Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Konteks Organisasi, Teknologi Informasi dan Kapabilitas Knowledge Sharing Pegawai di PT PLN (Persero) Area Palembang Supardi Supardi
Jurnal Manajemen dan Ilmu Administrasi Publik (JMIAP) Vol 3 No 3 (2021): Jurnal Manajemen dan Ilmu Administrasi Publik (JMIAP)
Publisher : Laboratorium Jurusan Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jmiap.v3i3.287

Abstract

Rapid changes in the information age indirectly require reforms in the public sector. The public sector must continue to improve, one of which is through the creation of innovation. Innovation in the public sector is carried out through the creation of ideas that cannot be separated from the knowledge sharing process. Knowledge sharing is important for organizations considering the nature of knowledge which is complementary and no single individual masters all fields of knowledge. Unfortunately, not many public agencies have implemented knowledge management properly through the use of information technology by considering organizational culture and the type of organizational structure. The purpose of this study was to examine how the influence of internalization of organizational culture and functional organizational structure on knowledge sharing capability at PT. PLN (Persero) Palembang Area by including information technology as an intervening variable. The method used in this study is a quantitative method using a questionnaire as primary data. The sample used in this study is a census sample so that the entire population is used as research respondents. The results showed that the use of information technology mediates the effect of internalization of organizational culture on knowledge sharing capabilities but does not mediate the effect of functional organizational structures on knowledge sharing capabilities. Based on these findings, the suggestions given by the researcher are: maximizing the use of information technology while maintaining a conducive organizational culture and climate for increasing knowledge sharing capabilities.
PELATIHAN PENGELOLAAN ASET DESA DI DESA SUNGAI KEDUKAN KABUPATEN BANYUASIN Syahri; Sari Mustika Widyastuti; Wiwin Winarsih; Supardi
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 02 (2023): APRIL 2023
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aset Desa merupakan kekayaan desa yang memiliki potensi dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat desa. Desa Sungai Kedukan Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin sebuah desa yang terletak berbatasan dengan Kota Palembang.  Desa ini memiliki aset yang belum dikelola dengan optimal.  Tanah lapang, pasar desa, galian pasir dan balai desa merupakan beberapa aset yang dimiliki.  Tujuan pelaksanaan Pengabdian adalah upaya memberikan pemahaman kepada Aparatur Desa dan Anggota Badan Musyawarah Desa (BPD) tentang aturan dan pentingnya pengelolaan aset desa untuk peningkatan pendapatan desa dan kesejahteraan masyarakat.  Metode pengabdian yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Aparatur Desa dan Anggota BPD Desa Sungai Kedukan semakin memahami regulasi yang memberi dasar pengelolaan aset desa.  Selain itu juga memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam menyusun perencanaan pengelolaan aset desa.
Analysis of Public Policy of The Ministry of Law and Human Rights of West Kalimantan in Encouraging Trademark Registration Husyam Husyam; Supardi Supardi; Zakiyul Faqih
Rechtsvinding Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/rechtsvinding.1268

Abstract

Trademark registration plays a crucial role in protecting businesses and helping to create healthy and fair businesses. Through public policy, the government is responsible for ensuring that trademark protection is accessible and utilized by the public, particularly businesses. This article examines how policies implemented by the Ministry of Law, specifically the West Kalimantan Regional Office of the Ministry of Law, encourage businesses to register their trademarks as a form of legal protection and to strengthen the regional economy. This research uses a qualitative approach with public policy analysis and legal effectiveness theory to determine whether existing policies are running according to their objectives and meet real-world conditions. The study results indicate that the West Kalimantan Ministry of Law and Human Rights has undertaken various efforts, such as outreach, mentoring, and facilitation of trademark registration in accordance with Law Number 20 of 2016 concerning Trademarks and Geographical Indications. These efforts have been quite effective for businesses directly involved in government programs, particularly fostered MSMEs. However, this policy has not been widely recognized due to low legal awareness, economic constraints, and the public's perception that trademark registration is not yet a necessary necessity. Therefore, a strengthened state role, more integrated policies, and cross-sectoral collaboration are needed to ensure a more effective and sustainable trademark registration policy.
Studi Kebijakan Pengelompokan Standar Upah dan Rasio Kerja Petugas Kebersihan Lapangan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palembang Derriansya Putra Jaya; Lies Nur Intan; Zet Abdullah; Rita Junita; Supardi
Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS) Vol. 5 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/ijoms.v5i1.2515

Abstract

Studi kebiajakan standar upah dan rasio kerja menggambarkan bahwa jaringan pengaman dan bentuk perlindungan terhadap pekerja yang mempunyai kompetensi yang rendah, masa kerja lebih rendah dari satu tahun dan jabatan paling rendah di dalam bekerja harus mendapatkan perlindungan dari terpuruknya pendapatan dan kesejahteraan yang diterima pekerja. Teori upah menerangkan bahwa upah menurut kodrat adalah upah yang cukup untuk pemeliharaan hidup pekerja dengan kelurganya sedangkan upah menurut harga pasar adalah upah yang terjadi di pasar dan ditentukan oleh permintaan dan penawaran yang akan berubah di sekitar upah menurut kodrat. Dalam teori upah dijelaskan bahwa penerapan system upah kodrat menimbulkan tekanan kaum buruh, karena kaum buruh dalam posisi yang sulit untuk menembus kebijakan upah yang telah diterapkan oleh para produsen. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang mengeksplorasi dan memahami makna di sejumlah individu atau sekelompok orang yang berasal dari masalah sosial. Pendekatan kualitatif yang digunakan adalah pendekatan deskriptif yaitu suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun fenomena buatan manusia yang bisa mencakup aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan, dan perbedaan antara fenomena yang satu dengan fenomena lainnya. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan bahwa upah yang diterima dari petugas kebersihan lapangan cukup bervariasi sesuai dengan gambaran pekerjaannya masing-masing Upah petugas kebersihan lapangan dapat dikelompokkan menjadi 4 kategori kelompok pengupahan. Hasil penelitian ini juga menjelaskan bahwa petugas penyapuan memiliki jumlah pekerja yang paling banyak dan tersebar di masing-masing wilayah kecamatan sebanyak 637 pekerja. Wilayah kerja dari petugas penyapuan ini adalah di jalan utama/protokol, jalan di lingkungan perkantoran, jalan di depan area bisnis, wilayah pasar-pasar tradisional yang cukup ramai dan padat seperti di Pasar 16 Ilir Palembang, Pasar Induk Jakabaring, Pasar buah Jakabaring, Pasar 10 Ulu, Pasar kalangan Masjid Cengho. Ada juga wilayah yang dibersihkan area taman kota seperti area Kambang Iwak Park, wilayah pemukiman padat berupah perumahan masyarakat di tengah kota, depo sampah yang merupakan tempat penampungan sampah sementara termasuk dan wilayah sungai dan drainase seperti anak sungai di simpang sekip dan area sungai Lambidaro Palembang.