Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Evaluasi Pelayanan Informasi Obat Terhadap Kepuasan Pasien di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Ibu dan Anak Restu Bunda Teluk Betung Tahun 2025 Elsya Azis Suryani; Vicko Suswidiantoro; Mida Pratiwi; Diah Kartika Putri; Riesce Octa Verantika
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2147

Abstract

Pemberian informasi obat memiliki peranan penting dalam memperbaiki kualitas hidup dari pasien dan menyediakan pelayanan yang bermutu bagi pasien sehingga menurunkan ketidakpatuhan pasien. Kelengkapan pelayanan informasi obat pada pasien sangatlah berpengaruh terhadap kepuasan pasien, kepuasan pasien dapat dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya adalah pemberian informasi yang baik, keramahan tenaga kefarmasian, kecepatan pelayanan, ketersediaan obat, kebersihan ruang tunggu, serta ketersediaan media sebagai informasi obat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelayanan informasi obat, Tingkat kepuasan pasien, dan hubungan pelayanan informasi obat terhadap kepuasan pasien rawat jalan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Ibu dan Anak Restu Bunda Teluk Betung Tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan metode pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah pasien rawat jalan di RSIA Restu Bunda Teluk Betung Tahun 2025. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 110 pasien. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Analisis data menggunakan uji non-parametrik chi square untuk mengetahui hubungan antar variable. Hasil penelitian pelayanan informasi obat yang diberikan dengan kategori baik sebanyak 89 pasien (80,9%), Tingkat kepuasan pasien tergolong pasien merasa puas sebanyak 88 pasien (80%) Dan didapatkan hasil korelasi pearson signifikansi sebesar 0,021 (p 0,05). Berdasarkan hasil tersebut terdapat hubungan pelayanan informasi obat dengan kepuasan pasien di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Ibu Dan Anak Restu Bunda Teluk Betung Tahun 2025.
Uji Aktivitas Kombinasi Ekstrak Daun Kopi Robusta (Coffea Canephora Pierre Ex A.Froehner) Dan Daun Kemangi (Ocimum X Africanum Lour) Terhadap Pertumbuhan Jamur Candida Albicans Mida Pratiwi; Wina Safutri; Diah Kartika Putri; Rahmat Rizky Prayogo
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2628

Abstract

Iklim tropis Indonesia mendukung pertumbuhan jamur seperti Candida albicans, penyebab kandidiasis yang umum menyerang kulit, mulut, dan area genital. Terapi azol efektif, namun berisiko menimbulkan efek samping, seperti masalah pencernaan dan potensi abnormalitas di enzim hati. Sebagai alternatif, digunakan bahan alami seperti Daun Kopi Robusta (Coffea canephora Pierre ex A. Froehner) dan Daun Kemangi (Ocimum x africanum Lour), sehingga taraf risiko cenderung lebih kecil. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antijamur kombinasi ekstrak kedua tanaman terhadap Candida albicans, meliputi identifikasi senyawa aktif, analisis aktivitas, dan efektivitas kombinasi. Penelitian dilakukan secara in vitro dengan rancangan post test only control group menggunakan metode difusi cakram. Data dianalisis secara statistik menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, rata-rata zona hambat diperoleh ialah P1 (50%:50%) sebesar 7,76 mm, P2 (75%:25%) sebesar 10,1 mm, dan P3 (25%:75%) sebesar 5,12 mm. Uji ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p < 0,001), dan uji Tukey HSD menunjukkan perbedaan signifikan hanya antara P2 dan P3 (p = 0,009). Hasil uji aktivitas menunjukkan bahwa kombinasi daun kopi robusta dan daun kemangi dengan konsentrasi P1 (50%:50%), P2 (75%:25%), dan P3 (25%:75%) dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans, yang ditandai dengan terbentuknya zona hambat. Zona hambat terbaik terdapat pada P2 dengan zona hambat sebesar 10,1 mm.
Uji Aktivitas Kombinasi Ekstrak Lengkuas Merah (Alpinia Purpurata (Vieill.) K.Schum) Dan Daun Kemangi (Ocimum X Africanum Lour) Terhadap Pertumbuhan Jamur Candida Albicans Wina Safutri; Diah Kartika Putri; Vicko Suswidiantoro; Miko Nanda Kusuma
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2630

