Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

VEGETATION ANALYSIS ESTIMATING BIOENERGY POTENTIAL AGROFORESTRY RUMBIA VILLAGE BOALEMO DISTRICT Ruruh, Alexander; Syahputra, Firman; Haris, Sukma Ayu; Suma, Zeinab Nurlena Y.
Journal of Selvicoltura Asean Vol. 2 No. 4 (2025)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/jsa.v2i4.1955

Abstract

Energy is one of the basic needs to support human survival. Along with the increasingly limited availability of energy from fossils, it is necessary to find other alternative energy sources. In the agroforestry area there are Aren plants which are one of the plants that can be processed into an energy source. the data used are primary and secondary data. Data analysis was carried out quantitatively and qualitatively. The results of the data analysis that have been carried out, found a total of 4 species at the tree level and 5 species at the pole level in Agroforestry in Rumbia. The highest important value at the tree level is Aren (Arenga pinnata) with a value of 155.95, the lowest Durian (Durio zibethinus) 21.53. the highest important value index at the pole level is Aren (Arenga pinnata) with a value of 144.42 and the lowest Chocolate (Theobroma cacao) 22.90.  
Pemberdayaan Potensi Limbah Sabut Kelapa Menjadi Briket Arang Untuk Umkm Desa Ilotunggula Ruruh, Alexander; Katili, Nurkhaliza; Pratama, Wira Arianta; Gobel, Sandra; Delihula, Andi; Hulalata, Ristiyawati; Manalib, Cintya; Lihawa, Ulfa; Ahmad, Saskia AR.; Malipi, Mohamad Lavender; Suma, Zeinab Nurlena Y.
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/2kf39p35

Abstract

Desa Ilotunggula memiliki potensi lokal yang melimpah, terutama dalam ketersediaan bahan baku biomassa seperti tempurung kelapa, serbuk gergaji, dan limbah pertanian lainnya. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pemberdayaan Masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengembangkan, dan mengimplementasikan pemanfaatan potensi lokal melalui produksi briket arang sebagai produk unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Desa. Metode yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif, pelatihan teknis, serta uji coba produksi dan pemasaran briket ramah lingkungan. Hasil Pemberdayaan ini menunjukkan bahwa dengan melalui pelatihan dan pendampingan mampu meningkatkan keterampilan teknis, kesadaran lingkungan, serta menciptakan nilai tambah ekonomi secara signifikan. Briket arang yang berasal dari sabut kelapa memiliki kualitas yang kompetitif, efisien, dan berdaya saing tinggi di pasar lokal. Kesimpulan dari Pemberdayaan ini menegaskan bahwa pemanfaatan potensi lokal tidak hanya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa, tetapi juga mendukung pengembangan energi alternatif yang berkelanjutan. Rekomendasi diarahkan pada penguatan kelembagaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Desa Ilotunggula, peningkatan kapasitas produksi, dan dukungan kebijakan dari pemerintah daerah
KEANEKARAGAMAN SATWA DIKAWASAN MANGROVE DI DESA KATIALADA KECAMATAN KWANDANG KABUPATEN GORONTALO UTARA Alexander Ruruh; Zeinab Nurlena Y. Suma
HUMANITIS: Jurnal Homaniora, Sosial dan Bisnis Vol. 2 No. 1 (2024): HUMANITIS : Jurnal Humaniora, Sosial dan Bisnis
Publisher : ADISAM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The diversity of animals found in an area can indicate how things are in the area. The purpose of this study was to identify the diversity of animals in the mangrove forest in Katialada Village, Kwandang District, North Gorontalo Regency, especially aves and reptiles. This research was carried out in the village of Bolalo in March – May 2024. The data obtained from the results of surveys and interviews were then processed using qualitative methods. The results showed thet there were 8 typ es of animals, espe cially aves and reptiles, namely there were 7 types of aves and one type of reptile. Damage to mangrove forests in the coastal area of Katialada Village is caused by land use changes which result in changes in the area of mangrove forest.
Thinning on the Growth of Red Jabon Trees (Anthocephallus Macrophyllus) in the Industrial Plantation Forest Area Daud Sandalayuk; Masrukhin; Murni Djabar; Alexander Ruruh; Ernikawati
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 8 (2023): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i8.4106

