Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Agroteksos

ANALISIS KEMISKINAN RUMAH TANGGA PETANI KEDELAI PADA WILAYAH LAHAN KERING KABUPATEN LOMBOK TENGAH Mandalika, Eka Nurminda Dewi; Rakhman, Amry
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i1.1095

Abstract

Kabupaten Lombok Tengah merupakan salah satu wilayah dengan jumlah luas lahan kering terluas di Provinsi NTB yaitu sebesar 33.348 Ha. Di Kecamatan Pujut, Desa Segala Anyar yang merupakan salah satu wilayah yang menjadi pusat program pemerintah yakni Upsus Pajale. Dari hasil penelitian yang dilakukan untuk musim tanam pada periode Juni-September 2022. Dengan rata-rata 0,49 LLG Usahatani kedelai di Desa Segala Anyar memperoleh hasil:(1)Produksi sebanyak 676 Kg/LLG dan 1386 Kg/Ha dengan rata-rata nilai produksi sebesar Rp.8.956.667/LLG dan Rp.18.366.370/Ha;(2)Jumlah nilai pendapatan rata-rata yang diperoleh senilai Rp.4.451.432/LLG dan Rp.9.128.021/Ha;(3)Tingkat pendapatan per kapita per tahun setara beras untuk keluarga petani responden sebesar 262,85 kg beras/kapita/thn atau setara US$273,87/kapita/thn dan Rp.370.952/kapita/bln;(4)Berdasarkan Kriteria Kemiskinan Sajogyo keluarga petani kedelai tergolong “Miskin” karena hasil pendapatan per kapita per tahun setara beras yang di peroleh berada diantara 240–320 kg, berdasarkan Kriteria Bank Dunia maka keluarga petani kedelai tergolong “Miskin” karena pendapatan perkapita pertahun setara dengan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika berada dibawah US$ 784,75, berdasarkan kriteria Basic Needs Aproach (BPS) petani kedelai tergolong “Hampir Miskin” karena nilai pendapatan perkapitanya berada sedikit diatas Rp.366.994/kapita/bln untuk wilayah pedesaan. Dari hasil penjabaran tersebut artinya tingkat kemiskinan petani kedelai dari hasil usahataninya masih belum tergolong sejahtera atau masuk kategori miskin.
ANALISIS RISIKO USAHATANI NANAS DI KECAMATAN PRINGGASELA KABUPATEN LOMBOK TIMUR Rakhman, Amry; Febrilia, Baiq Rika Ayu; Danasari, Idiatul Fitri
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 3 (2023): Jurnal Agroteksos Desember 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i3.1002

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis pendapatan usahatani nanas di Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur dan (2) menganalisis tingkat risiko produksi dan harga nanas di Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan unit analisis adalah petani nanas di Kecamatan Pringgasela. Penentuan jumlah responden dilakukan secara quota sampling sebanyak 43. Pengambilan responden dilakukan secara accidental sampling. Alat analisis yang digunakan adalah: 1) analisis pendapatan; 2) analisis ragam (Variance); 3) analisis simpangan baku dan; 4) analisis koefisien variasi (KV). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pendapatan rata-rata yang diperoleh petani dalam usahatani nanas di Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur sebesar Rp. 18.145.578/LLG atau Rp. 38.607.612/Ha, dan tingkat risiko produksi usahatani nanas sebesar 0,04 < 0,5 artinya risiko yang dialami petani rendah dan risiko harga usahatani nanas sebesar 0,01< 0,5, artinya tingkat risiko produksi dan harga yang dialami petani adalah rendah (terhindar dari kerugian) di Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur. Diharapkan bagi petani agar terus meningkatkan produksi, berdasarkan hasil penelitian usahatani nanas memiliki risiko yang kecil (terhindar dari kerugian). Bagi petani, dalam melakukan pengolahan, penanaman, pemupukan, penyemprotan dan pembersihan yang baik agar produksi nanas optimal. Bagi petani, diharapkan dapat melakukan pengendalian serangan hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman nanas sehingga tanaman tumbuh optimal.
STRATEGI PENGEMBANGAN KOMODITAS UNGGULAN PERIKANAN BUDIDAYA DI KAWASAN EKONOMI KHUSUS (KEK) MANDALIKA KABUPATEN LOMBOK TENGAH Nursan, Muhammad; Husni, Syarif; Yusuf, M; Widiyanti, Ni Made Nike Zeamita; Rakhman, Amry
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i1.1093

