Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

KEEFEKTIFAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SOSIODRAMA UNTUK MENINGKATKAN EMPATI SIWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 4 ALALAK BARITO KUALA Elia Purnama Sari; Ani Wardah; Muhammad Eka Prasetia
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 5, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.377 KB) | DOI: 10.31602/jmbkan.v5i3.2500

Abstract

Tujuan utama dalam penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana efektivitas biimbingan kelompok dengan teknik sosiodrrama untuk meningkatkan empaty siswa  di SMP Negeri 4 Alalak Barito Kuala. Penelitian ini menggunakan pre-eksperimental design yaitu One-group Pretest-Posttest). Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 8 siswa dimana pada masing-masing siswa memiliki tingkat empaty yang rendah. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel 8 responden dari 30 populasi. Teknik pengumpulan data menggunakan skala empaty dan hasil observasi. Data diolah dengan menggunakan hitungan statistik deskriptif, dan uji wilcoxon dengan aplikasi IBM SPSS Statistik versi 25. Berdasarkan hasil penelitian, maka akan dibahas data tentang gambaran empati siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Alalak Barito Kuala mengalami peningkatan Hasil pretest menunjukan 8 siswa berada dalam kategori rendah sehingga perlu mendapatkan perlakuan  lebih lanjut. Peneliti menggunakan layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama untuk memberikan treatment, ternyata terjadi perubahan dari peserta didik yang memiliki empati rendah ternyata setelah mengikuti kegiataan tersebut terjadi peningkatan. Hal tersebut dilihat dari hasil posttest dari perhitungan 8 sampel pada siswa kelas VIII menunjukan hasil pretest skala empati dengan nilai 380 : 8 = 47,5 setelah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama untuk meningkatkan empati siswa mengalami  peningkatan dengan angka 567 : 8 = 70.8 dengan rincian peningkatan 6 siswa dengan persentase 63% berada dalam kategori sangat tinggi, 2 siswa dengan persentase 21% berada dalam kategori tinggi.
Karakteristik Guru Bimbingan dan Konseling yang Ideal Menurut Siswa Suku Banjar (Studi Fenomenologi di MTsN 1 Banjarmasin) Kiki Amelia Putri; Ani Wardah; Rudi Haryadi
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.421 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.5698

Abstract

Karakteristik pribadi ideal guru bimbingan dan konseling dapat membawa hasil baik terhadap optimalisasi layanan bimbingan dan konseling. Karena guru bimbingan dan konseling tidak saja sebagai pembimbing melainkan sebagai role model bagi siswa yang dilayaninya. Selama ini masih ada image buruk tentang guru BK sebagai polisi sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi dimana peneliti meneliti tentang bagaimana karakteristik guru bimbingan dan konseling yang ideal menurut siswa suku Banjar. Teknik penarikan subyek penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik purposive sampling, yang mana pengambilan subyek dalam penelitian ini diambil berdasarkan pertimbangan tertentu yaitu siswa yang pernah mendapatkan layanan bimbingan dan konseling dan siswa suku Banjar yang ada di MTsN 1 Banjarmasin. Sehingga peneliti mendapatkan sampel berjumlah 7 orang siswa. Berdasarkan hasil penelitian maka hasil yang didapat ialah karakteristik guru bimbingan dan konseling yang diharapkan siswa secara umum adalah perilaku yang baik, ramah, tegas, tidak gampang marah, penyayang, sabar dan friendly atau bersahabat dengan siswa. Bagi peneliti selanjutnya hendaknya berusaha untuk menggali lebih mendalam atau mencoba di subyek yang lebih luas bukan hanya 1 sekolah, mengingat banyak penelitian yang mengungkapkan jika karakteritik pribadi guru bimbingan dan konseling sudah baik, tetapi masih banyak siswa yang memiliki anggapan yang negatif terhadap peran guru bimbingan dan konseling di sekolah.
Dampak Prokrastinasi Akademik Terhadap Penilaian Hasil Belajar Siswa Di Mts Negeri 1 Banjarmasin Muthia Isma Annisa; Ani Wardah; Aminah Aminah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.322 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.6095

