Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Studi Kestabilan Lereng Galian Dengan Perkuatan Geocell Di Kawasan Perumahan Koka, Kabupaten Minahasa Ladi, Alsetya D.; Legrans, Roski R. I.; Ticoh, Jack H.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66210

Abstract

Permasalahan kestabilan lereng pada pekerjaan galian dan timbunan merupakan aspek krusial dalam proyek konstruksi, karena ketidakstabilan lereng dapat menimbulkan risiko keselamatan, peningkatan biaya, serta gangguan terhadap keberlanjutan struktur di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas lereng galian yang diperkuat menggunakan geocell pada lokasi Perumahan Koka, Kabupaten Minahasa, yang didominasi oleh tanah berbutir berupa pasir bersih hingga pasir berlanau (clean sands to silty sands). Analisis dilakukan menggunakan metode Bishop Simplified dan pemodelan numerik PLAXIS 2D untuk mengevaluasi kinerja lereng setelah pemasangan geocell. Variasi kondisi muka air tanah (MAT) diterapkan pada kedalaman 1 m dan 2 m dari permukaan tanah untuk menilai pengaruh tekanan air pori terhadap kestabilan lereng. Model lereng memiliki tinggi 12 m dengan kemiringan 19°, dan diperkuat menggunakan tiga tipe geocell, yaitu MG100‑660‑HDPE, MG125‑700‑HDPE, dan MG150‑740‑HDPE. Evaluasi dilakukan pada kondisi statis dan dinamis, baik drained maupun undrained. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan geocell mampu meningkatkan faktor keamanan (FK) lereng pada kondisi drained sebesar 3,66% hingga 4,69%. Selain itu, deformasi lereng mengalami penurunan signifikan dengan persentase reduksi antara 4,19% hingga 63,45%. Peningkatan FK dan penurunan deformasi paling besar terjadi pada kondisi dinamis‑drained dengan MAT 0 m ketika menggunakan geocell tipe MG150‑740‑HDPE. Secara umum, ketiga tipe geocell menunjukkan performa yang relatif serupa. Variasi MAT terbukti memengaruhi kestabilan lereng, di mana posisi muka air tanah yang lebih tinggi menyebabkan penurunan FK dan peningkatan deformasi akibat bertambahnya tekanan air pori dan berkurangnya tegangan efektif tanah. Kata kunci: kestabilan lereng, geocell, muka air tanah, deformasi, faktor keamanan
Performa Dinding Penahan Tanah Tipe GRS (Geosynthetic Reinforced Soil) Pada Variasi Kekakuan Facing Pombu, Maria A.; Legrans, Roski R. I.; Ticoh, Jack H.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67097

Abstract

Kekakuan lentur facing (EI) merupakan parameter penting yang memengaruhi respons mekanik dinding Geosynthetic Reinforced Soil (GRS), namun belum secara eksplisit diakomodasi dalam sebagian besar pendekatan desain konvensional. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh variasi EI terhadap kinerja dinding GRS dalam kerangka performance-based design, dengan indikator utama berupa deformasi lateral relatif (δh/H), regangan maksimum geosintetik (εmax), gaya tarik maksimum perkuatan (Tmax), dan faktor keamanan global (SF). Analisis dilakukan melalui studi parametrik berbasis metode elemen hingga (FEM) menggunakan PLAXIS 2D, serta dibandingkan dengan prediksi metode empiris K-Stiffness dan GRS–Non Load Bearing (GRS–NLB). Hasil menunjukkan bahwa peningkatan EI secara konsisten memperbesar deformasi lateral, regangan, dan gaya tarik perkuatan, sekaligus menurunkan faktor keamanan global. Meskipun demikian, seluruh kondisi tetap memenuhi batas stabilitas (SF ≥ 1,5), dan tidak teridentifikasi fenomena stiffness saturation dalam rentang EI yang dianalisis. Perbandingan metode mengindikasikan bahwa pendekatan numerik lebih sensitif terhadap variasi EI dibandingkan metode empiris, yang relatif kurang responsif terhadap perubahan kekakuan struktural. Secara berbasis kinerja, facing dengan kekakuan rendah hingga semi-kaku memberikan respons yang lebih optimal, menegaskan bahwa peningkatan kekakuan tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan kinerja sistem. Kata kunci: Geosynthetic Reinforced Soil, kekakuan, deformasi lateral, Finite Element Method, K-Stiffness, GRS–NLB
Evaluasi Kapasitas Fondasi Dangkal Terhadap Perubahan Desain Gedung Perkantoran Di Kabupaten Minahasa Tenggara Ihsan, Yusril; Legrans, Roski R. I.; Ticoh, Jack H.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67650