Abstract

This study aims to observe the growth of red jabon (Anthocephalus macrophyllus) plants at various thinning intensities. Red jabon is a native Indonesian plant species that have the potential to develop forest plantations and reforestation ex-mining land. The research measured stem diameter and plant height at each thinning intensity. The study results are expected to provide information on the potential of red jabon cultivation and become a recommendation for red jabon wood farmers to improve the quality of company and farmer income. This research is expected to contribute to the development of thinning activities in improving the quality of red jabon tree stands, as well as providing a better understanding of this plant's cultivation and potential benefits. The thinning intensity applied 6 months the growth of Red Jabon trees in the Industrial Plantation Forest Area of PT. Global Citra Lestari showed a significant effect on stem diameter increment, 40% intensity treatment has a promising potential to enhance both stem diameter and height growth.
Evaluasi Pengamanan Hutan Berbasis Risiko: Hubungan Intensitas Patroli, Pemantauan Satelit, dan Temuan Kayu Ilegal di Bolaang Mongondow Abdul Samad Hiola; Nabila Margareta Hakim; Abdul Alim; Daud Sandalayuk; Alexander Ruruh; Ernikawati; Dian Puspaningrum
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 4 No. 6 (2026): Juni 2026
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr1517

Abstract

Operasi pengamanan hutan membutuhkan evaluasi berbasis data agar alokasi patroli, pemantauan satelit, dan respons penegakan hukum dapat diarahkan pada wilayah serta periode yang paling berisiko. Penelitian ini mengevaluasi hubungan antara intensitas patroli dan luas deforestasi, perubahan waktu respons penanganan kasus setelah pemanfaatan pemantauan satelit near-real-time, serta pola temporal dan indikasi konsentrasi spasial temuan kayu ilegal di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Penelitian menggunakan desain kuantitatif evaluatif berbasis data operasional Balai Penegakan Hukum Kehutanan. Data mencakup 150 titik patroli dan temuan kayu ilegal selama 1 Januari-31 Desember 2023, 10 sektor pengamatan hasil agregasi titik patroli, serta 30 pasang kasus respons yang dipadankan antara periode manual Januari-Juni 2022 dan periode berbasis satelit Januari-Juni 2023. Analisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif, regresi linear sederhana, uji-t berpasangan, ukuran efek Cohen's d, uji Kruskal-Wallis, dan identifikasi outlier berbasis persentil ke-90. Hasil menunjukkan bahwa intensitas patroli berasosiasi negatif dan signifikan dengan luas deforestasi pada tingkat sektor (B = -1,05; R2 = 0,919; F(1,8) = 91,03; p < 0,001). Waktu respons rata-rata menurun dari 51,5 jam pada metode manual menjadi 23,6 jam setelah pemanfaatan pemantauan satelit, dengan selisih rata-rata -27,9 jam, t(29) = -14,72; p < 0,001; dan Cohen's d = 2,69. Volume temuan kayu ilegal tertinggi terjadi pada Q3 atau Juli-September (60,2 +/- 14,5 m3), dengan perbedaan signifikan antarkuartal (H(3) = 28,74; p < 0,001). Sebanyak 80% titik outlier berada pada wilayah berkerawanan tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi patroli terarah, pemantauan satelit, dan evaluasi spasial-temporal sederhana dapat memperkuat pengamanan hutan berbasis risiko. Namun, seluruh hasil perlu ditafsirkan sebagai asosiasi operasional karena penelitian bersifat observasional, jumlah sektor regresi terbatas, dan analisis spasial belum menggunakan pemodelan hotspot formal.