Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : jmtss

Studi Kajian Profil Jalan Tm.Bahrum Kota Langsa – Langsa Fitri Handayani; Nina Fahriana; Defry Basrin
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jmtss.v1i2.2878

Abstract

Jalan raya adalah satu prasarana yang akan mempercepat pertumbuhan dan pengembangan suatu daerah serta akan membuka hubungan social, ekonomi dan budaya antar daerah. Di dalam undang-undang Republik Indonesia No.38 tahun 2004 tentang prasarana jalan, disebutkan bahwa jalan mempunyai peranan penting dalam mewujudkan perkembangan kehidupan bangsa. Maka jalan darat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat di dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari. Cara penelitian yang dilakukan adalah dengan melakukan survei di lapangan untuk mendapatkan data primer maupun data sekunder yang kemudian akan diolah dengan menggunakan persamaan rumus volume harian rata-rata yang diperoleh dari pencacahan jumlah kendaraan di lapangan yang dilakukan selama 3 hari (senin, jumat, minggu) pada jam-jam sibuk dan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik data kendaraan, kemudian menggunakan GPS (global positioning system) dan Theodolite langsung pengukuran ke lapangan, lalu menghitung persamaan rumus alinyemen horizontal untuk mengetahui jenis tikungan yang digunakan di jalan TM.Bahrum, serta menggunakan pengukuran langsung di lapangan untuk mengetahui bangunan pelengkap apa saja yang terdapat di jalan TM.Bahrum Kota Langsa dan apakah telah memenuhi standart SNI no.14 tahun 2004. Dari hasil analisis tersebut didapat bahwa jumlah kendaraan terbanyak pada hari jumat pukul 11.00-13.00 pm. Jenis tikungan yang digunakan pada jalan TM.Bahrum Kota Langsa ialah spiral-circle-spiral. Kemudian untuk bangunan pelengkap jalan TM.Bahrum Kota Langsa belum memenuhi standar SNI No.14 tahun 2004.
PLANNING OF MUSHALLA ENGINEERING FACULTY SAMUDRA UNIVERSITY WITH ECO DESIGN CONCEPT Agus Riki; Meilandy Purwandito; Wan Alamsyah; Nina Fahriana
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jmtss.v2i2.4316

