Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

BETON BERPORI DENGAN VARIASI UKURAN AGREGAT KASAR Dahlia Patah; Amry Dasar
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 11, No 2 (2023): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v11i2.1762

Abstract

Ukuran agregat merupakan faktor penting yang mempengaruhi kuat tekan beton berpori. Penelitian ini berfokus pada hubungan antara ukuran agregat, kuat tekan, struktur pori, permeabilitas dan kemudian memahami pengaruh ukuran agregat terhadap kuat tekan beton berpori. Sebanyak tiga ukuran agregat kasar 5-10 mm, 10-20 mm dan 20-30 mm disiapkan. Pada penelitian ini dibuat dua variasi kombinasi agregat kasar. Variasi 1 untuk kombinasi agregat kasar ukuran 5–10 mm dan 10–20 mm. Variasi 2 untuk kombinasi ukuran agregat kasar 20–30 mm dan 10–20 mm. Untuk setiap variasi dengan kombinasi pencampuran 100%:0%, 75%:25%, 50%:50%, 25%:75%, dan 0%:100%. Metode yang digunakan adalah pengujian kuat tekan, porositas, dan permeabilitas. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kuat tekan komposisi 50%:50% pada Variasi 1 meningkat pesat dengan ukuran agregat 10-20mm dan 5-10mm dengan nilai 22,40 MPa yang memenuhi persyaratan minimum yang ditentukan oleh Standar Nasional Indonesia yaitu Kelas B (aplikasi taman parkir). Sedangkan penggunaan agregat ukuran 100% seragam memiliki kuat tekan yang rendah.
Analisis SEM-EDS Beton Normal yang Menggunakan Superplasticizer Yulisya Zuriatni; Muhammad Sofyan; Pratiwi Setyaning Putri; Abdul Rokhman; Irma Wirantina Kustanrika
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 7 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v7i3.4927

Abstract

Beton merupakan bahan bangunan populer yang diakui kekuatan dan daya tahannya. Para peneliti telah mengeksplorasi penggunaan superplasticizer dan gel C-S-H untuk meningkatkan kualitas beton . Superplasticizer adalah bahan tambahan kimia yang dapat ditambahkan ke campuran beton untuk meningkatkan fluiditas sekaligus menjaga kekuatan. Hal ini memudahkan pemasangan dan meningkatkan kemampuan kerja beton. Selain itu, menambahkan gel C-S-H ke beton dapat meningkatkan kinerja jangka panjang dan meminimalkan retak. Formasi gel C-S-H pada kekuatan dan daya tahan beton diselidiki secara cermat dalam studi ini dengan melakukan pengujian foto SEM EDS. Pemindaian Mikroskop Elektron-Spektroskopi Sinar-X Dispersi Energi adalah alat analisis yang kuat untuk menentukan komposisi unsur dan bentuk bahan berskala nano. Ini menyelidiki permukaan material dengan berkas elektron terfokus dan menghasilkan sinyal yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan memetakan distribusi komponen yang ada. Hasil Uji SEM-EDS menunjukkan Unsur senyawa Ca, Al dan Si mendominasi. Rasio Oksida SiO2/CaO yang tinggi pada sampel cenderung memiliki kuat tekan yang lebih tinggi. Sebaliknya, material dengan rasio SiO2/CaO yang lebih rendah menunjukkan kuat tekan yang lebih rendah.
Revitalisasi MCK Untuk Meningkatkan Kebersihan Lingkungan Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Barkah Kabupaten Bogor Irma Wirantina K; Muhammad Sofyan; Yetti Anita Sari; Ni Putu Navanitha Aprilia Prasanthi; Atanmeia Rabina Br Bukit
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini diselenggarakan di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Barkah dengan fokus pada perbaikan dan peningkatan fasilitas sanitasi. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi MCK yang masih terbatas dan kurang layak, sehingga menimbulkan antrean panjang, menurunkan kualitas kebersihan lingkungan, serta berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi para santri. Pendekatan kegiatan dilaksanakan melalui kerja sama antara tim akademisi, mahasiswa, pihak pesantren, serta masyarakat sekitar melalui langkah survei, perancangan, pembangunan sarana fisik. Hasil pelaksanaan program memperlihatkan bahwa pembangunan tiga unit MCK tambahan dapat mengurangi antrean santri,meningkatnya kedisiplinan belajar, dan membaiknya kebersihan lingkungan pesantren.Sementara itu, implementasi ventilasi atap berbahan asbes terbukti efektif dalam menurunkan kelembapan,serta menciptakan ruang yang sehat dan nyaman
Revitalisasi Saluran Air Dan Sosialisasi Pencegahan Banjir di Jl.Mustikasari RT 004/ RW 01 Bekasi Timur Irma Wirantina K; Muhammad Sofyan; Endah Lestari; Rr Mekar Ageng Kinasti
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 1 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v10i1.6441

