Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Enhancing Sweet Corn (Zea mays Saccharata) Production through Standard Operating Procedure-based Cultivation Techniques Made, Usman; Tambing, Yohanis; Idham, Idham; Haji Nasir, Burhanuddin
Journal of Community Practice and Social Welfare Vol. 4 No. 1 (2024): Journal of Community Practice and Social Welfare
Publisher : LPPM Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sweet corn (Zea mays Saccharata) is a promising legume commodity suitable for agricultural business ventures. The prospect of developing sweet corn farming is bright, aiming to improve farmers' income, enhance their welfare, and contribute to national revenue. In Sidera Village, farming practices for sweet corn are predominantly conventional, lacking adherence to principles of sustainable development, characterized by the use of inorganic fertilizers and chemical pesticides not in accordance with recommendations. A community engagement program aims to assist farmers in implementing cultivation techniques following Standard Operating Procedures (SOP) to boost sweet corn production. Specific targets include enhancing farmers' knowledge and skills to increase sweet corn productivity, addressing healthy food provision and income elevation. The program is conducted in Sidera Village, Sigi Biromaru Sub-District, collaborating with the Tunas Sejahtera farmer group as partners. Methods employed encompass training, practical sessions, technology package demonstrations, pilot plots, participatory mentoring, and coaching. Training covers standardized corn cultivation systems, organic granular and liquid fertilizer development, and bio-rational pesticides. Subsequently, practical sessions, demonstrations, and pilot plot cultivation according to SOP are carried out. The program's outcome includes a 40% increase in participants' knowledge and skills in optimal sweet corn cultivation techniques, with pilot plot yields reaching 7 tons/ha of good-quality corn, thus holding significant economic value for community income enhancement.
PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR DAUN KELOR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) Widyarti, Ni Made Pita; Tambing, Yohanis
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 11 No 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cucumber, an economically valuable horticultural product, requires enhanced productivity and quality. This study aimed to investigate the influence of different concentrations of liquid organic fertilizer (LOF) of Moringa leaf on the growth and yields of cucumber plants. The research was conducted at the Academic Garden of the Faculty of Agriculture, Tadulako University, Palu, between November 2020 and January 2021. Employing a randomized block design (RBD), the experiment involved five levels of Moringa leaf LOF concentrations: Control (P0), 100 ml/l water (P1), 200 ml/l water (P2), 300 ml/l water (P3), and 400 ml/l water (P4). The findings revealed a significant effect of Moringa leaf LOF concentration on the growth and yield components of cucumber plants. The concentration of 300 ml/l water of Moringa leaf LOF resulted in taller plants, an increased leaf area size and number and a higher fruit number.
PERTUMBUHAN DAN HASIL RIMPANG TANAMAN KUNYIT PUTIH (Curcuma zedoaria Rosc.) PADA INTERVAL PENYIRAMAN DAN KOMBINASI PUPUK ORGANIK DENGAN NPK MUTIARA Tambing, Yohanis; Sari, Indah
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 12 No 4 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v12i4.2145

Abstract

Beberapa tahun terakhir ini, masyarakat cenderung memakai obattradisional sebagai salah satu alternatif. Salah satu diantaranya adalah jamu yang berbahan baku dari kunyit(Curcuma zedoaria Rosc). Penelitian bertujuan mengetahui respons pertumbuhan dan hasil rimpang kunyit putih terhadap interval penyiraman dan kombinasi pemupukan. Penelitian dilaksanakan bulan JunihinggaNovember 2019 di Lahan Akademik Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. Penelitian didesain menurut rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah interval penyiraman, terdiri dari 2 taraf yaitu penyiraman setiap 2 hari (A1) dan penyiraman setiap 4 hari (A2). Faktor kedua adalah kombinasi pupuk organik dengan NPK mutiara, terdiri dari 8 macam yaitu: Kontrol (M1), Pupuk Kandang (M2), Pupuk Kandang+Jerami Padi (M3), Jerami Padi (M4), NPK (M5), Pupuk Kandang+NPK (M6), Pupuk Kandang+Jerami Padi+NPK (M7), dan Jerami Padi+NPK (M8); Kombinasi perlakuan terdapat 16 unit dan diulang 3 kali sehingga totalnya menjadi 48 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara interval penyiraman dengan kombinasi pemupukan (AxM). Interval penyiraman setiap 2 hari (A1) memberikan bobot segar dan bobot kering rimpang lebih tinggi dibanding interval penyiraman setiap 4 hari (A2). Kombinasi pupuk kandang+jerami+NPK (M7) juga memberikan pertumbuhan tanaman lebih baik(tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah anakan, bobot segardan bobot kering tajuk tanaman) lebih tinggi dibanding perlakuan kombinasi pemupukan lainnya.
PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG KAMBING DAN MULSA PLASTIK HITAM PERAK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAHE MERAH (Zingiber officinale Var Rubrum) Faisal, Faisal; Tambing, Yohanis
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 12 No 6 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v12i6.2392