Abstract

Perubahan desain pada Gedung Perkantoran di Kabupaten Minahasa Tenggara mengakibatkan peningkatan beban struktur yang harus dipikul oleh fondasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi daya dukung dan penurunan fondasi dangkal akibat perubahan desain tersebut. Data tanah yang digunakan berupa data sekunder hasil uji Cone Penetration Test (CPT) yang diperoleh dari Dinas PUPR Kabupaten Minahasa Tenggara. Analisis daya dukung dilakukan dengan pendekatan teoritis menggunakan metode Meyerhof (1963), Vesic (1973, 1975), dan Hansen (1970). Hasil perhitungan menunjukkan daya dukung ultimit masing-masing sebesar 1452,38 kN, 1558,12 kN, dan 1450,32 kN. Beban izin yang diperoleh lebih besar dibandingkan beban struktur, yaitu 1089,28 kN > 1028,94 kN (Meyerhof), 1168,59 kN > 1028,94 kN (Vesic), dan 1085,88 kN > 1028,94 kN (Hansen). Analisis penurunan fondasi menggunakan perangkat lunak Settle3D menunjukkan bahwa setelah dimensi fondasi diperbesar, penurunan maksimum mencapai 115,93 mm. Beberapa fondasi masih mengalami penurunan diferensial melebihi batas L/300, sehingga kondisi ini belum memenuhi kriteria keamanan. Sebagai alternatif perkuatan, direkomendasikan penggunaan mini pile tiang kelompok untuk mengurangi risiko penurunan diferensial dengan meneruskan beban ke lapisan tanah keras. Hasil analisis menunjukkan penurunan maksimum pada mini pile dengan panjang 3,7 m, 2,9 m, dan 2,5 m masing-masing sebesar 16,22 mm, 15,55 mm, dan 14,2 mm. Kata kunci: daya dukung, fondasi dangkal, mini pile, penurunan diferensial, CPT
Metode Pelaksanaan Pembangunan Hunian Tetap (Huntap) Menggunakan Risha Di Desa Modisi Bolaang Mongondow Selatan Lahope, Dean A. E.; Dundu, Ariestides K. T.; Ticoh, Jack H.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67776

Abstract

Bencana Erupsi Gunung Ruang terjadi pada tanggal 16 April 2024 Mengakibatkan kerusakan dan kerugian yang cukup besar bagi masyarakat disana. Sebagai tindakan perbaikan dan penyusunan pasca bencana, pemerintah membangun Hunian Tetap (HUNTAP) bagi masyarakat yang terkena musibah. Terletak di Desa Modisi, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara. Hunian Tetap ialah tempat tinggal permanen yang dibangun bagi masyarakat, Hunian Tetap didesain kuat, aman, dan nyaman untuk di tinggal, lokasinya berada di tempat yang tidak rawan terhadap bencana. Juga dilengkapi fasilitas mendukung seperti air bersih, listrik dan saranan umum lainnya. Hunian tetap dibangun menggunakan metode RISHA yang kualitas baik serta memenuhi standar keselamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pelaksanaan RISHA mampu mempercepat proses pembangunan dengan penggunaan tenaga kerja yang lebih efisien serta mutu struktur yang memenuhi ketentuan teknis. Sistem perakitan panel pracetak memberikan kemudahan dalam pelaksanaan konstruksi dan mendukung ketahanan bangunan terhadap beban gempa. Namun, pelaksanaan di lapangan masih dipengaruhi oleh keterbatasan desain modular dan kebutuhan tenaga kerja yang memahami sistem RISHA. Secara keseluruhan, metode RISHA dinilai efektif sebagai solusi pembangunan Hunian Tetap pasca bencana dan berpotensi diterapkan pada wilayah rawan bencana lainnya. Kata kunci: hunian, Metode pelaksanaan RISHA, pasca bencana, konstruksi modular