Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : National Nursing Conference

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERSEPSI GENDER PADA WARIA DI KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2019 Salsabila Zamzami Faujiah; Abdal Rohim; Heri Hermansyah
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waria adalah laki-laki yang lebih suka berperan sebagai perempuan. Dalam kehidupan sehari-hari waria merupakan salah satu penyandang masalah kesejahteraan sosial di indonesia, baik ditinjau dari segi psikologis,sosial,norma,maupun secara fisik. Pada tahun 2018, jumlah waria di indonesia mencapai 30.071 jiwa. Provinsi Jawa Barat dengan total 2.871 orang dan berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan didapatkan jumlah waria di Kabupaten Kuningan sebanyak 57 orang . Kepribadian waria dipengaruhi oleh persepsi subyektif masing-masing waria terkait dengan status waria yang dimilikinya dengan pengaruh dan berbagai faktor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Persepsi Gender Pada Waria Di Kabupaten Kuningan Tahun 2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Pelaksanaan penelitian dilakukan juli 2019. Sampel penelitian berjumlah 50 responden dengan menggunakan slovin dan pengolahan data menggunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian yang diperoleh dari 35 responden dengan dukungan keluarga berkategori baik terdapat 19 responden (54,3%) dengan persepsi baik, dan 16 responden (45,7%) dengan persepsi kurang. Sedangkan dari 15 responden yang termasuk kategori dukungan kurang terdapat 8 responden (53,3%) dengan persepsi baik , dan 7 responden (46,7%) dengan persepsi kurang. Dari uji Rank Spearman di peroleh p value 0,952. Dari hasil disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan dukungan keluarga dengan persepsi gender pada waria di kabupaten Kuningan Tahun 2019. Disarankan untuk keluarga lebih mengawasi pergaulan anak dengan teman sebayanya serta mendidik anak dalam memilih pergaulan yang baikWaria adalah laki-laki yang lebih suka berperan sebagai perempuan. Dalam kehidupan sehari-hari waria merupakan salah satu penyandang masalah kesejahteraan sosial di indonesia, baik ditinjau dari segi psikologis,sosial,norma,maupun secara fisik. Pada tahun 2018, jumlah waria di indonesia mencapai 30.071 jiwa. Provinsi Jawa Barat dengan total 2.871 orang dan berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan didapatkan jumlah waria di Kabupaten Kuningan sebanyak 57 orang . Kepribadian waria dipengaruhi oleh persepsi subyektif masing-masing waria terkait dengan status waria yang dimilikinya dengan pengaruh dan berbagai faktor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Persepsi Gender Pada Waria Di Kabupaten Kuningan Tahun 2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Pelaksanaan penelitian dilakukan juli 2019. Sampel penelitian berjumlah 50 responden dengan menggunakan slovin dan pengolahan data menggunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian yang diperoleh dari 35 responden dengan dukungan keluarga berkategori baik terdapat 19 responden (54,3%) dengan persepsi baik, dan 16 responden (45,7%) dengan persepsi kurang. Sedangkan dari 15 responden yang termasuk kategori dukungan kurang terdapat 8 responden (53,3%) dengan persepsi baik , dan 7 responden (46,7%) dengan persepsi kurang. Dari uji Rank Spearman di peroleh p value 0,952. Dari hasil disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan dukungan keluarga dengan persepsi gender pada waria di kabupaten Kuningan Tahun 2019. Disarankan untuk keluarga lebih mengawasi pergaulan anak dengan teman sebayanya serta mendidik anak dalam memilih pergaulan yang baik
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DENGAN PERILAKU VERBAL ABUSE IBU RUMAH TANGGA DI DESA MEKARSARI KECAMATAN WALED KABUPATEN CIREBON TAHUN 2023 Mawaddah, Anggi Ulfah; Rohim, Abdal; Azriliyani, Raeisya
National Nursing Conference Vol. 1 No. 2 (2023): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/nnc.v1i2.872

Abstract

Banyaknya tuntutan dan peran yang dibebankan pada ibu rumah tangga menyebabkan ibu rumah tangga rentan akan stress. Stress yang dialami ibu rumah tangga dapat mempengaruhi perilakunya dan rentan melakukan kekerasan terhadap anak. Salah satunya kekerasan melalui perkataan atau kekerasan verbal. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara tingkat stress dengan perilaku verbal abuse ibu rumah tangga di desa Mekarsari Kecamatan Waled kabupaten Cirebon. Metode: Jenis penelitian ini analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini 444 ibu rumah tangga yang mempunyai anak dengan jumlah sampel sebanyak 82 orang didapat menggunakan Teknik propotionated stratified random sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Uji ststistik menggunakan chi square. Hasil: analisis univariat diperoleh variabel tingkat stress sebagian besar memiliki stress normal (36,6%), variabel verbal abuse sebagian besar memiliki perilaku verbal abuse sebanyak (54,9%). Hasil uji chi square menunjukan ada hubungan antara tingkat stress dengan perilaku verbal abuse ibu rumah tangga diperoleh nilai p value 0,000 < 0,05. Simpulan: terdapat hubungan antara tingkat stress dengan perilaku verbal abuse ibu rumah tangga di desa Mekarsari kecamatan Waled Kabupaten Cirebon Tahun 2023. Disarankan kepada ibu rumah tangga agar mampu memanajemen stress yang baik agar berpotensi rendah melakukan perilaku verbal abuse.
HUBUNGAN ANTARA RASA SYUKUR DENGAN TINGKAT INSECURE PADA REMAJA DI SMA NEGRI 1 KUNINGAN TAHUN 2023 Rahmadyani, Cahya Galuh; Rohim, Abdal; Wulan, Nur
National Nursing Conference Vol. 1 No. 2 (2023): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/nnc.v1i2.893

Abstract

Rasa insecure yang berlebihan membuat semakin tinggi rasa cemas yang dirasakan. Insecure adalah perasaan ketidaknyamanan didalam hati yang dirasakan oleh individu ketika seseorang merasa khawatir dan kurang percaya diri terhadap sesuatu. Data Riskesdas 2018 menunjukan prevalensi gangguan mental yang ditunjukan dengan gejala kecemasan dan depresi pada anak usia 15 tahun ke atas mencapai 6,1% atau setara dengan 11 juta penduduk Indonesia, sedangkan pada remaja usia 15-24 tahun memiliki presentase depresi sebesar 6,2%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara rasa syukur dan tingkat insecure pada remaja di SMA Negeri 1 Kuningan tahun 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu siswa SMA Negeri 1 Kuningan kelas X, pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling didapatkan sampel 80 orang. Pengumpulan data diambil dengan menggunakan kuisioner, analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan Rank-Spearman. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar siswa memiliki rasa syukur sedang sebanyak 55 responden (68,7%), tingkat insecure sedang sebanyak 56 responden (70%). Analisis bivariat hubungan antara rasa syukur dengan tingkat insecure pada remaja di SMA Negeri 1 Kuningan tahun 2023 menunjukan nilai ρ = 0,000. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara rasa syukur dengan tingkat insecure pada remaja di SMA Negeri 1 Kuningan tahun 2023. Diharapkan kepada remaja untuk selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah diperoleh, menerima segala kekurangan dan kelebihan yang ada dalam diri sendiri sehingga dapat terhindar dari rasa insecure.