Abstract

Prokrastinasi akademik merupakan gambaran kebiasaan siswa untuk menunda-nunda penyelesaian tugas akademik sehingga siswa gagal menyelesaikan tugas akademik yang diberikan oleh guru pada tepat waktu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, subyek penelitian yaitu siswa MTs Negeri 1 Banjarmasin yang melakukan prokrastinasi akademik yang berjumlah 5 orang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak prokrastinasi akademik terhadap penilaian hasil belajar siswa di MTs Negeri 1 Banjarmasin. Pengumpulan data dilakukan dengan instrumen wawancara untuk memperoleh data tentang dampak prokrastinasi akademik dan dokumentasi untuk memperoleh data hasil belajar. Teknik analisis data yang digunakan terbagi dalam 4 bagian, yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa prokrastinasi akademik berdampak terhadap penilaian hasil belajar, dimana siswa yang melakukan prokrastinasi akademik mendapatkan hasil belajar yang rendah. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi masukan dan acuan terhadap perkembangan penelitian selanjutnya tentang dampak prokrastinasi akademik terhadap hasil belajar.
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO POWTOON SEBAGAI LAYANAN INFORMASI UNTUK DISIPLIN BELAJAR SISWA SMP DI BANJARBARU Mega Pradina; Ani Wardah; Aminah Aminah
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 8, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v8i3.3313

Abstract

In learning activities will not be separated from the rules and regulations that apply in schools. Students are required to be able to behave in accordance with the rules in force in the school, the importance of education in schools makes students realize that it is very important rules that must be obeyed. Discipline is an important issue in the learning process without discipline, students cannot follow good lessons. So far the teacher in general has provided guidance and counseling services through lectures, questions and answers, and advice. One effort that can be done by the teacher guidance and counseling is to use video powtoon as an alternative to convey information to students. In this study, researchers used R&D research, Media Information Services Development Using Video Powtoon for Student Learning Discipline adapted from the development strategy of Borg & Gall (in Sugiyono., 2018). Validation is done by counseling guidance experts, media experts, and user tests there are 4 aspects that are assessed namely the usefulness, feasibility, accuracy, and attractiveness. For the results of the video discipline assessment of learning discipline from counseling guidance experts, media experts, and user test researchers get the category "Very Eligible". Expecting information service media products using this powtoon can be implemented to increase knowledge about the discipline of learning and can improve the discipline of learning in students.
PERILAKU CYBERBULLING PADA REMAJA AWAL DI SMP NEGERI (XX) BANJARMASIN Ani Wardah; Nurul Aulia
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 8, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v8i3.10315

Abstract

Cyberbullying is an action taken by a person or group against another individual or group through text messages, pictures or photos or videos that tend to humiliate and harass. This study aims to describe cyberbullying behavior in early adolescents in Banjarmasin.  This research uses a type of quantitative approach with a descriptive analysis approach Classes VIIA,, IIC, IXB, IXD, which are registered in the 2021/2022 school year.The instrument used is a questionnaire,  Data analysis techniques using percentage analysis techniques. Research result:1. The type of cyberbullying. behavior experienced by early adolescents, namely as a victim of cyberbullying behavior, is in the high category; perpetrators and victims of cyberbullying behavior are in the low category leading to medium, the perpetrators are in the low category. And never experienced low cyberbullying.2. The form of cyberbullying behavior used is that the perpetrator sends messages repeatedly with the intention of offending which is in the high category. The perpetrator sends an online message in an angry, rude, vulgar tone, which is  in the high category. Slander through sending untrue messages or hurtful news about someone to others is in the high category. 3. What to do if you witness cyberbullying behavior, namely, defending victims is in the high category. Reporting to the teacher is in the high category. Silently witnessing the low category: taking part in spoiling is in the low category.  4. The social media most often used to carry out cyberbullying behavior is whatsApp, and video games are in the high category. Then instagram is in the low category leading to high. Then facebook, twitter, and other media.
KOLABORASI GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DAN AGEN PERUBAHAN (ANTI PERUNDUNGAN) DALAM MELAWAN PERUNDUNGAN DI SMK NEGERI 2 BANJARBARU Afrilia Gusman; Ani Wardah; Muhammad Eka Prasetia
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v9i2.8373