Abstract

Mushalla is a very important role in the development and teaching of islam, and one of the supporting facilities in the faculty environment as an increase in spiritual activities and to meet the needs of worship. Therefore, with the planning of this mushalla, it is hoped that it can improve the existing infrastructure in the Faculty of Engineering and produce high quality and highly competitive graduates, especially for graduates of the Civil Engineering Study Program at Samudra University. The purpose of planning this mushalla is; designing a mushalla building design with an architectural concept that is comfortable, effective and environmentally friendly or eco design, designing a mushalla building design that is open and blends with nature. Method of collecting data; field survey, location determination, and data processing. Data processing analysis; calculating the area requirements of the room, making alternative plans and visible designs of the mushalla building. The results of this study can be concluded that the land used has an area of 3.100 m². In planning this Mushalla, three design alternatives are planned, namely; The first alternative mushalla design has a total floor area of 2 floors and a floor area of 380 m² with a rectangular design concept, the second alternative mushalla design has 1 floor and a floor area of 228.16 m² with a pentagon design concept, then the third alternative mushalla design has The number of floors is 2 floors and the floor area is 661 m² with the concept of the Space Frame roof design.
Evaluasi Kenyamanan Termal Ruang Kelas Pada SMA Negeri 2 Langsa Lutfi Handika; Nina Fahriana; nova purnama lisa
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 7 No 1 (2026): April 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASBTRAK Kenyamanan termal merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesejahteraan dan produktivitas penghuni bangunan. Penelitian ini berfokus pada ruang kelas di SMA Negeri 2 Langsa, yang mengalami kondisi suhu yang panas dan sistem ventilasi yang kurang optimal. Kondisi ini menyebabkan terbatasnya sirkulasi udara, mengakibatkan akumulasi panas di dalam ruangan dan menimbulkan sensasi panas yang tidak nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap kondisi suhu ruangan, dan sistem ventilasi pada ruang kelas SMA Negeri 2 Langsa. Metode penelitian mencakup analisis kondisi suhu ruangan, dan potensi optimalisasi kenyamanan termal terhadap ruang kelas SMA Negeri 2 Langsa. Hasil pengujian menunjukkan nilai indikator kenyamanan termal menggunakan metode Predicted Mean Vote (PMV) yaitu panas menurut standar ASHRAE-55 (2017), walaupun pada jam tertentu nilai PMV mencapai nilai yang mendekati optimal untuk kenyamanan termal. Sehingga ruang kelas SMA Negeri 2 Langsa dikategorikan tidak nyaman. Kenyamanan termal dipengaruhi oleh suhu, kelembapan, dan aliran udara yang kurang seimbang serta minimnya penggunaan kipas angin. Kata Kunci : Kenyamanan Termal, Gedung RKU, Suhu Ruangan, Ventilasi. ABSTRACT Thermal comfort is an important aspect in creating an environment that supports the well-being and productivity of building occupants. This study focuses on classrooms at SMA Negeri 2 Langsa, which experience hot temperature conditions and suboptimal ventilation systems. These conditions cause limited air circulation, resulting in heat accumulation in the room and causing an uncomfortable sensation of heat. This study aims to evaluate the room temperature conditions and ventilation systems in SMA Negeri 2 Langsa classrooms. The research method includes an analysis of room temperature conditions and the potential for optimizing thermal comfort for SMA Negeri 2 Langsa classrooms. The test results show that the thermal comfort indicator value using the Predicted Mean Vote (PMV) method is hot according to the ASHRAE-55 (2017) standard, although at certain hours the PMV value reaches a value close to optimal for thermal comfort. Therefore, the SMA Negeri 2 Langsa classroom is categorized as uncomfortable. Thermal comfort is influenced by unbalanced temperature, humidity, and airflow as well as the minimal use of fans. Keywords: Thermal Comfort, RKU Building, Room Temperature, Ventilation.
Analisis Standarisasi Pemeliharaan Bangunan Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Langsa Adam Ramanda; firda sari; irwansyah; Nina Fahriana
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 7 No 1 (2026): April 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBangunan gedung sekolah merupakan prasarana dasar yang berperan penting dalam mendukung kelangsungan proses belajar mengajar. Keberlanjutan fungsi bangunan sangat dipengaruhi oleh kegiatan pemeliharaan yang dilakukan secara sistematis dan sesuai standar. Namun, di lapangan masih banyak ditemukan sekolah yang belum menerapkan standar pemeliharaan bangunan secara optimal, terutama di daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian penerapan standar pemeliharaan bangunan Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Langsa yang berlokasi di Jl. Jend. A. Yani, Gampong Teungoh, Kecamatan Langsa Kota, Kota Langsa, Provinsi Aceh, berdasarkan Permendiknas No. 24/PRT/M/2007. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif dengan mengolah data deskriptif dan kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi langsung terhadap kondisi fisik bangunan, wawancara dengan pihak sekolah, serta telaah terhadap dokumen standar pemeliharaan bangunan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pemeliharaan di MIN 1 Langsa sarana dan prasarana di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Langsa menunjukkan bahwa tingkat pemeliharaan sarana memperoleh nila rata-rata 29,7 dan prasarana 2,666, keduanya berada pada kategori cukup sesuai dengan ketentuan. Meskipun sebagian fasilitas telah berfungsi, hasil observasi menunjukkan masih terdapat kekurangan pada beberapa komponen, seperti keterbatasan ruang kelas, perlengkapan ruang tata usaha, perpustakaan, lapangan olahraga, serta fasilitas kebersihan guru dan siswa yang belum memenuhi standar. Oleh karena itu diperlukan langkah strategis dalam bentuk peningkatan dan penambahan sarana dan prasarana secara terencana, terukur, dan berkelanjutan. Upaya ini diharapkan dapat memastikan terpenuhinya standar pemeliharaan sarana dan prasarana untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan pembelajaran yang efektif, efisien, serta sesuai dengan regulasi yang berlaku. Kata Kunci: Pemeliharaan Bangunan, Standarisasi Sarana dan Prasarana, Permendiknas No. 24/PRT/M/2007, Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Langsa.ABSTRACTSchool buildings constitute fundamental infrastructure that plays a vital role in supporting the continuity of the teaching and learning process. The sustainability of a building’s function is strongly influenced by maintenance activities carried out systematically and in accordance with established standards. However, in practice, many schools particularly in regional areas have not yet implemented building maintenance standards optimally. This study aims to analyze the conformity of the implementation of building maintenance standards at Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Langsa, located on Jl. Jend. A. Yani, Gampong Teungoh, Langsa Kota District, Langsa City, Aceh Province, based on the Regulation of the Minister of National Education No. 24/PRT/M/2007. The research employs a descriptive quantitative analysis method by processing both descriptive and quantitative data. Data were collected through direct observation of the physical condition of the building, interviews with school personnel, and a review of school building maintenance standard documents. The results indicate that the implementation of maintenance for facilities and infrastructure at MIN 1 Langsa shows that the average maintenance score for facilities is 29.7 and for infrastructure is 2.666, both categorized as moderately compliant with the established standards. Although several facilities are functioning properly, observations reveal deficiencies in certain components, such as the limited number of classrooms, insufficient administrative office equipment, library facilities, sports field, and hygiene facilities for teachers and students that have not yet met the required standards. Therefore, strategic measures are necessary in the form of planned, measurable, and sustainable improvements and additions to facilities and infrastructure. These efforts are expected to ensure compliance with maintenance standards for facilities and infrastructure in order to support the implementation of effective and efficient learning activities in accordance with applicable regulations. Keywords: Building Maintenance, Facility and Infrastructure Standardization, Ministerial Regulation No. 24/PRT/M/2007, Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Langsa.