensi teknik relaksasi napasdalam diberikan selama 3 hari, yaitu pada 9–11 April 2026, setiap pukul 08.30 WIB dengandurasi 15 menit. Pengukuran intensitas nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale(NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penerapan menunjukkan adanya penurunanintensitas nyeri secara bertahap, dari skala 6 pada hari pertama menjadi skala 5 setelahintervensi pertama, kemudian skala 4 pada hari kedua, dan skala 3 pada hari ketiga. Selain itu,pasien tampak lebih rileks, ekspresi wajah lebih tenang, serta mampu mengontrol nyeridengan melakukan teknik relaksasi napas dalam secara mandiri. Dapat disimpulkan bahwateknik relaksasi napas dalam efektif sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis untukmembantu menurunkan intensitas nyeri pada pasien post operasi tumor ovarium dan dapatditerapkan sebagai tindakan mandiri perawat dalam meningkatkan kenyamanan pasien.
Mental Health and Mental Health Literacy Among Nursing Students in Purwokerto, Indonesia Ema Wahyu Ningrum; Ita Apriliyani
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 7 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v7i1.14797

Abstract

Latar Belakang : Gangguan kesehatan mental merupakan isu global yang semakin meningkat dengan prevalensi yang tinggi baik secara internasional maupun di Indonesia. Mahasiswa keperawatan dianggap sebagai kelompok yang rentan karena berada pada tahap transisi menuju kedewasaan, menghadapi tekanan akademik, serta memiliki kesadaran dan literasi yang masih terbatas mengenai kesehatan mental. Metode : Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan status kesehatan mental dan tingkat literasi kesehatan mental pada mahasiswa keperawatan serta mengeksplorasi karakteristik yang dapat memengaruhi kondisi tersebut. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 215 mahasiswa keperawatan yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan adalah Self-Reporting Questionnaire (SRQ-20) untuk mengukur kesehatan mental dan Mental Health Literacy Scale (MHLS) untuk menilai literasi kesehatan mental. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 20 tahun (31,63%), berjenis kelamin perempuan (81,4%), bersuku Jawa (94,4%), lulusan sekolah menengah kejuruan (43,3%), tinggal terpisah dari orang tua (61,9%), mengakses informasi kesehatan mental (89,77%) terutama melalui TikTok (35,81%), belum pernah mengikuti kegiatan terkait kesehatan mental (26,51%), memiliki orang tua dengan pendidikan terakhir SMA (36,28%), serta memiliki pendapatan orang tua antara Rp2.000.000–Rp5.000.000 (51,16%). Kesimpulan : Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi kebijakan institusi untuk meningkatkan literasi kesehatan mental mahasiswa serta menciptakan lingkungan akademik yang mendukung kesehatan psikologis.   Kata kunci: Kesehatan Mental, Literasi, Mahasiswa Keperawatan, Universitas.