Abstract

Jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) merupakan salah satu tanaman yang digunakan sebagai ramuan rempah-rempah, campuran makanan, minuman, kosmetik dan parfum. Produksi jahe di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun yaitu pada Tahun 2012 sekitar 114.537.65 ton meningkat menjadi 32.888.249 ton pada Tahun 2016. Salah satu usaha yang dapat dilakukan peningkatan produktivitas tanaman jahe secara intensifikasi adalah dengan penggunaan mulsa dan pemupukan yang berimbang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kandang dan mulsa pelastik hitam perak terhadap pertumbuhan tanaman jahe merah. Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Simagaya, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala Waktu pelaksanaan penelitian dimulai dari bulan Maret sampai Juni 2021. Penelitian didesain menurut Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang kambing yang terdiri dari tiga taraf yaitu P0 = tanpa menggunakan pupuk, P1 = pupuk kandang kambing 10 ton/ha (1,8 kg/petak), P2 = pupuk kandang kambing 15 ton/ha (2,7 kg/petak), P3= pupuk kandang kambing 20 ton/ha (3,6 kg/petak). Faktor kedua adalah penggunaan mulsa yang terdiri dari dua aras yaitu M0 = tanpa mulsa (kontrol), M1 = mulsa pelastik hitam perak. Dengan demikian maka kombinasi dari dua faktor maka diperoleh 8 unit dan diulang 4 kali sehingga diperoleh 32 unit percobaan. Setiap unit percobaan diamati 6 sampel tanaman, dengan demikan jumlah tanaman keseluruhan adalah 192 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kandang kambing 20 ton/ha (3,6 kg/petak) dengan mulsa plastik hitam perak memberikan pertumbuhan tanaman jahe merah yang lebih baik.
PENGARUH KOMBINASI PUPUK KANDANG DENGAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.) Tambing, Yohanis; Fikran, Fikran
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 3 (2025): JUNI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i3.2592

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi Pupuk kandang dengan Pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober sampai Desember 2019. Penelitian bertempat di Desa Sidera Kecamatan Sigi biromaru Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Penelitian didesain menurut Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga didapatkan 18 unit percobaan.Kemudian setiap unit percobaan digunakan 4 tanaman sehingga jumlah keseluruhan sebanyak 72 t5anaman. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kombinasi pupuk kandang dengan NPK sebagai berikut: P1 : 10 ton/ha pupuk kandang+100 kg/ha NPK, P2 : 10 ton/ha pupuk kandang +200 kg/ha NPK,P3 : 15 ton/ha pupuk kandang +100 kg/ha NPK, P4 :15 ton/ha pupuk kandang +200 kg/haNPK,P5 : 20 ton/ha pupuk kandang +100 kg/ha NPK, P6 : 20 ton/ha pupuk kandang +200 kg/ha. Hasil penelitan menunjukkan bahwa kombinasi 15 ton/ha pupuk kandang +200 kg/ha NPK memberikan hasil terbaik pada semua variabel pengamatan (tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, dan berat segar per petak, berat segar per tanaman, berat kering per tanaman).
Aplikasi Pupuk Kandang Ayam dan Urine Kelinci pada Pertumbuhan Bawang Merah Varietas Lembah Palu (Allium wakegi Araki) Somba, Bunga Elim; Tambing, Yohanis; Acap, Dendrianus Miki Nikolaus
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 31 No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v31i1.2015