Abstract

Salah satu wilayah ekonomi khusus Indonesia berada di Kabupaten Lombok Tengah yaitu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. KEK Mandalika ini selain sebagai kawasan industri dan pariwisata juga sebagai wilayah pengembangan untuk komoditas-komoditas perikanan budidaya di Provinsi NTB. meskipun demikian pengembangan komoditas perikanan budidaya di KEK Mandalika belum dilakukan berdasarkan prioritas keunggulan wilayah masing-masing selain itu, strategi pengembangan komoditas belum komperehensif sehingga produktivitas usaha perikanan budidaya masih rendah dan belum maksimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui faktor internal dan eksternal pengembangan komoditas unggulan perikanan budidaya, 2) merumuskan strategi pengembangan komoditas unggulan perikanan budidaya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan penelitian kuantitatif dan kualitatif (mixed method). Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis SWOT. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor internal pengembangan komoditas unggulan perikanan budidaya yaitu 5 kekuatan dan 4 kelemahan. Faktor eksternal meliputi 4 peluang dan 3 ancaman. Alternatif strategi pengembangan komoditas unggulan perikanan budidaya di KEK Mandalika Kabupaten Lombok Tengah meliputi strategi SO, ST, WO, dan WT.
ANALISIS RISIKO USAHATANI SAYURAN PADA SUBAK BILASUNDUNG KECAMATAN SUKAMULIA KABUPATEN LOMBOK TIMUR Fadli, Fadli; FR, Aeko Fria Utama; Rakhman, Amry
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 3 (2023): Jurnal Agroteksos Desember 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i3.994

Abstract

Sayuran merupakan salah satu kelompok jenis tanaman yang termasuk dalam subsektor hortikultura yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Tujuan penelitian ini adalah Untuk menganalisis nilai risiko untuk usahatani sayuran di Subak Bilasundung dan Untuk menganalisis nilai penurunan risiko usahatani sayuran melalui pola diversifikasi. Pengambilan daerah penelitian menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini dilakukan di Subak Bilasundung Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur. Penentuan jumlah Reponden ditentutukan secara Sensus sebanyak 50 orang responden. Data dianalisis menggunakan analisis usahatani dan analsis risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Nilai risiko produksi untuk komoditas buncis sebesar 0.301, tomat sebesar 0.244, dan sawi sebesar 0.323, sedangkan nilai risiko pendapatan untuk komoditas buncis 0.633, tomat sebesar 0.666, dan sawi sebesar 0.892, dan untuk Diversifikasi usahatani sayuran menjadi solusi dalam mengurangi risiko.
STRATEGI PENGEMBANGAN TANAMAN PANGAN DI DESA MANTAR KECAMATAN POTO TANO KABUPATEN SUMBAWA BARAT Supriastuti, Eko; Rakhman, Amry
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i2.1259