Abstract

The anti-bullying and school-based violence program is an effort to prevent and deal with violence against children. This study uses a qualitative method with a phenomenological approach. The purpose of this research is to describe the vision, mission and work programs of change agents, the impact of the existence of change agents, and how collaboration between Guidance and Counseling Teachers and Change Agents. The research subjects consisted of Guidance and Counseling Teachers, members of Change Agents and Students. Data collection techniques used are observation, interviews and documentation. Data analysis techniques consist of data reduction, data presentation, drawing conclusions and verification. The results of the study are (1) Vision and Mission of the program for preventing and overcoming acts of bullying within the education unit, as an effort to prevent and deal with violence against children. Aims to create a safe and comfortable climate for students to learn. (2) The impact of the existence of a change agent for SMK Negeri 2 Banjarbaru, namely the existence of an anti-bullying change agent has a positive impact on school residents, including self-awareness to always behave well and spread kindness to fellow human beings. (3) Guidance and Counseling Teachers and Change Agents collaborate well where the Guidance and Counseling Teachers become facilitators or coaches. Meanwhile, change agents are tasked with giving or influencing friends with positive behavior and always maintaining the comfort of the school.
PELATIHAN PEMBUATAN ACTIVATOR EM4 (EFFECTIVE MIKROORGANISME 4) BERBAHAN DASAR LIMBAH DAN PELATIHAN MOTIVASI DIRI PADA SALAH SATU SKB DI BANJARMASIN Novi Rahmawanti; Ani Wardah; Novrian Dony
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 1 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i1.12425

Abstract

EM4 merupakan salah satu  jenis  larutan   yang   mengandung   bakteri seperti decomposer, lactobacillus sp, bakteri asam laktat, bakteri fotosintetik, jamur pengurai selulosa, bakteri pelarut fosfor yang berfungsi sebagai pengurai bahan organik secara alami. Pemberian pelatihan kepada warga belajar merupakan salah satu sasaran pendidikan yang ingin dicapai guna memaksimalkan proses pembelajaran warga belajar paket C di SKB Kota Banjarmasin. Pelatihan yang diberikan adalah pelatihan pembuatan activator EM4 (efektif mikroorganisme 4) berbahan dasar limbah. Pembuatan activator EM4 merupakan salah satu bagian dari riset yang telah dilakukan oleh penulis dalam hal pemanfataannya untuk mempercepat pembuatan kompos. Penyampaian pelatihan pembuatan EM4 di Paket C SKB Kota Banjarmasin dilakukan untuk memenuhi pembelajaran yang berorientasi pada kecakapan hidup karena warga belajar dapat mengaplikasikan cara pembuatannya dan pemanfaatannya dalam pembuatan kompos. Hasil post test menunjukkan bahwa pengetahuan warga belajar peserta pelatihan terhadap pupuk dan EM4 meningkat sebesar 80%. Keinginan untuk mengaplikasikan juga terlihat dari pertanyaan yang muncul selama berlangsungkanya kegiatan. Perubahan juga terjadi pada warga belajar paket C yang awalnya belum memahami wajibnya hadir rutin dalam pembelajaran pada jadwal yang ditentukan, dengan adanya praktik konseling motivasi belajar yang telah kami lakukan telah banyak memberikan dampak perubahan  dengan adanya kehadiran yang rutin dan mereka menjadi bersemangat untuk mengikuti  pembelajaran.
KORELASI ANTARA BODY IMAGE DENGAN SELF ESTEEM PADA SISWA Wahyuni, Listi Nur; Wardah, Ani; Fauzi, Zainal
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 9, No 2 (2023): Juli- Desember 2023
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v9i2.7118