Abstract

Penyakit menular menjadi masalah serius yang dapat ditularkan oleh manusia dan hewan. Jamur ini dapat menyebabkan infeksi seperti kandidiasis yang mengenai kuku, kulit, paru-paru, mulut dan vagina. Pengobatan dengan menggunakan obat antijamur sintetis dapat menyebabkan jamur menjadi resisten. Maka diperlukan alternatif pengobatan antijamur yang terbuat dari bahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis skrining fitokimia pada ekstrak lengkuas merah (Alpinia purpurata (Vieill.) K.Schum) dan daun kemangi (Ocimum x africanum Lour) dan menganalisis efektivitas kombinasi ekstrak lengkuas merah (Alpinia purpurata (Vieill.) K.Schum) dan daun kemangi (Ocimum x africanum Lour) terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Penelitian ini dilakukan uji daya hambat dengan variasi konsentrasi PI 30%:5%, PII 15%:7,5%, dan PIII 45%:2,5%. Hasil penelitian uji skrining fitokimia pada lengkuas merah (Alpinia purpurata (Vieill.) K.Schum) dan daun kemangi (Ocimum x africanum Lour) didapatkan hasil bahwa ekstrak positif menagandung saponin, tanin, alkaloid, dan flavonoid sedangkan pada senyawa steroid didapatkan hasil negatif. Hasil uji aktivitas antijamur pada konsentrasi 30%:5% sebesar 8,35 mm, konsentrasi 15%:7,5% sebesar 6,64 mm, dan konsentrasi 45%:2,5% sebesar 7,30 mm. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas antijamur yang dianalisis dengan menggunakan uji One Way ANOVA dan didapatkan hasil nilai sig >0,05 yaitu 0,955 yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok uji. Dari hasil uji dapat disimpulkan bahwa PI dengan konsntrasi 30%:5% merupakan konsentasi paling efektif dalam mengambat jamur Candida albicans.
Hubungan Pelayanan Informasi Obat (PIO) Terhadap Kepuasan Pasien Instalasi Farmasi Klinik Griya Sehat Metro Safira Silvia Revani; Afi Sania Rosanti; Mida Pratiwi; Diah Kartika Putri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2642

Abstract

Drug information services are an important aspect of improving pharmaceutical services or raising public awareness of the pharmacist profession. By providing drug information services to patients, pharmacists can contribute to ensuring patients receive optimal therapy. The purpose of this study was to analyze the relationship between drug information services (PIO) and patient satisfaction at the Griya Sehat Metro Clinic pharmacy and to determine the level of patient satisfaction with drug information services at the Griya Sehat Metro Clinic. This study employed a quantitative method with a cross-sectional design and a sample size of 115 respondents. The instrument used in this study was a questionnaire with five dimensions of Servqual. Based on the results, there was a relationship between medication information services and patient satisfaction at the pharmacy department of Klinik Griya Sehat Metro, with a P-value of 0.000. The level of satisfaction with medication information services among patients at the pharmacy department of Klinik Griya Sehat Metro for medication information services was categorized as very good at 62,6%. Patient satisfaction for the reliability dimension was categorized as satisfied at 74,8%, the responsiveness dimension was categorized as satisfied at 63,5%, the assurance dimension was categorized as satisfied at 67,8%, the empathy dimension was categorized as satisfied at 69,6%, and the tangibility dimension was categorized as satisfied at 70,4%. The conclusion is that there is a relationship between medication information services and patient satisfaction at the pharmacy department of Klinik Griya Sehat Metro.
Formulasi Dan Uji Stabilitas Lotion Kombinasi Ekstrak Biji Kopi Robusta (Coffea Canephora) Dan Minyak Kelapa (Cocos Nucifera) Riza Dwiningrum; Diah Kartika Putri; Afi Sania Rosanti; Khairunisa Azzahra
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3316