Abstract

Kecamatan Poto Tano merupakan gerbang utama kabupaten Sumbawa Barat dari arah utara yang memiliki lahan kering terluas yaitu seluas 5.433 Ha yang terdiri dari Tadah hujan, Tegal/kebun, Ladang/huma dan Perkebunan, serta memiliki lahan dataran tinggi yang terdapat di Desa Mantar, dengan ketinggian > 600 dpl. Desa Mantar juga merupakan Desa wisata yang terkenal dengan para layangnya dan memiliki sejarah yang sangat legendaris, dengan penduduk yang sebagian besar bekerja sebagai petani. Namun selama ini hasil produksi pertaniannya hanya menanam tanaman pangan. Komoditi yang dikembangkan petani belum mendukung kearah perkembangan Desa Mantar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan tanaman pangan yang ada di desa wisata Mantar. Metode penelitian yang di gunakan adalah kualitatif dan kuantitaf serta menggunakan analisis SWOT. Berdasarkan hasil penelitian di dapatkan hasil yaitu 1. kesesuaian lahan secara kualititatif, Desa Mantar mempunyai lahan yang masuk dalam Kelas S2 yang cukup sesuai (Moderately Suitable), artinya lahan yang mempunyai pembatas-pembatas agak berat untuk suatu penggunaan yang lestari. Sedangkan secara klasifikasi kesesuaian lahan kuantitatif, desa tersebut mempunyai produktivitas dan pendapatan tertinggi pada tanaman jagung. 2. Srategi di tingkat petani yaitu 1) Mempertahankan pasar yang ada dengan menciptakan pasar baru melalui meningkatkan kualitas dan kuantitas produkt dengan memaksimalkan SDM guna memenuhi permintaan dengan harga yang tinggi. Sedangkan strategi di tingkat pemerintah yaitu: 1) Memaksimalkan dukungan pemerintah berupa saprodi dan meningkatkan peran kelompok dengan taman teknologi pertanian di KSB
STRATEGI PENGEMBANGAN DESA WISATA BAHARI LABUHAN KERTASARI KABUPATEN SUMBAWA BARAT Anton, Anton; Rirahman, Fiqri; Rakhman, Amry; Supriastuti, Eko
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i2.1115

Abstract

Pengembangan Desa Wisata Bahari menjadi salah satu upaya mempercepat pembangunan pedesaan dengan memperhatikan keterkaitan aktivitas yang akan dikembangkan. Selain itu, dapat menunjang pembangunan wilayah pesisir pantai karena mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mampu menyerap tenaga kerja yang produktif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kondisi dan merumuskan strategi pengembangan Desa Wisata Bahari Labuhan Kertasari Kabupaten Sumbawa Barat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitaf dan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Labuhan Kertasari Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat yang dipilih secara purposive sampling dengan pertimbangan desa yang ditetapkan sebagai desa Wisata Bahari. Sumber data dalam penelitian ini meliputi data primer dan sekunder. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui kondisi Desa Wisata Bahari Labuhan Kertasari Kabupaten Sumbawa Barat dan merumuskan strategi pengembangannya adalah dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan Desa Wisata Bahari Labuhan Kertasari memiliki kondisi yang mendukung antara lain budidaya rumput laut, perikanan, pulau-pulau kecil, pantai pasir putih, ketersediaan sarana dan prasarana wisata, kondisi budaya, dan ketersediaan akses informasi dan lembaga pengelola wisata. Adapun beberapa strategi yang perlu dilakukan adalah (1) Meningkatkan promosi Desa Wisata Bahari dan produk yang dihasilkan melalui berbagai media baik online maupun offline untuk memudahkan wisatawan yang datang; (2) Meningkatkan investasi dalam rangka pengembangan Desa Wisata Bahari; dan (3) Mengoptimalkan peran SDM dan lembaga pengelola pariwisata di Desa Wisata Bahari.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN CABAI MERAH BESAR DI KOTA MATARAM Rakhman, Amry; Anwar, Anwar
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i2.1527

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan cabai merah besar dan untuk menganalisis elastisitas harga, elastisitas silang, dan elastisitas pendapatan konsumen permintaan cabai merah besar di Kota Mataram.Penelitian ini dilakukan di Pasar Mandalika Kecamatan Sandubaya dan Pasar Kebon Roek Kecamtan Ampenan. Daerah penelitian ditentukan secara purposive sampling dengan alasan memilih lokasi penelitian karena pasar tersebut merupakan pasar tradisional yang banyak terdapat pedagang cabai merah besar. Konsumen cabai merah besar diambil 40 orang konsumen, dimana di tiap pasar yang telah ditentukan diambil 20 orang konsumen. Metode pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi berganda dengan fungsi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan cabai merah besar secara signifikan yaitu harga cabai merah besar, harga bawang merah, pendapatan konsumen dan jumlah anggota keluarga. Sementara harga cabai merah keriting tidak berpengaruh secara signifikan. (2) Elastisitas harga menunjukan bahwa cabai merah besar bersifat inelastis, cabai merah keriting sebagai barang subtitusi dan bersifat inelastis, dan bawang merah sebagai barang komplementer dan bersifat inelastis, dan pendapatan konsumen bersifat inelastis.