Abstract

Kondisi tanah di sekitar Lembah Palu yang relatif kering dan kurang dapat menunjang pertumbuhan bawang merah menyebabkan produksi yang kurang maksimal, sehingga dibutuhkan tambahan zat hara dari pemupukan. Salah satu pupuk kandang yang digunakan oleh masyarakat adalah kotoran ayam. Kotoran ayam mampu menyediakan unsur hara berupa hara makro dan mikro seperti Zn, Cu, Mo, Co, Ca, Mg, dan Si, sehingga dapat meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK) tanah. Adapun tujuan dari penelitian yaitu; 1) mengetahui pengaruh perlakuan pupuk kandang ayam dan interval pemberian POC urine kelinci; 2) mengetahui pengaruh perlakuan pupuk kandang ayam; 3) mengetahui pengaruh interval pemberian POC urine kelinci terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah Varietas Lembah Palu. Penelitian ini dilaksanakan di kebun akademik Fakultas Pertanian Universitas Tadulako dari bulan Februari sampai April 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dua faktor yaitu sebagai berikut: Faktor pertama adalah perbandingan pupuk kandang ayam dengan tanah terdiri 4 level yaitu: K0 = tanpa pupuk kandang ayam ( kontrol ); K1 = 1:1; K2 = 2:1; K3 = 3:1. Faktor kedua adalah interval pemberian POC urine kelinci pada konsentrasi 200 ml/liter terdiri dari 3 taraf yaitu: I1 = Setiap 3 hari 1 kali; I2 = Setiap 6 hari 1 kali; I3 = Setiap 9 hari 1 kali, sehingga terdapat 12 jumlah kombinasi. Perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga mendapat 36 unit perlakuan. Masing-masing unit percobaan terdiri atas 3 polibag dan tiap polibag ditanami satu tanaman sehingga total unit percobaan yang digunakan yaitu 108 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh interaksi antara komposisi media tanam dengan interval pemberian POC urine kelinci terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah . Perlakuan komposisi media tanam tidak berpengaruh pada jumlah daun, jumlah umbi, diamter umbi, dan bobot segar umbi, tetapi berpengaruh nyata pada tinggi tanaman umur 3, 4, 5, dan 6 minggu setelah tanam. Komposisi media tanam tanah berbanding pupuk kandang ayam 3:1 (K3) menghasilkan tinggi tanaman lebih tinggi dibanding perlakuan lainnya. Perlakuan interval pemberian POC urine kelinci tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diuji.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) BERBAGAI KONSENTRASI AB MIX SISTEM SUMBU Suastini, Ni Wayan; Yusuf, Ramal; Tambing, Yohanis
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 12 No 1 (2024): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v12i1.2051

Abstract

Pakcoy adalah salah satu jenis komoditas sayuran yang layak dikembangkan bisa dilihat dari aspek ekonomis dan bisnisnya karena permintaan konsumen yang semakin lama semakin tinggi. Harga jual sawi pakcoy lebih mahal daripada jenis sawi lainnya. Permintaan komoditas sayuran di Indonesia terus meningkat, seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Sistem wick salah satu metode dari hidroponik yang menggunakan sumbu atau penyambung antara nutrisi dengan media tanam. Sistem ini yang paling simpel dan sederhana. Sumbu yang digunakan adalah sumbu yang memiliki daya kapilaritas tinggi serta cepat lapuk. sumbu berfungsi untuk menyerap air. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2019 bertempat di BTN Pesona Teluk Palu,Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan konsentrasi nutrisi AB mix yang terdiri dari: P1 = 5 ml/liter air P2 = 10 ml/liter air P3 = 15 ml/liter air P4 = 20 ml/liter air P5 = 25 ml/liter air. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan bahwa perlakuan konsentrasi nutrisi 20ml/liter menghasilkan berat segar yang lebih tinggi dan berdeda dengan perlakuan lainya