Abstract

Paparan sinar matahari berlebih dapat memicu pembentukan radikal bebas yang berdampak negatif terhadap kesehatan kulit, seperti penuaan dini, kulit kering, hingga risiko kanker kulit. Proteksi terhadap kerusakan tersebut dapat dilakukan melalui penggunaan antioksidan alami. Biji kopi robusta (Coffea canephora) mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, alkaloid, dan saponin yang bersifat antioksidan, sedangkan minyak kelapa (Cocos nucifera) memiliki efek emolien untuk menjaga kelembapan kulit. Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan pendekatan deskriptif kuantitatif yang bertujuan merumuskan sediaan lotion berbasis kombinasi ekstrak biji kopi robusta dan minyak kelapa serta mengevaluasi mutu fisik dan stabilitasnya. Tiga formula diuji, yaitu F1 (4%:2%), F2 (6%:3%), dan F3 (8%:4%). Evaluasi meliputi organoleptik, pH, homogenitas, daya sebar, viskositas, dan stabilitas selama 14 hari penyimpanan pada suhu ruang. Hasil menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi kriteria mutu fisik awal sesuai SNI 16-4399-1996. Variasi konsentrasi ekstrak dan minyak kelapa tidak berpengaruh signifikan terhadap mutu fisik sediaan, namun konsentrasi bahan aktif yang lebih tinggi cenderung menurunkan stabilitas warna akibat oksidasi senyawa aktif. Formula F1 dipilih sebagai yang paling baik karena menunjukkan kestabilan fisik paling konsisten, tidak mengalami perubahan warna selama penyimpanan, serta memiliki daya sebar dan viskositas yang berada dalam rentang standar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi konsentrasi ekstrak biji kopi robusta 4% dan minyak kelapa 2% merupakan formulasi yang optimal berdasarkan uji mutu fisik dan stabilitas.
Studi Etnomedisin Tumbuhan Berkhasiat Sebagai Pengobatan Asam Urat Oleh Masyarakat Kampung Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah Dinda Naziah; Riza Dwiningrum; Diah Kartika Putri; Wina Safutri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Penyakit asam urat merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dijumpai di wilayah pedesaan. Untuk mengatasi hal tersebut, masyarakat memanfaatkan pengetahuan lokal mengenai tumbuhan obat melalui praktik pengobatan tradisional. Bidang etnomedisin mempelajari pengetahuan dan praktik pengobatan tradisional yang berkembang di masyarakat dalam memanfaatkan tumbuhan sebagai obat. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan, bagian tumbuhan yang digunakan, dan cara pengolahannya dalam pengobatan tradisional asam urat oleh masyarakat Kampung Kalirejo, Kabupaten Kalirejo. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penentuan narasumber dilakukan menggunakan teknik purposive sampling terhadap 37 responden yang memiliki pengetahuan tentang tanaman obat. Data dianalisis secara deskriptif dengan bantuan Microsoft Excel untuk menentukan persentase setiap kategori. Hasil penelitian memperoleh 16 jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat asam urat, Jenis tumbuhan yang paling banyak digunakan dalah Salam (19%). Bagian yang paling banyak digunakan adalah daun (46%), rimpang (27%), batang (19%), herba (5%) dan buah (3%). Cara pengolahan dengan cara direbus paling dominan digunakan sebesar (84%). Kesimpulan dari penelitian ini masih banyak tumbuhan berkhasiat sebagai pengobatan asam urat yang digunakan oleh Masyarakat Kampung Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah. Kata Kunci: Asam Urat, Etnomedisin, Pemanfaatan ABSTRACT Hyperuricemia is one of the health problems commonly found in rural areas. To overcome this, communities utilize local knowledge of medicinal plants through traditional healing practices. The field of ethnomedicine studies the knowledge and traditional medical practices developed within communities in utilizing plants as medicine. This research aimed to identify the types of plants, plant parts used, and processing methods in the traditional treatment of uric acid disease by the community of Kalirejo Village, Kalirejo District. The study employed a descriptive qualitative approach, with data collected through interviews, observations, and documentation. Respondents were selected using purposive sampling, involving 37 individuals with knowledge of medicinal plants. Data were analyzed descriptively using Microsoft Excel to determine the percentage of each category. The results showed that 16 plant species were used for uric acid disease treatment, with Syzygium polyanthum (salam) being the most frequently used (19%). The most utilized plant part was leaves (46%), followed by rhizomes (27%), stems (19%), herbs (5%) and fruits (3%). The most dominant processing method was boiling (84%). In conclusion of this study is that there are still many plants with medicinal properties for treating gout that are used by the people of Kalirejo Village in Central Lampung Regency. Keywords: Ethnomedicine, Uric Acid, Utilization
Formulasi Sediaan Lotion Fraksi Etanol Kulit Coklat (Theobroma cacao L) Sebagai Antioksidan Suci Humayroh; Afi Sania Rosanti; Diah Kartika Putri; Vicko Suswidiantoro
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3629