Abstract

Revitalisasi saluran air merupakan langkah strategis dalam mengatasi permasalahan banjir yang sering sekali terjadi di wilayah perkotaan. Kegiatan ini dilaksanakan di Jl. Mustikasari RT 04/RW 01 Bekasi Timur, yang merupakan salah satu wilayah rawan banjir akibat saluran drainase yang tersumbat dan kurang berfungsi optimal. Program ini bertujuan untuk meningkatkan fungsi saluran air melalui pembersihan, perbaikan fisik saluran serta penataan ulang aliran air agar lebih efektif dalam mengalirkan air hujan. Selain itu, dilakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan sebagai upaya pencegahan banjir jangka panjang. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, revitalisasi saluran air, kerja bakti bersama warga, dan sosialisasi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan saluran air dan adanya penurunan genangan air saat turun hujan setalah revitalisasi dilakukan. Kegiatan ini membuktikan bahwa sinergi antara institusi, masyarakat dan pihak terkait sangat penting dalam mewujudkan lingkungan yang bebas genangan dan lebih sehat. Diharapkan program ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dengan permasalahan serupa.
Start-Up Phase Performance of a Basic Water Purification System for Urban Surface Water Treatment Endah Lestari; Dede Rohmat; Wati Asriningsih Pranoto; Muhammad Sofyan; Arief Suardi Nur Chairat
Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik Vol. 8 No. 3 (2026): Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/jequi.v8i3.370

Abstract

Background: The increasing degradation of urban surface water quality due to suspended solids, dissolved metals, and anthropogenic activities has driven the demand for simple, cost-effective, and sustainable water treatment technologies. Methods: This study evaluated a Basic Water Purification System (BWPS) during its start-up phase, examining water quality changes associated with the stabilization of newly installed filtration media. Surface water from a retention pond was treated using a multi-media filtration system consisting of zeolite, silica sand, activated carbon, anthracite, manganese sand, and ion exchange resin across three configurations. Temperature, total dissolved solids (TDS), turbidity, color, pH, nitrate, nitrite, Fe, and Mn concentrations were assessed at three sampling points. Results: TDS, turbidity, color, Fe, and Mn concentrations increased after filtration, resulting in negative removal efficiencies attributable to initial leaching from the newly installed media. However, TDS, Fe, and Mn concentrations consistently declined from the first to the third sampling point, indicating progressive media stabilization. Media 2 demonstrated the most consistent performance, maintaining a near-neutral pH range (6.3–7.2) and the lowest TDS levels, while Media 3 achieved the highest Fe removal efficiency (13.53%). Correlation analysis revealed strong positive relationships between TDS and dissolved metal concentrations, as well as between turbidity and color, confirming that these fluctuations were associated with media conditioning rather than inadequate treatment performance. Conclusion: These findings confirm that the Basic Water Purification System (BWPS) is a promising low-cost, decentralized option for urban surface water treatment, provided that an adequate media conditioning period is implemented before full-scale operation.