Abstract

Masa remaja adalah periode tertentu yang umumnya dianggap antara usia 10-19 tahun. Remaja mengalami banyak perubahan. Umumnya para remaja menyadari perubahan yang dialami mereka, khususnya perubahan dalam hal penampilan. Remaja memandang tubuhnya sebagai bagian yang terpisah dan setiap bagian berperan dalam kepribadiannya. Selain melakukan penilaian terhadap tubuhnya, remaja tentunya juga melakukan penilaian terhadap keberhargaan dirinya (Self Esteem). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara Body Image dengan Self Esteem pada siswadi SMKN 1 Banjarbaru. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif korelasional. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan sampel random sampling sebanyak 120 responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis korelasi spearman rank. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara Body Image dengan Self Esteem pada siswa di SMKN 1 Banjarbaru. Hal ini menunjukan bahwa semakin positif Body Image, maka akan semakin tinggi Self Esteem pada siswa. Begitu juga sebaliknya semakin negatif Body Image maka akan semakin rendah Self Esteem siswa.
Pelatihan Perilaku Respek Dan Empati Melalui Metode Role Play Untuk Mencegah Bullying Di SMKN 3 Banjarmasin Wardah, Ani; Auliah, Nurul; Aminah, Aminah; Andriana, Riya; Pebrianti, Novi
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2 (2024): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying behavior is behavior that is carried out repeatedly by a group of students who have power over weak students with the aim of causing displeasure or pain by other people, either one or several people directly against someone who is unable to fight back. The aim of this community service is to prevent bullying at SMKN 3 Banjarmasin. The participants in this activity were 36 students from class XI b TJKT. The method used is training in respectful and empathetic behavior through the role play method to prevent bullying. As for the activities: Meeting I, namely 1. Orientation and Pre-test, then delivery of role play training rules, and division into groups and roles, 2. Students act out bullying scenes in forms of verbal, physical and cyberbullying. 3. Students act in the positions of victims, perpetrators and witnesses of bullying. Meeting II, namely (4) Students act out a bullying prevention scene by being respectful, empathetic and helping the victim. 5. Students act out a reconciliation scene between the victim and the perpetrator of bullying, (7) Discussion after the role play to summarize the learning and feelings experienced. Next, evaluate the progress of training results. The training results showed that there was a significant difference between the pretest and posttest scores for SMKN 3 Banjarmasin students, with an increase in scores of 45 points after participating in the role play training. This increase indicates that role play-based training methods are effective in increasing students' respectful and empathetic behavior.
Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring Berbahan Lidah Buaya Pada Masyarakat Pondok Pesantren (Santri Putra) Sebagai Upaya Memberdayakan Santri Dalam Keterampilan Dony, Novrian; Gusti Hadiatus Solehah; Ani Wardah
FUNDAMENTUM : Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus : FUNDAMENTUM : Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/fundamentum.v2i3.345

Abstract

Keterampilan dan pengetahuan umum berperan penting sebagai pendukung ketika santri telah terjun ditengah masyarakat. Keterampilan pembuatan sabun diberikan bertujuan untuk mengedukasi masyarakat pondok pesantren (santri) dan pengurus pondok mengenai pembuatan sabun. Sabun merupakan salah satu perlengkapan dalam rumah tangga yang tidak terlepas dari kebutuhan sehari-hari. Dalam pembuatan sabun selain memanfaatkan humektan alami ekstrak air tanaman Aloe vera L. sebagai bahan pelembut dalam formulasi sabun cair cuci piring, santri juga dapat menambah pengetahuannya dalam kimia. Peserta kegiatan adalah santri putra Pondok Pesantren Al Ihsan Banjarmasin sebanyak 15 orang. Kegiatan ini terdiri dari diskusi (penyuluhan) dan praktik langsung. Materi penyuluhan menjelaskan mengenai proses saponifikasi sementara pelatihan pembuatan sabun dilakukan melalui demonstrasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa hampir semua santri atau sekitar 90 % santri putra belum pernah melakukan percobaan yang melibatkan bahan kimia terutama proses saponifikasi/pembuatan sabun dari bahan minyak dengan basa. Mereka sangat antusias dan bersemangat dengan pengetahuan yang mereka dapatkan dari proses pembuatan sabun dan keterampilan ini dapat mereka manfaatkan dalam pembuatan sabun dengan melakukan modifikasi warna dan bau wewangian yang berbeda.