Abstract

ABSTRACT Kulit salah satu organ terluar tubuh yang rentan mengalami kerusakan akibat paparan radikal bebas dari sinar ultraviolet dan faktor lingkungan lainnya. Kondisi tersebut dapat memicu kerusakan kulit, penuaan dini hingga kanker kulit, sehingga diperlukan perlindungan kulit dengan senyawa antioksidan. Kulit coklat (Theobroma cacao L) diketahui mengandung flavonoid dan polifenol yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan lotion berbasis fraksi etanol kulit coklat serta menilai sifat fisik dan aktivitas antioksidan berdasarkan nilai IC50. Ekstraksi dilakukan melalui metode maserasi menggunakan etanol 96%, dan fraksinasi, kemudian diformulasikan dalam tiga konsentrasi, yaitu F1(0,05gr), F2(0,1gr), dan F3(0,2gr). Evaluasi mutu fisik mencakup uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, dan daya proteksi, sedangkan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil sediaan lotion fraksi etanol kulit coklat memenuhi semua syarat mutu fisik yang tidak memenuhi syarat mutu fisik pada uji proteksi F1&2. Hasil aktivitas antioksidan sediaan lotion fraksi etanol F1 sedang (126,6 ppm), F2 sangat kuat (48,55 ppm), dan F3 sangat kuat (36,67 ppm). Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan hasil bahwa F3 memenuhi semua kriteria mutu fisik sediaan lotion dan memiliki kandungan antioksidan terbaik, Penelitian ini juga menjadi Upaya pemanfaatan limbah kulit coklat (Theobroma cacao L) sebagai bahan baku kosmetik yang ramah lingkungan sehingga dapat menjadi dasar untuk pengembangan produk kosmetik herbal yang efektif dan aman. Kata Kunci: Antioksidan, DPPH, IC50, kulit coklat, lotion ABSTRACT The skin is one of the outermost organs of the body that is vulnerable to damage caused by free radicals from ultraviolet radiation and other environmental factors. Such conditions may trigger skin damage, premature aging, and even skin cancer, thus requiring protection with antioxidant compounds. Cocoa shell (Theobroma cacao L.) contains flavonoids and polyphenols that have potential as natural antioxidants. This study aimed to formulate a lotion preparation based on the ethanol fraction of cocoa shell and to evaluate its physical properties and antioxidant activity based on IC50 values. Extraction was carried out by maceration using 96% ethanol, followed by fractionation, and the fraction was then formulated into three concentrations: F1(0.05gr), F2(0.1gr), and F3(0.2gr). Physical evaluations included organoleptic test, homogeneity, pH, viscosity, spreadability, adhesion, and protection, while antioxidant activity was tested using the DPPH method. The results showed that all lotion formulations met physical quality requirements, except that F1 and F2 did not meet the criteria in the protection test. Antioxidant activity of the ethanol fraction lotion was classified as moderate for F1 (126.6 ppm), and very strong for F2 (48.55 ppm) and F3 (36.67 ppm). In conclusion, F3 fulfilled all physical requirements and had the best antioxidant activity. This study also represents an effort to utilize cocoa shell waste (Theobroma cacao L.) as an eco-friendly cosmetic ingredient and a foundation for the development of safe and effective herbal cosmetic products. Keywords: Antioxidant, DPPH, IC50, cocoa shell, lotion
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Kepatuhan Pasien Rawat Jalan Tentang Penggunaan Antibiotik Di Rsud Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2025 Ahmad Zul Khoiri; Vicko Suswidiantoro; Mida Pratiwi; Diah Kartika Putri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4997

