Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

BETON BERPORI DENGAN VARIASI UKURAN AGREGAT KASAR Dahlia Patah; Amry Dasar
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 11, No 2 (2023): JTT (Jurnal Teknologi Terpadu)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v11i2.1762

Abstract

Ukuran agregat merupakan faktor penting yang mempengaruhi kuat tekan beton berpori. Penelitian ini berfokus pada hubungan antara ukuran agregat, kuat tekan, struktur pori, permeabilitas dan kemudian memahami pengaruh ukuran agregat terhadap kuat tekan beton berpori. Sebanyak tiga ukuran agregat kasar 5-10 mm, 10-20 mm dan 20-30 mm disiapkan. Pada penelitian ini dibuat dua variasi kombinasi agregat kasar. Variasi 1 untuk kombinasi agregat kasar ukuran 5–10 mm dan 10–20 mm. Variasi 2 untuk kombinasi ukuran agregat kasar 20–30 mm dan 10–20 mm. Untuk setiap variasi dengan kombinasi pencampuran 100%:0%, 75%:25%, 50%:50%, 25%:75%, dan 0%:100%. Metode yang digunakan adalah pengujian kuat tekan, porositas, dan permeabilitas. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kuat tekan komposisi 50%:50% pada Variasi 1 meningkat pesat dengan ukuran agregat 10-20mm dan 5-10mm dengan nilai 22,40 MPa yang memenuhi persyaratan minimum yang ditentukan oleh Standar Nasional Indonesia yaitu Kelas B (aplikasi taman parkir). Sedangkan penggunaan agregat ukuran 100% seragam memiliki kuat tekan yang rendah.
Analisis SEM-EDS Beton Normal yang Menggunakan Superplasticizer Yulisya Zuriatni; Muhammad Sofyan; Pratiwi Setyaning Putri; Abdul Rokhman; Irma Wirantina Kustanrika
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 7 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v7i3.4927

Abstract

Beton merupakan bahan bangunan populer yang diakui kekuatan dan daya tahannya. Para peneliti telah mengeksplorasi penggunaan superplasticizer dan gel C-S-H untuk meningkatkan kualitas beton . Superplasticizer adalah bahan tambahan kimia yang dapat ditambahkan ke campuran beton untuk meningkatkan fluiditas sekaligus menjaga kekuatan. Hal ini memudahkan pemasangan dan meningkatkan kemampuan kerja beton. Selain itu, menambahkan gel C-S-H ke beton dapat meningkatkan kinerja jangka panjang dan meminimalkan retak. Formasi gel C-S-H pada kekuatan dan daya tahan beton diselidiki secara cermat dalam studi ini dengan melakukan pengujian foto SEM EDS. Pemindaian Mikroskop Elektron-Spektroskopi Sinar-X Dispersi Energi adalah alat analisis yang kuat untuk menentukan komposisi unsur dan bentuk bahan berskala nano. Ini menyelidiki permukaan material dengan berkas elektron terfokus dan menghasilkan sinyal yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan memetakan distribusi komponen yang ada. Hasil Uji SEM-EDS menunjukkan Unsur senyawa Ca, Al dan Si mendominasi. Rasio Oksida SiO2/CaO yang tinggi pada sampel cenderung memiliki kuat tekan yang lebih tinggi. Sebaliknya, material dengan rasio SiO2/CaO yang lebih rendah menunjukkan kuat tekan yang lebih rendah.
Revitalisasi MCK Untuk Meningkatkan Kebersihan Lingkungan Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Barkah Kabupaten Bogor Wirantina K, Irma; Sofyan, Muhammad; Sari, Yetti Anita; Prasanthi, Ni Putu Navanitha Aprilia; Br Bukit, Atanmeia Rabina
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini diselenggarakan di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Barkah dengan fokus pada perbaikan dan peningkatan fasilitas sanitasi. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi MCK yang masih terbatas dan kurang layak, sehingga menimbulkan antrean panjang, menurunkan kualitas kebersihan lingkungan, serta berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi para santri. Pendekatan kegiatan dilaksanakan melalui kerja sama antara tim akademisi, mahasiswa, pihak pesantren, serta masyarakat sekitar melalui langkah survei, perancangan, pembangunan sarana fisik. Hasil pelaksanaan program memperlihatkan bahwa pembangunan tiga unit MCK tambahan dapat mengurangi antrean santri,meningkatnya kedisiplinan belajar, dan membaiknya kebersihan lingkungan pesantren.Sementara itu, implementasi ventilasi atap berbahan asbes terbukti efektif dalam menurunkan kelembapan,serta menciptakan ruang yang sehat dan nyaman
Kinerja Mekanis Beton Ringan Menggunakan Serat Sabut Kelapa dan Agregat Batu Apung Ade Okvianti Irlan; Liastary Pradina Febrianty; Muhammad Sofyan
Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 3 (2025): Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v9i3.511

Abstract

Produksi beton ringan berbasis agregat pumice menawarkan pendekatan yang lebih berkelanjutan untuk mengurangi ketergantungan pada agregat alami sekaligus menurunkan berat struktur. Namun, pengurangan densitas sering diikuti oleh penurunan kinerja mekanis. Penelitian ini meninjau pengaruh substitusi pumice sebesar 20% sebagai agregat kasar dan penambahan serat sabut kelapa (0–2.0%) terhadap slump, densitas, kuat tekan, dan kuat tarik belah beton pada umur 28 hari. Substitusi pumice menurunkan slump dari 120 mm menjadi 100 mm dan mengurangi densitas sebesar 9–13%, sejalan dengan karakter pumice yang ringan dan berpori. Penambahan serat menurunkan kelecakan tetapi tetap dalam batas kerja beton struktural. Kuat tekan menurun dari 18,78 MPa menjadi 13,37 MPa akibat penggunaan pumice, namun meningkat kembali pada kadar serat 0,5% sebelum kembali menurun pada dosis lebih tinggi. Sebaliknya, kuat tarik belah meningkat stabil dari 1,22 MPa hingga 1,84 MPa, menunjukkan efektivitas mekanisme bridging serat dalam menahan retak. Analisis ANOVA menegaskan pengaruh signifikan variasi campuran terhadap kedua parameter mekanis. Evaluasi multikriteria menunjukkan bahwa PA20–F1.0 dan PA20–F1.5 memberikan performa paling seimbang. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi pumice dan serat sabut kelapa efektif menghasilkan beton ringan dengan ketangguhan lebih baik