Abstract

Penyakit infeksi menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting khususnya di negara berkembang. Pengobatan lini pertama untuk mengatasi masalah tersebut adalah penggunaan antimikroba antara lain antibakteri/antibiotik, antijamur, antivirus, dan antiprotozoal.  Tujuan penelitian ini untuk  menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan pasien rawat jalan terhadap penggunaan antibiotik. Studi ini menggunakan  metode penelitian  deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 100 pasien rawat jalan di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung yang pernah mengonsumsi antibiotik. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat pengetahuan dan kepatuhan pasien dalam penggunaan antibiotik. Hasil penelitian menunjukan pasien dengan pengetahuan baik sebanyak 49% responden, pengetahuan cukup sebanyak 37% responden dan pengetahuan rendah sebanyak 14% responden. Pasien dengan kepatuhan tinggi sebanyak 14% responden, kepatuhan sedang sebanyak 23% responden dan kepatuhan rendah sebanyak 63% responden. Uji analisis hubungan pengetahauan dengan kepatuhan pengobatan dengan chi-square menunjukan terdapat hubungan yang signifikat antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan pengobatan pada pasien  rawat jalan dengan nilai p-value = 0,004 (p< 0,05).  
Uji Aktivitas Antioksidan Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Kersen (Muntingia calabura L.) Dan Daun Alpukat (Persea americana Mill.) Menggunakan Metode DPPH (2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazyl) Juliatika Kurniawati; Vicko Suswidiantoro; Diah Kartika Putri; Wina Safutri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radikal bebas merupakan molekul reaktif yang dapat menyebabkan stres oksidatif dan berperan dalam perkembangan berbagai penyakit degeneratif. Antioksidan berfungsi untuk menetralkan radikal bebas tersebut, salah satunya berasal dari tumbuhan yang kaya senyawa metabolit sekunder. Daun kersen (Muntingia calabura L.) dan daun alpukat (Persea americana Mill.) diketahui memiliki potensi aktivitas antioksidan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak etanol daun kersen dan daun alpukat menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Penelitian dilakukan melalui tahapan determinasi tanaman, pembuatan simplisia, ekstraksi dengan metode maserasi, skrining fitokimia, serta pengujian aktivitas antioksidan pada variasi perbandingan ekstrak (25 mg:75 mg), (50 mg:50 mg), dan (75 mg:25 mg). Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa kedua ekstrak mengandung flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan steroid. Nilai IC₅₀ kombinasi ekstrak berturut-turut sebesar 1,396 ppm; 0,533 ppm; dan 3,164 ppm, yang seluruhnya termasuk kategori antioksidan sangat kuat (<50 ppm). Kontrol positif vitamin C menunjukkan nilai IC₅₀ sebesar 7,214 ppm. Kombinasi ekstrak dengan perbandingan 50 mg:50 mg menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi. Dengan demikian, kombinasi ekstrak etanol daun kersen dan daun alpukat berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami yang efektif.